cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Pemanfaatan Biopori Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Nagari Pangkalan, Kecamatan X Koto Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota Lailatur Rahmi; Azhari Syarief
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1139

Abstract

This activity aims to make a disaster prone Nagari district base of the subdistrict of the regency of fifty cities, became the Nagari alert disaster, so the community Nagari the base is tough and standby if there is suddenly a flood disaster, so the impact is not too big. The lack of knowledge and public awareness of flood disaster and environmental concern, as a result of prioritizing economic interests, so that many communities do land clearing and reduced green open land in the base area. In fact, with the clearing of land that is not balanced with environmental conditions, then there is rain with great intensity, then the area becomes a region that is prone to flood disaster. It is proven two years in a row (2016 and 2017) flooding occurs that exceeds 1 meter so it has a big impact on all the facilities and infrastructure including agriculture and plantation owned by Nagari Pangkalan community. Some approach methods offered to support the realization of this dedication program are training and demonstration with the descriptions, among others: (1) Case studies, (2) practice/demonstration primarily in the study of Biopori, (3) Brains Storming/Community Ideas Gathering, (4) questions and answers between community and instructors or related governments, (5) lectures that contain core material and advanced activities plan that is a solution to the problems faced by the community. This activity is expected to be in accordance with the plan of activity and can be measured in order: (1) assisting the community in improving their knowledge and skills in utilizing biopolar as one of the efforts to overcome flooding, (2) assisting local governments in an effort to improve community knowledge and skills through the transfer of knowledge and skills so as to anticipate flood disaster and to remind the welfare of
Potensi Sumber Daya Mineral Logam Dan Non Logam Di Provinsi Sumatera Bara Wilma Septia; Muhammad Zainul Mafakhir; Noor Muhammad Rieziq; Salsabila Nail Adila; Tiya Anisa Putri; Welly Sasongko
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam potensi sumberdaya bahan galian mineral logam dan non-logam di Provinsi Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas wilayah di Provinsi Maluku, terdapat enam wilayah yang memiliki potensi sumberdaya bahan galian, yaitu Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Provinsi Maluku didominasi oleh bahan galian emas, tembaga, galena, mangan, batu bara, logam besi, magnetit, dan marmer. Potensi sumberdaya yang dimiliki Provinsi Maluku yang cukup melimpah seharusnya dapat menjadi salah satu lapangan usaha untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku khususnya dari sektor pertambangan sumberdaya mineral. Sektor pertambangan ini belum menjadi lapangan usaha utama di Provinsi Maluku akibat beberapa faktor, di antaranya akibat sumberdaya manusia yang kurang dioptimalkan dan kurangnya pengelolaan dan pemanfaatan pada sektor pertambangan. musabab usaha di sektor pertambangan tidak termasuk kepada lapangan usaha yang dapat meningkatkan permintaan dan penawaran di Provinsi Maluku. Dibutuhkan sinergitas baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, juga masyarakat agar potensi sumberdaya yang dimiliki tidak terbengkalai dan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Pengelolaan Lanskap Hutan Mangrove Pulau Baai Kota Bengkulu Berbasis Pengembangan Ekowisata Ramah Lingkungan Mirna Yunita; Warsa Sugandi; Edwar Edwar; Zairin Zairin
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1186

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan mengenai pengelolaan hutan mangrove sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini: 1) observasi; 2) wawancara; dan 3) dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT yang mengambarkan secara jelas mengenai peluang dan ancman eksternal yang dihadapi dan kemudian disesuaikan dengan kekuatan yang dimilikinya. Hasil pengeumpulan data dan analisis dapat dirumuskan sebelas kebijakan: 1) Mengelola kegiatan kepariwisataan untuk kegiatan pendidikan, dengan membuat museum yang bercerita jenis vegetasi dan hewan mangrove; 2) Membina masyarakat untuk membuat sebuah kampung yang unik, seperti: kampung yang memiliki ketrampilan berbahasa inggris, pembatik dari bahan mangrove; 3) Membagi ruang lanskap untuk area penerimaan, pelayanan wisata, ruang penyangga, ekowisata dan tata hijau; 4) Membuat restoran dan homestay ramah lingkungan; 5) Mengedukasi masyarakat pemberi jasa sewa kapal tentang keamanan wisatawan menyewa kapal. 6) Memperbaiki bekas bangunan restoran; 7) Membangun tower pemantau; 8) Membuat tempat sampah diarea obyek wisata; 9) Membuat pamphlet untuk menjaga kebebersihan lingkungan; 10) Membuat walkway sebagai pendukung kegiatan kepariwisataan; 11) Menyediakan area pembibitan dan memberikan jasa bagi wisatawan yang ingin melakukan penanaman mangrove.
Zona Potensial Tangkapan Ikan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh Untuk Model Pemetaan Zona Potensial Penangkapan Ikan di Perairan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Ari Yusup; Roshatoe Roshatoe; Bintang Mahesa; Lili Somatri
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1535

