cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 26156547     EISSN : 18581080     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan (e-ISSN 2615-6547, p-ISSN 1858-1080 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Faculty of Education and Teacher Training, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Jurnal Tarbawi published two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
BODY IMAGE SISWA DITINJAU DARI GENDER Fauzana Alidia
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v14i2.291

Abstract

Body image is a description of perceptions, feelings and attitudes about the body as a whole person or a particular the part of body. The differences of body image is influenced by several aspects. Among of them, there is gender. The aims of this research are :1 ) to describe the body image of male students , 2 ) to describe the body image of female students, and 3 ) to find out the body image differences between male students and female students. This research was descriptive research by using quantitative approach. The population of this research was the students of grade XI SMA Negeri Tanjung Mutiara in the period of 2013/2014 (285). Amount of research sample was 56 male students and 110 female students and had been chosen by using simple random technique. The instrument that had been used was Likert scale model. The first and second research purpose were analyzed by using percentage technique, and the third research purpose were analyzed by using t-test. The results of research are: 1) Body image of male students are in the high category, 2) Body image of female students are in the high category, 3) There is a differences between male body image and female body image.
THE CORRELATION BETWEEN VOCABULARY MASTERY AND READING COMPREHENSION Hasanul Bishry
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v14i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur apakah ada korelasi antara penguasaan kosakata dan kemampuan membaca mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau pada Program Studi keuangan Perbankan dan Akuntansi. Adapun responden penelitian ini sebnyak 26 orang. Penelitian ini menggunakan sensus sampling dimana semua mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan serta Akuntansi menjadi sample. Teknik pengambilan data menggunakan instrument tes. Tes diberikan kepada mahasiswa untuk mengukur kosa kata dan kemampuan membaca. Analisis penelitian ini menggunakan program SPSS dalam menghitung hasil. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Penguasaan kosakata mahasiswa sangat baik dan kemampuan membaca mahasiswa berada di kategori baik. Tetapi dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca mahasiswa. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada factor lain yang mempengaruhi kemampuan membaca mahasiswa
KAMPUNG SANTRI: POTRET PENDIDIKAN ISLAM DI DESA PENDUNG TALANG GENTING KABUPATEN KERINCI Muhamad Yusuf
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v14i2.293

Abstract

Kesadaran bersama (collective consciousness) masyarakat, tokoh adat dan pemerintah desa terhadap degradasi moral di kalangan anak-anak dan remaja desa Pendung Talang Genting Kab. Kerinci telah melahirkan Perdes No. 004 Tahun 2014 tentang Pegang Pakai Adat Tahun 2014-2020. Ide pokoknya, semua pihak bertanggung jawab mewujudkan pendidikan Islam guna menciptakan suasana islami di desa tersebut. Berhubung desa ini berada di dekat pintu gerbang taman wisata Danau Kerinci maka kekhawatiran terhadap degradasi moral menjadi ancaman mendasar. Melalui penelitian kualitatif-deskriptif, dan content analisys serta pendekatan komunikasi, ditemukan betapa keterlibatan semua pihak telah memunculkan perhatian penuh dari setiap warga akan pentingnya pendidikan Islam dilaksanakan bagi setiap tingkatan usia. Semua warga wajib belajar ilmu agama. Agar pelaksanaan pendidikan epektif lalu dibentuklah tim Buser yang bertugas mengawasi yang tidak ikut belajar pada waktu ditetapkan, anak-anak dan remaja akan ditangkap dan dipanggil orang tuanya oleh lembaga adat guna diberi nasihat. Setiap orang luar yang akan menikah dengan warga desa tersebut harus dapat membaca al-Qur’an, bila tidak pernikahannya ditunda sampai ia mampu membacanya. Kini pendidikan agama dan suasana islami sangat dirasakan di desa itu. Kesadaran belajar agama semakin tinggi, rumah tahfidz semakin digemari bahkan sekarang telah membuka cabang di Mushalla Taman Pendidikan Islam (TPI) Kota Sungai penuh dengan peminat cukup signifikan. Kegiatan ini merupakan operasional dari slogan (Sluko adat) masyarakat Kerinci “Adat basendi Syara’, Syara’ basendi Kitabullah”. Menggembirakan, kolaborasi antara masyarakat, kaum adat, tokoh agama dan pemerintah, telah membawa desa ini pada tahun 2015 lalu menjadi juara 1 baik pada tingkat provinsi Jambi dan tingkat nasional pada acara lomba desa kategori desa membangun dan teladan.
KODE ETIK PROFESI KONSELING SERTA PERMASALAHAN DALAM PENERAPANNYA Eko Sujadi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v14i2.298

