cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
DETEKSI MASALAH NEUROLOGIS PRA SEKOLAH DENGAN SKRINING GANGGUAN DEFISIT PERHATIAN HIPERAKTIVITAS DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK Permaida Permaida; Malianti Silalahi; Mey Lona Verawaty Zendrato; Komang Noviantari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38621

Abstract

Abstrak: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan neurobiologis dengan tanda dan gejala yang mulai terjadi pada anak usia 36 bulan mengalami kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, dan hiperaktivitas. Masalah ini tidak dapat diremehkan dan menjadi perhatian karena akan mengganggu masa depannya. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah perkembangan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dipemukiman padat penduduk menggunakan alat skrining gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas anak (GPPH). Metode PKM ini adalah praktik pemeriksaan perkembangan anak menggunakan alat deteksi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas anak (GPPH) kepada 17 anak pra-sekolah yang dilaksanakan di tempat mitra kamidi wilayah Pekojan, Jakarta Barat, Jakarta Barat. Hasil pemeriksaan alat skrining gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas anak (GPPH) ditemukan 5,9% dikategorikan mungkin Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Penggunaan alat skrining gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas anak (GPPH) mudah digunakan dan dapat dilakukan secara rutin oleh mitra karena telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemeriksaan perkembangan sejak dini pada anak pra-sekolah sangat penting untuk mendukung kesejahteraan mereka.Abstract: Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) is a neurodevelopmental/neurobiological disorder in children characterised by persistent patterns of difficulty concentrating, impulsive behaviour, and hyperactivity. Signs and symptoms appear in children as young as 36 months. Neurodevelopmental or neurologic disorders in children can be detected at an early age in those living in densely populated areas. This problem cannot be underestimated and is a concern because it will disrupt their future. This activity aims to identify developmental problems in children with attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) in densely populated areas using the Attention-Deficit Hyperactivity Disorder Screening Tool. This PKM method involves examining child development using the attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) screening tool for 17 preschool children. This was carried out at our partner, the Rahmat Empati Foundation, in Pondok Empati, West Jakarta. The results of the examination of the attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) screening tool found that 5.9% of children were categorised as possibly having attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). The screening tool for attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) in children is easy to use and can be routinely administered by partners, as it has been approved by the Indonesian Ministry of Health. Early developmental screening in preschool children is crucial for supporting their well-being.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS JARINGAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN VIANET AMPANA Sevia Miranda A. Ibrahim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39238

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas jaringan terhadap kepuasan pelanggan Vianet Ampana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria telah menggunakan layanan Vianet minimal satu bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan indikator kualitas pelayanan dan kualitas jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kualitas jaringan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai signifikansi 0,000. Secara parsial, kualitas pelayanan memiliki koefisien regresi sebesar 0,152, sedangkan kualitas jaringan sebesar 0,281, sehingga kualitas jaringan menjadi variabel yang lebih dominan memengaruhi kepuasan pelanggan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,445 menunjukkan bahwa 44,5% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kualitas jaringan untuk meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan Vianet Ampana. Abstract: This study aims to analyze the effect of service quality and network quality on Vianet Ampana customer satisfaction. The study used a quantitative approach with multiple linear regression methods. The research sample consisted of 97 respondents selected through purposive sampling with the criteria of having used Vianet services for at least one month. Data were collected using a questionnaire based on indicators of service quality and network quality. The results showed that service quality and network quality simultaneously had a positive and significant effect on customer satisfaction with a significance value of 0.000. Partially, service quality had a regression coefficient of 0.152, while network quality was 0.281, making network quality a more dominant variable influencing customer satisfaction. The Adjusted R Square value of 0.445 indicated that 44.5% of the variation in customer satisfaction could be explained by these two variables. This finding emphasizes the importance of improving service quality and network quality to increase Vianet Ampana customer satisfaction and loyalty.
PENGEMBANGAN DIGITAL ENTREPRENURSHIP BERBASIS MEDIA SOSIAL MELALUI PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PADA ORGANISASI IMM Inna Mutmainna Cahyani Tahir; Bahtiar Herman; Nur Fadillah Ainul Mardiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39033

