cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
IMPLEMENTASI MESIN PERAS SANTAN TIPE SCREW SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MINYAK GORENG KELAPA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA Nurhayati Nurhayati; Syirril Ihromi; Ibrahim Ibrahim; Sukuryadi Sukuryadi; Fathuryani Fathuryani; Mursal Ghazali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33411

Abstract

Abstrak: Industri rumah tangga (IRT) pengolah minyak kelapa di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar, namun masih menghadapi kendala produktivitas akibat keterbatasan teknologi, terutama dalam proses pemerasan santan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mantra kelompok pengolah minyak goreng kelapa melalui alih teknologi penggunaan mesin peras santan otomatis, (2) meningkatkan kapasitas produksi pengolahan minyak goreng kelapa pada kelompok mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan (1) Persiapan kegiatan, (2) Pelaksanaan kegiatan, (3) Praktek produksi minyak goreng kelapa, (4) Monitoring dan evaluasi keberhasilan kegiatan. Mitra dari kegiatan ini adalah kelompok industry rumah tangga minyak kelapa “Beriok Maju” yang terdiri dari 12 orang anggota. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mitra kelompok pengolah minyak kelapa “Beriok Maju” sebesar 72%. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor hasil evaluasi pre-test dan post-test, khususnya dalam aspek pemahaman fungsi mesin, komponen, serta prosedur operasional dan perawatan mesin peras santan tipe screw. Dengan adanya mesin peras santan tipe screw, proses pemerasan santan menjadi lebih efisien dan higienis. Kapasitas produksi mitra meningkat secara signifikan dari sebelumnya 50 liter per minggu menjadi 80 liter per minggu. Efisiensi waktu dan tenaga kerja juga meningkat karena proses pemerasan yang sebelumnya memerlukan waktu hingga 1–2 jam kini dapat diselesaikan dalam waktu 30 menit. Teknologi ini layak direplikasi pada IRT lain untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.Abstract: The household industry (IRT) processing coconut oil in West Lombok Regency has great potential. Still, it faces productivity constraints due to technological limitations, especially in the process of extracting coconut milk. This community service activity aims to (1) enhance the knowledge and skills of coconut oil processing groups through technology transfer in the use of automatic coconut milk extractors, and (2) increase the production capacity of coconut oil processing among partner groups. The implementation method uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach with the following stages: (1) Activity preparation, (2) Activity implementation, (3) Coconut oil production practice, and (4) Monitoring and evaluation of activity success. The partner of this activity is the coconut oil home industry group "Beriok Maju" which consists of 12 members. The results showed that the training activity successfully improved the knowledge and technical skills of the partner group of coconut oil processors “Beriok Maju” by 72%. This was evidenced by an increase in the scores of the pre-test and post-test evaluations, particularly in terms of understanding the machine's functions, components, operational procedures, and maintenance of the screw-type coconut milk extractor. With the screw-type coconut milk extractor, the coconut milk extraction process became more efficient and hygienic. The production capacity of the partners has significantly increased from 50 liters per week to 80 liters per week. Time and labor efficiency have also improved, as the extraction process, which previously took up to 1–2 hours, can now be completed in 30 minutes. This technology is worth replicating in other IRTs to improve the economic independence of the community.
PEMBERDAYAAN LEMBAGA ADAT DESA MELALUI PENYULUHAN DAN RENCANA AKSI KOMUNITAS DI MALAKA BARAT Ajis Salim Adang Djaha; Syukur Muhaymin Adang Djaha; Ernestus Holivil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33152

