cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Analisis Kualitas MAnalisis Kualitas Air (Studi Kasus Mata Air Citrosono Di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang)ata Air Citrosono Di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Nitis Aruming Firdaus
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.737 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1141

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang memenuhi syarat untuk kebutuhan manusia sering terjadi masalah. Masalah utama yang dihadapi berkaitan dengan sumber daya air yaitu kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Mata air Citrosono telah dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai sumber air baku PDAM Kabupaten Magelang. Tingkat kualitas air yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan tertentu memiliki baku mutu yang berbeda oleh karena itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kesesuaian kualitas dengan peruntukannya. Kualitas Mata Air Citrosono diketahui dengan uji analisis laboratorium. Parameter yang dianalisis yaitu parameter pH, Suhu, TDS, DO, TSS, Kekeruhan, Nitrat, Nitrit dan Besi. Hasil analisis dibandingkan dengan acuan baku mutu air sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Baku mutu Air PP No. 82 tahun 2001 dan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Hasil dari pengukuran selama 6 bulan, parameter yang melebihi standar baku mutu yaitu DO dan Nitrit,. Tingginya konsentrasi nitrit di beberapa bulan pengukuran kemungkinan besar disebabkan akibat adanya pencemar dari pemukiman, peternakan dan pertanian yang menggunakan pupuk. Untuk menjaga kualitas air tanah, maka sosialisasi program pembuatan septic tank, dan penataan peternakan skala rumah tangga perlu dilakukan.
Situasi Keluarga Berencana Di Provinsi Kalimantan Timur Edwardus Iwantri Goma
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.95 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.979

Abstract

Since the International Conference on Population and Development (ICPD) in Cairo in 1994 there has been a paradigm shift related to the orientation of family planning program services throughout the world. From family planning services which are oriented towards reducing birth rates to prioritizing individual reproductive health by respecting the reproductive rights of each individual. The province of East Kalimantan in a number of demographic and health surveys in Indonesia experienced fluctuations up and down against several family planning indicators that are often used. This phenomenon must certainly be a concern of the government of the Province of East Kalimantan in an effort to achieve the national TFR target of 2.1 in 2025. This paper is aimed at finding out 1) the condition of Family Planning in East Kalimantan Province compared to other Provinces at Kalimantan Island and 2) the condition of family planning in the province of East Kalimantan. This paper uses the literature study method by utilizing data from Indonesian demographic and health survey (IDHS) 2007, 2012, 2017 and other relevant sources. The results of Indonesia's demographic and population survey in 2017 showed that the highest percentage of contraceptive use in Kalimantan island was at West Kalimantan Province and the lowest was at North Kalimantan Province. From the aspect of contraceptive use, the method / type of injectable birth control is the choice most widely used by acceptors at East Kalimantan province. While the results of Indonesia's demographic and health survey in 2017 on the TFR indicator of 2, 7, CPR of 55 percent and Unmed Need of 10, 2 percent. .
The Investigasi Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Mahasiswa ditinjau dari Perbedaan Gender Rima Meilita Sari; Ridhwan Ridhwan
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.057 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.957

Abstract

Disasters in Aceh are not limited to the earthquake and tsunami disaster that occurred in 2004. To form a disaster-response community, efforts are needed to shape disaster knowledge. The purpose of this knowledge are 1) knowing the level of knowledge of students' disaster, 2) knowing the level of knowledge of students' disasters in terms of gender, and 3) knowing the effect of gender on students' knowledge of disaster preparedness. The research uses quantitative methods by involving geography education students at STKIP Alwashliyah. Data were analyzed using the ANCOVA test method and descriptive statistics. The results show 1) the level of knowledge of student disaster preparedness is in the low category, 2) student disaster preparedness is also in the low category when viewed from gender differences, and 3) there is an influence of gender on knowledge of disaster preparedness. Based on the research findings, efforts are needed to increase disaster preparedness knowledge by incorporating disaster curriculum into geographic subjects, developing methods and learning media that can help the implementation of disaster learning and routinely conduct training so that disaster preparedness can be realized. Keywords: Knowledge, Disaster Preparedness, Students, Gender
Keberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air Di Sub DAS Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah Zairin Zairin; Yanmesli Yanmesli; Abditama Srifitriani
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.923 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.936

