cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
LASKAR SEHAT LATIHAN KADER AKTIF DAN SIAGA UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT Nur Aini Febrianti; Rini Nurul Hidayah; Devy Febriyani Widyastuti; Wanda Gustia; Danar Firdaus Bondan Prakoso; Dea Aurela Herawan; Sumarni Sumarni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33658

Abstract

Abstrak: Keberhasilan kegiatan Posyandu Lansia dan Posbindu bergantung pada peran kader. Di Desa Loa Pari terdapat sejumlah kader yang belum mendapatkan pelatihan sebelumnya. Tanpa menerima pelatihan, kader berpotensi melakukan kesalahan dalam pengukuran antropometri. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan hardskill para kader dalam menggunakan alat ukur kesehatan secara tepat dan soft skill dalam menyampaikan edukasi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan terkait Penyakit Tidak Menular dan pelatihan pengukuran antropometri, penentuan IMT, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan pengisian buku KMS lansia. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah 4 kader Posyandu Lansia Kenanga I dan 5 kader Posbindu PTM. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu tahap pre-test, tahap penyuluhan dan pemberian buku saku kader, tahap pelatihan kader, dan tahap post-test. Evaluasi pengetahuan dalam kegiatan ini dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan, hanya 22,2% kader yang memiliki kategori pengetahuan baik, sementara 77,8% tergolong kurang baik. Setelah penyuluhan dan pelatihan, jumlah kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 55,6%, dan yang kurang baik menurun menjadi 44,4%.Abstract: The success of the Posyandu and Posbindu for NCDs activities depends on the role of the cadres. In Loa Pari Village, there are several cadres who have not previously received training. Without proper training, cadres are at risk of making errors in anthropometric measurements. The purpose of this training is to improve the cadres’ hard skills in correctly using health measurement tools and their soft skills in delivering health education This activity employed methods including educating on Non-Communicable Diseases (NCDs) and training on anthropometric measurements, Body Mass Index (BMI) determination, blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, and filling out the Elderly Health Monitoring Book. The target participants of this training were four cadres from the Kenanga I Elderly Posyandu and five cadres from the Posbindu for NCDs. The implementation of the educating and training consisted of four stages: a pre-test, educating and distribution of cadre pocketbooks, cadre training, and a post-test. The knowledge evaluation for this training was conducted using pre-test and post-test assessments, each consisting of 10 questions.The results revealed that before the educating and training, only 22.2% of the cadres had a good level of knowledge, while 77.8% were classified as having insufficient knowledge. After the intervention, the proportion of cadres with good knowledge increased to 55.6%, while those with insufficient knowledge decreased to 44.4%.
INTEGRASI BRANDING DAN DIGITAL MARKETING BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK PENGUATAN DAYA SAING UMKM Ulil Ikhsan S.; Adam Gunawan; Asri Sundari; Irfan Saefuloh; Bubun Bunyamin; Aep Saefuddin; Eka Martiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34975

