cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 6 (2023): Desember" : 112 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR PERKEBUNAN Fani Ardiani; Githa Noviana; Sri Gunawan; Purwadi Purwadi; Idum Satia Santi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19317

Abstract

Abstrak: Kelapa sawit merupakan sumber biomassa terbesar di Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat sekitar perkebunan. Selain menghasilkan minyak sawit, tanaman kelapa sawit juga menghasilkan limbah pelepah, dan dedaunan yang melimpah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, meningkatkan softskill, maupun hardskill kepada 15 orang masyarakat sekitar kebun kelapa sawit tentang pemanfaatan limbah pangkasan kelapa sawit menjadi lidi untuk digunakan sehari-hari maupun dijual sebagai penambah pendapatan rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan diawali dari survey, diskusi, koordinasi, penyampaian materi, praktek pembuatan lidi, penghitungan potensi lidi, dan potensi pendapatan dari penjualan lidi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta termotivasi karena ditemukan bahwa kategori lidi pada praktek masuk ke dalam kategori lidi super untuk pasar ekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi. Estimasi pendapatan masyarakat dari penjualan lidi adalah sebesar Rp 136.080 – 226.800 per ha per bulan. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat sekitar kebun sebesar 80% dalam pengelolaan limbah pelepah kelapa sawit menjadi lidi dan mengelola lidi tersebut sesuai standar penjualan lidi ekspor. Softskill tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyakarat apabila mereka menekuni kegiatan ini dengan maksimal. Selain penambahan pendapatan secara perorangan, masyarakat juga dapat membentuk sentra lidi baru Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Palalawan.Abstract: Palm oil is the largest source of biomass in Indonesia, which positively impacts the social, economic and cultural aspects of communities around plantations. Apart from producing palm oil, palm oil plants also produce abundant waste from fronds and leaves. This activity aims to provide information on soft skills and hard skills to 15 people around oil palm plantations about the use of oil palm trimming waste into sticks for daily use or sale to increase household income. Implementation of activities begins with surveys, discussions, coordination, delivery of material, the practice of making sticks, calculating the potential of sticks, and potential income from selling sticks. The activity results showed that participants were motivated because it was found that the stick category, in practice, was included in the super stick category for the export market and had a high selling value. The estimated community income from selling sticks is IDR 136,080 – 226,800 per ha per month. This service activity has provided knowledge and motivation to the community around the plantation by 80% in managing oil palm frond waste into sticks and managing the sticks according to export stick sales standards. These soft skills will increase people's income if they pursue this activity to the maximum. Apart from increasing individual income, the community can also form a new stick centre in Kesuma Village, Pangkalan Kuras District, Palalawan Regency.
OPTIMALISASI PROGRAM TELE-EXERCISE DAN GIZI DI FITNESS CENTER TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI, KESEHATAN, KEBUGARAN SERTA PRODUKTIVITAS KARYAWAN Mury Kuswari; Juli Candra; Jerry Maratis; Falik Hutasuhut; Nazhif Gifari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17649

Abstract

Abstrak: Kegemukan merupakan permasalahan yang menyebakan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular serta menurunkan produktivitas pekerja. Terdapat tiga bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu; Peningkatan pelayanan dengan kegiatan merancang program olahraga yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan keterbatasan waktu member untuk berlatih di gym; Bidang kesehatan melakukan pengukuran status gizi dan kebugaran member untuk memberikan gambaran dan membuat program olahraga yang spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan member; dan Digital, yaitu dengan menggunakan metode tele-exercise yang memanfaatkan Zoom meeting untuk latihan yang dapat dilakukan darimana saja tanpa harus datang langsung ke fitness center. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tele-exercise member gym. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Fitness center Nevaquit gym di Depok. Sasaran pada kegiatan ini yaitu anggota Nevaquit gym yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang bergerak secara sinergis dan terdiri dari tim multidisiplin. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa semua peserta meningkat pengetahuan dan sikapa terhadap tele-exercise secara signifikan (p<0.05).Abstract: Obesity is a serious problem that increases the risk of various non-communicable diseases and reduces worker productivity. To combat this issue, our team has implemented three activities. Firstly, we designed sports programs that are effective and efficient for gym members who have limited time to train. Secondly, we assess our members' nutritional and fitness status to provide personalized exercise programs according to their health condition. Lastly, we utilize tele-exercise methods through Zoom meetings, enabling gym members to exercise from anywhere without having to be physically present at the gym. Our community service activity is to enhance the knowledge and attitudes of gym members towards tele-exercise. Our community service activity took place at the Nevaquit Gym Fitness Center in Depok and targeted 15 gym members. Our multidisciplinary team conducted several stages of this activity, showing significant improvement in participants' knowledge and attitude towards tele-exercise (p<0.05).
PENGUATAN 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Neni Neni; Nisa Khoerunisa; Anissa Permata Sari; Novia Utamirazaayusaputri; Nur Andriansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19342

