cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Meningkatkan Keterampilan Guru Menggunakan Model Pembelajaran Melalui MGMP Di Kabupaten Bengkulu Utara Sukardi Sukardi
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.982 KB)

Abstract

Tujuan Penulis adalah untuk mengetahui ketrampilan guru dalam menggunakan model pembelajaran Matematika yang dibuat oleh guru,diperoleh informasi bahwa pencapaian kompetensi oleh siswa sebagaimana dituangkan dalam KKM di sekolah-sekolah dalam wilayah Bengkulu Utara khususnya pada mata pelajaran Matematika rata-rata di bawah KKM. Disamping itu hasil supervisi yang diadakan pada bulan Oktober 2015 memberi kesimpulan bahwa guru Matematika pada sekolah-sekolah tersebut tidak melaksanakan dengan sempurna model pembelajaran yang telah mereka tuangkan dalam rencana persiapan pembelajarannya.Permasalahan yang telah ditemukan di lapangan akan dapat dipecahkan berdasarkan kajian teori yang telah dikemukakan terdahulu yaitu melaksanakan kegiatan workshop tingkat kabupaten untuk guruguru Matematika yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2018.Pelaksanakan kegiatan workshop dengan mengikuti prosedur kegiatan seperti di atas akan memberikan keterampilan kepada peserta workshop dalam hal langkah-langkah penggunaan model pembelajaran yang tepat, sehingga memberikan nuansa pembelajaran yang mengaktifkan siswa yang pada gilirannya memberikan hasil pencapaian KKM yang memuaskan.
Studi Keunggulan Wilayah dan Komoditi Hortikultura Di Daerah Lembah Gumanti Kabupaten Solok Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.736 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengungkap: keunggulan wilayah, dan komoditas hortikultura yang berpotensi indikasi geografi. Penelitian dilakukan dengan metode kuntitatif dan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan mulai; reduksi data, pengolahan data, display data, pengambilan keputusan penyajian secara deskriptif. Penggunaan nama Lembah Gumanti oleh Niniak Mamak terdahulu berazas alam takambang jadi guru. Maksudnya, pemberian nama Lembah Gumanti telah sesuai kriteria topografi yang menunjukkan konsep cekungan yang disebut Lembah Gumanti. Posisinya terletak arah selatan-tenggara Gunung Talang, dan dikelilingi bukit barisan di arah barat, selatan, dan timur. Daerah ini bagian dari patahan Danau Talang yang membujur kearah Segmen Suliti di Selatan. Jenis tanah terdiri dari tanah aluvial, regosol, andosol, dan podsolik merah kuning dengan tingkat keasaman (pH) antara 4–5,5. Iklim daerah Lembah Gumanti pada klasifikasi Oldeman termasuk zona E2 dengan temperatur rata-rata 18,50C dan curah hujan rata-rata 2067 mm. Semua tanaman hortikultura hidup baik di daerah ini. Komoditas hortikultura yang menjadi buah bibir (punya reputasi), karakteristik, dan kualitas baik adalah bawang merah, cabe keriting, kentang, markisah, dan terung Belanda. Penduduk sebagai pengelola faktor alam dan tanaman di Lembah Gumanti berkualifikasi pendidikan Tidak Tamat SD, Tamat SD, dan Tamat SMP berjumlah 79,14%. Sesuai kualifikasi pendidikan, jelas kemampuan memproduksi bawang merah bekualitas sulit terjadi, petani belum paham kaidah GAP, GHP dan GMP. Tata kelola penjualan komoditas belum menguntungkan petani, karena ada peran Anak Randai membeli komoditas petani dan menjualnya kepada toke.
Strategi Penghidupan Masyarakat Transmigran Pada Pemanfaatan Lahan di Upt Durian Amparan Bengkulu Utara Yanmesli Yanmesli
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.466 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.597

Abstract

-
Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Kelas V Sekolah Dasar Dalam Model Pembelajaran Kooperatif Kamat Kamat
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.99 KB)

Abstract

Penelitian menidentifikasi kemampuan guru dalam menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal ini terbukti tidak adanya guru yang mengajukan proposal penelitian tindakan kelas dalam 2 tahun terakir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penerapan bimbingan kelompok dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan proposal PTK. Penelitian ini dilaksnaakan dalam proses bimbinganya pada pertemuan rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP Neger 06 Seluma. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini sebanyak dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil dalam penelitian adalah : 1). Indikator keberhasilan dalam penelitian adalah : jika > 10 % dari jumlah peserta pembimbingan telah memperleh nilai rata-rata ? 85, 2). siklus II diperoleh data observasi pengawas (4,22), observasi guru (4,14), hasil kerja secara klasikal (84,02). Indikator keberhasilan telah terlampaui Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dinyatakan berhasil. 3). Bimbingan kelompok sangat efektif dalam upaya meningkatkan kompetensi dalam penyusunan proposal PTK mencapai 90 % dari jumlah peserta telah berhasil menyusun proposal PTK sesuai harapan.
Model Problem Based Learning Berbasis Scientific Approach Dalam Meningkatkan Karakter Rasa Ingin Tahu Dan Peduli Lingkungan Siswa Zukya Rona Islami; Ramdan Afrian
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.169 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.665