Abstract

Abstrak: UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala pada aspek branding, literasi digital, dan akses pasar yang terbatas. Salah satunya adalah UMKM Pindang Pitusung di Desa Mandalamukti, Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki cita rasa khas tetapi belum memiliki identitas merek dan strategi pemasaran modern. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lokal dengan memperkuat strategi branding dan digitalisasi dalam pemasaran melalui bimbingan, yang mencakup pengembangan logo, desain kemasan, dan instruksi media sosial, secara hard skill dan soft skill yang berkaitan dengan komunikasi bisnis, adaptasi teknologi, dan pengelolaan jejaring sosial. Metode pelaksanaan dilakukan dalam bentuk pendampingan, pelatihan, sosialisasi, dan seminar ekonomi yang melibatkan 30 pelaku UMKM, 10 masyarakat umum, serta dukungan dari Bank Mandiri KCP Kota Baru Parahyangan. Evaluasi dilaksanakan melalui observasi dan wawancara langsung mengenai beberapa aspek yaitu keterampilan secara teknis dan manajerial sebagai upaya refleksi yang berkelanjutan, dengan jumlah 15 pertanyaan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek produksi dan penjualan, yaitu produksi naik dari 80 kg menjadi 100 kg per dua hari (25%), sedangkan penjualan meningkat dari 300 pcs menjadi 400 pcs per dua hari (33,3%). Selain itu, penerapan QRIS 0% oleh 15 UMKM juga berhasil memperluas akses transaksi digital. Program ini terbukti meningkatkan daya saing UMKM lokal serta mendukung agenda nasional digitalisasi UMKM.Abstract: MSMEs are the backbone of Indonesia’s economy but still face challenges in branding, digital literacy, and limited market access. One of them is the Pindang Pitusung MSME in Mandalamukti Village, West Bandung Regency, which has a distinctive taste but does not yet have a brand identity and modern marketing strategy. This community service activity aims to improve local capabilities by strengthening branding strategies and digitalization in marketing through guidance, which includes logo development, packaging design, and social media instruction, both in hard skills and soft skills related to business communication, technological adaptation, and social network management. The implementation method was carried out in the form of mentoring, training, socialization, and an economic seminar involving 30 MSME actors, 10 general community members, and support from Bank Mandiri KCP Kota Baru Parahyangan. Evaluation was conducted through direct observation and interviews on several aspects, namely technical and managerial skills as a continuous reflection effort, with a total of 15 questions. The results showed a significant increase in production and sales aspects, where production rose from 80 kg to 100 kg every two days (25%), while sales increased from 300 pcs to 400 pcs every two days (33.3%). In addition, the implementation of 0% QRIS by 15 MSMEs also succeeded in expanding access to digital transactions. This program has proven to improve the competitiveness of local MSMEs and support the national MSME digitalization agenda.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI STRATEGI BRANDING PARTISIPATIF Stefvany Stefvany; Tedy Wiraseptya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34704

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya branding sebagai identitas wisata menjadi kendala dalam pengembangan desa wisata binaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam menerapkan strategi branding partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan workshop branding dengan melibatkan 13 peserta dari Pokdarwis, pelaku UMKM, dan pemuda desa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test an post-test masing-masing berisi 10 pertanyaan serta diskusi kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep branding sebesar 72% dan keterampilan merancang identitas visual sederhana sebesar 65%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi branding partisipatif mampu memperkuat kapasitas Masyarakat sekaligus menjadi Langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi desa wisata.Abstract: Limited public understanding of branding as a tourism identity remains a major challenge in developing community-based tourist villages. This community service program aims to enhance residents’ awareness and skills in applying participatory branding strategies. The activities consisted of socialization, counseling, and branding workshops involving 13 participants from the tourism awareness group (Pokdarwis), MSME actors, and village youth. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, each consisting of 10 questions, as well as group discussion. The results showed an increase of 72% in participant’ understanding of branding concepts and a 65% improvement in technical skills for designing simple visual identities. These outcomes indicate that participatory branding effectively strengthens community capacity and serves as a strategic approach to enhancing the attractiveness and economic value of tourist village.
PELATIHAN PENGOLAHAN KELAPA MENJADI MINYAK BERKUALITAS Rika Diananing Putri; Dewi Wulansari; Astri Furqani; Dody Tri Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34627

Abstract

Abstrak: Kelapa merupakan salah satu komoditas yang memili potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satu produknya adalah minyak yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi, serta memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan (tingkatkan sistem imun, anti-bakteri). Permasalahan rendahnya pengetahuan pengolahan, keterbatasan peralatan dengan teknologi, tidak menerapkan standar mutu dan kemasan yang tidak menarik. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan produksi yang berkualitas sebagai upaya peningkatan ekonomi. Metode yang dilakukan dengan sosialisasi dan praktek pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekretariat KT. Bina Lestari, yang diikuti sebanyak 25 peserta dari anggota kelompok. Kegiatan ini dilakukan evaluasi, dengan jumlah pertanyaan 8 berupa pilihan ganda diawal (pretest) dan akhir kegiatan (posttest) untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dalam mengolah. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan 80%, serta kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses.Abstract: Coconut is a commodity with great potential to be processed into value-added products. One of the products is oil processed by high-temperature heating, and provides significant health benefits (boosting the immune system, anti-bacterial). The problem is low processing knowledge, limited equipment with technology, not implementing quality standards and unattractive packaging. The purpose of community service is to improve quality production skills as an effort to improve the economy. The method used is socialization and practice of processing coconut into coconut oil with high economic value. This activity was carried out at the KT. Bina Lestari secretariat, which was attended by 25 participants from group members. This activity was evaluated, with a total of 8 multiple-choice questions at the beginning (pretest) and at the end of the activity (posttest) to determine the extent of processing abilities. The results achieved an 80% increase, and this activity ran smoothly and successfully. 
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN E-MODUL AJAR TERINTEGRASI DEEP LEARNING Robinson Situmorang; Suyitno Muslim; Moch Sukardjo; Marsofiyati Marsofiyati; Annis Kandriasari; Aan Subhan Pamungkas; Ria Asep Sumarni; Nisvu Nanda Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33191