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kekayaan laut yang besar, akan tetapi besarnya kekayaan laut Indonesia ini belum sepenuhnya dapat dimaksimalkan pemanfaatannya. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti infrastruktur yang belum memadai hingga kurangnnya pemanfaatan teknologi dalam memanfaatkan hasil laut. Dasar pernyataan ini yang mendorong dilakukannya penelitian ini diharapkan bahwa melalui Pemetaan Zona Potensial Tangkapan ikan ini dapat meningkatkan kegiatan pemanfaatan sumber daya kelautan. Penelitian ini sepenuhnya menggunakan citra satellite dari Citra Landsat 8 Oli yang kemudian diekstrak dan dianalisis menggunakan aplikasi pemetaan seperti Arcgis dan Envi. Dalam metode penelitiannya menggunakan metode analisis Spasial dengan memanfaatkan parameter-parameter yang sebelumnya telah dirumuskan . Hasil penelitian dapat terpetakan bahwa perairan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu memiliki Zona Potensial Tangkapan ikan yang luas bahkan hamper semua wilayah perairannnya merupakan zona potensial. Zona potensial paling tinggi mencakup wilayah perairan mulai dari tepi pantai sampai 2,5 kilometer kearah laut sampai 12 kilometer keaah pantai.
Assesment Of Geography For 21st Century suhendro suhendro; Dede Sugandi; Mamat Ruhimat
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1156

Abstract

Assessment or assessment is a general term covering all the methods commonly used to assess the performance of individual students or groups. The assessment process includes gathering evidence to demonstrate student learning achievement. In essence, the basis of self-assessment must be conditioned to the age so that students can compensate for the demands due to the changing times. 21st Century Assessment is a form of implementation of the development of the times, to achieve the achievement of the implementation of the 21st century assessment, so many assessment bases are conditioned to equalize the ability due to changing times. Assemen on subjects have been implemented by several related parties, one of the subjects which has bases of assessment in the equalization of the changing times associated with 21st century assessment is the subject of Geography. As for this study using the literature study method, the data used is related to the assessment of geography subjects, the data sources used are from Google Scholar, ERIC, Sage Journal, and Taylor and Francis Group Jounal. The results of this article are in the form of geo-based assessment (HOTS) Higher Order Thinking Skills, TIGAS-based geography assessment (Trends in International Geography Assessment Study), and 21st Century assessment framework for Geography.
Tingkat Pemahaman Peserta Didik Pada Wilayah Rawan Bencana Gempa Bumi Zona Tinggi Di Kota Bengkulu Fevi Wira Citra; Edwar Edwar; Warsa Sugandi
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1348

Abstract

Bengkulu berada pada wilayah rawan bencana gempa tinggi dan menengah diakibatkan dari wilayah Bengkulu yang terletak pada titik pertemuan lempeng tektonik, Samudra Hindia, dan Lempang Tektonik Asia pada wilayah pesir pantai di wilayah Kota Bengkulu. Gempa yang terjadi diwilayah Bengkulu adalah jenis gempa yang diakibatkan oleh gempa di laut disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng Eurasia tepatnya di zona megathrust. Gempa yang terjadi di Bengkulu dalam kurun 3 tahun ini yaitu pada tahun 2016, 2017 dan 2018 yaitu, pada tahun 2016 terjadi sebanyak 252 gempa bumi, pada tahun 2017 terjadi sebanyaak 431 kali gempa bumi dan sebanyak 278 kali gempa bumi sampai pada bulan Oktober 2018 (Data BMKG Kepahiang). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode surve dengan menggunakan data penelitian primer dan sekunder. Hasil penelitian : (1).Pada pemahaman mitigasi bencana gempa bumi pada zona tinggi berada pada tingkat pemahaman sangat kurang dengan jumlah siswa sebanyak 58 orang siswa dengan 42 persen. ((3). Pemahaman mitigasi dengan pembelajaran geografi yang terjadi pada zona tinggi memiliki faktor pengaruh sebesar 55,4 %.
Pemetaan Kerawanan Banjir Bandang di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Damar Panoto; Listyo Yudha Irawan; Syarah Dahlia; Gilang Aulia Herlambang; Annisa Nur Rasyidah
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1630