Abstract

DAS Air Bengkulu merupakan DAS regional dan bentang alam yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Sumberdaya alam pada era otonomi daerah sering dipandang sebagai alat untuk meningkatkan pendapatan daerah, yaitu praktik penambangan batubara dan perkebunan karet yang tidak memperhatikan sumberdaya air. Akibatnya terjadi degradasi air di DAS Air Bengkulu yang mengakibatkan air sungai sudah tercemar. Sejak tahun 2011 sudah dilaksanakan berbagai upaya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air, namun kondisi air sungai tetap tercemar. Semua program pemberdayaan masyarakat, baik yang diprakarsai pemerintah pusat ataupun bermitra dengan pemerintah daerah menerapkan proses pemberdayaan. Namun hingga sekarang masih jarang dilaporkan data tingkat keberdayaan masyarakat setelah program-program tersebut dilaksanakan. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan tingkat keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air di DAS Air Bengkulu bagian hulu (Sub DAS Rindu Hati), dan manfaat penelitian adalah : 1) Bagi Masyarakat, Dapat digunakan sebagai dasar atau acuan untuk meningkatkan keberdayaan dan keterlibatan aktif dalam seluruh program pemberdayaan pemerintah ataupun memiliki kesadaran penuh untuk menjaga dan mengendalikan lingkungan agar tetap lestari; 2) Bagi Pemerintah, Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat, dan 3) Bagi peneliti,Sebagai salah satu sumbangan pengetahuan dan referensi bagi penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dan aparat desa Rindu Hati. Analisis data dilakukan dengan teknik snowball. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan masyarakat desa Rindu Hati dalam pengelolaan sumberdaya air berada pada tingkat kedua, walaupun penguasaan dan akses terhadap berbagai sistem dan sumber yang diperlukan belum seluruh masyarakat memperolehnya, hanya sebagian masyarakat yang memiliki penguasaan dan akses tersebut. Masyarakat desa Rindu Hati lebih fokus dalam kegiatannya sehari-hari yaitu sebagai petani untuk memnuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan hidupnya, belum memiliki kesadaran penuh dan berpartisipasi secara aktif untuk menjaga lingkungan dan mengendalikan berbagai program dan kebijakan institusi pemerintahan
Desain Model Konseptual Bahan Ajar SIG Berbasis Spatial Thinking Menggunakan Pendekatan ADDIE Syahrul Ridha; Ellysa Putri; Puspita Annaba Kamil
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.649 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1031

Abstract

Abstrak Bahan ajar SIG merupakan komponen dari pendidikan geografi yang perlu diperhatikan saat ini. Sistem informasi geografis mempunyai keterkaitan dengan spatial thinking, kaitannya adalah adanya peningkatan kemampuan spatial thinking melalui pembelajaran SIG. Namun, sebagian besar materi telah dikembangkan tanpa banyak mengandung komponen spatial thinking. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar SIG berbasis spatial thinking. Spatial thinking dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan materi menggunakan konsep spasial dalam menjelaskan teori dan aplikasi SIG, menggunakan alat representasi, dan menggunakan proses penalaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) yang dirancang menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analyze, design, develop, implement, evaluate. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran SIG di jurusan pendidikan geografi. Dengan demikian, mahasiswa pendidikan geografi dipersiapkan untuk menjadi guru geografi di sekolah yang dapat mengajarkan SIG, sehingga perkemangan SIG bukan hanya di perguruan tinggi, akan tetapi juga berkembang di sekolah. Oleh karena itu dianjurkan kepada pemangku kepentingan, seperti dosen, penulis, dan peneliti untuk mengembangkan bahan ajar menggunakan model konseptual berbasis spatial thinking. Abstract GIS teaching material is a component of geography education that needs to be considered at this time. Geographic information systems have a relationship with spatial thinking, the link is an increase in the ability of spatial thinking through GIS learning. However, most of the material has been developed without containing a lot of components of spatial thinking. This study aims to develop GIS teaching materials based on spatial thinking. Spatial thinking is used as a basis for developing material using spatial concepts in explaining GIS theory and applications, using representation tools, and using reasoning processes. This study uses a research and development (R&D) approach that is designed using the ADDIE model which consists of five stages, namely analyze, design, develop, implement, and evaluate. Data were analyzed with descriptive statistics. The results showed that teaching materials that had been developed were effectively used in GIS learning in geography education majors. Thus, geography education students are prepared to become geography teachers in schools that can teach GIS, so that GIS development is not only in universities but also develops in schools. Therefore it is recommended to stakeholders, such as lecturers, writers, and researchers to develop teaching materials using a conceptual model based on spatial thinking.
Study Faktor Internal Untuk Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Pulau Baai Kota Bengkulu Mirna Yunita; Edwar Edwar
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.887 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor internal yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan ekowisata ramah lingkungan, metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini: Observasi; 2)Wawancara; dan 3)Dokumentasi. Hasil pengumpulan data ditemukan 21 faktor internal: A. Kekuatan: 1)pemandangan yang indah; 2)terdapat empat spesies vegetasi mangrove; 3)terdapat beberapa spesies hewan mangrove; 4)terdapat kampung binaan; 5)sudah ada lahan parkir; 6)toilet, taman dan penyewaan kapal bagi wisatawan; 7) tersedianya masjid; 8)adanya gapura penerimaan wisatawan yang dating di wilayah kampung binaan. B) Kelemahan: 1) belum ditentukannya ruang penerimaan, pelayanan wisata, ruang penyangga, tata hijau di lokasi obeyek wisata; 2) belum adanya loket portal karcis; 12) belum terdapat restoran dan penginapan, hanya ada pedagang kecil yang menjual makanan ringan; 3) kurangnya keamanaan yang didapat wisatawan ketika menumpangi kapal; 4) terbatasnya dana pemerintah untuk mengembangkan wisata mangrove; 5) belum adanya fasilitas pendukung kegiatan kepariwisataan; 6) belum adanya atraksi pendukung kegiatan kepariwisataan, 7) belum adanya pos penjagaan disekitar obyek wisata; 9) belum dimanfaatkannya lahan kering untuk membangun fasilitas pendukung kegiatan kepariwisataan; 10) terdapat bangunan restoran dan kapal yang sudah rusak; 11) belum terdapat tower pemantau; 12) belum adanya tempat membuang sampah; 13) belum sadarnya masyarakat dan wisatawan akan kebersihan lingkungan.
wisata Pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Mirna Yunita; Warsa Sugandi; Edwar Edwar; Yuneva Syukur; Fevi Wira Citra; Nurmintan Silaban
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1099