Abstract

Abstrak: Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School yang didirikan oleh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abi Bakar bin Salim beserta istrinya Umi Waheeda beralamat berlokasi di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School menghadapi keterbatasan teknologi dan rendahnya pemahaman guru terhadap pemanfaatan Deep Learning dalam pengembangan modul ajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan pembuatan e-modul ajar berbasis Deep Learning yang personal dan adaptif. Sasaran dari kegiatan ini adalah para guru di lingkungan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Kegiatan dilaksanakan dalam lima tahapan: analisis kebutuhan, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan mencakup sosialisasi, penyampaian materi, praktik langsung, serta penggunaan ChatGPT untuk menyusun tujuan pembelajaran, konten ajar, dan evaluasi. Fokus utamanya adalah integrasi AI untuk mendukung pembelajaran kontekstual dan interaktif. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dari rata-rata 54,91% menjadi 95,64%. Evaluasi kepuasan juga menunjukkan respons sangat positif, dengan skor rata-rata di atas 4,75. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong transformasi digital pendidikan di lingkungan pesantren secara efektif dan berkelanjutan.Abstract: The Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Foundation, founded by Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abi Bakar bin Salim and his wife Umi Waheeda, is located in Waru Jaya Village, Parung Subdistrict, Bogor Regency, West Java. The Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Foundation was facing technological limitations and a low understanding among teachers regarding the utilization of Deep Learning in developing teaching modules. This community service initiative aimed to enhance the quality of learning through training in creating personalized and adaptive Deep Learning-based e-modules. The target of this activity is the teachers within the Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School environment. The activity was carried out in five stages: needs analysis, preparation, training, mentoring, and evaluation. The training covered socialization, material delivery, hands-on practice, and the use of ChatGPT for crafting learning objectives, teaching content, and evaluations. The primary focus was on integrating AI to support contextual and interactive learning. Pretest and posttest results showed a significant improvement in participants' understanding, from an average of 54.91% to 95.64%. The satisfaction evaluation also revealed a very positive response, with an average score above 4.75. These findings indicate that the training successfully improved teacher competence while effectively and sustainably encouraging the digital transformation of education within the boarding school environment.
PENGUATAN PERAN POKDARWIS DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA AAN Made Irma Dwiputranti; I Gusti Agung Prabandari Tri putri; I Putu Buda Suyasa; Maria Gratiani Hardi Saputri; Muntoha Surya Nugroho
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35819

