cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): April" : 47 Documents clear
PELATIHAN PENGGUNAAN JARAK TANAM YANG IDEAL UNTUK MENUNJANG PRODUKTIVITAS RUMPUT LAUT Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lama Wabang; Ferdinand Romelus Anigomang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.689 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4176

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra (masyarakat) mengenai pentingnya menggunakan pola jarak tanam pada bibit rumput laut dalam proses pembudidayaan rumput laut pada masyarakat pembudidaya Desa Allumang, hal ini sangat penting, untuk meningkatan kualitas rumput laut yang berdampak pada standar mutu kebutuhan pasar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain: (1) Tahap Persiapan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan; (3) tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan terkait penggunaan pola jarak tanam pada bibit rumput laut yang hendak dibudidaya dikatakan berhasil, oleh sebab adanya perubahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat pembudidaya yang tergambar dari kemampuan ketrampilan masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Allumang yang sudah menerapkan teknik ini, setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan selesai dilakukan. Abstract:  The implementation of this community service activity aims to improve the understanding of partners (community) about the importance of using planting distance patterns on seaweed seedlings in the process of seaweed cultivation in the allumang village breeding community, this is very important, to improve the quality of seaweed that has an impact on the quality standards of market needs. Methods of implementation of community service activities, carried out in several stages, among others: (1) Preparation Stage; (2) the stage of implementation of activities; (3) evaluation stage. The implementation of counseling and training activities related to the use of planting distance patterns on seaweed seedlings to be cultivated is said to be successful, because of the change in knowledge and understanding of the cultivating community drawn from the skills of the seaweed farming community of Allumang Village who have applied this technique, after the counseling and training activities have been completed.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN CARA MENCUCI TANGAN DAN PENGGUNAAN MASKER YANG BENAR MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PADA ANAK Ria Setia Sari; Gena Devitria; Gita Veronica Ginting; Fitra Herawati; Fitri Amalia Syaputri; Fitria Rizqiyah; Fitriatul Masdiah; Fitriyani Fitriyani; Geby Mora; Gismaka Qoirunissa Putri; Hanny Putri Ristianadewi; Hilmatunnisa Setia Rahayu; Ibnu Baidillah; Ika Fitriani; Izhar Ibrahim; Jumiyati Jumiyati; Kholik Kholik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.403 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4056

Abstract

Abstrak: Perilaku mencuci tangan menggunakan sabun dan handsanitizer untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit dan penggunaan masker adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat membatasi penyebaran penyakit-penyakit saluran pernapasan tertentu yang diakibatkan oleh virus. Tujuan Kegiatan : Meningkatkan pengetahuan anak dan juga orang tua mengenai cara cuci tangan dan  penggunaan masker yang benar. Metode Kegiatan : Melalui penyuluhan dengan menggunakan video pembelajaran dan praktik langsung dengan handsanitizer, kegiatan ini diikuti oleh 20 anak dan kegiatan dilakukan secara daring dan luring. Hasil Kegiatan : Terdapat peningkatan pengetahuan anak dan kemandirian anak dalam pengetahuan dan praktek cara cuci tangan dan penggunaan masker yang benar sebesar (85%). Abstract:The behavior of washing hands using soap and handsanitizer to break the chain of disease transmission and the use of masks is one of the preventive measures that can limit the spread of certain respiratory diseases caused by viruses. Activity Objective: Increase the knowledge of children and parents about how to wash hands and use masks correctly. Activity Methods: Through outreach using instructional videos and hands-on hands-on practice, this activity was attended by 20 children and activities were carried out online and offline. Results of the activity. There was an increase in children's knowledge and independence in the knowledge and practice of how to wash hands and use masks correctly (85%).
EDUKASI SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) SEBAGAI DETEKSI DINI PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI Rachmawaty M. Noer; Netty Herawaty Purba; Wiwik Suryadartiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.327 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4118