Abstract

Against the background, the potential for tourism has not been managed into a single tourism package that can contribute to Local Original Revenue if it is managed properly. The purpose of this study is to formulate alternative strategies for developing tourism villages in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu by making physical, cultural and artificial potential into an attractive tour package. This type of research is a qualitative descriptive type conducted at the Office of Tourism and Culture of North Bengkulu Regency, Muara Bangkahulu District, Society and tourists. Determination of the informant is done purposively. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. Data management is done through SWOT analysis. The results of the study can be formulated by six development strategies that the government must undertake: 1) improving access roads for connecting with other regions; 2) building supporting facilities around attractions (such as toilets, places of worship, restaurants, temporary dwellings, villas, parking lots and culture areas); 3) provide a place for cultural arts performances; 4) cooperating with farmers regarding permits to use terraced rice terraces or terraces for tourism activities (such as: tourists may participate in farming activities); 5) cooperating with private parties; 6) provide training to the community.
Peran TNI dalam Penanggulangan Bencana Alam (Studi Kasus Peran Korem 043/Gatam dalam Penanggulangan Bencana Alam di Provinsi Lampung) Nrangwesthi Widyaningrum; Muhammad Sarip Kodar; Risma Suryani Purwanto; Agung Priambodo; Ifad Fadlurrahman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1073

Abstract

Abstract Indonesia has the most complete types of disasters in the world such as floods, landslides, tidal waves, tornadoes, drought, forest and land fires, earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions, liquefaction and many more. Natural disasters that occur in Indonesia often just happen and it is not predictable when it will happen. This causes problems in handling natural disasters. Natural disaster management is not a matter of BNPB or BPBD, one important element is the involvement of the Indonesian National Army (TNI). One of Indonesia's regions that are vulnerable to natural disasters is Lampung Province. This research will describe how the role of the TNI in the case study in Korem 043 / Gatam in helping to overcome natural disasters in Lampung Province. The research method used in this research is qualitative research with a literature study approach. The role of the TNI in disaster management in Lampung Province is inseparable from the duties and functions of the TNI that have been mandated in Law Number 34 of 2004. Korem 043 / Gatam has taken strategic steps both from the pre-disaster, disaster response, and post-disaster phases . TNI involvement in the process of disaster management does not stand alone, but cooperates and synergizes with local governments.
Penggunaan Sistem Informasi Geografi Untuk Mencari Lokasi yang Tepat Sebagai Penyimpanan Energi Hydro Terpompa Taufiq Ejaz Ahmad
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1226

Abstract

Energy is a basic human need. All facilities that support the operation of renewable energy need a strategic site that is adequate and meets all aspects required, including geographical aspects. The difference in geographical character needs is based on the different energy conversion capabilities of each energy generation unit, this requires the developer to decide a strategic location and can support the greatest energy conversion. To make it easier to figure the location based on certain geographical criteria and as decision support can optimize the use of Geographic Information Systems. A study has been carried out in South Australia to develop a set of Geographic Information System algorithms to find the right location for the construction of PHES. The aim of the reviewer is to learn how the Geographic Information System algorithm can be applied in the search mechanism automatically and how it is alternative. In order to get the implementation aspects of the method reviewed.
Tingkat Pengetahuan Lingkungan Hidup dengan Sikap Peduli Lingkungan Hidup Pada Siswa SMP Negeri Se Kluet Raya Kabupaten Aceh Selatan Hifjir Hifjir; Agustizar Agustizar
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1498

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat hubungan dan kontribusi antara tingkat pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan siswa di SMP Negeri Se Kluet Raya. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 20 kelas, dengan jumlah populasi 360 orang dan sampel 130 orang siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik korelasi. Teknik pengampilan sampel dilakukan dengan cara Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengetahuan lingkungan, angket sikap peduli lingkungan, lembar observasi dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi yang terbentuk dari tingkat pengetahuan lingkungan hidup siswa dengan sikap peduli lingkungan siswa adalah sebesar 0,327 (rendah) dengan kontribusi sebesar 10,7 % dan analisis regresi menunjukkan persamaan regresi ? = 81,557 + 0,157 X. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung 3,915 > ttabel 1,9978. Hal ini mengindikasikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan siswa di SMP Negeri Se Kluet Raya.

Page 7 of 18 | Total Record : 171