Abstract

Abstrak: Transformasi ekonomi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa di era digital saat ini. Organisasi mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang memiliki potensi dalam mengembangkan kegiatan kewirausahaan berbasis digital, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana ekonomi produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital entrepreneurship berbasis media sosial pada organisasi mahasiswa IMM FEB. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kepada 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 80% dan peningkatan keterampilan pengelolaan media sosial bisnis sebesar 78%. Selain itu, peserta telah mampu membuat akun bisnis dan menghasilkan konten digital sebagai output kegiatan.Abstract: Digital economic transformation has become essential in enhancing the capacity of student organizations in the current digital era. The student organization Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of the Faculty of Economics and Business, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, has potential in developing digital-based entrepreneurship activities, but still faces limitations in utilizing social media as a productive economic tool. This community service activity aims to improve understanding and skills in social media-based digital entrepreneurship among IMM students. The methods used include needs analysis, socialization, training, mentoring, and evaluation involving 25 participants. Evaluation was conducted through pre-test and post-test as well as direct observation. The results show an increase in participants' understanding by 80% and improvement in social media business management skills by 78%. In addition, participants were able to create business accounts and produce digital content as outputs of the activity.
PENGUATAN DAN PENERAPAN LITERASI DIGITAL BAGI KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KOMODITAS UNGGULAN DAERAH Ondra Eka Putra; Muhammad Fikri Ramadhan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38498

Abstract

Abstrak: Varietas padi Cisokan Kubang merupakan komoditas unggulan daerah Nagari Kubang yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pemanfaatan teknologi digital oleh petani masih terbatas, terutama dalam akses informasi pertanian, pemasaran, dan pengelolaan usaha tani secara modern. Harga komoditas pertanian yang cenderung fluktuatif, keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas juga menjadi kendala, di mana hasil pertanian hanya dipasarkan di sekitar daerah tanpa ada pengembangan distribusi yang lebih besar. Tujuan dilakukannya pengabdian ini yaitu meningkatkan literasi digital, kemampuan branding dan pemasaran produk secara online melalui sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok tani yang terdiri dari 10 anggota dalam meningkatkan produktivitas hasil komoditas unggulan daerah. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan penggunaan smartphone secara efektif, pemanfaatan internet untuk memperoleh informasi pertanian, pembuatan konten promosi digital, serta pengenalan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan angket dan wawancara pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani menggunakan literasi digital untuk meningkatkan produktivitas sebesar 85%. Program ini menunjukan peningkatan kemampuan kelompok tani dalam menerapkan teknologi digital.Abstract: The Cisokan Kubang rice variety is a superior commodity in the Kubang Nagari region with high economic potential. However, farmers' use of digital technology is still limited, especially in accessing agricultural information, marketing, and modern farming management. Fluctuating agricultural commodity prices and limited access to wider markets are also obstacles, where agricultural products are only marketed within the surrounding area without any development of wider distribution. The purpose of this community service is to improve digital literacy, branding skills, and online product marketing through outreach and training for farmer groups consisting of 10 members in increasing the productivity of the region's superior commodities. Implementation methods include training in effective smartphone use, utilizing the internet to obtain agricultural information, creating digital promotional content, and introducing marketplaces and social media as marketing tools. Evaluation was conducted using questionnaires and post-activity interviews. The results of the activity showed an increase in farmers' knowledge and skills in using digital literacy to increase productivity by 85%. This program demonstrated an increase in the ability of farmer groups to apply digital technology.
PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI LAUNDRY SMARTLINK PADA UMKM GEA LAUNDRY Cahya Ardie Firmansyah; Bagus Angan Brasilio; Shobiq Zainudin; Masiyah Kholmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38981

