cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
MarIslands
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan khairunnisa; Abdillah, Yasir; Wahyudin, Wahyudin
MarIslands Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Marisland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Raja Ali Haji Maritime University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v2i2.4691

Abstract

Kawal Village is one of the areas in Bintan Regency with a position bordering the sea. This area has an area of ??± 1630 ha of mangrove forest and swamp forest. The people of Kawal Village use mangroves as a place to find fish, mangrove crabs, and shrimp. This study aims to calculate and determine the total economic value of the mangrove ecosystem in Kawal Village. Analysis of the data used is economic valuation in the form of direct use value and total economic value. The condition of the mangrove ecosystem based on the value of direct benefits and indirect benefits shows that the mangrove ecosystem in Kawal Village is very helpful for the community both from the economy and existence. The total economic value of the mangrove ecosystem in Kawal Village is Rp7.729.044.095/year.
KONDISI PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN KOTA DUMAI, PROVINSI RIAU Firdaus, Adil Mahfudz; Sari, Soetji Poernama; Tampubolon, Jimmi R P
MarIslands Vol 1 No 1 (2021): MarIsland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v1i1.2644

Abstract

Sektor perikanan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kota Dumai. Produksi perikanan tangkap menyumbang 90 persen produksi perikanan di Kota Dumai, namun dalam kurun waktu tahun 2006 – 2010 produksi perikanan turun berkisar 50 persen. Perairan laut Kota Dumai yang dipengaruhi kondisi perairan Selat Malaka dan jalur transportasi laut internasional, diduga memberikan dampak terhadap kondisi perikanan tangkap. Salah satu dampak tersebut, area tangkap nelayan yang semakin jauh dari wilayah pantai, sehingga menyebabkan biaya produksi semakin tinggi. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengkaji kondisi perairan Kota Dumai sebagai kawasan penangkapan ikan dengan pendekatan sosial ekonomi. Berdasarkan hasil analisis, diduga kondisi perikanan tangkap pada kawasan perairan Kota Dumai memiliki kecenderungan kurang berkelanjutan. Hasil analisis menggambarkan perikanan tangkap cenderung tidak dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat pesisir di Kota Dumai.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Nainggolan, Astrid Indah Sari; Lesmana, Indra; Utomo, Budi; Usman, Syammaun; Suryanti, Ani
MarIslands Vol 1 No 1 (2021): MarIsland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v1i1.2646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan usaha budidaya udang vannamei, studi kelayakan usaha budidaya, dan menganalisis kenaikan biaya variabel pada usaha budidaya udang vannamei. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2018. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu ; 1) Total biaya usaha budidaya udang vannamei sebesar Rp. 1,362,489,494 dan total pendapatan sebesar Rp. 828.810.506, 2) Studi kelayakan finansial usaha budidaya udang vannamei di Tambak Udang Alam Laut Lestari menghasilkan R/C Rasio sebesar 1,61 , B/C Rasio sebesar 0,61, break event point (BEP) terbagi atas 2, yaitu BEP Produksi/volume dan BEP harga. BEP Produksi/volume mendapatkan nilai sebesar 17.127 kg, sedangkan BEP harga mendapatkan nilai Rp. 54.218 dan payback period (PP) dalam jangka waktu 1 tahun 2 bulan. 3). Hasil analisis sensitivitas dan switching value, kenaikan biaya variabel sebesar 3% masih bisa ditoleransi, namun kenaikan biaya variabel sebesar 61% maka Tambak Udang akan mengalami kerugian.
PERAN SEKTOR PARIWISATA DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI SUMATERA BARAT Khairunnisa, Khairunnisa; Kusumastanto, Tridoyo; Fahrudin, Achmad
MarIslands Vol 1 No 1 (2021): MarIsland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v1i1.2648