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tamansari merupakan kelurahan yang memiliki kasus stunting di Wilayah kerja Puskesmas Sangkali serta belum dideklarasikan sebagai kelurahan ODF (open defecation free) serta belum dilakukannya pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di sana. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting dan STBM, meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menerapkan 5 pilar STBM sebagai langkah pencegahan stunting. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu (1) koordinasi dengan Posyandu Selakaso; (2 ) persiapan instrumen; (3) pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kegiatan pemicuan dengan melakukan demonstrasi mengenai pencemaran air, mapping pencemaran lingkungan oleh feses manusia, sosialisasi, simulasi cuci tangan; dan (4) evaluasi, pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan yang melibatkan 28 peserta menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 62,04 menjadi 72,92 setelah diberikan intervensi. Terdapat peningkatan proporsi masyarakat yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan sosialisasi, dari 14,8% meningkat menjadi 51,9%. Masyarakat juga menjadi lebih sadar mengenai pentingnya menerapkan 5 pilar STBM dalam rangka mencegah terjadinya stunting.Abstract: Tamansari Village is a village that has cases of stunting in the working area of Sangkali Public Health Center and has not been declared an ODF (open defecation free) village and STBM (Community Based Total Sanitation) has not been triggered there. The aim of this activity was to increase knowledge of community regarding stunting and STBM, increase their awareness of the importance of implementing the 5 pillars of STBM as an effort to prevent stunting. The stages of this community service activity were (1) coordination with Posyandu Selakaso; (2) preparation of instruments; (3) implementation of activities carried out through triggering activities by conducting demonstrations regarding water pollution, mapping of environmental pollution by human feces, socialization, hand washing simulations; and (4) evaluation, filling out pre-test and post-test questionnaires. The results of activities involving 28 participants showed that there was an increase in knowledge scores before being given the intervention from 62.04 to 72.92 after being given the intervention. There was an increase in the proportion of people who had good knowledge after being given socialization, from 14.8% to 51.9%. The public has also become more aware of the importance of implementing the 5 pillars of STBM in order to prevent stunting.
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN FROZEN HEALTHY FOOD Yani Rizal; Muhammad Fuad; Natasha Natasha; Rini Mastuti; Sorbakti Sinaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18029

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Karsa merupakan UMKM yang bergerak dalam sektor produksi sayur-sayuran. Untuk meningkatkan pendapatan kelompok maka perlu adanya modifikasi produk. Nuget sayur merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi dan sehat serta memiliki nilai ekonomi namun masih dapat terjangkau oleh semuan kalangan. Tujuan dilakukannnya pengabdian ini adalah meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam hal mengolah sayuran menjadi produk frozen healthy food, pemasaran produk, dan peningkatan pendapatan mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan dasar-dasar kewirausahaan, pengolahan nilai tambah produk sayuran, promosi dan pemasaran, Pendampingan, Monitoring dan evaluasi, Pendampingan pasca kegiatan, dan Persiapan pengabdian tahap 2. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa telah terjadi peningkatan hardskill dan softskill mitra hingga 90% serta mitra telah mampu memproduksi nuget sayur yang dapat diterima oleh pasar dan mitra telah mampu mendapatkan peghasilan Rp. 1.250.000 per bulan. Hasil pengabdian ini menunjukkan potensi yang sangat besar serta pentingnya pengabdian lanjutan untuk mengembangkan mitra KWT Citra Karsa lebih baik.Abstract: The Citra Karsa Women Farmers Group (KWT) is an MSME operating in the vegetable production sector. To increase the group's income, it is necessary to modify the product. Vegetable nuggets are a food item with nutritional and healthy content, as well as economic value, while remaining affordable for all groups. The aim of carrying out this service is to improve partners' hard skills and soft skills in processing vegetables into frozen healthy food products, product marketing, and increasing partners' income. The methods used in this service include Focus Group Discussions (FGD), training on the basics of entrepreneurship, value-added processing of vegetable products, promotion and marketing, mentoring, monitoring and evaluation, post-activity assistance, and preparation for stage 2 of the service. The results of the service show that there has been a 90% increase in partners' hard skills and soft skills. Partners have successfully produced vegetable nuggets that are accepted by the market, and they have been able to earn an income of Rp. 1,250,000 per month. The results of this service show enormous potential and emphasize the importance of continued service to better develop KWT Citra Karsa partners.
MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS TPACK PENTING BAGI GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI KOTA MEDAN Muhammad Isman; Syamsuyurnita Syamsuyurnita; Nadra Amalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18904