Abstract

Abstrak: Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas pengelola desa wisata yang memiliki potensi ekowisata berbasis kearifan lokal, namun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menghadapi keterbatasan dalam manajemen, pemasaran digital, dan penanganan situasi darurat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas Pokdarwis agar mampu mengelola ekowisata secara profesional, aman, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, pendampingan, dan penerapan teknologi. Mitra kegiatan adalah 23 anggota Pokdarwis, dengan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta monitoring hasil kerja dengan penerapan digital marketing dan praktik manajemen wisata setelah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada softskill dan hardskill mitra, antara lain 100% anggota Pokdarwis terlatih dalam manajemen acara wisata, penyusunan guiding book, pricing paket wisata, serta penerapan SOP penanganan darurat. Selain itu, tercipta 1 website aktif, 1 guiding book, 1 paket wisata, dan lebih dari 23 konten digital promosi. Program ini berdampak pada peningkatan keberdayaan masyarakat, perluasan jangkauan pasar, dan peningkatan nilai ekonomis desa wisata berbasis ekowisata berkelanjutan.Abstract: Aan Village has the potential for eco-tourism based on local wisdom, but the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) faces limitations in management, digital marketing, and emergency handling. The purpose of this community service is to enhance the capacity of Pokdarwis so they can manage eco-tourism professionally, safely, and sustainably. The methods used include socialization, training, workshops, mentoring, and the application of technology. The partners involved are 23 members of Aan Village Pokdarwis, with evaluation carried out through observation, interviews, and monitoring of digital marketing practices and tourism management. The results show a significant improvement in both soft skills and hard skills of the partners, including 100% of Pokdarwis members being trained in tourism event management, development of a guiding book, pricing of tour packages, and implementation of SOPs for emergency handling. In addition, 1 active website, 1 guiding book, 1 tour package, and more than 23 promotional digital contents were created. This program has contributed to empowering the community, expanding market reach, and increasing the economic value of the sustainable eco-tourism village.
OPTIMALISASI DANA ZAKAT DALAM MENDUKUNG LAYANAN KESEHATAN BAGI MUSTAHIK Asmaul Husna; Muhammad Arifin Lubis; Aswin Fahmi Darma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34637

Abstract

Abstrak: Mustahik masih menghadapi hambatan serius dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama karena tingginya biaya pengobatan dan terbatasnya akses pada fasilitas medis. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan model pemberdayaan yang mampu menjawab persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat kemampuan mitra dalam mengelola dan memanfaatkan dana zakat secara optimal, sehingga dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan pemahaman publik tentang peran strategis zakat sebagai sarana pembangunan dan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan edukasi kesehatan, pemeriksaan medis gratis, serta bantuan obat-obatan, dengan dukungan mitra utama Kantor Layanan LAZISMU Kota Medan bersama sebuah klinik kesehatan. Sebanyak 75 orang mustahik dari kalangan keluarga pra-sejahtera dan pekerja sektor informal terlibat langsung dalam kegiatan ini. Proses evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan, wawancara, serta pengukuran kesehatan dasar (tekanan darah, kadar gula, dan keluhan umum) sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait kesehatan sebesar 68%, kemampuan menjaga pola hidup sehat bertambah 54%, serta pengeluaran untuk biaya pengobatan berkurang hingga 40%. Selain manfaat langsung, kegiatan ini juga menghasilkan pola kemitraan yang solid antara lembaga zakat, tenaga medis, dan masyarakat. Optimalisasi dana zakat terbukti berkontribusi signifikan dalam peningkatan kesehatan mustahik sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.Abstract: The mustahik still face serious obstacles in obtaining healthcare services, primarily due to high medical costs and limited access to medical facilities. This condition creates a need for an empowerment model that can address health issues while simultaneously improving overall welfare. The purpose of this community service activity is to strengthen the partners’ capacity in managing and utilizing zakat funds optimally, thereby expanding access to healthcare services for the community and enhancing public awareness of zakat’s strategic role as an instrument for social development and welfare. The methods applied include health education and socialization, free medical check-ups, and the provision of medicines, supported by the main partner, the LAZISMU Service Office of Medan City, in collaboration with a health clinic. A total of 75 mustahik from underprivileged families and informal sector workers participated directly in this activity. The evaluation process was carried out through satisfaction surveys, interviews, and basic health measurements (blood pressure, blood sugar levels, and common health complaints) before and after the program. The results show a 68% increase in health awareness, a 54% improvement in the ability to maintain a healthy lifestyle, and a 40% reduction in medical expenses. Beyond the direct benefits, this activity also fostered a strong partnership model among zakat institutions, medical professionals, and the community. The optimization of zakat fund utilization has proven to contribute significantly to improving mustahik health and strengthening zakat’s role as an instrument of community empowerment.
MENGENAL FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK MENDENGKUR MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Renny Swasti Wijayanti; Agung Sulistyanto; Andriana Tjitria Widi Wardana; Tjatur Sembodo; Akmal Adyuta Widodo; Ema Qothrunnadaa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34515