Abstract

Abstrak: Lembaga adat di wilayah perbatasan menghadapi tantangan serius akibat modernisasi, lemahnya pengakuan formal, dan minimnya kaderisasi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam penguatan lembaga adat di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana aksi berbasis komunitas, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari tokoh adat, perangkat desa, pemuda, dan masyarakat umum. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman: pemahaman eksistensi masyarakat hukum adat naik dari 60% menjadi 83%, kesadaran terhadap ancaman meningkat dari 70% ke 87%, partisipasi aktif naik dari 71% menjadi 93%, dan kemampuan menyusun rencana aksi meningkat dari 72% ke 94%. Survei kepuasan juga menunjukkan bahwa 100% peserta puas terhadap pelatihan, terutama dari aspek metode pengajaran dan relevansi materi.Abstract: Customary institutions in border areas face serious challenges due to modernization, weak formal recognition, and lack of regeneration. This community service aimed to enhance public understanding and participation in strengthening customary institutions in Lasaen Village, Malaka Barat District, East Nusa Tenggara. Activities included counseling, group discussions, and community-based action planning, involving 30 participants comprising traditional leaders, village officials, youth, and local residents. Evaluation was conducted using pre- and post-tests as well as participant satisfaction surveys. Results indicated significant improvement: understanding of customary law communities increased from 60% to 83%, awareness of threats rose from 70% to 87%, active participation improved from 71% to 93%, and action plan formulation skills increased from 72% to 94%. Satisfaction surveys revealed that 100% of participants were satisfied with the training, particularly regarding teaching methods and content relevance.
PENGUATAN LITERASI GIZI LANSIA MELALUI INOVASI PANGAN FUNGSIONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Ayuningrum, Lia Dian; Anggraeni, Dewi; Nisa, Choirul; Nisa, Khoirun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34864

Abstract

Abstrak: Hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degenerative dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat terutama pada lansia. Beberapa faktor resiko yang berkontribusi terhadap kondisi ini meliputi keterbatasan pemahaman gizi, kebiasaan konsumsi pangan cenderung tinggi gula, garam, dan lemak, serta keterbatasan inovasi pangan fungsional di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia terkait pencegahan serta pengendalian hipertensi dan diabetes mellitus melalui integrasi edukasi literasi gizi dengan inovasi pangan fungsional alternative camilan sehat Puding Sedot JoJa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2025 di Boja, Kendal dengan melibatkan 33 peserta dari kelompok lansia di dusun tersebut serta kader kesehatan. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, serta demo masak pembuatan produk puding sedot. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30% peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencegahan hipertensi dan diabetes, sedangkan hasil post-test meningkat signifikan menjadi 90%. Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman lansia. Selain itu, respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerima Puding Sedot JoJa sebagai pangan fungsional alternative camilan sehat yang praktis, bergizi tinggi, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa integerasi literasi gizi dengan inovasi pangan fungsional mampu memperkuat kesadaran dan perilaku masyarakat dalam mencegah hipertensi dan diabetes mellitus. Abstract: Hypertension and diabetes mellitus are degenerative diseases with an increasing prevalence, posing a challenge to public health, especially among the elderly. Several risk factors contribute to these conditions, including limited understanding of nutrition, dietary habits that tend to be high in sugar, salt, and fat, and limited innovation in functional foods in the community. This community service activity aims to improve the elderly's understanding of the prevention and control of hypertension and diabetes mellitus through the integration of nutrition literacy education with functional food innovation in the form of a healthy snack alternative, JoJa Pudding. The activity was held on September 8, 2025, at the Nglarangan Hamlet Health Center, Blimbing, Boja, Kendal, involving 33 participants from the elderly group in the hamlet and health cadres. Education was provided in the form of counseling, interactive discussions, and cooking demonstrations on how to make pudding. Pre-test results showed that only 30% of participants had good knowledge about hypertension and diabetes prevention, while post-test results increased significantly to 90%. These results indicate a significant improvement in the elderly's understanding. In addition, participants' responses showed high enthusiasm in accepting JoJa Suckable Pudding as a functional food alternative to healthy snacks that are practical, highly nutritious, and easy to apply in everyday life. This community service activity proves that the integration of nutrition literacy with functional food innovation can strengthen public awareness and behavior in preventing hypertension and diabetes mellitus.
PENGKAPASITASAN KELOMPOK WANITA TANI DESA PENYARINGAN MELALUI PRODUK USAHA KELOR, PEMASARAN DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA Suarmini, Kadek Ayu; Tangkas, Ni Made Karlina Sumiari; Ferayani, Made Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34753

