cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 25484435     EISSN : 26158752     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika Reflesia telah memiliki P-ISSN: 2548-4435 (Media Cetak) dan E-ISSN : 2615-8752 (Media Online) yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu, yang memuat artikel-artikel yang berisi tentang hasil-hasil penelitian, telaah/tinjauan pustaka, kasus lapangan atau gagasan dalam bidang ilmu matematika dan Pendidikan Matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 7 Documents clear
Representasi Spasial Siswa Pada Materi Geometri Ruang selama Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Bengkulu Sayudi Agriyanto; Iwan Setiawan; Agus Susanta
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.14951

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil representasi spasial siswa Madrasah Aliyah Negeri Seluma pada materi geometri ruang selama pembelajaran matematika realistik berbasis etnomatematika Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XII MIPA Madrasah Aliyah Negeri Seluma yang berjumlah 20 siswa dengan dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan berdasarkan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi spasial siswa mencakup 5 indikatornya yaitu 1) 87,5% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator menyatakan kedudukan antar unsur-unsur suatu bangun ruang, 2) 66,67% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bangun ruang, 3) 75% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator membayangkan bentuk atau posisi suatu objek geometri yang dipandang dari sudut pandang tertentu, 4) 54,16% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator mengonstruksi dan merepresentasikan model-model geometri yang digambar pada bidang datar dalam konteks ruang, dan 5) 58,33% siswa menjawab benar pada soal dengan indikator menginvestigasi suatu objek geometri.
Analisis Kesulitan Belajar Dan Self Confidence Anak Berkebutuhan Khusus Slow Learner Dalam Pembelajaran Matematika Oriza Sarah Safitri; Hella Jusra
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16444

Abstract

Penelitian dilakukan untuk memberikan suatu deskripsi mengenai kesulitan belajar dan self confidence pada anak yang memiliki kebutuhan khusus tipe S1ow learner khususnya dalam pelajaran matematika. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek yang ditetapkan adalah 2 anak kebutuhan khusus S1ow learner pada tingkat VIII. Peneliti menetapkan kuisioner, observasi dan wawancara di dalam mengumpulkan data. Penelitian yang dilakukan memberikan sebuah hasil dimana terdapat bukti bahwa anak dengan kebutuhan khusus tipe S1ow leaner memiliki tingkat belajar yang sulit dalam memahami pelajaran matematika yaitu pada bagian berhitung seperti pertambahan, perkurangan, pembagian dan perkalian, melakukan penghafalan rumus serta kesulitan dalam memahami keseluruhan pelajaran matematika. Hal tersebut disebabkan oleh (1) Minat yang kurang dalam pelajaran matematika sehingga kesulitan untuk berhitung; (2) Kurangnya kebiasaan dalam belajar matematika sehingga membuat kesulitan dalam menerapkan rumus pada soal, dan (3) Kurangnya konsentrasi dalam belajar matematika sehingga sulit untuk memahami materi. Terdapat sebuah fakta bahwa anak dengan kebutuhan khusus sangat sulit untuk memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Anak tersebut tidak akan memiliki tingkat optimistik pada saat mendapatkan kritikan. Tetapi, anak tersebut mampu dalam melakukan sebuah pengambilan keputusan serta berpendapat.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Discovery-Learning dan Problem-Based-Learning Berbantuan Geogebra Lilik Subagio; Ida Karnasih; Irvan Irvan
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.15733

