cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
BENTO KREATIF QUICK FREEZING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MOTORIK ANAK Anugrah Ricky Wijaya; Ahmad Taufiq; Hendra Susanto; Dinar Arsy Anggarani; Zahra Firdaus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35492

Abstract

Abstrak: Salah satu sanggar binaan Indonesia di Malaysia menunjukkan motivasi belajar rendah dan keterampilan motorik halus yang belum optimal. Tujuan program ini adalah meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan motorik anak di Sanggar Binaan. Program Bento Kreatif Quick Freezing diterapkan sebagai strategi edukatif inovatif melalui pelatihan pembuatan bento yang mengintegrasikan seni, gizi, dan praktik langsung. Kegiatan melibatkan 20 anak usia 7–12 tahun dan 3 guru pendamping, meliputi koordinasi dengan sanggar, pemberian materi, demonstrasi teknik quick freezing, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi belajar dari 45% menjadi 90% peserta aktif dan peningkatan keterampilan motorik halus dari skor rata-rata 2,8 menjadi 4,4 (skala 1–5). Program ini juga menumbuhkan kepercayaan diri, tanggung jawab, dan memperkuat hubungan sosial antarpeserta. Bento Kreatif Quick Freezing terbukti efektif sebagai media pembelajaran alternatif sekaligus strategi pemberdayaan kreativitas anak yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sanggar binaan. Abstract: One of Learning Center in Malaysia showed low learning motivation and underdeveloped fine motor skills. Goals if this program is enhancing student’s motivation and motoric skills in Learning Center. The Creative Bento Quick Freezing program was implemented as an innovative educational strategy through training in creative bento making that integrates art, nutrition, and hands-on practice. The activity involved 20 children aged 7–12 and three accompanying teachers, including coordination with the center, material presentation, quick freezing demonstrations, practical mentoring, and evaluation through observation and interviews. The results showed an increase in learning motivation from 45% to 90% active participants and an improvement in fine motor skills from an average score of 2.8 to 4.4 (on a 1–5 scale). The program also fostered self-confidence, responsibility, and strengthened social relationships among participants. Therefore, the Creative Bento Quick Freezing program proved effective as an alternative learning medium and a strategy to empower children’s creativity that can be sustainably implemented in the learning center.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI TRANSFORMASI BRANDING DAN PEMASARAN UMKM Lale Puspita Kembang; Sri Maryanti; Laila Wardani; Lalu Delsi Samsumar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34674

Abstract

Abstrak: UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak yang menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan 25 pelaku usaha di Kota Mataram melalui pelatihan dan pendampingan digital marketing serta teknologi informasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif, implementasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman peserta adalah 48 dari 100, yang kemudian meningkat secara signifikan menjadi 82 dari 100 pada post-test. Sebanyak 100% peserta berhasil mengaktifkan akun media sosial bisnis, 80% mengelola akun marketplace dengan rata-rata 10 produk terunggah, dan 10 UMKM berhasil membangun identitas branding baru. Dampak kegiatan ini terlihat dari peningkatan engagement media sosial sebesar 45%, penambahan pengikut rata-rata 200 akun, serta kenaikan omzet rata-rata 28% dalam dua bulan pasca program. Kegiatan ini membuktikan bahwa transformasi digital melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan literasi digital, daya saing, dan kemandirian UMKM.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are a crucial sector in the Indonesian economy, yet many still face limitations in utilizing digital technology. This Community Service activity was implemented to empower 25 business owners in Mataram City through digital marketing and information technology training and mentoring. The implementation method included outreach, intensive training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Pre-test results showed an average participant understanding of 48 out of 100, which then increased significantly to 82 out of 100 in the post-test. A total of 100% of participants successfully activated their business social media accounts, 80% managed marketplace accounts with an average of 10 uploaded products, and 10 MSMEs successfully established new branding identities. The impact of this activity was seen in a 45% increase in social media engagement, an average increase of 200 followers, and an average increase in turnover of 28% in the two months following the program. This activity proves that digital transformation through continuous training and mentoring is effective in increasing digital literacy, competitiveness, and independence of MSMEs.
KOMBINASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN DRONE DALAM PEMANTAUAN KONDISI TANAMAN KOPI DI LAHAN PERTANIAN Sudirman Sudirman; Hedianto Hedianto; Darmawati Manda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v%vi%i.33841