Abstract

Abstrak: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kanker di seluruh dunia. Breast Self Exam (BSE)/ SADARI adalah metode yang direkomendasikan dinegara berkembang karena mudah, nyaman, pribadi, aman dan tidak memerlukan peralatan khusus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi terkait SADARI pada Remaja dalam Deteksi Dini Kanker Payudara. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom, untuk dapat membedakan hasil pre dan post dilakukannya sosialisasi  pengetahuan SADARI pada Remaja dalam Deteksi Dini Kanker Payudara. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom, peserta merupkan remaja Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau Kota Batam dalam kegiatan merupakan remaja putri dengan kategori umur 14-22 tahun sebanyak 30 orang. Hasil evaluasi nilai pre penyuluhan mayoritas memiliki pengetahuan kurang sebanyak 19 orang (63,6%)dan post penyuluhan mayoritas remaja memiliki tingkat pengetahuan Baik sebanyak 21 orang (70%) tentang SADARI pada Remaja dalam Deteksi Dini Kanker Payudara. Abstract:  Breast cancer is one of the leading causes of cancer morbidity and mortality worldwide. Breast Self Exam (BSE) / BSE is a method recommended in developing countries because it is easy, comfortable, private, safe and does not require special equipment. The purpose of this community service is to provide education related to BSE to Adolescents in the Early Detection of Breast Cancer. This method of community service activities is carried out online by using the zoom application, to be able to distinguish the pre and post results of the socialization of BSE knowledge to adolescents in the Early Detection of Breast Cancer. This community service activity method is carried out online by using a zoom application, participants are 30 people of the Teluk Mata Ikan, Sambau Village, Batam City. The results of the evaluation of the value of pre-counseling, the majority have less knowledge of 19 people (63.6%) and after counseling, the majority of adolescents have a Good level of knowledge as many as 21 people (70%) about BSE in Adolescents in Early Detection of Breast Cancer.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SEPUTAR KANKER PAYUDARA, SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA BAGI KARYAWAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Ana Majdawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.924 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4093

Abstract

Abstrak: Kanker payudara adalah keganasan pada wanita dengan usia diatas 50 tahun yang merupakan dua besar keganasan penyebab kematian. Kanker payudara biasanya ditemukan pada stadium lanjut, karena beberapa penyebab, yaitu pengetahuan yang kurang, rasa malu-takut, pekerjaan yang menyita waktu, kurangnya paparan informasi dari media sosial / elektronik, sosial ekonomi yang tidak memadai, dan lain-lain. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan mengenalkan pemeriksaan penunjang diagnosis kanker payudara yang penting.  Pemeriksaan penunjang diagnosis kanker payudara, yaitu mammografi, ultrasonografi dan Aspirasi Jarum Halus (AJH). Metode pengabdian adalah penyuluhan, brainstorming, dan pelatihan Teknik SADARI melalui workshop dengan alat peraga. Sasaran pengabdian adalah karyawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), karena dalam satu tahun terakhir beberapa karyawan UMY terdiagnosis kanker payudara dalam beberapa stadium. Bukti keberhasilan pengabdian adalah peningkatan pengetahuan seputar kanker payudara, dengan perolehan nilai pretest dan post-test rata-rata 65 menjadi 85. Nilai Teknik SADARI sebelum workshop dari 20 peserta yang benar dua orang (10%), dan setelah workshop peserta melakukan dengan benar 100%.  Evaluasi lanjut setelah dua hari kegiatan dilaporkan dua orang terdeteksi adanya tumor pada payudara. Abstract: Breast cancer is a malignancy in women over 50 years of age, which are the two most common causes of death. Breast cancer is usually found at an advanced stage, due to several causes, namely inadequate knowledge, timidity, time-consuming work, lack of exposure to information from social / electronic media, inadequate socioeconomic, and others. The aim of this community service is to increase knowledge, skills in breast self-examination (BSE) and introduce important supporting examinations for the diagnosis of breast cancer. Investigations to support the diagnosis of breast cancer include mammography, ultrasound and fine needle aspiration (AJH). The service method is counseling, brainstorming, and BSE technique training through workshops with props. The target of this service is the employees of the Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY), because in the past year several UMY employees were diagnosed with breast cancer in several stages. Evidence of the success of this service is an increase in knowledge about breast cancer, with an average pretest and post-test score of 65 to 85. The BSE technique scores before the workshop were from 20 participants who were right for two people (10%), and after the workshop the participants did it correctly 100 %. A follow-up evaluation after two days of activity reported that two people detected a tumor in the breast.Abstract: Breast cancer is a malignancy in women over 50 years of age, which are the two most common causes of death. Breast cancer is usually found at an advanced stage, due to several causes, namely inadequate knowledge, timidity, time-consuming work, lack of exposure to information from social / electronic media, inadequate socioeconomic, and others. The aim of this community service is to increase knowledge, skills in breast self-examination (BSE) and introduce important supporting examinations for the diagnosis of breast cancer. Investigations to support the diagnosis of breast cancer include mammography, ultrasound and fine needle aspiration (AJH). The service method is counseling, brainstorming, and BSE technique training through workshops with props. The target of this service is the employees of the Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY), because in the past year several UMY employees were diagnosed with breast cancer in several stages. Evidence of the success of this service is an increase in knowledge about breast cancer, with an average pretest and post-test score of 65 to 85. The BSE technique scores before the workshop were from 20 participants who were right for two people (10%), and after the workshop the participants did it correctly 100 %. A follow-up evaluation after two days of activity reported that two people detected a tumor in the breast.
PENINGKATAN PEMAHAMAN INFORMASI IKLIM MELALUI SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) BAGI PETANI Dede Tarmana; Afriyas Ulfah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.123 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4250

