JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Articles
86 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 4 (2023): Agustus"
:
86 Documents
clear
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DENGAN MENERAPKAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Ida Tejawiani;
Nur Sucahyo;
Usanto Usanto;
Adi Sopian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16143
Abstrak: Penggunaan Artificial Intelligence (AI) semakin meluas, termasuk di bidang pendidikan. AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan potensi siswa, terutama dalam hal kreativitas. kegiatan PkM yang dilaksanakan di SMA Tunas Harapan Jakarta diikuti oleh 156 siswa. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berbasis AI. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memahami secara mendalam proses metakognisi siswa SMA dalam memecahkan masalah integral dengan menggunakan aplikasi Photomath melalui E-Learning AI. Aplikasi Photomath berperan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa dalam memecahkan masalah integral serta membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan sesuai dengan kurikulum sekolah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PkM ini meliputi pengenalan konsep integral, penggunaan aplikasi Photomath, dan pembagian kelompok diskusi. Untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan PkM ini, sebelum PkM dilakukan, semua peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui pemahaman awal mereka. Setelah kegiatan selesai, peserta diminta mengisi kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman mereka Dari hasil kegiatan PkM ini, diketahui 91.6% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dan dianggap relevan dengan kebutuhan siswa sebesar 89.4%. Kepuasan siswa dalam mengikuti kegiatan PkM ini tercermin dalam pencapaian presentasi sebesar 90.9%.Abstract: The use of artificial intelligence (AI) is also becoming more prevalent in education. With the help of AI, we can improve the quality of learning and foster students' potential, especially in terms of creativity. 156 students participated in his PkM activities at SMA Tuna Harapan Jakarta. One of the approaches used is the AI-based Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The purpose of this non-profit activity is to gain a deeper understanding of the metacognitive process of high school students solving integral problems using Photomath applications through e-learning AI. The Photomath application serves as a tool to improve students' metacognitive skills in solving synthetic problems and helps develop skills needed in the school curriculum. Methods used to implement this PkM include the introduction of integral concepts, the use of Photomath applications, and the division of discussion groups. To assess the success of this PkM activity, all participants were given a questionnaire to assess initial comprehension before performing the PkM. After completing the activity, participants were asked to complete a questionnaire to assess their knowledge level. The outcome of this PkM activity was that 91.6% of students improved their knowledge and 89.4% considered it relevant to their needs. . Student satisfaction in participating in this PkM activity is reflected in a presentation grade of 90.9%.
PENINGKATAN NILAI UMKM MELALUI BRANDING PRODUK
Sri Andriani;
Muhammad Nur Fietroh;
Serli Oktapiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15902
Abstra: Branding bagi UMKM akan memberikan bargaining position yang baik yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja UMKM. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM tentang pentingnya branding, merk dan optimalisasi teknologi (media sosial). Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang diikuti oleh 26 pelaku UMKM di desa Empang Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapan tahapan yaitu: (1) observasi; (2) koordinasi tim PkM; (3) Pelaksanaan Kegiatan (Workshop dan Pelatihan); dan (4) evaluasi. Materi yang disampaikan terkait pentingnya branding, tips membuat merek yang familiar, cara branding produk pada UMKM, serta tentang pentingnya teknologi bagi UMKM. Hasil kegiatan PkM ini adalah pelaku UMKM memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan. Peserta menjadi memiliki pemahaman tentang pentingnya branding saat ini serta penguasaan teknologi secara efektif dan efisien. Pemahaman peserta tentang branding produk pada UMKM mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada peserta diperoleh hasil sebelum kegiatan pengetahuan pelaku UMKM tentang branding sebesar 50% dan setelah kegiatan mengalami peningkatan menjadi 85%.Abstract: Branding for MSMEs will provide a good bargaining position, which will ultimately improve their performance. This PkM activity was carried out with the aim of increasing the understanding and skills of MSME actors regarding the importance of branding and optimizing technology (social media). The method used was workshops and training, which were attended by 26 MSME actors in Empang Village, Sumbawa Regency. This activity was carried out through several stages, namely: (1) observation; (2) coordination of the PkM team; (3) implementation of activities (workshops and training); and (4) evaluation. The material presented was related to the importance of branding, tips on making a familiar brand, how to brand products for MSMEs, and the importance of technology for MSMEs. The results of this PkM activity were that MSME actors gave positive responses to the material presented. Participants understand the importance of branding today and the need to master technology effectively and efficiently. Participants' understanding of product branding for MSMEs experienced a significant increase. Based on the questionnaire distributed to the participants, the results obtained before the activity showed that MSME actors' knowledge of branding was 50%, and after the activity, it increased to 80%.