Abstract

Every individual is required to be able to adjust to changes that occur. For individuals who are not able to adjust to the changes, it can cause problems for them. This conditions provides great opportunities for counselors to organize counseling services. Counselors are supposedly able to apply the code of conduct in providing services to clients. Various issues of implementing the code of conduct are occurring in the implementation of counseling services, whether it is caused by counselor or external parties. Therefore, counselor should cultivate self-awareness to carry out a duty correctly, continue to improve the competence, as well as policy makers should formulate clear regulations and properly accompanied by supervision.
Pendidikan Agama dalam Keluarga Suriadi Suriadi; Mursidin Mursidin; Kamil Kamil; Adnan Adnan
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.326

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pendidikan agama bagi anak dalam keluarga dengan memfokuskan pada materi pendidikan yang terkandung dalam surat Luqman ayat 13-19. Adapun isi atau materi pokok pendidikan agama Islam yang telah lakukan oleh Luqman terhadap anaknya pada ayat 13-19 tersebut mencakup tiga aspek pokok ajaran Islam, yaitu meliputi aspek; 1) Pendidikan ‘Aqîdah, 2) Pendidikan ‘Ibâdah dan 3) Pendidikan Aqlaq. Dalam penanaman ‘aqîdah agama yang dilakukan Luqman kepada anak nya, yaitu: a) Keyakinan tauhid yang sebersih-bersihnya yaitu larangan mempersekutukan Allah, b) Kesadaran akan kemakhlukan kita yang wajib mensyukuri segala karunia Tuhan, dan c) Kesadaran bahwa segala gerak-gerik kita yang nampak maupun yang tersembunyi tidak lepas dari pengetahuan dan pengawasan Tuhan. Pendidikan ibadah mencakup segala tindakan dalam kehidupan sehari-hari, baik yang berhubungan dengan Allah (habl min Allah) , maupun dengan sesama manusia (habl min al-Nas). Hubungan dengan Allah swt. yang terbesar sesudah tauhid adalah mendirikan shalat. Jadi untuk menumbuhkan, memupuk dan memantapkan keyakinan agama itu, maka Luqman memerintahkan kepada anaknya agar mendirikan shalat. Materi pendidikan akhlak pada surat Luqman dapat dilihat pada ayat ke 14,15, 18 dan 19. Pada ayat ke 14 dan 15 menjelaskan kepada kita bahwa orang tua telah bersusah payah dalam mengasuh anak-anaknya, terlebih lagi adalah ibu. Yang telah bersusah payah mengandung anak nya selama sembilan bulan dan menyapihnya hingga usia dua tahun. Maka Allah memerintahkan agar seorang anak harus bersukur kepada Allah yang telah memberikan segala nikmat-Nya dan bersyukur (berterima kasih) kepada orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di dunia ini. Inti dari pendidikan akhlak pada ayat ini adalah agar anak berlaku sopan santun, bertutur kata yang lemah lembut, bergaul dengan penuh kasih sayang, mentaati segala perintahnya selagi perintah mereka tidak menyuruh pada perbuatan yang melanggar agama. Dan jika orang tua mereka berlainan kepercayaan, maka bagi anak tidak wajib mengikuti kepercayaan orang tuanya akan tetapi harus tetap menggaulinya di dunia ini dengan penuh kasih sayang. Pendidikan akhlak selanjutnya diarahkan pada etika bergaul dengan masyarakat.
Penerapan Perilaku Altruistik dalam Layanan Konseling Individu Oleh Guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Hengki Yandri; Moh Kamil Fikri; Dosi Juliawati
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.335

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi guru BK di sekolah dalam melaksanakan layanan konseling individu belum memperlihatkan perilaku altruistik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan tingkat penerapan perilaku altuistik dalam layanan konseling individu oleh guru BK di sekolah menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 74 orang yang pernah mendapatkan layanan konseling individu dari guru BK. Hasil peneltian ini mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat penerapan perilaku altruistik guru BK dalam melaksanakan layanan konseling individu berada pada kategori sedang
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis RME: Indonesia Dini Palupi Putri
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.336