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim berdampak pada menurunnya produksi petani melon yang disebabkan berubahnya pola tanam. Petani mengalami kesulitan menentukan waktu tanam untuk menyesuaikan dengan kondisi iklim karena kurangnya pemahaman terhadap informasi iklim. Fenomena perubahan iklim dan pemanasan global telah terjadi dan merubah pola iklim normal. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman petani melon terhadap informasi iklim. Metode yang digunakan untuk pengabdian masyarakat program sekolah lapang iklim (SLI) melalui kegiatan sosialisasi dan focus group discussion (FGD). Mitra yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat SLI yaitu 6(enam) kelompok tani sejumlah 75 orang petani di Desa Kateng dengan konsentrasi pada komoditas golden melon. Pelaksanaan sosialisasi telah berhasil dilaksnakan dengan keterlibatan peserta yang aktif. Sosialisasi dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali, dimana sossialisasi yang ketiga pelaksanaannya disesuaikan dengan waktu panen raya golden melon. Hasil kegiatan ditunjukan berdasarkan evaluasi tiga komponen: tingkat pemahaman, keberlanjutan program SLI, dan pentingnya informasi iklim. Tingkat pemahaman informasi iklim petani meningkat 25%, 99% peserta SLI mengharapkan keberlanjutan sosialisasi iklim secara rutin, dan 81% peserta menyatakan pentingnya informasi iklim. Dengan memahami informasi iklim, produktivitas petani melon kembali meningkat. Abstract:  Impact of climat change is productivity decrease of the melon farmer caused by changing of planting pattern. The farmer got problem to determine planting time as step adjust climate condition, this way caused by lack og climate information understanding. The purpose of society dedication program of climate field school is to increase the farmer understanding of climate information. In this programe used socialization and focus group discussion method. The partner has involve in society dedication program of climate field school (CFS) namely 6(six) farmer group with members 75 farmers in Kateng Village. The agriculture commodity concentration of group farmer is golden melon fruit. The socialization programe has organized, successfully. There are 3(three) time socialization, time for the third socialization justified with golden melon harvesting time. The result activity showed by three components evaluation, such as level of understanding, program sustainability, and the important thing of climate information for melon productivity. Level understanding of farmer has increase 25%, 99% participants agree with sustainability program, and 81% also agree with the important thing of climate information. Through climate information understanding has increase of melon productivity.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI ERA COVID-19 Ratna Indriawati; Idiani Darmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.728 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4069