Abstract

Abstrak: Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di Kota Surabaya, UMKM jasa laundry turut berkembang, namun UMKM Laundry masih menghadapi kendala pengelolaan karena administrasi keuangan belum terstandarisasi, pencatatan transaksi masih manual serta sistem pembayaran yang belum terintegrasi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam pengelolaan jasa laundry menggunakan sisetm aplikasi. Program pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif aktif berdasarkan kebutuhan mitra dalam hal ini subjek (Participatory Action Research) yang dikombinasikan dengan metode diskusi interaktif dan pendampingan teknis di UMKM Gea Laundry di Surabaya. Hasil suvei kepuasan penggunaan aplikasi terhadap 14 responden yang melibatkan pemilik, pegawai dan pelanggan menyatakan sangat puas sebesar 64%, Puas sebesar 29% dan cukup 7% dalam penggunaan aplikasi. Program ini dapat meningkatkan efisiensi, profesionalisme pengelolaan usaha UMKM laundry untuk menjaga daya saing di tengah kompetisi bisnis yang tajam.Abstract: As community activity in Surabaya continues to increase, MSMEs in the laundry service sector have also grown; however, laundry MSMEs still face management challenges because their financial administration has not been standardized, transaction recording remains manual, and the payment system has not yet been integrated. This community empowerment initiative aims to improve the partner’s hard skills and soft skills in managing laundry services through an application-based system. The program was implemented using an active participatory approach based on the partner’s needs (Participatory Action Research), combined with interactive discussion methods and technical assistance for Gea Laundry MSME in Surabaya. The results of an application user satisfaction survey involving 14 respondents including the owner, employees, and customers showed that 64% were very satisfied, 29% satisfied, and 7% moderately satisfied with the application. Overall, the program can enhance efficiency and professionalism in managing laundry MSMEs, helping them maintain competitiveness amid intense business competition.
IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IOT) BERBASIS SENSOR ULTRASONIK UNTUK PENGUATAN PEMBELAJARAN STEM DI SMAN Nada Syifa Qolbiyah; Istiqomah Istiqomah; Khilda Afifah; Adzin Nabil Ihsan; Rega Arzula Akbar; Wildan Khalid Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38499

Abstract

Abstrak: Transformasi digital pada era Industri 4.0 menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki literasi teknologi, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman aplikatif lintas disiplin sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, pembelajaran sains di tingkat SMA masih cenderung bersifat teoritis dan belum terintegrasi secara kontekstual dengan penerapan teknologi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada 32 siswa SMAN 1 Dayeuhkolot yang belum memperoleh pengalaman praktik pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEM melalui pelatihan Internet of Things (IoT) menggunakan sensor ultrasonik sebagai media pembelajaran sains, dengan sasaran peningkatan hardskill (merakit perangkat IoT, memprogram mikrokontroler, membangun sistem monitoring) maupun softskill (berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja tim) peserta. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan modul dan sistem IoT sederhana, pelaksanaan pelatihan melalui pematerian, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi menggunakan kuesioner dengan 12 butir pertanyaan yang mencakup tiga aspek penilaian. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 93% peserta menyatakan bahwa pelatihan membantu mereka memahami konsep dasar sains yang dikaitkan dengan aplikasi nyata teknologi IoT. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi IoT dalam pembelajaran berpotensi meningkatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan kontekstual.Abstract: Digital transformation in the industry 4.0 era demands the improvement of human resource quality through technological literacy, critical thinking skills, and interdisciplinary applied understanding starting from secondary education. However, science learning at the senior high school level remains largely theoretical and lacks contextual integration with technological applications. This condition was also identified among 32 students of SMAN 1 Dayeuhkolot, who had not yet experienced technology-based practical learning. This community service program aimed to implement STEM-based learning through Internet of Things (IoT) training using ultrasonic sensors as a science learning medium, targeting the improvement of both hard skills (IoT device assembly, microcontroller programming, and monitoring system development) and softskills (critical thinking, problem-solving, and teamwork). The implementation methods included problem identification, learning needs analysis, module and simple IoT system design, training delivery through lectures, demonstrations, hands and on practice, and evaluation using questionnaire comprising 12 items across three assessment dimensions. The evaluation results showed that more than 93% of participants agreed that the training helped them understand fundamental science concepts linked to real-world IoT applications. These findings indicate that integrating IoT into classroom learning has the potential to enhance more applied and contextual learning experiences.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS DIGITAL UMKM ETNIK PAPUA Juminah Juminah; Nursyamsi Nursyamsi; Lidya Aprilia Jumroh; Sabaria Sabaria; Muhammad Bima Alim; Riyan Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39432