Abstract

Abstrak: Mendengkur adalah gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pernapasan akan terhenti sesaat sehingga asupan oksigen pada jantung dan otak dapat berkurang, hal ini dapat mengancam jiwa. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur. Pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan; dan (2) pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan pre-test dan post-test. Edukasi diikuti 68 peserta dan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diikuti 58 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 25% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Hasil pemeriksaan kesehatan diketahui 12 laki-laki dan 10 wanita tidur mendengkur. Pada faktor risiko sebanyak 24 (41,37%) peserta memiliki riwayat merokok, 36 (62.07%) peserta mengalami hipertensi tingkat II, 8 (13.79%) orang mengalami obesitas, 30 (51.72%) peserta overweight. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan sangat penting, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya mendengkur.Abstract: Snoring is a symptom of Obstructive Sleep Apnea (OSA). During sleep, breathing may temporarily stop, leading to reduced oxygen supply to the heart and brain, which can be life-threatening. The purpose of this Community Service Program (PkM) was to improve public knowledge regarding the risk factors and health impacts of snoring. The PkM was carried out in two stages: (1) health education on the risk factors and impacts of snoring; and (2) free health examinations and medical treatment. Evaluation of the program’s effectiveness was conducted using oral pre-test and post-test questions. A total of 68 participants attended the educational session, and 58 participants took part in the health examination and free treatment. The evaluation results indicated an increase of approximately 25% in participants’ knowledge compared to the baseline. Health examinations revealed that 12 men and 10 women reported snoring during sleep. Regarding risk factors, 24 participants (41.37%) had a history of smoking, 36 participants (62.07%) were diagnosed with stage II hypertension, 8 participants (13.79%) were obese, and 30 participants (51.72%) were overweight.Improving participants’ knowledge about the risk factors and health impacts of snoring is crucial, as it may increase awareness of the potential dangers associated with snoring. 
PELATIHAN PENYUSUNAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI PENDIDIK PAUD Beata Palmin; Emilia Graciela Mega Taran; Maria Fatima Mardina Angkur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33465

Abstract

Abstrak: Data hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juni-Agustus tahun 2024 menunjukkan bahwa belum ada satu pun lembaga PAUD di PKG Rahong Utara yang memiliki dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), lebih khusus KSP berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendidik di PKG Bintang Utara dalam menganalisis karakteristik satuan PAUD, merumuskan visi misi sesuai konteks local, menyusun pengorganisasian pembelajaran yang kontekstual, menyusun alur tujuan pembelajaran serta perangkar pembelajaran kurikulum merdeka yang sesuai dengan kondisi lokal. Kegiatan ini melibatkan 15 orang pengelola dan pendidik yang merupakan perwakilan dari 5 lembaga PAUD di PKG Rahong Utara. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan metode workshop karena berorientasi pada pemberdayaan mitra untuk memenuhi kebutuhan dan penyelesaian masalah berkaitan dengan kurangnya kompetensi dalam merancang kurikulum satuan pendidikan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode Summative Evaluation yang diukur berdasarkan indikator keberhasilan kemampuan pendidik PAUD sebesar 100% dalam merancang dokumen KSP yang kontekstual sesuai dengan potensi lokalnya masing-masing dan tersedianya 100% dokumen kurukulum berbasis kearifan local. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa a) terjadi peningkatan kemampuan pendidik PAUD sebesar 100% dalam merancang dokumen KSP yang kontekstual sesuai dengan potensi lokalnya masing-masing; b) tersedianya dokumen kurukulum berbasis kearifan lokal pada 5 (100%) lembaga PAUD yang terlibat.Abstract: Data from research conducted between June and August 2024 shows that none of the early childhood education institutions in PKG Rahong Utara have an Education Unit Curriculum (KSP) document, specifically a KSP based on local wisdom. This activity aims to enhance the capabilities of educators at PKG Bintang Utara in analyzing the characteristics of early childhood education institutions, formulating vision and mission statements aligned with the local context, designing contextualized learning organization, developing learning objective sequences, and creating curriculum-based learning tools that are appropriate for local conditions. This activity involved 15 managers and educators representing five PAUD institutions in PKG Rahong Utara. The community service was conducted using a Participatory Action Research (PAR) approach and workshop method, as it was oriented toward empowering partners to address needs and resolve issues related to the lack of competence in designing local wisdom-based educational unit curricula. The activity was evaluated using the Summative Evaluation method, measured based on the success indicators of PAUD educators' ability to design contextual KSP documents aligned with their respective local potentials, achieving 100% success, and the availability of 100% curriculum documents based on local wisdom. The results of the activity show that a) there has been a 100% increase in the ability of early childhood educators to design contextual KSP documents in accordance with their respective local potentials; b) the availability of local wisdom-based curriculum documents in 5 (100%) participating early childhood education institutions.
PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN MELALUI PELATIHAN AUDIT MUTU INTERNAL MENUJU KAMPUS BERKUALITAS Lucia Ari Diyani; Sri Yuli Ayu Putri; Siti Dewi Winata; Lintang Putri Estiarto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35646