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi dalam pertanian terus berkembang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Aroma Arabika adalah keterbatasan dalam memantau kondisi tanaman kopi secara efisien di lahan yang luas. Tujuan pengabdian ini adalah mengenalkan dan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dengan drone untuk pemantauan tanaman kopi, meningkatkan keterampilan (hardskill) mitra dalam pengoperasian drone dan sistem AI serta softskill dalam pengelolaan data, analisis informasi, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Kopi Jenetallasa yang beranggotakan 23 orang dan berdomisili di Desa Jenetallasa, Kabupaten Jeneponto, melalui beberapa tahapan: sosialisasi program, pelatihan penggunaan drone dan sistem AI, implementasi teknologi di lapangan, pendampingan intensif, evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis SWOT dan analisis GAP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota kelompok, yaitu 78% peningkatan softskill dan hardskill, serta peningkatan efisiensi pemantauan lahan yang berdampak pada kenaikan nilai ekonomis hingga 35%. Program ini mendorong petani untuk lebih adaptif terhadap teknologi dan membuka peluang pengembangan pertanian berbasis digital.Abstract: The use of technology in agriculture continues to evolve to increase productivity and efficiency. One of the challenges faced by the Aroma Arabica Farmers Group is the limited ability to efficiently monitor coffee crop conditions across large areas. The purpose of this community service is to introduce and implement Artificial Intelligence (AI) technology integrated with drones for coffee crop monitoring, while simultaneously improving partners' hard skills in operating drones and AI systems, as well as soft skills in data management, information analysis, and technology-based decision-making. This activity was carried out with the Jenetallasa Coffee Farmers Group, which has 23 members and is domiciled in Jenetallasa Village, Jeneponto Regency, through several stages: program socialization, training on drone and AI system use, technology implementation in the field, intensive mentoring, evaluation, and preparation of a program sustainability plan. The evaluation was conducted through questionnaires and observations with a qualitative approach using SWOT analysis and GAP analysis. The results showed an increase in group members' skills, namely a 78% increase in soft skills and hard skills, as well as an increase in land monitoring efficiency that has an impact on increasing economic value of up to 35%. This program encourages farmers to be more adaptive to technology and opens up opportunities for digital-based agricultural development.
PEMBERDAYAAN SISWA SMK PERHOTELAN DALAM SPEAKING BAHASA INGGRIS FRONT OFFICERS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI APLIKASI BERBASIS PYTHON Dian Christina; Ruri Hartika Zain; Annisha Dyuli Adha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35626

Abstract

Abstrak: Keterampilan berbicara bahasa Ing,gris merupakan kemampuan penting bagi siswa SMK Perhotelan, terutama bagi mereka yang akan bekerja di bidang front office. Namun, pembelajaran di sekolah sering kali masih berfokus pada teori dan kurang memberikan kesempatan praktik berbicara secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pelatihan speaking berbasis aplikasi Python yang dirancang untuk melatih percakapan interaktif dalam konteks pelayanan hotel. Fokus dari pelatihan ini untuk meningkatkan soft skill siswa, terutama dalam hal komunikasi dan kepercayaan diri dalam berbahasa inggris. Kegiatan ini melibatkan 34 siswa jurusan Perhotelan yang mengikuti pre-test dan post-test, dengan 20 soal yang digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan berbicara mereka. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, yang berarti terdapat peningkatan kemampuan berbicara secara signifikan setelah pelatihan. Berdasarkan hasil posttest, kompetensi speaking siswa meningkat sebesar 17,5%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan teknologi berbasis Python efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi siswa, serta relevan dengan kebutuhan dunia industri perhotelan.Abstract: English speaking skills are crucial for vocational high school students majoring in Hospitality, especially for those who will work in the front office. However, learning in schools often still focuses on theory and lacks opportunities for active speaking practice. This community service activity (PKM) aims to empower students through Python-based speaking training designed to practice interactive conversations in the context of hotel services. The focus of this training is to improve students' soft skills, particularly in terms of communication and confidence in speaking English. This activity involved 34 students majoring in Hospitality who took pre-tests and post-tests with 20 questions used to measure improvements in speaking skills. Data analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of < 0.001, indicating a significant improvement in speaking skills after training. Based on the post-test results, students' speaking competency increased by 17.5%. These results prove that the application of Python-based technology is effective in improving students' communication skills and is relevant to the needs of the hospitality industry.
OPTIMASI PENGELOLAAN MANGROVE BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENDUKUNG EKOSISTEM DAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR Arief Fauzan; Muh. Kafrawi Yunus; Hedianto Hedianto; Sudirman Sudirman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35594