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kota Langsa pada mata pelajaran Geografi dengan tujuan untuk meningkatkan Karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian ini memiliki empat fase, mereka sedang merencanakan, bertindak, mengamati, dan merenung. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif metode. Validitas data diverifikasi melalui teknik triangulasi data metode pengumpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa dari kegiatan pra siklus hingga siklus ketiga. Peningkatan karakter rasa ingin tahu lebih cepat terlihat dibandingkan karakter peduli lingkungan. Berdasarkan hasil penelitia maka penerapan PBL berbasir Scientific Approach mampu meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Langsa. Peningkatan karakter siswa dapat terbentuk karena diberikan permasalahan yang dekat dengan keseharian siswa dan pemecahan masalah dilakukan secara ilmiah. Hal tersebut terlihat pada peningkatan karakter keingintahuan siswa yang meningkat pada siklus kedua saat permasalahan yang diberikan dekat dengan siswa. Sedangkan dalam hal pembentukan karakter peduli lingkungan sepertinya membutuhkan waktu yang lebih lama dan pembiasaan agar dapat terbentuk secara perlahan. Terbukti pembentukan mencapai posisi terbaik pada saat siklus ketiga dilaksanakan.
Model Pembelajaran Inquiry untuk meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri 59 Bengkulu Utara Lindawati Lindawati
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.309 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran IPS agar dapat menyenangkan dan membuat siswa menjadi aktif. Menerapkan model penelitian Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kelas V SD Negeri 59 Bengkulu Utara tahun ajaran 2593/2594. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, menurut subjek adalah penelitian yaitu siswa di kelas V SDN 59 Bengkulu Utara berjumlah 23 siswa dan objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Tindakan yang dilakukan selama penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Inquiry. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah masalah tes dan teknik observasi menganalisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model Inquiry in study IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa ini terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam mencari jawaban dari masalah melalui berbagai langkah dalam model inkuiri yaitu berorientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data atau informasi, melakukan uji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Dengan mengacu pada langkah dalam model inkuri selain meningkatkan hasil belajar juga meningkatkan kehidupan siswa dalam proses studi di mana siswa diinstruksikan untuk pergi sendiri untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang telah dirumusakan. Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari meningkatnya persentase hasil tes siswa yang lengkap dimana pada siklus I dari 74% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91%.
Optimalisasi Environmental Literacy Pada Sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh Untuk Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan Puspita Annaba Kamil; Ellysa Putri; Syahrul Ridha
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.276 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1032

Abstract

Abstract Environmental Problem is a global problem that has come to the attention of various sectors, which is the education sector. The education sector is a formal institution that has a role to provide environmental education to the community. The purpose of this study is 1) to describe the level of environmental literacy in Adiwiyata Mandiri school in Banda Aceh City 2) determine the level of concern of school community 3) Knowing the factors that influence the student's environmental literacy. The method used in this study is observation, interviews, and questionnaires. Observations were made to see the condition of the Adiwiyata school in Banda Aceh city. Interviews were conducted to obtain information from school principals regarding the environment-based policies that have been implemented. the questionnaire used to see the level of environmental awareness of Adiwiyata school students. The results showed that optimizing the school environment at SMA Negeri 4 Banda Aceh City, in general, was good. This is discussed within four indicators in the environmental level assessment, namely: the development of environmentally sound school policies, the development of an environment-based curriculum, the development of participatory-based activities, and the development and management of environmental friendly school support facilities. ABSTRAK Permasalahan lingkungan merupakan isu global yang menjadi perhatian dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan merupakan lembaga formal yang memiliki peran untuk memberikan pendidikan lingkungan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan tingkat literasi lingkungan (Environmental Literacy) di sekolah Adiwiyata Mandiri di Kota Banda Aceh 2) mengetahui tingkat kepedulian warga sekolah 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi environmental literacy siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan kuisioner. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari kepala sekolah mengenai kebijakan yang berbasis lingkungan yang telah diterapkan. Sedangkan kuisioner untuk melihat tingkat kepedulian siswa sekolah Adiwiyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan optimalisasi literasi lingkungan sekolah Adiwiyata khususnya di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh secara umum berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan empat indikator dalam mengevaluasi tingkat environmental Literacy, yaitu: pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
Studi Kerentanan Bencana Banjir di Sungai Air Bangkahulu Provinsi Bengkulu Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3188.613 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1154

