cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
EDUKASI LITERASI KEUANGAN BERBASIS BOOKLET BAGI KELUARGA NELAYAN Masruroh Masruroh; Fais Wahidatul Arifatin; Finaty Ahsanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34639

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan keluarga nelayan melalui booklet. Penggunaan booklet menjadi media yang mudah dipahami sesuai dengan karakteristik masyarakat keluarga nelayan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 keluarga nelayan yang memiliki latar belakang penghasilan yang beragam. Permasalahan yang kerap dihadapi keluarga nelayan adalah tidak memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tidak memahami instrumen keuangan dasar, sehingga sering terjadi praktik konsumsi impulsif dan terjebak pada peminjaman informal. Metode kegiatan ini melalui tiga tahap yaitu: pra-kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil menujukkan peningkatan dalam pemahaman dan pengetahuan, keterampilan pengelolaan keuangan keluarga serta motivasi kebiasaan sehat keuangan keluarga. dengan rata-rata skor post-test (70) yang lebih tinggi dibandingkan pre-test (40).Abstract: The purpose of this community service is to improve the understanding and financial management skills of fishing families through a booklet. The use of booklets is easy to understand in accordance with the characteristics of fishing families. This activity was attended by 20 fishing families from diverse income backgrounds. Problems frequently faced by fishing families include a lack of habitual recording of income and expenses, a lack of understanding of basic financial instruments, and frequent impulsive consumption practices, leading to reliance on informal borrowing. This activity involves three stages: pre-activity, implementation, and evaluation. The results show an increase in understanding and knowledge, family financial management skills and motivation for healthy family financial habits, with an average post-test score (70) that is higher than the pre-test (40).
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PANGAN MELALUI PENERAPAN MEREK DAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK BERAS PADA LPM SARITANI Siti Mariyani; Ekalia Yusiana; Afifa Nurhanifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34436

Abstract

Abstrak: Kebutuhan beras yang semakin meningkat menjadi peluang bagi LPM Saritani dalam melakukan usaha dan produksi beras. Akan tetapi, LPM mamiliki beberapa permasalahan utama yaitu manajemen produksi dan pemasaran hasil produk beras. Kegiatan PkM bertujun untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kolompok LPM Saritani melalui penerapan merek dan pemasaran digital produksi beras untuk meningkatkan kemandirian pangan di Desa Sarijaya. PKM menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA) dan dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa, serta mitra PKM yaitu LPM Saritani dengan jumlah anggota 25 petani. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra dengan pretest dan postest menggunakan skala likert. Hasil kegiatan PKM yaitu telah terlaksana sosialisasi, penyuluhan tentang pemasaran digital produk beras berupa website serta praktik pengemasan beras merek lumbung Saritani. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pemasaran digital dari 74% menjadi 88%, serta pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengemasan produk yang menarik dari 76% menjadi 87%.Abstract: The increasing demand for rice has created a business opportunity for LPM Saritani in rice production. However, LPM faces major challenges in production management and marketing. This PkM activity aims to improve the skills and knowledge of the LPM Saritani group through branding and digital marketing strategies to increase food independence in Sarijaya Village. PKM used the Participatory Learning and Action (PLA) method and took place in August 2025, involving lecturers, students, and PKM partners, including LPM Saritani's 25 farmer members. Evaluation of PKM activities is conducted to assess the level of knowledge and skills of partners using pretests and posttests, which are administered on a Likert scale. The results included socialization sessions, counseling about digital marketing using a website, and practical training in packaging rice under the Saritani barn brand. Evaluation showed increases in partner knowledge and skills in digital marketing from 74% to 88% and in attractive packaging from 76% to 87%.
PENDAMPINGAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS DENGAN STRATEGI VISUALISASI PADA SISWA USIA SEKOLAH DASAR KELAS V Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut; Wahyuni Purnami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33171