Abstract

Abstrak: Masalah: Kelor dikenal sebagai bahan pendamping makanan yang dapat mencegah stunting pada bayi. Berdasarkan SSGI 2023, Kabupaten Jembrana merupakan kabupaten tertinggi Balita Stunting di Provinsi Bali dengan prevalensi 14,3%. Permasalahan yang ditemukan terkait upaya produksi kelompok wanita tani (KWT) dimana kurangnya alat dan teknologi yang dapat membantu produksi, rendahnya manajemen dan tata kelola produksi, serta belum dilaksanakan kesehatan keselamatan kerja saat proses produksi. Tujuan: Peningkatan kapasitas KWT dalam K3, pendampingan dan transfer teknologi terkait pengemasan, pemasaran, dan pengurusan ijin produk berupa P-IRT. Metode dilakukan dalam 3 tahapan pelaksanaan mulai dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Mitra sasaran kegiatan ini KWT Bali Palma Jagadhita. Evaluasi dilakukan pada aspek ketercapaian luaran dan target, peningkatan pendapatan masyarakat, serta tanggapan masyarakat, mempertimbangkan kriteria mutu dengan menggunakan wawancara, observasi dan angket. Hasil dicapai yakni terdapat peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan dari sebelum dilakukan kegiatan dilihat dari nilai mean dari 81,4 meningkat menjadi 90 dan omzet meningkat 25%.Abstract: Problem: Moringa is known as a food supplement that can prevent stunting in infants. Based on SSGI 2023, Jembrana Regency is the highest district for Toddler Stunting in Bali Province with a prevalence of 14.3%. The problems found are related to the production efforts of women's farmer groups (KWT) where the lack of tools and technology that can assist production, poor management and production governance, and occupational health and safety have not been implemented during the production process. Objective: Increasing the capacity of KWT in K3, mentoring and technology transfer related to packaging, marketing, and processing of product permits in the form of P-IRT. The method is carried out in 3 stages of implementation starting from pre-activity, implementation and evaluation. The target partner of this activity is KWT Bali Palma Jagadhita. Evaluation is carried out on aspects of achieving outputs and targets, increasing community income, and community responses, considering quality criteria using interviews, observations and questionnaires. The results achieved are an increase in knowledge, skills and income from before the activity was carried out as seen from the mean value from 81.4 increasing to 90 and turnover increasing by 25%.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG BRANDING DAN PEMASARAN DESA WISATA BANYUBIRU Fafurida, Fafurida; Tutik, Tutik; Yusfi, Reikha Habibah; Pujiati, Amin; Pangestika, Maulida Dewi; Rahmayani, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34248

Abstract

Abstrak: Desa Banyubiru kaya akan potensi wisata alam dan budaya, namun pemasaran secara digital belum optimal karena literasi digital masyarakat masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital guna mendukunng branding dan pemasaran desa wisata. Metode yang digunakan antara lain: sosialisasi, Focus Discussion Group (FGD), wawancara mendalam, workshop, serta pelatihan literasi digital melibatkan 25 peserta. Peserta pelatihan terdiri atas perangkat desa, karang taruna, pelaku UMKM, dan calon Pokdawis. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara tindak lanjut mengenai kemampuan peserta dalam mengelola media digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkaran hardskill masyarakat sebesar 60% dalam aspek teknis digital, seperti pengelolaan akun media sosial, fotografi sedehana, penandaaan lokasi di Google Maps, dan pembuatan konten promsi wisata.Abstract: Banyubiru Village is rich in natural and cultural tourism potential, but its digital marketing is not optimal due to the low digital literacy of the community. This community service activity aims to increase digital literacy capacity to support the branding and marketing of the tourism village. The methods used include: socialization, Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, workshops, and digital literacy training involving 25 participants. Training participants included village officials, youth organizations, MSMEs, and prospective Pokdawi. Evaluation was done through observation and follow-up interviews regarding the participants' abilities in managing digital media. The activity results showed a 60% increase in community hard skills in digital technical aspects, such as managing social media accounts, simple photography, tagging locations on Google Maps, and creating promotional tourism content.
PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN KERUPUK KULIT DOMBA DI ROTE NDAO Armadianto, Heri; Sabtu, Bastari; Sihombing, Dewi Elfrida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33433