Abstract

Abstrak: Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. PHBS sangat diperlukan di era pandemi COVID-19. Pengetahuan PHBS masih kurang sehingga perlu usaha peningkatan pengetahuan PHBS. Pengabdian masyarakat  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan PHBS di era pandemic COVID-19. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran PHBS merupakan salag satu usaha mencegah dan mengendalikan penularan COVID-19.  Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah promosi kesehatan dengan cara penyuluhan PHBS dan diskusi PHBS. Media yang digunakan adalah leaflet. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin gerabah Kasongan di Yogyakarta. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 22 orang. Respon sasaran pengabdian masyarakat bagus serta antusias. Hasil evaluasi (pretest dan postest) kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan PHBS sebesar 20%. Promosi kesehatan PHBS di era COVID-19 dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan PHBS dengan baik. Abstract: Clean and healthy living behavior (PHBS) is important to maintain and improve health. PHBS is very much needed in the era of the COVID-19 pandemic. PHBS knowledge is still lacking, so it is necessary to increase PHBS knowledge. Community service aims to increase knowledge of PHBS in the era of the COVID-19 pandemic. Increasing knowledge and awareness of PHBS is one of the efforts to prevent and control the transmission of COVID-19. The method used in the implementation of this community service is health promotion by way of PHBS counseling and PHBS discussions. The media used were leaflets. The target of this community service program is Kasongan pottery craftsmen in Yogyakarta. The implementation of this community service was attended by 22 people. The target response of community service is good and enthusiastic. The results of the evaluation (pretest and posttest) of the activity showed an increase in PHBS knowledge by 20%.PHBS health promotion using leaflet media can increase PHBS knowledge.
PEMANFAATAN KAYU KESAMBI UNTUK PENGOLAHAN TELUR ASAP SEBAGAI WUJUD PENINGKATAN NILAI EKONOMI RUMAH TANGGA Yessy Tamu Ina; Kristian Djawa Mehang; Apris Yanus Bura Sawula; Yelia May Ndanga Ndia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3408.2 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4137

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pelatihan di Desa Kondamara diadakan dengan tujuan membantu masayarakat desa meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat melalui kegiatan pengolahan telur ayam asap dengan pemanfaatan kayu kesambi. Hal ini dilakukan  dalam rangka meningkatkan keawetan telur dan mempertahankan nilai gizi telur dimasa pandemi covid 19. Mengawali kegiatan ini,  diadakan diskusi tim pengabdian dengan kepala desa bersama perwakilan ibu-ibu setiap Rt dan  Rw. Kegiatan diskusi membahas tentang persiapan peralatan dan bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan dan prosedur pengolahan telur, Praktek pengolahan telur asin asap dan uji kepuasan peserta terhadap kegiatan dan pengujian organoleptik terhadap produk olahan yang dihasilkan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta atau perwakilan setiap Rt dan Rw. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab (diskusi), dan praktikum teknik pengolahan telur asin asap. Hasil yang dicapai berdasarkan hasil dan dari pelaksanaan kegiatan PKM di Desa Kondamara antara lain masyarakat dengan mudah melakukan praktek pengolahan telur asin asap. Selain itu,peserta memberikan tanggapan / respon yang positif bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masayarakat setempat karena pengolahan telur dengan pemanfaatan kayu kesambi merupakan peluang besar dalam menjalankan wirausaha dan dapat meningkatkan ketahanan nilai gizi telur di masa pandemi covid 19. Penilaian secara organoleptik, peserta sangat menyukai produk olahan. Kesukaan pada produk meliputi warna, rasa, tekstur dan kesukaan. Abstract:  Training activities in Kondamara Village were held to help communities improve the economic level through processing smoked chicken eggs using kesambi wood . This aimed to increase egg durability and maintain the nutritional value of eggs In the first activity, there was a discussion with the community service team and the villager representing each Rt, Rw The discussion is about the preparation of equipment and materials used in the implementation of training Furthermore, egg processing procedures carried out  the practice of smoked salted and testing. Then, participants give responses about the activities and organoleptic testing of the processed products produced. This activity was attended by 20 participants/representatives of each Rt and Rw. This training uses lecture methods, question, and answer (discussion), and also a practicum on smoked salted egg processing techniques. The results are based on discussion. It can be concluded that the implementation of PKM activities in Kondamara Village make The community easily performs smoked salted egg processing practices and community responses to PkM activities are good which is signed by the positive responses The egg processing using kesambi wood is a great opportunity to run entrepreneurship and increase the resilience of the nutritional value of eggs during the Covid 19 pandemic. As an organoleptic assessment, participants like processed products. Product preferences include color, taste, texture, and preferences.
KEBERLANJUTAN PEMERIKSAAN IVA PADA DESA SADAR DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Ivanna Beru Brahmana; Inayati Inayati; Ana Majdawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.964 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4030