Abstract

Pada tanggal 27 April 2019 di wilayah Provinsi Bengkulu terjadi bencana banjir dan longsor yang telah menyebabkan korban jiwa dan harta. Gencarnya pemberitaan media sosial telah mendorong isu the civil power of the news. Tujuan penelitian untuk mengungkap: (1) karakteristik morfometri DAS Sungai Air Bengkahulu, dan (2) karakteristik hidrologi Sungai Air Bengkahulu, dan (3) kejadian pendukung kerentanan banjir Sungai Air Bengkahulu. Lokasi penelitian terletak di wilayah Daerah Aliran Sungai Air Bangkahulu yang terletak di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan metode kuntitatif dan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dari hasil pengukuran real time curah hujan, debit sungai, dan tinggi muka air sungai. Analisis data penelitian dilakukan secara kuntitatif terhadap data curah hujan, debit sungai dan tinggi muka air sungai, dan secara kualitatif dengan cara reduksi data, pengolahan data, display data, pengambilan keputusan penyajian secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan menjelang peristiwa banjir tanggal 27 April 2019 terjadi peningkatan curah hujan di Pos Hujan di Bajak dengan intensitas hujan 104, 121, dan 177 mm/hari. Peningkatan curah hujan di Pos Hujan Tanjung Jaya terjadi tanggal 24 April 2019 (72 mm/hari) dan tanggal 26 April 2019 (131 mm/hari). Curah hujan ekstrim terdeteksi pada Pos Hujan Baturaja tanggal 24 April 2019 (108 mm/hari), dan tanggal 26 April 2019 (324 mm/hari). Tinggi muka air Sungai Air Bangkahulu bagian hulu mengalami peningkatan sejak tanggal 25 April 2019 (4,5 m), tanggal 26 April 2019 (3,0 m), dan tanggal 27 April 2019 (8,4 m). Sedangkan tinggi muka air dibagian hilir Sungai Air Bangkahulu menjelang mengalami peningkatan sejak tanggal 25 April 2019 (5,9 m), tanggal 26 April 2019 (4,4 m), dan tanggal 27 April 2019 (8,5 m).
Rancangan Model Blended Learning pada Mata Kuliah Geografi Regional Indonesia Anasi, Putri Tipa
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.372 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1037

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan model blended learning pada mata kuliah geografi regional indonesia. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian R&D dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Pada penelitian ini, peneliti hanya pada sampai dua tahap yaitu analisis kebutuhan dan desain rancangan model dimana design rancangan tersebut akan divalidasi oleh ahli e-learning. Berdasarkan analisis kinerja, didapatkan beberapa hal yaitu (1) proses pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan diskusi; (2) materi pembelajaran pada mata kuliah geografi regional indonesia sangat banyak sehingga materi tidak sepenuhnya tersampaikan; (3) Universitas Tanjungpura memiliki layanan yang mendukung e-elarning akan tetapi kurang dimanfaatkan oleh program studi pendidikan geografi.Berdasarkan analisis kebutuhan, didapatkan beberapa hal yang perlu dikembangkan terlebih dahulu sebelum mengembangkan blended learning yaitu (1) RPS yang menunjang pembelajaran blended learning; (2) modul pembelajaran yang mendukung pembelajaran online; (3) video pembelajaran yang mendukung pembelajaran e-learning; serta (4) penugasan yang menunjang pembelajaran blended learning.Berdasarkan hasil validasi desaign, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa rancangan model blended learning pada mata kuliah Geografi Regional Indonesia yang dihasilkan adalah dimana pembelajaran model blended dengan strategi Flipped Clasroom ini terdiri atas 30% e-learning (4 pertemuan) dan 70% face to face (10 pertemuan) dengan 2 pertemuan UTS dan UAS secara tatap muka.
Implementasi Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Samarinda Yulian Widya Saputra; Lukas Lukas; Titin A; Riska Susmei Rindantya
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.012 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.975

Abstract

Abstrak Secara garis besar program Kampung KB ini merupakan upaya dari pemerintah pusat melalui BKKBN untuk menggerakan masyarakat hidup lebih sejahtera dan berkualitas. Selanjutnya untuk jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Samarinda. Program Kampung KB di Kota Samarinda ini sudah berjalan sejak 2016 hingga sekarang. Target khusus dalam penelitian ini adalah mendapatkan data dan menguraikan pelaksanaan Kampung KB di Kota Samarinda yang telah berjalan sejak tahun 2016. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini diambil dari 10 lokasi Kampung KB yang ada di Kota Samarinda.. Selanjutnya untuk kepentingan penelitian ini secara purposive sampling terkait pendirian Kampung KB Kota Samarinda penelitian difokuskan di Kampung KB Sindangsari Kecamatan Sambutan dan Kampung KB Rawa Makmur di Kecamatan Palaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampung KB di Kota Samarinda telah berjalan dengan baik dari segi perencanaan, koordinasi dengan BKBPP kota Samarinda, ketersediaan sarana prasarana, alat kontrasepsi, dan pengawasan. Selain itu hambatan yang perlu ditangani yaitu pendanaan dan tenaga PLKB di lapangan. Oleh karena itu implementasi program kampung KB di Kota Samarinda kedepannya perlu ditingkatkan.

Page 6 of 18 | Total Record : 171