Abstract

Abstrak: Kabupaten Rote Ndao terkenal memiliki plasma nutfah lokal unggulan, Domba Rote. Biasanya masyarakat hanya mengkonsumsi daging domba. Kulit domba hanya dibuang atau dijadikan sebagai pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memanfaatkan sisa hasil ikutan ternak menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis melalui pelatihan pembuatan kerupuk kulit Domba Rote. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan Mei 2025 berlokasi di Kecamatan Lobain, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Sasaran pengabdian adalah pemuda dengan jumlah 45 peserta Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik langsung. Beberapa tahapan kegiatan pengabdian meliputi pra, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Tahapan pelatihan meliputi tahapan penyembelihan, pengulitan, perendaman dengan air panas dan kapur, pemotongan, pengungkepan dengan minyak panas, penjemuran dan penggorengan. Berdasarkan evaluasi pre dan posttest, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan mencapai 60%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak hanya berdampak positif pada ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah dan peningkatan keberlanjutan peternakan berbasis zero waste.Abstract: Abstract: Rote Ndao Regency is renowned for its superior local germplasm, the Rote Sheep. Typically, the community only consumes lamb meat. Sheep skin is discarded or used as animal feed. This community service activity aims to utilize livestock byproducts into products with economic value through training in the production of Rote Sheep skin crackers. The community service activity was carried out in May 2025 in Lobain District, Rote Ndao Regency, NTT. The target group was 45 young people. The method used was a combination of lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. Several stages of the community service activity included pre-training, implementation, and evaluation. The training stages included slaughtering, skinning, soaking in hot water and lime, cutting, boiling in hot oil, drying, and frying. Based on pre- and post-test evaluations, participants experienced a 60% increase in knowledge and skills. This community service activity is expected to not only have a positive impact on the local economy but also contribute to waste reduction and increased sustainability of zero-waste livestock farming.
SOSIALISASI INOVASI BERBAHAN LOKAL JAJANAN RIMBANG SEHAT BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34819

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).
PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY GURU BK MTS Purwoko, Budi; Winingsih, Evi; Ghozali, Muhamad Afifuddin; Nurismawan, Ach. Sudrajad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35456

Abstract

Abstrak: Penguasaan yang baik pada salah satu pendekatan konseling akan sangat berguna bagi konselor sekolah dalam mengentaskan permasalahan siswa secara efektif dan tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan konseling Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) guru bimbingan dan konseling (BK) MTs. Pengabdian dikemas melalui workshop seharian bekerjasama dengan 40 anggota MGBK MTs Kabupaten Gresik sebagai peserta.Workshop dilakukan secara luring dengan menekankan pemahaman konsep dasar dan teknik dari SFBT melalui mini praktik terbatas, sedangkan untuk evaluasi workshop dilakukan melalui angket pre-test dan post-test pada peserta. Analisa perbandingan skor pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan 3 poin pemahaman peserta yang sebelumnya 6 menjadi 9. Hasil pengabdian ini sangat menyarankan untuk kegiatan berikutnya dapat menggunakan media peraga fisik untuk membantu peserta workshop semakin mahir dalam mempraktikan teknik-teknik konseling SFBT di sekolah tempat mereka bekerja.Abstract: Mastery of one counseling approach will be very useful for school counselors in resolving student problems effectively and appropriately. The purpose of this community service activity is to improve the Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) counseling skills of MTs guidance and counseling teachers. The community service was packaged in a one-day workshop in collaboration with 40 members of the Gresik Regency MTs MGBK as participants. The workshop was conducted offline, emphasizing the understanding of basic concepts and techniques of SFBT through limited mini-practices, while the workshop evaluation was conducted through pre-test and post-test questionnaires for participants. Analysis of the comparison between pre-test and post-test scores showed an increase of 3 points in participants' understanding, from 6 to 9. The results of this community service strongly suggest that future activities should use physical teaching aids to help workshop participants become more proficient in practicing SFBT counseling techniques at their schools.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI PADA WARGA DASAWISMA DI JAWA TENGAH Sayuti, Nutrisia Aquariushinta; Murwati, Murwati; Atikah, Nur; Hamidah, Afra Fadea; Rahman, Muhammad Irfan Aulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34665