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan IVA dilakukan untuk  skrining kanker serviks. Pada tahun 2019 ditemukan IVA positif 17,39% di Puskesmas Ngawen, Klaten. Pada tahun tersebut kami mengadakan pengabdian masyarakat dengan melatih tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Ngawen tentang pemeriksaan IVA. Menilai kemampuan nakes Puskesmas Ngawen dalam melakukan pemeriksaan IVA dan mendokumentasikannya. Prestest dan postest, ceramah mengingatkan kembali cara pemeriksaan IVA yang sudah didapat tahun lalu, membuat video dokumentasi pemeriksaan IVA. Upgrade dan update  pengetahuan  tentang kanker serviks dan IVA diikuti 15 nakes, nilai rata-rata pretest 96, rentang nilai 60-100, dan nilai postest semua 100. Upgrade dan refreshing ketrampilan pemeriksaan IVA diikuti 8 nakes, dengan total pemeriksaan IVA 21 peserta.  Setiap nakes mendokumentasikan ketrampilan mereka melalui video salah satu peserta, yang sudah memberikan surat persetujuan pemeriksaan dan pengambilan video pembelajaran. Rentang nilai video 80-280, dari nilai maksimal 400. Pemeriksaan terhadap 21 peserta menunjukkan hasil IVA negatif 100%, 38% ditemukan keputihan. Simpulan adalah pemeriksan IVA sudah rutin dilakukan di Puskesmas Ngawen, Klaten sebagai hasil pengabdian masyarakat PPDM LP3M UMY tahun lalu. Ketrampilan pemeriksaan IVA pada nakes perlu selalu dievaluasi. Abstract: IVA examination was done to screen for cervical cancer. In 2019, a positive IVA was found 17.39% at the Puskesmas Ngawen, Klaten. In that year we held community service by training health workers at the Puskesmas Ngawen on IVA examinations. Assessing the ability of the health center Ngawen in conducting IVA examinations and documenting them. Pretest and post-test, the lecture reminded us of the way the IVA examination was obtained last year, made a video documentation of the IVA examination. Upgrading and updating of knowledge about cervical cancer and IVA were followed by 15 health workers, the average pretest score was 96, the range of values was 60-100, and the post-test score was all 100. Upgrading and refreshing of the IVA examination skills were followed by 8 health workers, with a total IVA examination of 21 participants. Each health worker documented their skills through a video of one of the participants, who had already provided a letter of approval for the examination and taking the learning video. The video values ranged from 80 to 280, with a maximum value of 400. Examination of 21 participants showed 100% negative IVA results, 38% found vaginal discharge. The conclusion is that IVA examinations have been routinely carried out at the Ngawen Puskesmas, Klaten as a result of last year's PPDM LP3M UMY community service. IVA examination skills on health workers need to be evaluated. 
PENINGKATAN PRODUKSI BUBUK JAHE MERAH MELALUI INTRODUKSI SISTEM PENGHALUSAN Dessy Agustina Sari; Sukanta Sukanta; Wagiono Wagiono; Azafilmi Hakiim; Adetiya Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.249 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4104