Abstract

Sektor perekonomian di suatu wilayah diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu sektor basis dan sektor nonbasis. Sektor pariwisata merupakan gabungan dari subsektor hotel, restoran serta hiburan dan rekreasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran sektor pariwisata dalam perekonomian Provinsi Sumatera Barat. Analisis yang digunakan adalah analisis location quotient dan input-output. Analisis location quotient menunjukkan bahwa sektor pariwisata Provinsi Sumatera Barat memiliki nilai LQ<1, artinya pariwisata merupakan sektor non basis. Analisis input-output mengindikasikan bahwa sektor pariwisata memiliki nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 0,0848 dan nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sebesar 0,5678. Selain itu, nilai keterkaitan langsung ke belakang sebesar 0,9152 dan nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang sebesar 0,4322. Nilai koefisien penyebaran dari sektor pariwisata adalah 0,7669, artinya nilai koefisien penyebaran sektor pariwisata berada di bawah rata-rata koefisien penyebaran seluruh sektor perekonomian. Selanjutnya, nilai kepekaan penyebaran sektor pariwisata adalah 1,3010 yang berarti kepekaan penyebaran sektor pariwisata di atas rata-rata kepekaan penyebaran seluruh sektor ekonomi. Analisis Location quotient dan input-output menunjukkan bahwa pariwisata merupakan sektor non basis, namun memiliki peran cukup penting dalam pembangunan ekonomi Provinsi Sumatera Barat.
VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA TERUMBU KARANG DI PULAU SAUGI, KABUPATEN PANGKEP, INDONESIA Wahyudin, Wahyudin; Adhawati, Sri Suro; Baso, Aris
MarIslands Vol 1 No 1 (2021): MarIsland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v1i1.2899

Abstract

Degradation of coral reef is rapidly increasing every year lead to negative impact of decreasing the value of coral reefs its self. In the present study aims to evaluate the economic value of coral reefs especially for use value, optional value, and existence value. The study was carried out from December 2011 to January 2012 in Saugi Island, Pangkep regency, Indonesia. The study site was choosen as purposively with considerate that majority of fishermen catch fish near the island. Field observation was collected the sampling used the questionnaire, 46 fishermen was interviewed. The result showed that IDR 3 million year-1, IDR 1.1 million year-1, IDR 13 million year-1for use value, optional value, and existing value of coral reefs, respectively. The total economic value (TEV) of coral reef in Saugi Island was IDR 3.02 Billion year-1or IDR 362 million ha-1year-1. The amount of economic value is important for decision-maker to act or make policy for coral reef resources management in the future.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) TERDAMPAK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) PUNAGAYA DI KECAMATAN BANGKALA, KABUPATEN JENEPONTO Tetty, Tetty; Khairunnisa, Khairunnisa; Haidawati, Haidawati
MarIslands Vol 1 No 1 (2021): MarIsland
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v1i1.3039

Abstract

Development PLTU Punagaya raises concerns on survival growers seaweed cultivation in the Punagaya Village, because of the hot water drainage directly to the seaweed cultivation. The research aimed to assess the financial feasibility of the seaweed cultivation business. The research method used to R / C Ratio and BEP analysis. The results showed although income decreased, seaweed cultivation business still feasible criteria
FACTORS AFFECTING COMMUNITY PARTICIPATION IN MANGROVE TOURISM DEVELOPMENT IN PUDANG VILLAGE, BINTAN REGENCY: FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN WISATA MANGROVE DI DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Haidawati, Haidawati; Fitria Ulfah; Tantri Silvani
MarIslands Vol 2 No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jm.v2i2.6880