Abstract

Abstrak: Hasil studi awal pada warga di sebuah dasa wisma, di Jawa Tengah menyatakan edukasi tentang hipertensi penting untuk dilaksanakan. Penyakit ini banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada para lansia. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga dasawisma tentang hipertensi melalui penyuluhan kesehatan... Metode yang digunakan adalah penyuluhan untuk menambah pengetahuan warga tentang hipertensi. Penyuluhan dengan media pembelajaran berupa poster dilakukan pada 12 warga dasa wisma di Jawa Tengah. Penyuluhan juga disertai pre-post test sebagai sistem evaluasi, untuk menghitung perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi penyuluhan. Hasil menyatakan bahwa pengetahuan warga dasa wisma meningkat dengan peningkatan jawaban benar 33,33%. Hasil analisis Wilcoxon menghasilkan nilai p-value = 0,006 (p<0,05) yang membuktikan bahwa pemberian penyuluhan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan peserta/warga Dasa Wisma di Jawa Tengah. Abstract: The results of an initial study among residents in a Dasa Wisma in Central Java, indicated that education about hypertension was essential to implement. The disease often occurs in the community, especially in the elderly. An unhealthy lifestyle usually causes it. The community service activity aimed to increase the knowledge of dasawisma residents about hypertension through health education. The method used was counseling to improve residents' knowledge about hypertension. Counseling using learning media in the form of posters was conducted to 12 residents of a Dasa Wisma, in Central Java. Counseling was also accompanied by a pre- and post-test as an evaluation system to calculate the difference in knowledge before and after the counseling. The results showed that the knowledge of Dasa Wisma residents increased, with a 33.33% increase in the number of correct answers. The results of the Wilcoxon analysis produced a p-value = 0.006 (p<0.05), which proved that counseling can increase the level of knowledge of participants/community in Dasa Wisma in Central Java.
GERAKAN SISWA SD CINTA KEBERSIHAN: PEMBIASAAN PHBS PADA ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI TATA CARA CUCI TANGAN EDUKASI INTERAKTIF Julyanti, Ai Rian; Maulani, Royan; Bilqis, Tsyania; Ramdhani, Elvira; Adawiyah, Irfa; Yamila, Nisrina; Raidatul, Rifa; Rafida, Tia; Salsabiela, Hilda; Martino, Gisman; Yuningsih, Aneng
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34043

Abstract

Abstrak: Rendahnya kesadaran Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Tingkat siswa sekolah dasar meningkatkan risiko penularan penyakit seperti diare dan ISPA. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada siswa kelas 5 SDN Karangsirna dalam menerapkan CTPS sesuai tujuh Langkah standar WHO. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, penempelan poster panduan, dan praktik langsung. Kegiatan diikuti 34 siswa dengan evaluasi melalui tanya jawab menggunakan 10 pertanyaan yang disusun untuk mengukur pemahaman siswa mengenai pentingya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil yang signifikan, di mana 85% siswa mampu menghafal dan mempraktikan CTPS dengan benar, serta meningkatnya frekuensi mencuci tangan di waktu penting. Program ini efektif mengembangkan softskill berupa kesadaran Kesehatan dan hardskill keterampilan mencuci tangan.Abstrak: The low awareness of Hand Washing with Soap (CTPS) among elementary school students increases the risk of disease transmission such as diarrhea and respiratory infections. This community service activity aims to enhance knowledge and skills among 5th-grade students at Karangsirna Elementary School in applying CTPS according to the seven standard steps by WHO. The methods used include interactive counseling, educational video screenings, poster guide postings, and hands-on practice. The activity was attended by 34 students with evaluations conducted through a Q&A using 10 questions designed to assess students' understanding of the importance of Hand Washing with Soap (CTPS). The success indicators of this activity are shown by a significant improvement, where 85% of students were able to memorize and correctly practice CTPS, as well as an increase in the frequency of handwashing at critical times. This program is effective in developing soft skills related to health awareness and hard skills in handwashing techniques.