Abstract

Abstrak: Rendahnya kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar merupakan mendorong tim PkM untuk menerapkan strategi visualisasi yang diklaim dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Terdapat 15 orang siswa kelas IV yang dijadikan objek dalam kegiatan ini. Tes dilakukan sebanyak dua kali yakni tes awal dan tes akhir. Kegiatan dilakukan dengan beberapa langkah seperti menyiapkan bacaan, anak-anak diminta membaca dan memahami teks bacaan, tim memvisualisasikan secara lisan teks bacaan berupa cerita kepada anak-anak, meminta anak menceritakan ulang, dan anak-anak diberi kesempatan menulis kembali cerita yang sudah divisualisasikan (tes). Hasil kegiatan PkM mencerminkan bahwa strategi visualisasi terbukti membantu siswa dalam memahami isi bacaan yang divisualisasikan. Hal tersebut tersebut terbkuti pada meningkatnya nilai rata-rata kelas. Nilai rata-rata kelas sebelum diberi pendampingan adalah 55.66% sedangkan nilai rata-rata kelas setelah diberi pendampingan adalah 90,66%.Abstract: The low reading comprehension skills of primary school students prompted the PkM team to implement a visualisation strategy that is claimed to help students improve their reading comprehension skills. Fifteen fourth-grade students were selected as subjects for this activity. The test was conducted twice, namely the pre-test and post-test. The activity was carried out in several steps, such as preparing the reading material, asking the children to read and understand the text, the team verbally visualising the text in the form of a story to the children, asking the children to retell the story, and giving the children the opportunity to rewrite the story that had been visualised (test). The results of the PkM activity reflect that the visualisation strategy proved effective in helping students understand the content of the visualised reading material. This was evidenced by the increase in the class average score. The class average score before the intervention was 55.66%, while the class average score after the intervention was 90.66%.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SECARA BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Kery Utami; Khoirul Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35833

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di tengah kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang telah melampaui kapasitas seperti TPA Cipayung Depok. Kegiatan ini bertujuan mendampingi komunitas dalam mengolah sampah sisa makanan dari rumah tangga dan dapur makanan bergizi gratis (MBG) secara berkelanjutan melalui pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly/BSF). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan langsung (ceramah dan praktik) budidaya maggot dan penyediaan fasilitas penunjang. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pengurus program lingkungan di tingkat komunitas (mitra sasaran) yang beranggotakan 25 warga. Evaluasi dilakukan dengan penimbangan sampah harian dan maggot hasil panen, serta observasi secara langsung dan laporan grup whatsapp (daring), dengan analisis data deskriptif yang berfokus pada volume sampah dan dampak sosial ekonomi. Hasilnya, tim mitra sasaran mampu mengolah 200-300 kg sampah makanan per hari dan menjual minimal 75 kg maggot per bulan. Program ini juga mencakup hilirisasi maggot menjadi pakan pelet ikan secara mandiri. Program ini membuktikan efektivitas metode biokonversi maggot dalam mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas.Abstract: Organic waste management remains a significant environmental challenge, particularly with Final Processing Sites (TPA) exceeding capacity, such as the Cipayung Depok Landfill. This activity aims to assist communities in processing food waste from households and nutrition meals program kitchen sustainably through the use of maggots (Black Soldier Fly/BSF). The assistance is provided through direct training (lectures and practice) on maggot cultivation and the provision of supporting facilities. This program is a cross-sector collaboration involving local government, academics, and environmental program administrators at the community level (target partners) with 25 members. Evaluation is carried out through daily weighing of waste and harvested maggots, as well as direct observation and online WhatsApp group reports, with descriptive data analysis focusing on waste volume and socio-economic impacts. As a result, the target partner team is able to process 200-300 kg of food waste per day and sell a minimum of 75 kg of maggots per month. This program also includes independent downstream processing of maggots into fish pellet feed. This program demonstrates the effectiveness of the maggot bioconversion method in reducing waste volume and providing sustainable economic added value to the community.
EFEKTIVITAS RANCANGAN KURSI KULIAH ERGONOMIS TERHADAP MUSKULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA KIDAL Indrawati Raning; Ramadhan Tosepu; Asnia Zainuddin; La Ode Muhammad Sety; Syawal Kamiluddin Saptaputra; I Putu Sudayasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33890