Abstract

Wawancara dan obervasi pendahuluan memperlihatkan bahwa keinginan belajar dari siswa tergolong masih rendah. Salah satu cara meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan menerapkan model Discovery-Learning  serta Problem Based Learning berbantuan Geogebra. Penelitian  bertujuan melihat perbedaan pengaruh dari penerapan model Discovery-Learning  dan Problem-Based Learning berbantuan Geogebra terhadap peningkatan motivasi belajar dari siswa. Penelitian Eksperimen menjadi metode dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui angket sebelum dan setelah tindakan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Merujuk dari hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata motivasi belajar siswa dari kelas eksperimen 1 adalah 123,06 dari sebelumnya 93,97 atau naik 29,09 point. Sedangkan untuk kelas eksperimen 2 rata-ratanya adalah 121,31 dari sebelumnya 96,16 atau meningkat 25,16 point. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran yaitu DL  dan PBL berbantuan Geogebra sama-sama memberikan pengaruh positif dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Akan tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh dari penerapan kedua model pembelajaran terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMP Aditya Dwi Nugroho; Rafiq Zulkarnaen; Ramlah Ramlah
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.13406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada setiap jenis gaya belajar tunggal (visual, auditori, dan kinestetik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Penelitian ini merupakan kasus tunggal dan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Gunung Putri, Jawa Barat Indonesia. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas 9 yang mewakili masing-masing gaya belajar yaitu S-25 sebagai sampel dengan gaya belajar visual, S-14 sebagai sampel dengan gaya belajar auditory, dan S-26 sebagai sampel dengan gaya belajar kinestetik. Data diolah menjadi tiga tahap yaitu pencocokan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator kemampuan komunikasi matematis hanya satu indikator yang mampu diselesaikan oleh sampel dengan gaya belajar tipe auditori yaitu indikator penyajian gambar atau diagram menjadi ide matematika.
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Materi Program Linear Menggunakan Model Problem Based Learning Dewi Purnama Sari
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16119

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model pembelajaran problem based learning serta mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu mix methods dengan tahap kuantitatif pre-experimental design tipe one group pretest-posttes dan kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa serta diambil 3 siswa dalam mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah matematis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test, post-test, wawancara semi terstruktur. Instrumen dibuat dalam bentuk esai yang dirancang untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan problem based learning sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi dan sedang mampu melakukan minimal 3 tahap dalam proses pemecahan masalah, sementara siswa kategori rendah hanya mampu maksimal 2 tahap dalam proses pemecahan masalah matematis.
Eksplorasi Justifikasi dan Rasionalisasi Mahasiswa dalam Konsep Teori Graf Tian Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.16526

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan performa mahasiswa dalam memberikan justifikasi dan rasionalisasi terhadap empat buah pernyataan tentang konsep Teori Graf dalam konteks perkuliahan Matematika Diskrit. Penelitian ini adalah studi kasus dan melibatkan sebanyak 23 mahasiswa semester enam di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Respon mahasiswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan justifikasi dan rasionalisasinya. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar mahasiswa belum dapat memberikan justifikasi dan rasionalisasi yang tepat terhadap empat pernyataan yang diberikan. Terkadang justifikasi tidak sejalan dengan rasionalisasi yang diberikan. Berdasarkan temuan tersebut, didapatkan bahwa keberhasilan atau kegagalan mahasiswa dalam memberikan justifikasi dan rasionalisasi setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor pendukung atau penyebab, yaitu: (1) pemahaman konsep, (2) koneksi matematis, dan (3) pembuktian matematika. Terdapat implikasi dari hasil penelitian ini.
Identifikasi Etnomatematika pada Alam Gemisegh sebagai Kekayaan Matematika dan Budaya Lampung Silvi Riswati; Netriwati Netriwati; Suherman Suherman
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jpmr.v6i2.15607

Abstract

Alam Gemisegh merupakan salah satu tradisi masyarakat Lampung yang perlu dilestarikan, karena tanpa disadari terdapat konsep etnomatematika di dalamnya yang menjadi dasar terbentuknya berbagai konsep matematis pada budaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali aktivitas etnomatematika yang terdapat pada alam gemisegh. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Bandar Lampung dan Krui. Pelaksanaan penelitian ini melibatkan tiga subjek penelitian yang merupakan tokoh adat dan budayawan Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan teknik merupakan triangulasi yang digunakan dalam uji keabsahan data pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aktivitas etnomatematika yang ditemukan pada alam gemisegh melingkupi aktivitas membilang yang diverifikasi dengan pengucapan banyaknya kayu pada bentuk kerangka alam gemisegh, aktivitas mengukur yaitu yang melandasi terciptanya pola pada bentuk kerangka dan kain atau pernak-pernik alam gemisegh, dan aktivitas merancang bangun yang kuat hubungannya terhadap geometri

Page 1 of 1 | Total Record : 7