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini diperuntukkan bagi guru-guru di SMK Tritech Informatika Medan, dengan tujuan utama meningkatkan kapabilitas guru bahasa Indonesia dalam memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan para guru yakni multimedia interaktif berbasis TPACK. Pembelajaran bahasa Indonesia akan kurang bermakna dan tidak berkesan serta membosankan tanpa sintegritas dalam pengelolaan pembelajaran yang tepat dan tidak efektif dilaksanakan tanpa adanya media pembelajaran yang menarik. Hasil Pelatihan terlihat bahwa kemampuan guru bahasa Indonesia sebelum menggunakan multimedia interaktif memperoleh 70,5 pada kategori baik. Kemampuan evaluasinya 75 atau cukup baik. Kemampuan reflesi dan remedial sebesar 75,01 atau cukup baik. Sedangkan kemampuan menggunakan media dan teknologi sebesar 65,05 atau rendah. Adapun, kemampuan pembelajaran setelah menggunakan multimedia interaktif sebesar 85,5, kemampuan dalam pelaksanaan pembelajaran 83,3, sedangkan kemampuan evaluasi sebesar 87,9, kemampuan pengguna media dan teknologi 88,7. Dari Hasil pelatihan tersebut, menunjukkan kombinasi pendapat dari para guru bahasa Indonesia sebagai peserta pelatihan tentang multimedia interaktif, tingkat kecenderungan kepuasan guru terhadap kegiatan pelatihan, terkhusus terhadap penggunaan multimedia interaktif Sangat baik.Abstract: This activity is intended for teachers at SMK Tritech Informatika Medan, with the main objective of increasing the capability of Indonesian language teachers in utilising and developing the ability of teachers, namely TPACK-based interactive multimedia. Indonesian language learning will be less meaningful and memorable and boring without integrity in proper learning management and ineffective implemented without attractive learning media. Training results showed that the ability of Indonesian language teachers before using interactive multimedia obtained 70.5 in the good category. The evaluation ability is 75 or good enough. Reflection and remedial skills are 75.01 or quite good. While the ability to use media and technology is 65.05 or low. Meanwhile, the learning ability after using interactive multimedia is 85.5, the ability to implement learning is 83.3, while the evaluation ability is 87.9, the ability to use media and technology is 88.7. From the results of the training, showing a combination of opinions from Indonesian language teachers as trainees about interactive multimedia, the level of teacher satisfaction tendency towards training activities, especially towards the use of interactive multimedia is very good.
SOSIALISASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN TANPA ENTITAS PUBLIK GUNA PENINGKATAN KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN PADA UMKM Dirvi Surya Abbas; Sigit Budi Santoso; Daniel Rahandri; Imam Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19191

Abstract

Abstrak: UMKM ialah suatu usaha berbasis kemasyarakatan dengan bermacam-macam jenis usahanya serta berlokasi di kelurahan kotabumi – Kabupaten Tangerang. UMKM di kelurahan kotabumi memiliki permasalahan dalam proses usahanya, yakni: belum memiliki pemahaman akuntansi sesuai dengan SAK ETAP. Maka dari itu, Tim PkM mengadakan kegiatan sosialisasi akuntansi sesuai SAK ETAP untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyelenggaraan pembukuan akuntansi sesuai SAK ETAP dalam pengkondisian usaha pegiat UMKM. Tahap pertama, adalah Tahap Persiapan. Tahap kedua, adalah tahap pelaksanaan. Dan tahap ketiga, adalah evaluasi program. Agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dilakukan dua pendekatan, yakni, sosialisasi dan diskusi, dengan melibatkan 15 pegiat UMKM. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, diketahui bahwa pemahaman Pengenalan akun dasar pembukuan akuntansi sesuai SAK-ETAP mengalami peningkatan sebesar 90% dari sebelumnya yakni 15%. Kedua, Pengenalan mengenai pemahaman akuntansi terkait dari alur proses akuntansi sesuai SAK – ETAP mengalami peningkatan sebesar 75% dari sebelumnya yakni 50%. Dan ketiga, Pengenalan tata cara pembuatan pembukuan akuntansi sesuai SAK – ETAP mengalami peningkatan sebesar 65% dari sebelumnya yakni 50%.Abstract: MSME is a community-based business with various types of businesses and is located in the village of Kotabumi – Tangerang Regency. MSMEs in Kotabumi Village have problems in their business processes, namely: do not have an understanding of accounting in accordance with SAK ETAP. Therefore, the PkM Team held accounting socialization activities according to SAK ETAP to increase knowledge and understanding of the implementation of accounting bookkeeping according to SAK ETAP in conditioning the business of MSME activists. The first stage, is the Preparatory Stage. The second stage, is the implementation stage. And the third stage, is program evaluation. In order for the implementation to run well, two approaches were carried out, namely, socialization and discussion, involving 15 MSME activists. Based on the evaluation conducted, it is known that the understanding of the introduction of basic accounting bookkeeping accounts according to SAK-ETAP has increased by 90% from the previous 15%. Second, the introduction of related accounting understanding from the flow of the accounting process according to SAK – ETAP has increased by 75% from the previous 50%. And third, the introduction of accounting bookkeeping procedures according to SAK – ETAP has increased by 65% from the previous 50%.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEHAT BAGI IBU DAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Medya Aprilia Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19491