Abstract

Abstrak: Sebagian besar fasilitas pendidikan termasuk kursi kuliah dirancang untuk pengguna tangan kanan, sehingga mahasiswa kidal menulis dengan postur tidak ergonomis yang meningkatkan risiko Musculoskeletal Disorders (MsDs) seperti nyeri punggung dan leher. Postur kerja yang salah dalam jangka panjang dapat memicu ketegangan otot dan kelelahan. Secara global, 1,71 miliar orang mengalami gangguan musculoskeletal salah satu beban kesehatan terbesar. Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, mahasiswa kidal melaporkan ketidaknyamanan signifikan saat menggunakan kursi berlengan kanan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test post-test pada 30 mahasiswa kidal yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria aktif kuliah dan tidak memiliki riwayat cedera muskuloskeletal. Kelompok intervensi menggunakan kursi ergonomis dengan papan tulis kiri, sedangkan pembanding memakai kursi existing. Keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Nordic Body Map dan postur dinilai dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil menunjukkan penurunan signifikan ketidaknyamanan setelah penggunaan kursi ergonomis (p=0,001), meski perbaikan postur belum optimal. Kesimpulannya, kursi ergonomis sesuai dominasi tangan efektif meningkatkan kenyamanan dan berpotensi menurunkan risiko MsDs pada mahasiswa kidal.Abstract: Most educational facilities, including lecture chairs, are designed for right-handed users, forcing left-handed students to adopt non-ergonomic postures that increase the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), such as back and neck pain. Prolonged improper posture can lead to muscle strain and fatigue. Globally, approximately 1.71 billion people suffer from musculoskeletal disorders, making them one of the leading global health burdens. At the Faculty of Public Health, Halu Oleo University, left-handed students reported significant discomfort when using right-handed armchairs. This study employed a quasi-experimental design with a pre-test–post-test approach involving 30 left-handed students selected through purposive sampling, based on criteria of being actively enrolled and having no history of musculoskeletal injury. The intervention group used ergonomically designed chairs with left-side writing boards, while the comparison group used standard chairs. Musculoskeletal complaints were assessed using the Nordic Body Map, and posture was evaluated using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The results indicated a significant reduction in discomfort after using ergonomic chairs (p = 0.001), although posture improvement remained suboptimal. In conclusion, ergonomic chairs designed according to hand dominance effectively enhance comfort and have the potential to reduce MSDs risk among left-handed students.
PEMANFAATAN MESIN PENCETAK DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI USAHA KERIPIK OPAK Muhammad Arifiyanto; Imam Prasetyo; Nur Kholidah; M. Risqi Kurniawan; Aji Hufron Faza; Muhammad Maskhuri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35584

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud TriDharma dari akademisi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmunya di masyarakat yang dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di bidang ekonomi, kesehatan, sosial dan lainnya. Mitra yang terpilih pada pengabdian ini adalah usaha kecil menengah rumah tangga yang menjual keripik opak mentah dan memproduksi produknya masih manual menggunakan tangan sehingga kapasitasi produksinya masih sangat terbatas. Selain kapasitasi produksi, pengemasan produk juga masih sederhana. Tujuan kegiatan pengabdian adalah pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan mitra secara aktif. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion yang dimaksudkan untuk menggali informasi, sikap, persepsi, analisis kebutuhan serta pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari hibah pendanaan dari Kemendiktisaintek yang dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari tiga dosen umpp, tiga mahasiswa umpp serta mitra pelaksana. Untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi mitra sekaligus melakukan wawancara serta pengamatan proses produksi produk mitra. Hasil dari evaluasi diperoleh adanya peningkatan kapasitas produksi mitra sebesar 116% dari 6 kg menjadi 13 kg setiap harinya. Sedangkan dalam hal kemasan, produk mitra telah dikemas menjadi menarik sebesar 100% yang sebelumnya masih dikemas sangat sederhana.Abstract: Community service activities are one of the manifestations of the TriDharma of university academics in applying their knowledge in the community that can help the government in solving various problems in the economic, health, social and other fields. The partners selected for this service are small and medium-sized household businesses that sell raw opak chips and produce their products manually using their hands, so that the production capacity is still very limited. In addition to production capacity, product packaging is also still simple. The purpose of the service activity is community empowerment with the active involvement of partners. The method used is Focus Group Discussion, which is intended to explore information, attitudes, perceptions, needs analysis and decision making. This service activity is part of a funding grant from the Ministry of Education and Science, which was carried out by a service team consisting of three UMPP lecturers, three UMPP students and implementing partners. To monitor and evaluate the implementation of service, it is carried out through direct visits to partner locations, as well as conducting interviews and observing the production process of partner products. The results of the evaluation showed an increase in the production capacity of partners by 116% from 6 kg to 13 kg every day. Meanwhile, in terms of packaging, partner products have been packaged to be attractive by 100% which was previously still packaged very simply.
KUDA LUMPING SEBAGAI TRADISI DAN INOVASI SOSIAL UNTUK MASYARAKAT BERKELANJUTAN Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Dina Hastalona; Novalinda Novalinda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34400