MEMBANGUN GENERASI MILENIAL SADAR PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI SERTA PENGEMBANGAN KARAKTER SOFT SKILL BERBASIS KEPRAMUKAAN
Ika Yatri;
Arum Fatayan;
Wati Sukmawati;
Rahmiati Rahmiati;
Mimin Minawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16464
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dua hari yaitu di hari pertama melakukan praktikum IPA sederhana, salah satu kegiatan yang penting untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan karena permasalahan yang dihadapi mitra sebelum kegiatan dilaksanakan ialah kurangnya peserta didik dalam memahami sains dan minimnya pengembangan soft skill pagi siswa-siswi Sekolah Dasar. Namun, dalam pelaksanaannya seringkali terkendala oleh kurangnya pengetahuan guru dan keterbatasan fasilitas di sekolah. Oleh karena itu, pendampingan kegiatan praktikum IPA sederhana dan pengembangan soft skill siswa dalam kegiatan pramuka di Sekolah Dasar Kepulauan Seribu akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan praktikum dan meningkatkan pemahaman siswa. serta pengembangan soft skill siswa dalam kegiatan pramuka, hal ini dapat menumbuhkan karakter bagi siswa yang di ikuti oleh 5 guru dan 30 siswa. Dari survei pre test dan post test yang peneliti lakukan menghasilkan peningkatan 90% bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan siswa-siswi sekolah dasar di pulau pari dalam peningkatan generasi milineal sadar pendidikan, sains dan tekhnologi serta pengembangan karakter soft skill berbasis kepramukaan bagi siswa-siswi sekolah dasar.Abstract: Community service activities are carried out in two days, namely on the first day doing simple science practicum, one of the activities that is important to increase students' understanding of the material being taught because the problems faced by partners before the activities are carried out are the lack of students in understanding science and the lack of development of soft skills for elementary school students. However, in practice it is often constrained by a lack of teacher knowledge and limited facilities at school. Therefore, assistance for simple science practicum activities and the development of soft skills for students in scout activities at the Seribu Islands Elementary School will be carried out to improve the quality of practicum implementation and increase student understanding. As well as the development of student soft skills in scout activities, this can foster character for students who are followed by 5 teachers and 30 students. From the pre-test and post-test surveys that the researchers conducted, it resulted in an 80% increase that this training succeeded in increasing elementary school students on Pari Island in increasing the millennial generation aware of education, science and technology as well as developing scouting-based soft skills character for elementary school students.
MEDIA ULAR TANGGA SEBAGAI SARANA EDUKASI GIZI DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI PADA ANAK
Bagus Saputra Korompis;
Veryl Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15471
Abstrak: Permasalahan gizi seperti wasting, stunting, dan underweight merupakan permasalahan yang masih banyak terjadi pada anak usia sekolah baik secara nasional maupun global. Di samping itu, anak usia sekolah merupakan usia pertumbuhan dan perkembangan yang penting untuk pola makan gizi seimbang. Sebagai jawaban atas permasalahan yang ada, program media Ular Tangga Gizi bertujuan untuk menambah wawasan atau pengetahuan pada 60 anak usia sekolah dasar untuk paham mengenai pentingnya mencukupi gizi seimbang. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode edukasi dan permainan menarik bagi anak sekolah dasar dengan melibatkan guru atau wali kelas dan murid-murid di sekolah dasar. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil yang didapat dengan indikator yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapat 100% siswa peserta mengikuti kegiatan edukasi di dalam kelas dan didapatkan juga target keaktifan peserta selama permainan juga tercapai yakni 3 hingga 4 peserta dari indikator 2 peserta aktif.Abstract: Nutritional problems such as wasting, stunting and underweight are problems that still occur in many school-age children, both nationally and globally. In addition, school-age children are the crucial age of growth and development for a balanced nutritional diet. As the response to the existing problems, the Ular Tangga Gizi media program aims to add knowledge to 60 elementary school-age children to understand the importance of adequate balanced nutrition. This community service was implemented using educational methods and fascinating games for elementary school children by involving teachers and students in elementary schools. The evaluation system was done by comparing the results with the indicators that have been set. Based on the evaluation results of this community service activity that 100% of the participating students took part in educational activities in the classroom and also achieved the target of participant activity rate during the game time that is approximately 3 to 4 participants from the indicators of 2 active participants.