Abstract

Abstrak: Pengelolaan mangrove di pesisir menghadapi tantangan terkait penurunan kualitas ekosistem dan terbatasnya pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat lokal. Integrasi AI menjadi penting karena mampu menganalisis data lingkungan secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan mangrove berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung ekosistem dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi AI dan IoT, pendampingan serta evaluasi, dan rencana keberlanjutan program, bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan Mangrove beranggotakan 15 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT dan gap, serta observasi langsung terhadap keterampilan dan pengelolaan mangrove. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan anggota kelompok, dengan rata-rata peningkatan softskill 35% dan hardskill 40%, serta peningkatan nilai ekonomis produk mangrove sebesar 30%. Pendekatan ini membuktikan bahwa integrasi AI dapat meningkatkan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Abstract: Coastal mangrove management faces challenges related to declining ecosystem quality and limited economic benefits for local communities. AI integration is crucial because it can analyze environmental data in real time to support rapid and accurate decision-making in maintaining ecosystem sustainability. This community service program aims to optimize Artificial Intelligence (AI)-based mangrove management to support the ecosystem and improve the community's economy. The methods implemented include outreach, training, the application of AI and IoT technology, mentoring and evaluation, and a program sustainability plan, in collaboration with a 15-member Mangrove Forest Farmers Group. The evaluation was conducted using a qualitative approach through SWOT and gap analysis, as well as direct observation of mangrove skills and management. The results showed an increase in group members' skills, with an average increase in soft skills of 35% and hard skills of 40%, as well as a 30% increase in the economic value of mangrove products. This approach proves that AI integration can improve ecosystem sustainability and the welfare of coastal communities.
HIJAUKAN LINGKUNGAN DENGAN BOTOL BEKAS: TRANSFORMASI BOTOL PLASTIK BEKAS MENJADI MEDIA HIDROPONIK YANG MENGINSPIRASI Dewi Novita Hardianti; Agnes Selin Karwur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34591

Abstract

Abstrak: Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang membutuhkan inovasi pemanfaatan dengan manfaat ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Metode yang digunakan adalah rancangan One-Group Pretest-Posttest Design melibatkan warga dalam rangkaian pre-test, penyuluhan, praktik pembuatan hidroponik, dan post-test. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok PKK Kelurahan Riko dan perwakilan masyarakat dengan jumlah total sebanyak 12 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pemahaman peserta dari rata-rata 2,50 menjadi 4,58. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi penyuluhan dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman kognitif masyarakat. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, pemanfaatan botol plastik bekas pada sistem hidroponik sederhana dapat diterapkan di tingkat rumah tangga sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.Abstract: Plastic waste is an environmental problem that requires innovative utilization with ecological and social benefits. This study aims to test the effectiveness of used plastic bottles as a hydroponic growing medium in improving public understanding. The method used is a One-Group Pretest-Posttest Design involving residents in a series of pre-tests, counseling, hydroponic practice, and post-tests. Partners in this activity were the PKK group of Riko Village and community representatives with a total of 12 people. Data were collected through questionnaires and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant increase in participants' understanding scores from an average of 2.50 to 4.58. This finding proves that the combination of counseling and direct practice is effective in improving public cognitive understanding. In addition to reducing the potential for environmental pollution, the use of used plastic bottles in a simple hydroponic system can be implemented at the household level as a waste management solution while supporting food security and community empowerment.
PELATIHAN CONTRACT DRAFTING KERJASAMA PERIKANAN: STRATEGI PENCEGAHAN SENGKETA DAN PENGUATAN KELEMBAGAAN NELAYAN Meta Suriyani; Vivi Hayati; Saiful Anwar; Enny Mirfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34194