Abstract

Abstrak: Program “Kuda Lumping: Tradisi dan Inovasi Sosial untuk Masyarakat Berkelanjutan” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi sosial guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pertunjukan dan kapasitas promosi digital kelompok seni Kuda Lumping yang terdiri atas 25 anggota. Tujuannya meliputi penyediaan pelapis sarung alat musik dan aksesoris pertunjukan, peningkatan pengetahuan mitra dalam promosi digital, serta peningkatan produktivitas ekonomi kelompok seni. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 78% pada aspek manajemen pertunjukan, pemasaran digital, dan pengembangan merchandise berbasis budaya. Selain itu, kapasitas ekonomi kelompok seni meningkat sebesar 35%, terbentuk dua model bisnis berkelanjutan, serta terjadi peningkatan keterlibatan generasi muda sebesar 45% dalam pelestarian budaya lokal. Evaluasi menggunakan pendekatan mixed-method dengan indikator peningkatan pendapatan, penguasaan teknologi, dan partisipasi masyarakat. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 dan 11, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta kota dan komunitas berkelanjutan. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern.Abstract: The “Kuda Lumping: Tradition and Social Innovation for Sustainable Communities” program is a community service activity that integrates cultural preservation with social innovation to support sustainable development. This program focuses on improving the quality of performances and digital promotion capabilities of the Kuda Lumping art group, which consists of 25 members. Its objectives include providing covers for musical instruments and performance accessories, increasing partners' knowledge of digital promotion, and increasing the economic productivity of the art group. The implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The results show a 78% increase in knowledge in the areas of performance management, digital marketing, and culture-based merchandise development. In addition, the economic capacity of the art group increased by 35%, two sustainable business models were formed, and there was a 45% increase in the involvement of the younger generation in the preservation of local culture. The evaluation used a mixed-method approach with indicators of increased income, technology mastery, and community participation. This program contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) points 8 and 11, namely decent work and economic growth, and sustainable cities and communities. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern.
TRANSFORMASI KEMANDIRIAN EKONOMI DAN IMPLEMENTASI SDGS DESA MELALUI INOVASI GADUNG “BERKILAU” Annis Nurfitriana Nihayah; Rahmadani Nur Permanawati; Didin Herlinudinkhaji; Ayuntavia Ayuntavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34512

Abstract

Abstrak: Potensi lokal berupa umbi gadung yang belum dimanfaatkan optimal oleh KUBE Damai Makmur karena keterbatasan pemahaman diversifikasi produk, teknologi, dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah umbi gadung menjadi keripik bernilai jual lebih tinggi. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi diversifikasi dan pemasaran digital, pelatihan pembuatan keripik gadung, pelatihan platform digital (Instagram), serta branding produk (nama/merek, logo, kemasan, dan stiker). Kegiatan diikuti 20 peserta anggota KUBE Damai Makmur dan dievaluasi melalui Forum Discussion Group (FGD). Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi atau wawancara langsung serta melakukan pencatatan informasi tentang hambatan dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan, indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah 75% peserta yang merupakan anggota KUBE Damai Makmur mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang diversifikasi produk, branding produk, dan pemasaran digital serta dapat mempraktekkannya. Hasil menunjukkan 100% peserta aktif mengikuti kegiatan, dengan peningkatan level keberdayaan terkait pengetahuan produksi dari 35% menjadi 88%, ketrampilan teknis dari 30% menjadi 85%, akses pasar dari 20% menjadi 80%, serta manajemen usaha dari 25% menjadi 82%. Abstract:  Banyumeneng Village, Mranggen District, Demak Regency has local potential in gadung tubers that remain underutilized by the Damai Makmur Joint Business Group (KUBE) due to limited knowledge of product diversification, technology, and digital marketing. This community service program aimed to improve community understanding and skills in processing gadung into chips with higher market value. Activities included socialization on diversification and digital marketing, training on gadung chip production, digital platform training (Instagram), and product branding (name/brand, logo, packaging, and labeling). The program involved 20 KUBE Damai Makmur members and was evaluated through a Focus Group Discussion (FGD). The evaluation of this activity was carried out through discussion or direct interviews, as well as by recording information about the obstacles and motivations in implementing the program. The success indicator of this activity is that 75% of participants, who are members of KUBE Damai Makmur, experience an increase in knowledge and skills related to product diversification, product branding, and digital marketing, and are able to put them into practice. The results showed that 100% of participants actively took part in the activity, with an increase in empowerment levels: knowledge of production rose from 35% to 88%, technical skills from 30% to 85%, market access from 20% to 80%, and business management from 25% to 82%.
LAWAN DBD DENGAN CERDAS MELALUI PENERAPAN 3M PLUS UNTUK MASYARAKAT SEHAT Herman Ehe Hurit; Anna Yuliana; Inherni Marti Abna; Nadya Nurul Afifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33280