SOSIALISASI INTERAKTIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DAN KELUARGA LANSIA
Calyanindya Sakanti;
Berliana Devianti Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15816
Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi medis kronis yang terjadi ketika hormon insulin dalam tubuh tidak mampu bekerja secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah, sehingga menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang pasien diabetes meletus terbanyak di dunia. Tujuan dilaksanakannya pengabdian yaitu agar lansia dan keluarga di Kelurahan Banjar Sugihan mampu memperagakan senam kaki diabetik dan memahami masalah penyakit diabetes melitus mencakup pengertian, tanda gejala, komplikasi, dan cara penanganan. Pengabdian dilakukan oleh 9 mahasiswa tim KKN Kelurahan Banjar Sugihan dengan metode sosialisasi dan edukasi yang diselingi demonstrasi senam diabetik. Peserta kegiatan sosialisasi adalah sebanyak 28 orang peserta yang terdiri dari lansia maupun keluarga lansia yang memiliki diabetes melitus. Hasil dari monitoring dan evaluasi proses menyatakan bahwa program sosialisasi telah mencapai indikator keberhasilan karena jumlah peserta melewati target yang ditentukan sejumlah 20 orang lansia dan keluarga lansia.Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic medical condition that occurs when the hormone insulin in the body is unable to work effectively in regulating blood sugar balance, causing disruption in the body's metabolism. Indonesia is one of the countries that contributes the most erupting diabetes patients in the world. The purpose of carrying out the service is so that the elderly and families in Banjar Sugihan Village are able to demonstrate diabetic foot exercises and understand the problem of diabetes mellitus including understanding, signs of symptoms, complications, and how to handle. The service was carried out by 9 students of the Banjar Sugihan Village KKN team with socialization and education methods interspersed with demonstrations of diabetic gymnastics. The participants of the socialization activity were 28 participants consisting of the elderly and elderly families who had diabetes mellitus. The results of the monitoring and evaluation process stated that the socialization program had achieved success indicators because the number of participants exceeded the specified target of 20 elderly people and elderly families.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMESANAN USAHA KATERING PANTI ASUHAN
Endah Septa Sintiya;
Irsyad Arif Mashudi;
Dhebys Suryani;
Ekojono Ekojono;
Dodit Suprianto;
Erfan Rohadi;
Sely Ruli Amanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16396
Abstrak: Panti Asuhan Mawaddah Warohmah Malang memiliki unit usaha katering. Saat ini bergabung dengan nama Farhan Catering. Sampai saat ini unit usaha katering ini memiliki cukup banyak pelanggan. Disamping harganya yang relatif murah, katering tersebut menjual banyak macam menu yang terbilang lengkap. Mitra pengurus catering terdiri dari 9 orang. Namun manajemen usahanya masih secara konvensional dan belum memanfaatkan aplikasi IT. Sehingga solusi yang ditawarkan dengan membuat website farhan catering untuk mendukung usaha tersebut. Tujuan sistem informasi akan memudahkan promosi produk terbaru dan penjelasan tentang pemesanan katering, diharapkan dapat meningkatkan pemasaran dan penjualan pada unit usaha katering tersebut. Metode yang dilakukan yaitu observasi lapangan, pengumpulan data, analisis dan perancangan sistem, implementasi sistem dan pengujian. Evaluasi sistem menggunakan black box testing berfokus pada input dan output perangkat lunak tanpa mengetahui proses internal di dalam sistem. Hasil pembuatan website dan manual book petunjuk penggunaan wesbite telah diserahkan kepada ketua panti asuhan selaku pengelola Farhan Catering. Setelah menggunakan selama 2 bulan terdapat peningkatan penjualan 52.93% di Farhan catering.Abstract: The Mawaddah Warohmah Orphanage in Malang has a catering business unit, currently operating under the name Farhan Catering. Up to this point, this catering business unit has garnered a considerable number of customers. Apart from its relatively affordable prices, the catering service offers a wide variety of menus that are considered comprehensive. The catering management team consists of 9 people. However, the management of the business is still conventional and has not yet utilized IT applications. Therefore, the proposed solution is to create a Farhan Catering website to support the business. The goal of the information system is to facilitate the promotion of new products and provide explanations about catering reservations, with the expectation of enhancing marketing and sales for the catering business unit. The methodology employed includes field observation, data collection, system analysis and design, system implementation, and testing. The system evaluation utilizes black box testing, focusing on the input and output of the software without delving into the internal processes within the system. The results of creating the website and the user manual book have been handed over to the head of the orphanage who manages Farhan Catering. After using the website for 2 months, there has been a remarkable increase of 52.93% in sales for Farhan Catering.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU ANIS, IBU BALITA DAN IBU HAMIL UNTUK MENGATASI RISIKO STUNTING PADA ANAK MELALUI PENGENALAN APLIKASI FeMNHY