Abstract

Abstrak: Tema pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Peningkatan Kompetensi Karyawan melalui Pelatihan Audit Mutu Internal Menuju Kampus Berkualitas. Kegiatan ini sebagai pemenuhan hasil angket keberlanjutan pada saat kegiatan pelatihan 3 (tiga) bulan sebelumnya. Hasil angket keberlajutan menunjukkan bahwa 100% peserta menginginkan segera dilakukan pelatihan lanjutan. Metode yang digunakan yaitu pelatihan aktif, dan sudah terbukti meningkatkan pemahaman peserta. 4 (empat) luaran kegiatan ini yang pertama adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, prinsip, dan aturan pelaksanaan Audit Mutu Internal. Luaran kedua, memberikan pemahaman mengenai proses audit, mendokumentasikan temuan, dan melakukan tindak lanjut hasil audit. Luaran ketiga adalah menguatkan budaya mutu melalui partisipasi aktif karyawan baru dalam. Luaran keempat adalah mempersiapkan karyawan baru dalam menghadapi audit internal dan proses akreditasi secara efektif. Jumlah peserta pelatihan yaitu 51 karyawan yaitu 31 dosen dan 20 tenaga kependidikan. Pelatihan diselenggarakan 3 (tiga) hari yang dilaksanakan secara daring pada hari pertama, selanjutnya hari kedua dan ketiga diselenggarakan secara luring. Metode evaluasi yang dipilih yaitu pre test dan post test, dilanjutkan evaluasi kepuasan peserta kemudian evaluasi minat peserta terhadap keberlanjutan kegiatan. Hasil evaluasi pre test dan post test menunjukkan pemahaman peserta mengalami peningkatan, dari rata-rata 54 menjadi 80. Selanjutnya, dilakukan evaluasi kepuasan dan mencapai nilai 86%. Terakhir adalah evauasi keberlanjutan yang hasilnya seluruh peserta menginginkan kegiatan pelatihan rutin dilakukan dengan topik berbeda namun tetap terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal.Abstract: The theme of this community service is Improving Employee Competence through Internal Quality Audit Training Towards a Quality Campus. This activity is to fulfill the results of the sustainability questionnaire during the training activities 3 (three) months previously. The results of the sustainability questionnaire showed that 100% of participants wanted to immediately carry out further training. The method used is active training, and has been proven to improve participant understanding. The 4 (four) outputs of this activity are the first to provide a comprehensive understanding of the concepts, principles, and rules for implementing Internal Quality Audits. The second output is to provide an understanding of the audit process, documenting findings, and following up on audit results. The third output is to strengthen the quality culture through the active participation of new employees in. The fourth output is to prepare new employees to face internal audits and accreditation processes effectively. The number of training participants was 51 employees, namely 31 lecturers and 20 education staff. The training was held for 3 (three) days, conducted online on the first day, then the second and third days were held offline. The evaluation method chosen was a pre test and post test, followed by an evaluation of participant satisfaction and then an evaluation of participant interest in the continuation of the activity. The pre- and post-test evaluation results showed an increase in participant understanding, from an average of 54 to 80. Next, a satisfaction evaluation was conducted, achieving a score of 86%. Finally, a sustainability evaluation revealed that all participants desired regular training activities with different topics but still related to the Internal Quality Assurance System.