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di desa Karyabakti kecamatan Batujaya kabupaten Karawang bersama mitra UPPKS Jahe Merah. Fokus aktivitas yang diselenggarakan dari Oktober 2020 hingga Maret 2021 adalah peralihan peralatan produksi bubuk jahe merah sebagai hasil peninjauan lokasi usaha mitra bersama aparatur desa. Hasil diskusinya adalah memprioritasikan terlebih dahulu perubahan perlengkapan penghalusan (pelumatan) bahan baku jahe merah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan blender yang memiliki tantangan atas beban yang diberikan (jahe merah dan air). Dampaknya adalah alat hanya mampu mengolah 3 kg jahe merah selama 1 jam dan juga ditambahkan permasalahan kinerja lainnya (yang memberikan waktu proses lebih panjang. Tujuan transformasi peralatan produksi ini adalah menghemat waktu penghalusan bahan baku dan selanjutnya mengarahkan ke peningkatan kapasitas produksi dan manajemen produksi. Solusi ini memberikan ruang bagi mitra untuk menerapkan purwarupa dan tim pelaksana menjelaskan tata cara pembersihan pasca digunakan (sisi umur alat) dan juga K3 bagi konsumen (dibantu oleh PT TEiN Karawang). Hasil kegiatan pengabdian di desa Karyabakti mampu menurunkan waktu proses penghalusan menjadi 30 menit untuk 3 kg jahe merah segar dibandingkan peralatan semula. Keberhasilan ini menjadi peluang dan kesempatan bagi UPPKS setempat atas transformasi tersebut ke depannya yaitu semula 40-50 kg per bulan menjadi per hari. Abstract:  Karyabakti village, Batujaya sub-district, Karawang district was the location for community service activities and UPPKS Jahe Merah (MSME red ginger) acted as a partner. The focus of activities held from October 2020 to March 2021 was the transfer of red ginger powder production equipment. This was the result of a survey of partner business locations with village officials. The result of the discussion was to prioritize changes in the refining equipment (mashing, pulverize, or milling) of the red ginger raw material. Previously, the use of a blender had challenges over the weight given (red ginger and water). The impact was that the equipment was only able to process 3 kg of red ginger for 1 hour and also added other performance problems (which give longer processing time. The purpose of this production equipment transformation was to save time for refining raw materials and then lead to increased production capacity and production management. This provided space for partners to implement prototypes and the implementation team explained the procedures for post-use cleaning (tool life side) as well as K3 for consumers (assisted by PT TEiN Karawang). The results of community service activities in Karyabakti village were able to reduce the refining process time to 30 minutes for 3 kg of fresh red ginger compared to the original equipment. This success was an opportunity and opportunity for the local UPPKS for this transformation in the future, from 40-50 kg per month to per day.
PELATIHAN RANCANGAN PENELITIAN BAGI PERAWAT KLINIS Dheni Koerniawan; Pra Dian Mariadi; Ketut Suryani; Maria Tarisia Rini; Vausta Nurjanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.913 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.3908

Abstract

Abstrak: Penelitian merupakan “jembatan” antara teori dan Praktik khususnya dalam keperawatan. Penelitian mengungkapkan hal-hal praktis dalam asuhan yang sehari-hari diberikan kepada pasien sebagai bentuk praktik yang berbasis bukti. Kebutuhan perawat klinis dalam tuntutan jenjang karir, pendidikan keperawatan berkelanjutan, dan standar nasional akreditasi rumah sakit mendorong perawat untuk membudayakan suasana ilmiah yang salah satunya dalam bentuk penelitian. Hal ini pun juga dialami oleh mitra, sehingga dibutuhkan pendampingan dalam bentuk pelatihan untuk merancang rencana penelitian keperawatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan mitra dalam merancang penelitian. Metode dilaksanakan dalam bentuk kegiatan paparan materi, praktikum, dan presentasi proposal penelitian yang dilakukan selama tiga hari. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa hasil pretest terdapat 20 orang (71,4%) yang memiliki kategori pengetahuan kurang, 8 orang (28,6%) dengan kategori sedang. Sedangkan, hasil posttest terdapat 5 orang (17,9%) dengan kategori pengetahuan sedang dan 23 orang (82,1%) dengan kategori baik. Sehingga, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 26 orang (96,43%) dan satu orang (3,57%) berada pada tingkat pengetahuan yang tetap. Abstract:  Research is a "bridge" between theory and practice, especially in nursing. Research reveals practical things in care that are provided daily to patients as a form of evidence-based practice. The need for clinical nurses in the demands of career level, ongoing nursing education, and national standards of hospital accreditation encourages nurses to cultivate a scientific atmosphere culture, which one of it is research. This is also experienced by partners, so it requires assistance in the form of training to design a nursing research plan. The solutions offered are carried out in the form of material exposure activities, practicum, and presentation of research proposals conducted for three days. The results showed that the pre-test results were 20 persons (71.4%) who have less knowledge category, 8 persons (28.6%) with medium category. Meanwhile, post-test result there are 5 persons (17.9%) with medium knowledge category and 23 persons (82.1%), with medium category. Thus, there are increasing knowledge as 26 persons (96.43%) and one of them not change (3.57%).