Abstract

Pengudang Village is a tourist village located in Bintan Regency. The main tourist attraction in Pengudang Village is mangrove tourism. Mangrove tourism has its own charm for tourists, especially foreign tourists. Mangroves in Pengudang Village are very beautiful and their habitats are maintained, this cannot be separated from the participation of the community because their management is community-based. The importance of community participation in supporting the development of mangrove tourism, because effective development requires involvement (participation) from various parties (stakeholders), especially the community. The purpose of this research is to find out the driving factors and inhibiting factors for community participation in the development of mangrove tourism in Pengudang Village. The research uses qualitative research methods. Determination of the sample is 10% of the total
Identifikasi Gambaran Model Bisnis pada Usaha Pengudang Bintan Mangrove dengan Pendekatan Business Model Canvas Kurniadi, Dedi; Tetty, Tetty; Ulfah, Fitria
MarIslands Vol 3 No 2 (2025): September, 2025
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/1yf95376

Abstract

Pengembangan usaha tidak terlepas dari model bisnis yang digunakan.Desa Pengudang merupakan desa yang memiliki potensi di bidangekowisata, salah satunya adalah mangrove. Mangrove di DesaPengudang sangat terjaga habitatnya sehingga bisa mendapatkan fungsiekonomi yang dijadikan sebuah bisnis, tentu tidak terlepas dari modelbisnis yang digunakan. Berangkat dari hal tersebut perlu dilakukanpenelitian tentang “Identifikasi Gambaran Model Bisnis PengudangBintan Mangrove dengan Pendekatan Business Model Canvas”. Tujuanpenelitian untuk mengetahui gambaran model bisnis yang diterapkanpada usaha Pengudang Bintan Mangrove ditinjau dari Business ModelCanvas. Metode penelitian yaitu kualitatif. Sampel penelitian ditentukansecara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian mengggunakanBusiness Model Canvas, dari sembilan elemen yang ada di BMC, duaelemen sudah diterapkan dengan baik oleh Pengudang Bintan Mangroveyaitu key partnership dan cost structure. Sedangkan tujuh elemenlainnya masih perlu perbaikan
Analisis Kontribusi Subsektor Perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Riau Septyati, Widya; Tetty; Hafsar, Khairul
MarIslands Vol 3 No 2 (2025): September, 2025
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/hazbtw48

Abstract

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator penting untuk menilai kinerja perekonomian daerah, termasuk dalam mengidentifikasi peran sektoral dalam pembangunan ekonomi. Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dengan dominasi perairan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB daerah masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau selama periode 2014–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kontribusi untuk menilai peran subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau, baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau selama periode pengamatan berfluktuasi namun relatif stabil, dengan kisaran 1,73–2,39 persen pada harga berlaku dan 1,73–2,51 persen pada harga konstan. Berdasarkan klasifikasi kriteria kontribusi, seluruh nilai kontribusi tersebut berada pada kategori rendah, yang menunjukkan bahwa subsektor perikanan belum mengalami perubahan struktural yang signifikan dalam perekonomian daerah dan masih berperan sebagai sektor pendukung. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa potensi sumber daya perikanan di Provinsi Kepulauan Riau belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan kebijakan pengembangan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB daerah.
Peran Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan dalam Mencegah Illegal Fishing di Perairan Kota Batam Alifah, Tia; Reni, Angga; Haidawati
MarIslands Vol 3 No 2 (2025): September, 2025
Publisher : Department of Socio-economic Fisheries, Marine Science and Fisheries Faculty, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/fxncn817

Abstract

Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (CDKP) Kota Batam memegang peran vital dalam memerangi praktik illegal fishing di perairan Batam. Pertama, mereka secara aktif melakukan pengawasan dan pemantauan sumber daya laut, termasuk patroli rutin dan inspeksi kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan. Cabang DKP proaktif dalam mencegah illegal fishing. Peran CDKP mencakup pengawasan kepatuhan zona dan wilayah; pengawasan dan penegakan hukum terhadap illegal fishing; pengawasan kepatuhan alat tangkap dan teknis; penegakan disiplin administratif; Pengembangan Kebijakan; dan Pemantauan dan Penelitian Kelautan agar upaya pencegahan dan penindakan illegal fishing berjalan lebih efektif dan komprehensif.

Page 2 of 2 | Total Record : 20