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra terletak pada rendahnya literasi digital yang mengakibatkan lemahnya kinerja komunikasi pemasaran UMKM Etnik Papua, khususnya dalam produksi konten, penguatan branding, dan pemanfaatan platform digital secara strategis. Pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas pemasaran digital berupa hard skill l guna memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi usaha. Metode yang diterapkan meliputi FGD, Sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan praktik aplikatif kepada 20 pelaku UMKM Etnik Papua, mencakup fotografi produk, videografi, copywriting, serta optimalisasi media sosial dan website. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan pre-test dan post-test, observasi peningkatan keterampilan, serta monitoring performa akun digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan digital sebesar 65%, kualitas konten sebesar 70%, dan jangkauan promosi hingga 80%. Dampak ekonomi tercermin dari kenaikan omzet rata-rata sebesar 40%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital secara terarah mampu mendorong daya saing dan akselerasi nilai ekonomis UMKM berbasis budaya.Abstract: The main problem faced by partners lies in low digital literacy, which has resulted in weak marketing communications performance for Papuan ethnic MSMEs, particularly in content production, branding, and strategic use of digital platforms. This community service program aims to strengthen digital marketing capacity to expand market access and increase the economic value of their businesses. The methods applied included focus group discussions (FGDs), outreach, training, mentoring, and practical application for 20 Papuan ethnic MSMEs, covering product photography, videography, copywriting, and social media and website optimization. Evaluation was conducted through pre-test and post-test comparisons, observation of skill improvement, and monitoring of digital account performance. The results showed a significant increase in digital skills of 65%, content quality of 70%, and promotional reach of up to 80%. The economic impact was reflected in an average increase in turnover of 40%. These findings confirm that targeted strengthening of digital literacy can boost the competitiveness and accelerate the economic value of culture-based MSMEs.
PENDAMPINGAN PETANI DALAM OPTIMALISASI DOSIS PUPUK HAYATI OPTIMA SOLUTION PT PUSRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS DI DEMONSTRASI PLOT Yuwinti Nearti; Nirmala Jayanti; Eka Mulyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39919

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan dosis Pupuk Hayati Optima Solution pada budidaya jagung manis di Desa Sungai Dua, Banyuasin, melalui pendampingan partisipatif berbasis andragogi. Kegiatan melibatkan 25 petani mitra Kelompok Tani Selat Kandis 2 dengan pendekatan teori 20% dan praktik 80% melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan dosis 5 L/ha (O-5) memberikan produktivitas tertinggi 16,6 ton/ha, meningkat 25,8% dibanding kontrol (13,2 ton/ha), sedangkan dosis 7 L/ha menurunkan produksi menjadi 11,8 ton/ha akibat ketidakseimbangan hara. Capaian pemberdayaan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 62,5% serta keterampilan mandiri dalam aplikasi pupuk hayati. Dampak ekonomi meningkatkan pendapatan bersih 31,8% (dari Rp52.280.000 menjadi Rp68.920.000/ha) dengan R/C Ratio meningkat dari 4,81 menjadi 5,89, serta menekan biaya pupuk anorganik hingga 30-50%. Program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani dan mendorong pertanian berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan PT Pusri, pemerintah daerah, dan offtaker.Abstract: Sweet corn farmers in Sungai Dua Village face low productivity due to declining soil fertility, heavy reliance on inorganic fertilizers, and caterpillar infestations. Knowledge of optimizing the dosage of PT PUSRI's Optima Solution biofertilizer remains very limited. Educating and assisting farmers in applying Optima Solution biofertilizer with the right dosage for cost efficiency, increased productivity, and sustainable farm income. Participatory assistance in the Demonstration Plot (Demplot) includes training and practice of tiered dose application (3, 5, 7 L/ha) for 5 partner farmers. Evaluation was conducted through pre-test, post-test, and harvest productivity measurement. The training increased farmers' knowledge from 35.7% to 85.2%. The application of a dose of 5 L/ha increased sweet corn productivity by 25.8% (from 13.2 tons/ha to 16.6 tons/ha), and increased farmers' income from IDR 66 million to IDR 83 million per hectare per planting season. biofertilizer; optima solution; sweet corn; farmer assistance; productivity.
PENGUATAN RESILIENSI KOMUNITAS MELALUI PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL BERBASIS MHPSS BAGI ANAK PASCABANJIR BANDANG DI ACEH TAMIANG Rika Afrida Yanti; Vivi Hayati; Natasya Masthura; Fatih Rahman; Irvan Yusuf Waruwu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39292