Abstract

Abstrak: Urgensi PKM dilakukan karena masyarakat nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut, yang selama ini kerjasama pemberian modal dan bagi hasil dilakukan secara lisan. Perjanjian lisan ini sering menjadi penyebab sengketa karena jumlah tangkapan dan bagi hasil yang tidak sesuai setelah kembalinya nelayan melaot. Ketika terjadi sengketa sulit untuk diselesaikan karena salah satu pihak menyangkal telah berjanji sesuatu diawal kegiatan. Tujuan PKM membangun kelompok masyarakat nelayan yang mandiri secara hukum dan sosial agar mampu membuat contract drafting kerjasama perikanan..….. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan menetapkan mitra kegiatan yaitu Nelayan, Geuchik Desa Seuneubok Rambong, Panglima Laot Lhok Idi Rayeuk, Dinas Perikanan Aceh Timur, dan Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan dilakukan dengan cara menginventarisasi masalah dilapangan, menentukan program, pembinaan dan pelatihan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu peningkatan pemahaman masyarakat berkaitan contract drafting dan penyelesaian sengketa melalui peradilan adat laot kelembagaan panglima laot maupun peradilan umum. Dari 20 orang nelayan, 18 orang dengan presentasi 90% menyatakan bahwa contrak drafting kerjasama bagi hasil bidang perikanan sangat penting sebagai dasar kepastian hukum pembuktian hokum perdata dan penyelesaian sengketanya.Abstract: The urgency of implementing the Community Service Program (PKM) arises from the fact that fishermen have traditionally engaged in fishing partnerships based on verbal agreements regarding capital provision and profit sharing. These oral agreements often lead to disputes due to disagreements over the amount of catch and how profits are divided after the fishing trips. When conflicts arise, they are difficult to resolve because one party may deny having made any promises at the start of the activity. The objective of this PKM is to establish a legally and socially independent fishing community capable of drafting formal contracts for fisheries cooperation. The implementation method involves identifying the target group – in this case, fishermen – followed by inventorying field problems, designing programs, and conducting training and mentoring sessions. The outcomes of this activity include increased community understanding of contract drafting and dispute resolution through traditional maritime (adat laot) courts under the Panglima Laot institution, as well as through general courts. Of the 20 fishermen involved, 18 (or 90%) stated that contract drafting for profit-sharing in the fisheries sector is crucial as a legal foundation for civil law evidence and dispute resolution.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PRANIKAH KEPADA PEREMPUAN DEWASA AWAL MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP Kusuma Estu Werdani; Izzatul Arifah; Ayu Khoirotul Umaroh; Chayanita Sekar Wijaya; Inez Ramadhana Saputri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35804

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan stunting dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan, komplikasi kehamilan, serta gangguan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pranikah secara online menggunakan media WhatsApp kepada perempuan usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat mengembangkan hard skill berupa pemahaman kesehatan reproduksi dan soft skill dalam pengambilan keputusan serta kesadaran menjaga kesehatan diri. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari pada bulan Agustus 2025 dengan tahapan pre-test, edukasi dengan media video, dan pos-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan (13 pertanyaan), stunting (12 pertanyaan), dan keluarga berencana (16 pertanyaan). Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan peserta untuk belajar mandiri menggunakan media video. Peserta pelatihan adalah perempuan usia >20 tahun yang bersedia mengikuti kegiatan sebanyak 27 orang. Media video berjumlah lima dengan durasi selama 3-5 menit untuk setiap videonya. Pengukuran efektivitas edukasi menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengetahuan keluarga berencana (p< 0,05), namun tidak pada pengetahuan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dan efisien untuk edukasi kesehatan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa mengintegrasikan edukasi pranikah berbasis digital ke dalam program kesehatan masyarakat dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur. Abstract: Lack of knowledge about reproductive health, family planning, and stunting prevention can increase the risk of unplanned pregnancies, pregnancy complications, and child growth and development disorders. This community service activity aims to provide online education about premarital reproductive health using WhatsApp to young adult women. This activity can develop hard skills in the form of understanding reproductive health and soft skills in decision-making and awareness of maintaining personal health. This activity was carried out over seven days in August 2025 with pre-test, education using video media, and post-test stages. The instruments used are questionnaires on reproductive health and pregnancy (13 questions), stunting (12 questions), and family planning (16 questions). The method used is training assistance for participants to learn independently using video media. The training participants were 27 women aged over 20 years who were willing to take part in the activity. There were five videos, each lasting 3-5 minutes. The effectiveness of education was measured using the Wilcoxon test to see the difference in participants' knowledge before and after receiving education. The Wilcoxon test results showed an increase in reproductive health knowledge and family planning knowledge (p< 0.05), but not in knowledge about stunting prevention. This activity proves that social media can be an effective and efficient means of health education. These findings suggest that integrating digital-based premarital education into public health programs can improve reproductive health literacy among women of childbearing age.
KASA VENTILASI MODIFIKASI BERINSEKTISIDA EFEKTIF MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN MALARIA DI TIMIKA PAPUA Jeni Oktavia Karundeng; Yeli Mardona; Renny Endang Kafiar; Rosmitha Tanan; Diliani Diliani; Lenny Nur Handayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34925