Betty Rofatin;
Kurniawan Kurniawan;
Tine Badriatin;
Wilman San Marino;
Metty Nurherliyany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16096
Abstrak: Angka stunting di Kota Tasikmalaya masih diatas rata-rata nasional, salah satu yang menjadi sorotan yaitu di wilayah kerja puskesmas Bungursari. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema kesehatan (PbM-PPKM) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dan ibu hamil yang beresiko mengalami stunting dengan pengenalan aplikasi Fe-MNHY. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi Fe-MNHY. Kegiatan ini melibatkan mitra Posyandu Anis yang terletak di Kampung Gunung Tujuh, Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dengan jumlah kader sebanyak 30 orang. Evaluasi Kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan, dengan hasil kegiatan menunjukan ketrampilan kader menggunakan aplikasi Fe-MNHY dengan kriteria cukup sebesar 63.33% dan kriteria baik sebesar 26.67%. Kader diharapkan berperan aktif dalam kegiatan promotif dan preventif serta mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat terutama dalam mengatasi masalah stunting salah satunya dengan penggunaan aplikasi Fe-MNHY.Abstract: Stunting numbers in the city of Tasikmalaya are still above the national average, one of which is highlighted in the Bungursari puskesmas work area. The purpose and specific objectives of public service activities on the health scheme (PbM-PPKM) are to promote public health affected by stunting or pregnant mothers at risk to prevent and overcome stunting. The method used is socialization and practice using the Fe-MNHY applications. This activity involves a partner, Posyandu Anis, located in Kampung Gunung Tu Seven, Kelurahan Sukarindik Bungursari Prefecture, City of Tasikmalaya, with several cadres of 30 people. Activity evaluation used a pre-test and post-test, which consisted of 10 questions, with the activity results showing cadres' skills using the Fe-MNHY application with sufficient criteria of 63.33% and good criteria of 26.67%. Kader is expected to play an active role in promotional and preventive activities as well as being able to be a driver, motivator, and mediator of society, especially in addressing stunting problems with the use of Fe-MNHY applications.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BIJAK MELALUI ISTILAH KOMUNIKATIS DAGUSIBU DI SMAN
Muladi Putra Mahardika;
Agus Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15726
Abstrak: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat aturan dapat meningkatkan resistensi bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik adalah lupa, sibuk, dan kurangnya pengetahuan. Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) yang diselenggarakan World Health Organization (WHO) menyatakan sebaran resistensi antibiotik mencapai 500.000 orang dari 22 negara di dunia(Christian Lindmeier, 2018). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan siswa siswi SMA N 4 Tegal tentang penggunaan antibiotika yang tepat untuk mencegah meluasnya resistensi antibiotik dengan menggunakan istilah komunikatis DAGUSIBU. Pengabdian masyarakat ini merupakan Pengabdian masyarakat deskripsi, dengan metode pendekatan crosssectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Total 50 responden dalam Pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan siswa-siswi di siswa-siswi tentang penggunaan antibiotik yang tepat dan bahaya resistensi antibiotik. Adapun Kesimpulan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang bijak melalui istilah komunikatis DAGUSIBU dengan peningkatan sebesar 62%.Abstract: Improper use of antibiotic drugs can increase bacterial resistance. Factors influencing a patient's adherence to antibiotics are forgetting, busyness, and lack of knowledge. The Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) organized by the World Health Organization (WHO) states that the distribution of antibiotic resistance reaches 500,000 people from 22 countries in the world (Christian Lindmeier, 2018). This community service aims to see how the level of knowledge of students of SMA N 4 Tegal about the proper use of antibiotics to prevent the spread of antibiotic resistance by using the term DAGUSIBU communicative. This community service is a description community service, with a cross sectional approach method, using an instrument in the form of a questionnaire. A total of 50 respondents in this community service are students. The results obtained from this service activity are increasing the knowledge of students in students about the appropriate use of antibiotics and the dangers of antibiotic resistance. The conclusion of this activity is an increase in knowledge about the wise use of antibiotics through the Communicative term Counseling on the Correct Use of Drugs with an increase of 62%.