Abstract

Penelitian Pengembangan ini mengembangkan bahan ajar berbasis Realistic Mathematic Education untuk mahasiswa semester III pada mata kuliah Matematika SD/MI Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan pembelajaran matematika ialah agar mahasiswa mahir dalam kemampuan matematis, untuk mendukung hal itu perlu media yang baik, salah satu nya bahan ajar. Persepsi mahasiswa terhadap bahan ajar yang digunakan selama ini belum menuntun perkembangan kemampuan matematis mahasiswa. Mahasiswa menilai bahan ajar belum memuat konteks pembelajaran untuk membangun pengetahuan awal dan mengaitkan materi dengan pengalaman sehari, hari. Untuk itu dosen dan mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mudah, praktis dan efisien untuk mengembangkan kemampuan matematis. RME merupakan suatu pendekatan yang aktifitas nya lebih menenkankan konteks dan interaktivitas mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan matematis. Konsep yang terdapat dalam bahan ajar dihubungkan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan hasil persepsi dan kebutuhan dosen dan mahasiswa, kemudian divalidasi oleh para pakar, selanjutnya revisi berdasarkan saran dari validator
Sistem Pendidikan Pesantren dan Tantangan Modernitas Gatot Krisdiyanto; Muflikha Muflikha; Elly Elvina Sahara; Choirul Mahfud
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.337

Abstract

Abstract The “Ayo Mondok” Movement is part of the pesantren's response to modernity. In the modern era like this, there are still many Muslim societies in Indonesia that make pesantren a reference for formal and informal educational institutions. Indeed, initially the pesantren was only traditional and only aimed to explore the science of religion. However, along with the modernization of the times, Islamic boarding schools have not only become institutions to explore religious sciences but also general science. This paper explains the history and development of pesantren, and how the system of pesantren education answers the challenges of modernity. To get the desired results, the research library was chosen by researchers as the research method in this study. The results of this study reveal that Islamic boarding schools are a gathering place for santri to get religious knowledge from a cleric. The beginning of the pesantren was only a simple hut which was built as a makeshift with the aim of getting closer to the kyai or the teacher intended for the purposes of studying religion. While the system of pesantren education is still using the book of salaf or more familiarly called kitab kuning. Keywords: Islamic Boarding School, Modernity and Islamic Education Abstrak Gerakan Ayo Mondok merupkan bagian dari respon pesantren menghadapi modernitas. Di era modern seperti ini, masyarakat Muslim di Indonesia masih banyak yang menjadikan pesantren sebagai rujukan lembaga pendidikan formal maupun informal. Memang pada awalnya pesantren hanya bersifat tradisional dan hanya bertujuan untuk mendalami ilmu agama saja. Akan tetapi seiring dengan modernisasi zaman, pesantren tidak hanya menjadi lembaga untuk mendalami ilmu agama saja tetapi juga ilmu umum. Tulisan ini menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan pesantren, dan bagaimana sistem pendidikan pesantren menjawab tantangan modernitas. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka library research dipilih oleh peneliti sebagai metode penelitian dalam studi ini. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa pesantren merupakan tempat berkumpulnya para santri untuk mendapatkan ilmu agama dari seorang kyai. Awal mula pesantren hanya berupa pondok sederhana yang dibangun seadanya dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada kyai atau guru yang dituju untuk keperluan menimba ilmu agama. Sedangkan sistem pendidikan pesantren sampai sekarang masih tetap menggunakan kitab salaf atau lebih familiar disebut kitab kuning. Kata Kunci: Pesantren, Modernitas dan Pendidikan Islam
Kesesuaian Content Representation dengan Simulasi Mengajar Calon Guru Biologi dan dikaitkan dengan Pengetahuan Konten dan Pedagogy pada Konsep Ekologi Mega Elvianasti
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.338