Abstract

Abstrak: Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Kabupaten Mimika dengan angka kasus tinggi setiap tahun. Hambatan penggunaan kelambu berinsektisida adalah rasa panas dan kurang nyaman sehingga menurunkan kepatuhan masyarakat. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah meningkatkan upaya pencegahan malaria melalui modifikasi kelambu menjadi kasa ventilasi berinsektisida yang lebih praktis dan nyaman digunakan di rumah. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra dengan melibatkan 30 rumah tangga yang memiliki ibu hamil, bayi, atau balita. Tim melakukan sosialisasi, edukasi perawatan, dan pemasangan kasa ventilasi modifikasi berinsektisida, serta pendampingan oleh kader malaria. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara terkait pemanfaatan serta angka kejadian malaria setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kader dalam pemasangan dan edukasi (85%), serta penurunan kejadian malaria pada rumah tangga sasaran sebesar 73% dalam 7 bulan. Inovasi ini terbukti efektif, mudah diterima masyarakat, dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup.Abstract: Malaria remains a major public health problem in Mimika District, with consistently high incidence rates each year. One of the main barriers to the use of insecticide-treated bed nets is the discomfort caused by heat, which reduces community compliance. The objective of this study was to enhance malaria prevention efforts through the modification of insecticide-treated bed nets into insecticide-treated ventilation screens that are more practical and comfortable for household use. The study involved 30 households with pregnant women, infants, or toddlers, in collaboration with local partners. The research team conducted socialization, education on maintenance, installation of modified insecticide-treated ventilation screens, and mentoring by malaria cadres. Evaluation was carried out through observation and interviews regarding utilization and malaria incidence after the intervention. The results showed an improvement in cadres’ skills in installation and education (85%) and a reduction in malaria incidence among target households by 73% within seven months. This innovation proved to be effective, well-accepted by the community, and has the potential to improve quality of life.
PEMBINAAN KELEMBAGAAN DAN MANAJEMEN PADA UMKM TELUR ASIN DI PROVINSI JAWA BARAT Kuswarini Sulandjari; Fatimah Azzahra; Tikka Muslimah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34626

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi banyak UMKM yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan profitabilitas dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Demikian halnya UMKM Telur Asin mitra pengabdian ini, berlangsung seadanya tanpa formalitas, manejemen sederhana, skala usaha dan keuntungan nyaris tidak bertambah, untuk itu diperlukan pembinaan. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumberdaya manusia dan meningkatkan kapasitas UMKM dalam hal kelembagaan, manajemen produksi, dan manajemen keuangan. Kegiatan dilakukan oleh dosen pembimbing dan 12 orang mahasiswa. Metode pengabdian : anjangsono, penjelasan, diskusi, dialog, serta fasilitasi. Evaluasi dengan cara observasi, diskusi dan wawancara dengan pemilik/pengelola serta karyawan UMKM untuk mendapatkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengabdian : Secara keseluruhan hasil dan manfaat pengabdian pembinaan UMKM telur asin Cakasep pada tingkat tinggi (skor 63,3), terdiri dari spek kelembagaan tinggi (skor 70), aspek manajemen produksi cukup (skor 60), manajemen keuangan cukup (skor 60). Hasil dan manfaat pengetahuan pada aspek kelembagaan, manajemen produksi, manajemen keuangan, pada tingkat cukup (skor 60), hasil dan manfaat keterampilan manajemen produksi dan manajemen keuangan rendah (skor 40). Capaian fasilitasi, meliputi Identitas “UMKM Telur Asin Cakasep” Surat ijin usaha, Sertifikat UMKM, Sertifikat halal, buku-buku pencatatan produksi, keuangan dan alat produksi termasuk kategori tinggi (skor 80). Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are crucial to the Indonesian economy. Nevertheless, numerous MSMEs encounter difficulties in enhancing profitability and competing in an increasingly competitive marketplace. Likewise, the Salted Egg MSMEs, collaborators in this service, function informally, possess rudimentary management structures, and their company scale and earnings have scarcely improved, necessitating training. This service aims to augment the knowledge and skills of human resources while enhancing the institutional development, production management, and financial management capacities of MSMEs. The exercise was conducted by the supervising instructor and twelve students. Service methodologies: house visits, elucidations, talks, dialogues, and facilitation.Evaluation by means of observation, discussions and interviews with MSME owners/managers to obtain qualitative and quantitative data. Outcomes of Service: The results and advantages of the coaching service for Cakasep salted egg SMEs are substantial, with an overall score of 63.3. This includes a high institutional aspect score of 70, a suitable production management aspect score of 60, and a sufficient financial management aspect score of 60. The outcomes and advantages of knowledge in institutional, production management, and financial management domains are adequate (scoring 60), although the results and benefits of production management and financial management competencies are deficient (score 40). The facilitation accomplishments encompass the "UMKM Telur Asin Cakasep" identity, business licenses, MSME certifications, halal certificates, production and financial record books, and production tools, all classified in the high category (score 80).