Abstract

Abstrak: Mengoptimalkan pertumbuhan pada bayi selain nutrisi yang diberikan oleh ibu, perlu juga di berikan rangsangan stimulasi atau pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan melalui pelatihan pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting pada Balita bagi ibu dan kader di posyandu Mekar sari Tugu Utara Koja Jakarta Utara. Metode: Ceramah, pemutaran video dan tanya jawab serta demontrasi. Peserta 19 ibu yang mempunyai bayi dari usia 6 sampai 24 bulan dan 7 orang kader posyandu. Evaluasi yang dilakukan dengan melihat kemampuan ibu dan kader dapat melakukan pijat bayi sehat serta hasil pre-test dan post-test, sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dengan hasil pre-test 63,2,% dan post-test 84,2% dan kader posyandu hasil Pre-test 57,1% dan post-tes 85,7%. Pemberian pelatihan pijat bayi efektif untuk pemberdayaan ibu dan kader dalam upaya minimalisasi stunting melalui pijat bayi sehat dapat memberikan asuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Abstract: Optimize the baby's growth and development, it also necessary to provide stimulation with baby massage. This community service aims to increase knowledge, understanding, and skills through baby massage training as an effort to prevent stunting in toddlers for mothers and cadres at Posyandu Mekar Sari Tugu Utara Koja. Methods: Lectures, video screenings, questions answers, and demonstrations. The participants were 19 mothers with babies aged 6 to 24 months and 7 posyandu cadres. Evaluation is carried out by looking at the ability of mothers and cadres in massaging healthy babies as well as the results of pretest and posttest, before and after being given the material. The results of this activity showed an increase in the knowledge and abilities of mothers with pretest results of 63.2% and posttest 84.2% and cadres with pretest results of 57.1% and posttest 85.7%. Baby massage training is effective in empowering mothers and cadres to minimize stunting and provide optimal stimulation for children's growth and development. 
PENANAMAN POHON CEMARA SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN ABRASI DI PANTAI WATU PECAK M. Bahri Musthofa; Fachrul Dedy Firmansyah; Halimatus Syakdiah; Meilina Gomes
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17647

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada mitigasi abrasi di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), khususnya oleh kelompok 66 yang berkolaborasi dengan Desa Tangguh Bencana (Destana) Selok Awar-Awar, dengan partisipasi sebanyak 5 anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga Pantai Watu Pecak. Kegiatan ini penting dilakukan sebab masalah abrasi terjadi berkelanjutan dan berdampak negatif. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 25 peserta dari Paguyuban Warung, Ojek Kuda, Nelayan, dan Petani. Pelaksanaannya meliputi program sosialisasi dan praktikum yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Pantai Watu Pecak. Hasil dari kegiatan ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah sosialisasi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 39,65. Selain itu, pohon cemara yang ditanam dalam program ini tetap hidup, seperti yang terlihat dalam pengamatan setelah satu bulan. Seluruh program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mitigasi pada abrasi.Abstract: Community service is focused on abrasion mitigation at Watu Pecak Beach, Selok Awar-Awar Village, Pasirian District, Lumajang Regency. This activity is carried out throught the Real Work Lecture (KKN) program of Sunan Ampel Islamic University (UINSA), specifically by group 66 collaborating with the Disaster Resilient Village (Destana) of Selok Awar-Awar, with participation of 5 members. This activity aims to increase public awareness of the importance of protecting Watu Pecak Beach. This activity is important because the abrasion problem occurs continuously and has a negative impact. Additionally, it invoves 25 participants from the stall, horse taxi, fisherman, amd farmers community. Implementation includes socialization and practical sessions focused on raising community awareness about the importance of preserving Watu Pecak Beach. The results of this activity reflect a significant increase in participants’ knowledge after the socialization, with an average of 39,65. Furthermore, the pine trees planted in this program are still thriving, as observed after one month. The entire program has successfully raised community awareness about the importance of abrasion mitigation.
PENDAMPINGAN KEBERLANJUTAN USAHA BERBASIS APLIKASI AKUNTANSI Halpiah Halpiah; Hery Astika Putra; Apriliya Yudistira; Baiq Qistinnisa; Firmansyah Firmansyah; Muhammad Ziad Iqbal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19449