Abstract

Abstrak: Bencana banjir bandang di Desa Kaseh Sayang, Kecamatan Manyak Payed, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikososial masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Kondisi ini diperparah oleh rusaknya fasilitas Posyandu yang sebelumnya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus ruang bermain dan belajar. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas terdampak baik secara hard skill maupun soft skill melalui pendampingan psikososial berbasis pendekatan Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS). Mitra kegiatan adalah masyarakat, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan sasaran utama sebanyak 35 anak (usia 2–7 tahun) serta 20 orang kader PKK dan Posyandu. Metode yang digunakan adalah metode campuran antara metode ceramah, edukasi dan pelatihan meliputi kegiatan kelompok, trauma healing, penyediaan ruang aman sementara, serta pelibatan aktor lokal seperti kader Posyandu, perangkat gampong, dan tokoh masyarakat dalam pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan ekspresi emosi yang lebih adaptif pada anak, penguatan rasa aman, serta membaiknya interaksi sosial antar anak secara bertahap. Secara kuantitatif, terjadi penurunan indikator kecemasan anak sebesar 35% dan peningkatan interaksi sosial sebesar 42%, yang mencerminkan penguatan soft skill berupa keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi sosial. Pada mitra kader PKK/Posyandu, peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar dukungan psikososial (hard skill teknis PFA dan komunikasi empatik) mencapai 29% berdasarkan hasil pre-test dan post-test Selain itu, partisipasi aktif masyarakat turut memperkuat kohesi sosial sebagai fondasi resiliensi komunitas pascabencana.Abstract: The flash flood disaster in Kaseh Sayang Village, Manyak Payed Subdistrict, not only caused physical damage and economic losses but also had a significant impact on the psychosocial conditions of the community, particularly children as a vulnerable group. This condition was exacerbated by the damage to the Posyandu (Integrated Health Service Post), which previously functioned as both a health service center and a space for children to play and learn. This Community Service Program aims to strengthen the resilience of the affected community in both hard skills and soft skills through psychosocial assistance based on the Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS) approach. The program partners with the local community in Aceh Tamiang Regency, targeting 35 children (aged 2–7 years) and 20 PKK and Posyandu cadres. The methods used combine lectures, education, and training, including group activities, trauma healing sessions, the provision of temporary safe spaces, and the involvement of local actors such as Posyandu cadres, village officials, and community leaders through a participatory, community-based approach. The results of the program indicate an improvement in children’s adaptive emotional expression, an increased sense of safety, and gradual enhancement of social interactions among children. Quantitatively, there was a 35% decrease in children’s anxiety indicators and a 42% increase in social interaction, reflecting improvements in soft skills such as courage, self-confidence, and social adaptability. Among PKK and Posyandu cadres, there was a 29% increase in understanding and basic skills in psychosocial support (technical hard skills in Psychological First Aid and empathetic communication), based on pre-test and post-test results Furthermore, active community participation contributed to strengthening social cohesion as a foundation for community resilience in the post-disaster context.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENCEGAHAN ISPA MELALUI EDUKASI PHBS DAN INOVASI ALAT CUCI TANGAN PORTABEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Muhammad Edy Syahputra Nasution; Ilham Rasis Hawari; Dinda Nadiva Putri; Adinda Eka Pratiwi; Maulidatul Husna; Syofi Alif Mubarak
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39348

Abstract

Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pencegahan ISPA melalui edukasi PHBS. Kegiatan dilaksanakan pada 12 siswa kelas VI SDN UPT SPF 101850 Desa Namo Mirik menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, role play, dan praktik langsung terkait cuci tangan pakai sabun, etika batuk dan bersin, serta pengelolaan sampah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur aspek pengetahuan (hard skill) serta lembar observasi keterampilan untuk menilai aspek soft skill siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 5,33 menjadi 6,58 atau sebesar 23,45% yang termasuk kategori sedang. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa 83,3% siswa mampu mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan benar, 75% siswa mampu menerapkan etika batuk dan bersin sesuai prosedur, serta 83,3% siswa berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sarana cuci tangan portabel dengan bentuk yang menarik bagi siswa turut mendukung penerapan PHBS secara langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan aspek pengetahuan dan keterampilan siswa sebagai upaya preventif ISPA pada anak usia sekolah. Abstract: Acute Respiratory Infection (ARI) remains one of the major health problems among school-age children, particularly in environments where the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) is still suboptimal. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and skills in preventing ARI through CHLB education. The program was conducted among 12 sixth-grade students at SDN UPT SPF 101850 Namo Mirik Village using interactive counseling, demonstrations, role play, and direct practice methods related to proper handwashing, cough and sneeze etiquette, and waste management. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure knowledge aspects (hard skills), as well as observation sheets to assess students’ soft skills. The results showed an increase in the average knowledge score from 5.33 to 6.58, representing a 23.45% improvement categorized as moderate. In addition, observation results indicated that 83.3% of students were able to correctly practice the six steps of handwashing, 75% were able to apply proper cough and sneeze etiquette, and 83.3% actively participated during the activity. A portable handwashing facility designed with an attractive appearance for students also supported the direct implementation of CHLB in the school environment. This activity was effective in improving students’ knowledge and skills as a preventive effort against ARI among school-age children.