Abstract

Abstrak: Kasus DBD di Kabupaten Lebak meningkat tajam dari 764 kasus pada 2023 menjadi 2.158 kasus hingga Juni 2024. Di Desa Curugbadag, Lebak, ditemukan lingkungan yang kurang bersih dan rendahnya pemahaman warga mengenai DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan mitra, yakni memberikan edukasi dan sosialisasi untuk pemberantasan sarang nyamuk DBD secara lebih masif melalui penerapan 3M-Plus dengan aksi nyata bersama warga setempat dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Mitra adalah kader PKK dan pemuda di Desa Curugbadag, Lebak, yang terdiri dari 43 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi pemberantasan jentik, dan pembagian leaflet. Hasil evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10,1% meningkat menjadi 95,5%. Program ini berhasil membangun kesadaran kolektif warga dalam pencegahan DBD secara mandiri dan berkelanjutan.Abstract: Dengue cases in Lebak Regency increased sharply from 764 cases in 2023 to 2,158 cases by June 2024. In Curugbadag Village, Lebak, an unclean environment and low understanding of dengue among residents were found. The purpose of this activity is to offer solutions to overcome partner problems, namely providing education and socialization for the eradication of dengue mosquito nests more massively through the implementation of 3M-Plus to partners with real actions together with local residents and increasing knowledge and awareness in the long term and sustainably with the Community Service team from Esa Unggul University Partners are members of the Family Welfare Movement (PKK) and youth in Curugbadag Village, Lebak, consisting of 43 people. The activity methods include interactive counseling, mosquito larvae eradication simulations, and leaflet distribution. The results of the pre-test and post-test evaluations showed an increase in knowledge from 10.1% to 95.5%. This program has succeeded in building collective awareness among residents in preventing dengue independently and sustainably.
PENDAMPINGAN PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Andi Mustopa; Meilisa Sajdah; Edi Mulyono; Cholid Mawardi; Bahari Bahari; M. Makhrus Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35761

Abstract

Abstrak: Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan upaya pemerintah untuk membangun generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kebijakan PPK melalui pendidikan Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah/madrasah, dengan melibatkan 15 guru PAI sebagai mitra utama dan 120 siswa sebagai peserta pendampingan. Melalui kegiatan ini, guru dan siswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter Islam dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (penentuan peserta, penyusunan materi, dan perencanaan teknis), tahap pelaksanaan (pendampingan dan sosialisasi kepada guru serta siswa), dan tahap evaluasi (peninjauan kembali hasil pendampingan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra, di mana lebih dari 80% guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai strategi pembelajaran berbasis karakter, serta sekitar 70% mengalami peningkatan keterampilan dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam RPP dan praktik pembelajaran. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menerapkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi PPK di satuan pendidikan serta memperkuat kapasitas guru sebagai agen pembentuk karakter peserta didik.Abstract: The Character Education Strengthening Policy (PPK) is a government effort to build a generation of people who are not only intellectually smart, but also possess noble morals and strong personalities. This community service activity aims to provide socialization of the PPK policy through Islamic Religious Education (PAI) in schools/madrasahs, involving 15 PAI teachers as the main partners and 120 students as mentoring participants. Through this activity, teachers and students are expected to be able to internalize Islamic character values in the learning process. The implementation methods include a preparation phase (participant determination, material development, and technical planning), an execution phase (mentoring and socialization to teachers and students), and an evaluation phase (review of mentoring results). The results of the activity show an increase in the partners' understanding and skills, where more than 80% of teachers experienced an increase in understanding regarding character-based learning strategies, and about 70% experienced an increase in skills in integrating character values into the lesson plans (RPP) and teaching practices. Furthermore, students showed an increased awareness in implementing religious, disciplinary, responsible, and cooperative values. This activity serves as a strategic step in supporting the implementation of PPK in educational units and strengthening the capacity of teachers as agents for shaping students' character.