Abstract

Abstrak: PKM bertujuan untuk menungkatkan pengetahuan bisnis, kemampuan penyusuanan laporan keuangan sesuai SAK-EMKM berbasis aplikasi akuntansi VBA Macro, yang di mulai dari tahap perancangan kegiatan dengan metode observasi, wawancara, tahap pelaksaan dengan metode edukasi, pendampingan dan tahap eveluasi metode perbandingan persentase tingkat keberhasilan sebelum dan sesudah kegiatan PKM, dengan hasil pengetahuan bisnis mitra meningkat dari 45% menjadi 95% dan kemauan dan kemampuan membuat pencatatan akuntansi serta menyusun laporan keuangan sesuai SAK-EMKM menggunakan aplikasi akuntansi VBA Macro meningkat dari 40% menjadi 90%.Abstract: PKM aim to increase business knowledge and the ability to prepare financial reports according to SAK-EMKM based on the VBA Macro accounting application, starting from the activity design stage using the observation, interview method, the implementation stage using the education method, mentoring and the evaluation stage using the percentage comparison method. success rate before and after PKM activities, with the result that partners' business knowledge increased from 45% to 95% and the willingness and ability to make accounting records and prepare financial reports according to SAK-EMKM using the VBA Macro accounting application increased from 40% to 90%. 
PENDAMPINGAN DAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM OPTIMALISASI PHBS DI PANTI ASUHAN AISYIYAH HUMAIRAH PALEMBANG Yulius Tiranda; Sri Tirtayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17670

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan fase kunci dalam perkembangan manusia yang merupakan tahap transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa dengan melewati beberapa tahapan proses dan tugas perkembangan dalam masa hidupnya. Pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya kesehatan reproduksi bagi anak-anak di panti asuhan sangatlah penting sehingga setiap anak perlu mandiri dan memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah panti asuhan asisyiyah humairah Palembang. Kelompok sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak panti asuhan asisyiyah humairah Palembang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk: (1) Memberikan pendampingan dan edukasi secara maksimal dengan melibatkan keterlibatan remaja panti asuhan dalam mengimplementasikan perawatan kesehatan remaja; dan (2) Meningkatkan pengetahun mengenai pentingnya kesehatan remaja secara fisik dengan keterkaitan sesuai ketentuan syariah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai bulan Januari – Maret 2023 dengan menggunakan metode ceramah, pendampingan dan diskusi. Edukasi yang diberikan kepada remaja di panti asuhan asiyah humairah Palembang dapat meningkatkan pengetahuan remaja dengan nilai pretest sebesar 40% dan nilai posttest diperoleh sebesar 85% peningkatan pengetahuan tentang masalah kesehatan reproduksi pada remaja. pemberian pendampingan dan edukasi pada remaja cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dalam optimalisasi HBS.Abstract: Adolescence is a key phase in human development which is a transitional stage from childhood to adulthood by going through several stages of developmental processes and tasks during their lifetime. Understanding Clean and Healthy Behavior (PHBS), especially reproductive health for adolescen in orphanages, is crucial. Hence, every adolesence needs to be independent and have a high awareness of the importance of clean and healthy behavior. This community service partner was the Asisyiyah Humairah Orphanage in Palembang. The target group for this community service is the children of the Palembang Asisyiyah Humairah Orphanage. The aim of this community service activity is to: (1) Providing maximum assistance and education by involving orphanage youth in implementing adolescent health care; and (2) Increasing knowledge about the importance of physical health of adolescents in relation to sharia provisions. Implementation of this community service activity started in January – March 2023 using lecture, mentoring and discussion methods. The education provided to adolescence at the Asiyah Humairah Palembang orphanage can increase teenagers' knowledge, especially about reproductive health problems in teenagers. Providing assistance and education to adolescence is quite effective in increasing teenagers' knowledge about reproductive health in optimizing PHBS.

Page 1 of 12 | Total Record : 112