ACTIVE CASE DETECTION MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Ahmad Ghiffari;
Gusmiatun Gusmiatun;
Gumar Herudiansyah;
Helwan Kasra;
Sulton Nawawi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16232
Abstrak: Stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu yang termasuk ke dalam lokasi fokus intervensi penurunan stunting menurut Bappenas. Remaja dapat berperan aktif dalam pencegahan stunting dengan menjadi peer educator, memberi edukasi dan informasi kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk menurunkan kejadian stunting dengan pendekatan secara aktif mencari anak dengan stuntinglalu memberikan penanganan yang tepat sesuai penyebab yang mendasari kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah mahasiswa dan tim PKM–KKN berkolaborasi dengan petugas Puskesmas dan mencari anak yang tidak melakukan cek bulanan di Posyandu di empat desa kecamatan Jejawi. Kegiatan pencarian aktif telah terlaksana dengan menemukan dua orang anak menderita stunting. Solusi yang diberikan berdasarkan penyebab dasar kejadian stunting. dan telah memberikan dampak. Pemberian makanan tambahan dan perbaikan sanitasi telah meningkatkan berat badan anak stunting sebesar 0,7 kilogram.. Faktor penghalang dalam kegiatan ini adalah belum berjalannya kegiatan home visite. Diharapkan kedepannya, Puskesmas dan Posyandu dapat bekerja sama untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat terhadap gizi buruk pada anak dengan melakukan pemeriksaan dan penyuluhan mengenai stunting secara rutin, sehingga angka stunting bisa menurun di masa yang akan datang. Abstract: Stunting in Ogan Komering Ilir Regency is one of the focus locations for stunting reduction interventions, according to Bappenas. Adolescents can play an active role in preventing stunting by becoming peer educators and providing education and information to the public. The activity aims to reduce the incidence of stunting by actively finding children with stunting, taking find children with stunting, and taking thus to provide appropriate treatment based on the underlying causes. The method used was students and the PKM-KKN team collaborating with Puskesmas officers and looking for children who did not carry out monthly checks at the Posyandu in four villages in the Jejawi sub-district. Active search efforts have resulted in the discovery of two stunted children. The solutions provided are based on the underlying causes of stunting and have had an effect. Additional food and improved sanitation have increased stunted children's weight by 0.7 kilograms. The inhibiting factor in this activity was that the home visit was not yet running. In the future, Puskesmas and Posyandu can work together to increase public awareness of malnutrition in children by conducting regular checks and counseling on stunting so that the stunting rate can decrease.
PELATIHAN TENAGA KESEHATAN TENTANG DIGITALISASI APLIKASI SENSOR TB UNTUK PEMANTAUAN PASIEN TUBERKULOSIS
Maryani Setyowati;
Arif Kurniadi;
Yusthin M. Manglapay;
Dwiferi Pebriyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16181
Abstrak: Kasus Tuberkulosis atau TB saat ini masih ditemukan terutama di Indonesia padahal target WHO untuk menurunkan insidens sebesar 80% pada tahun 2030. Sensor-TB merupakan nama untuk alat menggunakan aplikasi sensor dari tanda-tanda vital yang dimiliki oleh seseorang khususnya pada penderita TB positif. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penggunaan aplikasi sensor TB. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan penggunaan Aplikasi Sensor TB untuk pemantauan Pasien Tuberkulosis. Adapun mitra yang terlibat adalah Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Kepala Puskesmas, Programmer TB dan kader kesehatan Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sebanyak 13 Orang. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa Aplikasi Sensor-TB yang dibuat berupa bentuk gelang tangan telah dilakukan uji coba dengan menggunakan data pasien TB yang sesuai Puskesmas yang hadir, dan terjadi peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan sebesar 100% dari sebelum dan sesudah pelatihan.Abstract: Cases of Tuberculosis or TB cases are currently still found mainly in Indonesia even though the WHO target is to reduce the incidence by 80% by 2030. The TB-Sensor is a tool that uses sensor applications of vital signs owned by a person, especially in people with positive TB. The purposethis activity is to improve the health workers knowledge about the use TB-sensor applications. . The method used for this activity is socialization and training on using Sensor TB Application for monitoring Tuberculosis Patients. The partners involved were the TB Program Manager of the Sukoharjo District Health Office, the Head of Puskesmas, the TB Programmer, and 13 health cadres of Puskesmas Kartasura and Puskesmas Bulu, Sukoharjo District, Central Java. The results show that the TB-Sensor Application made in the form of a hand bracelet has been tested using TB patient data according to the attending Puskesmas, and there is an increase in health workers' knowledge by 100% from before after training.