Abstract

Banjir Bandang merupakan salah satu ancaman bencana di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tercatat kejadian bencana banjir bandang terjadi di tahun 2002, 2012 dan 2020. Tahun 2002 kejadian banjir bandang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia dan mengakibatkan 67 rumah rusak. Sebagai upaya mitigasi bencana, penelitian ini melakukan pemetaan tingkat kerawanan banjir bandang di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pemetaan tingkat kerawanan banjir bandang dalam penelitian ini menggunakan metode AHP (Analytic Hierarvhy Process). Terdapat empat tahapan dalam proses penelitian ini, yaitu: 1) analisis parameter kriteria, 2) analisis AHP, 3) reclassify data raster, dan 4) kalkulasi data raster. Hasil penilai tingkat kerawanan banjir bandang di bagi menjadi lima kelas, yaitu: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi. Secara umum Kacamatan Dau memiliki tingkat baya banjir bandang dengan kelas rendah hingga sedang. Umumnya Kacamatan Dau memiliki tingkat kerawanan banjir bandang dengan kelas rendah hingga sedang. Tingkat kerawanan banjir bandang sangat tinggi terdapat pada Desa Kucur. Sementara itu, tingkat kerawanan sangat rendah ada pada Desa Mulyoagung dan Landungsari. Distribusi tangkat kerawanan tinggi berada pada jarak 10—25 dari saluran drainase atau sungai. Sementara kelas sangat tinggi berada pada jarak 0—10 dari saluran drainase atau sungai.
Pengetahuan dan Sikap Kesiapsiagaan Siswa SMP Dalam Menghadapi Bencana Gunungapi Gamalama Kota Ternate Syahril Lukman; Alwi La Masinu
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1526

Abstract

Abstrak Bencan alam di Indonesia setiap tahun terus megalami peningkatan, baik itu bencana geologi maupun bencana hidrometeorologi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Kota Ternate adalah bencana alam letusan Gunungapi Gamalama. Letusan Gunungapi Gamalama memiliki bahaya secara langsung maupun tidak langsung, sehingga sangat membahayakan masyarakat khususnya siswa di SMP. Oleh karena itu perlu diketahui pengetahuan bencana dan sikap kesiapsiagaan siswa, serta pengaruh pengetahuan bencana terhadap sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam Gunungapi Gamalama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 151 siswa, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif persentase dan analisis regresi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan bencana siswa secara keseluruhan kategori “baik”. Demikian juga Sikap kesiapsiagaan siswa secara keseluruhan kategori “baik”. Kemudian hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengetahuan bencana dengan sikap kesiapsiagaan siswa. Pengetahuan tentang bencana perlu ditingkatkan bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana Gunungapi Gamalama melalui pembelajaran di sekolah, agar siswa memiliki kesiapsiagaan saat menghadapi bencana. Kata Kunci: Pengetahuan Bencana, sikap Kesiapsiagaan Siswa
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalur Evakuasi Dan Edukasi Bencana Tsunami Berbasis Android Pada Kecamatan Padang Barat Kota Padang Sularno larno; Renita Astri; Deni Irda Mazni
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1206

Abstract

Bencana alam adalah suatu peristiwa luar biasa yang disebabkan oleh alam sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu bencana alam tersebut adalah gempa bumi dan tsunami. Kota Padang merupakan salah satu yang termasuk daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Dengan fakta tersebut, pemerintah kota Padang membuat sejumlah tempat titik kumpul atau tempat berlindung (shelter) dengan dilaengkapi jalur rute evakuasi untuk warga kota Padang. Begitu juga di Kecamatan Padang Barat yang merupakan daerah terdekat dengan pantai dan memiliki jumlah penduduk yang tinggi. Dengan adanya sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG), informasi dapat tersampaikan dengan bentuk visual yang didalamnya terdapat informasi terkait dengan jalur evakuasi tsunami dan edukasi dalam menghadapi bencana. Sehingga masyarakat dengan mudah mengetahui jalur evakuasi menuju tempat aman dan mengurangi dampak resiko dari bencana alam yang akan datang.
Analisis Bentuk Lahan Pangandaran Berbasis Citra Satelit Landsat 08 OLI Ayi Sopandi; Wina R. Dewi; Annisa Nurjanah; Muhaimin F. Rohman; Ruhby Ilham; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1082

Abstract

Pembuatan data mengenai bentang lahan di kecamatan Pangandaran perlu dilakukan demi kebermanfaatan lahan daerah Pangandaran, masyarakat yang memanfaatkan lahan di kecamatan Pangandaran rata-rata bermata pencaharian perkebunan di dataran tingginya sehingga peta geomorfologi perlu dibuat. Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode interpretasi visual yang dilihat melalui citra pangandaran melalui aplikasi ENVI yang sudah di komposit dengan band RGB 546, komposit band tersebut menghasilkan campuran warna yang menonjolkan bentang lahan dan batuan tertentu. Setelah melakukan interpretasi visual tahap selanjutnya melakukan analisis karakter wilayah secara langsung atau groundcheck yang dilaksanakan untuk mengetahui objek landscape langsung dilapangan. Pengecekan akurasi data yang ada di lapangan dan interpretasi citra yang sudah di analisis sebelumnya harus di cocokan kembali guna mengetahui bentang lahan geomorfologi di kecamatan pangandaran.

Page 8 of 18 | Total Record : 171