Abstract

Simulasi mengajar merupakan suatu cara bagi seorang calon guru dalam merepresentasikan pengetahuan konten (CK) dan pengetahuan pedagogi (PK) yang dimilikinya ke dalam situasi mengajar yang dibuat mirip dengan keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian CoRe dengan simulasi mengajar dan dikaitkan dengan pengetahuan konten dan pedagogy yang dimiliki oleh calon guru biologi. Data yang digunakan untuk menganalisis pengetahuan konten adalah berupa dokumen CoRe dan tes penguasaan konsep Ekologi, sedangkan data yang digunakan untuk menganalisis pengetahuan pedagogi adalah berupa tes penguasaan pedagogi, serta pedoman observasi simulasi mengajar untuk mengamati kesesuaian simulasi mengajar dengan dokumen CoRe yang telah disusun. Hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini adalah : Subjek Penelitian 1 memiliki penguasaan konten tinggi, dan penguasaan pedagogi tinggi. Terdapat kesesuaian antara simulasi mengajar dengan dokumen CoRe. Subjek penelitian 2, memiliki penguasaan konten rendah, dan penguasaan pedagogi tinggi. Beberapa point ada yang tidak sesuai dengan dokumen penyusunan CoRe dengan simulasi mengajar. Subjek penelitian 3, memiliki penguasaan konten rendah, dan penguasaan pedagogi rendah. Ketidaksesuaian dokumen CoRe dengan simulasi mengajar. Subjek penelitian 4, memiliki penguasaan konten tinggi, dan penguasaan pedagogi sedang. Terdapat kesesuaian antara simulasi mengajar dengan dokumen CoRe. Subjek penelitian 5, memiliki penguasaan konten rendah, dan penguasaan pedagogi rendah. Ketidaksesuaian dokumen CoRe dengan simulasi mengajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa calon guru yang memiliki konten tinggi dan pedagogi tinggi terdapat kesesuaian CoRe dengan simulasi mengajar, dan sebaliknya. Akan tetapi,ada calon guru yang memiliki pedagogi tinggi dan konten rendah terdapat ketidaksesuian CoRe dengan simulasi mengajar.
Pendidikan Karakter: Analisis Pemikiran Ibnu Miskawaih Harpan Reski Mulia
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v15i1.341

Abstract

ABSTRACT. Character Building is so important to discuss after the moral crisis that has happened a lot lately. In addition to, Indonesia lacks figures who can be used as a role model. That done because many public figures commited the crimes such as corruption, collusion, prostitution, and so on. Ibnu Miskawaih is one of the Islamic philosophers who touches on the concept of character education in his book tahzib al-akhlak wa tahir al-a'raf. By literature studies, this paper attempts to describe the concept of character education offered by Ibnu Maskawaih, namely The Golden (The Doctrin of The Mean). He stated that human character is built from four foundations, namely restraint, courage, wisdom, and justice. Ibnu Miskawaih views education as a means of instilling noble character, humanizing humans, individual socialization, and instilling shame. So, the thought of Ibn Miskawaih is suitable for this era of morality crisis like today. ABSTRAK. Pendidikan Karakter merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas mengingat krisis moral marak yang terjadi belakangan ini. Selain itu, Indonesia juga kekurangan tokoh-tokoh yang dapat dijadikan teladan. Hal ini disebabkan para figure pablik sekarang banyak yang melakukan kriminalitas seperti korupsi, kolusi, prostitusi, dan lain sebagainya. Ibnu Miskawaih adalah salah satu tokoh filsafat Islam yang menyentuh konsep tentang pendidikan karakter dalam bukunya tahzib al-akhlak wa tahir al-a’raf. Dengan menggunakan studi literature, tulisan ini berusaha untuk memaparkan konsep pendidikan karakter yang ditawarkan oleh Ibnu Maskawaih yang dikenal dengan jalan tengah. Ia mengungkapkan bahwa karakter manusia terbangun dari empat landasan yaitu menahan diri, keberanian, kebijaksanaan, dan keadilan. Ibnu Miskawaih memandang pendidikan sebagai sarana menanamkan akhlak mulia, memanusiakan manusia, sosialisasi individu, dan menanamkan rasa malu. Sehingga, pemikiran ibnu Miskawaih ini sangat cocok digunakan di era krisis moralitas seperti sekarang ini.

Page 11 of 28 | Total Record : 273


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2024): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2024): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2022): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 02 (2019): Vol 15 No 02 (2019): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2019): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol 14 No 1 (2018): Volume 14 Nomor 1 Juli 2018 Vol. 14 No. 2 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2018): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13 No 2 (2017): Tarbawi Vol 13 No 1 (2017): Tarbawi Vol. 13 No. 1 (2017): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13 No 1 (2017): Tarbawi Vol. 12 No. 2 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2016) Vol 1 No 2 (2016) Vol 1 No 1 (2016) More Issue