cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PENERAPAN EKOEFISIENSI DAN MANAJEMEN GREEN EKONOMI PADA USAHA TANI KELOMPOK TANI BUNGA DAWA Fauzul Azhimah; Chaula Lutfia Saragih; Agus Susanto Ginting; Mikael Diva Putra Sitepu; Mahda Marissa Br Perangin-angin; Raymonta Ginting
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38852

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra adalah ketergantungan tinggi pada pupuk kimia, rendahnya pemanfaatan limbah sanitasi dan panen, serta efisiensi biaya usahatani yang masih rendah (±30%). Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan ekoefisiensi dan manajemen green economy berbasis pemanfaatan limbah menjadi kompos, POC, dan biosaka. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan kepada 20 anggota Kelompok Tani Bunga Dawa, dengan evaluasi melalui 20 soal pre–post test, observasi, dan analisis efisiensi biaya. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah (1) jumlah peserta, (2) ketersediaan sarana pelatihan, (3) partisipasi peserta, (4) pelaksanaan kegiatan, (5) peningkatan pengetahuan, (6) pemahaman konsep, (7) perubahan perilaku, (8) pengelolaan limbah, (9) efisiensi biaya, dan (10) keberlanjutan lingkungan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari dominan rendah (80%) menjadi tinggi (50%), pengurangan penggunaan pupuk kimia sebesar 25–50% pada 70% petani, serta pemanfaatan limbah oleh 75% petani. Efisiensi biaya usahatani meningkat dari 30% menjadi 50%, serta terbentuk kemandirian produksi input organik yang meningkatkan nilai ekonomis dan keberlanjutan usaha tani.Abstract: The main challenges faced by the partners include high dependence on chemical fertilizers, low utilization of sanitary and crop waste, and low farming cost efficiency (approximately 30%). The objective of this community service initiative is to enhance farmers’ knowledge and skills in applying eco-efficiency and green economy management through the conversion of waste into compost, POC, and biosaka. The methods used include outreach, training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Bunga Dawa Farmers’ Group, with evaluation conducted through a 20-question pre–post test, observations, and cost-efficiency analysis. The success indicators for this activity are (1) number of participants, (2) availability of training facilities, (3) participant engagement, (4) activity implementation, (5) knowledge enhancement, (6) conceptual understanding, (7) behavioral change, (8) waste management, (9) cost efficiency, and (10) environmental sustainability. Results showed an increase in farmers’ understanding from predominantly low (80%) to high (50%), a reduction in chemical fertilizer use by 25–50% among 70% of farmers, and the utilization of waste by 75% of farmers. Farm cost efficiency increased from 30% to 50%, and self-sufficiency in organic input production was established, enhancing the economic value and sustainability of farming operations.
PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI MAGOT MENGGUNAKAN MEDIA DRUM Ahmad Fathoni; Adi Gunawan; Earlyna Sinthia Dewi; Ida Wahyuni; Karyanik Karyanik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39164

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan di Kabupaten Lombok Barat ditandai dengan kondisi kumuh, rendahnya sistem pengelolaan sampah, serta kebiasaan masyarakat membuang sampah ke saluran air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga berbasis teknologi maggot menggunakan media limbah drum. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terarah (FGD), demonstrasi, dan praktik langsung kepada mitra Komunitas Peduli Sampah Desa Terong Tawah (KOMPUS D-ROWAH) yang melibatkan 35 ibu rumah tangga dan remaja. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan campuran, yaitu observasi, wawancara, dan angket pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, serta perubahan perilaku peserta. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi: (1) peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan sampah, (2) peningkatan keterampilan teknis dalam penggunaan media drum dan budidaya maggot, (3) perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga, serta (4) peningkatan nilai ekonomi limbah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan soft skill dan hard skill peserta sebesar 90%. Selain itu, tingkat kedisiplinan masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan sampah mencapai 95% setelah pelatihan. Dari 35 rumah tangga dengan rata-rata produksi 1,148 kg sampah organik per hari, sekitar 25% berhasil dikonversi menjadi kompos dengan nilai Rp1.000/kg dan maggot segar senilai Rp7.000/kg.Abstract: Environmental issues in West Lombok Regency are characterized by unsanitary conditions, inadequate waste management systems, and the community’s habit of disposing of waste into waterways. This community service activity aims to improve the community’s understanding and skills in managing household waste using maggot-based technology with waste drums as a medium. The methods used include lectures, focus group discussions (FGDs), demonstrations, and hands-on practice with members of the Terong Tawah Village Waste Care Community (KOMPUS D-ROWAH), involving 35 housewives and teenagers. The evaluation system employed a mixed-methods approach, including observation, interviews, and pre-test–post-test questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge, technical skills, and behavioral changes. Indicators of the activity’s success include: (1) increased participant understanding of waste management, (2) improved technical skills in using drum-based systems and maggot cultivation, (3) behavioral changes in sorting and managing household waste, and (4) increased economic value of waste. The results of the activity showed a 90% improvement in participants’ soft and hard skills. Additionally, the community’s level of discipline in sorting and collecting waste reached 95% following the training. Of the 35 households, which produced an average of 1,148 kg of organic waste per day, approximately 25% was successfully converted into compost valued at Rp1,000/kg and fresh maggots valued at Rp7,000/kg.
PENDAMPINGAN SPEAKING BERBASIS ROLE-PLAY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Udur Delima Sibatuara; Marnangkok Pakpahan; Vitha Ama Matuate; Fransiska Inapaska Wuwur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39460

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan serta terbatasnya kesempatan praktik speaking berbasis role-play. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan speaking berbasis role-play untuk menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif serta mendukung penguatan kosakata dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan kepada 104 siswa sekolah menengah pertama di Pontianak melalui pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) dengan tahapan Presentation–Practice–Production (PPP). Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa, wawancara singkat, dan angket skala Likert yang terdiri atas 10 pertanyaan. Persentase hasil dihitung berdasarkan jumlah respons positif siswa pada kategori sangat setuju dan setuju. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 76% siswa menyatakan pembelajaran menyenangkan, 76% menyatakan materi mudah dipahami, 71% mengalami peningkatan penguasaan kosakata, 63% siswa merasa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris, dan 61% menyatakan siswa lebih berani berbicara di depan kelas Hasil ini menunjukkan bahwa pendampingan speaking berbasis role-play memperoleh respons positif dari siswa dan mendukung terciptanya pembelajaran ayng lebih interaktif dan komunikatif. Walaupun demikian, karena evaluasi belum menggunakan tes berbicara dalam secara langsung, hasil kegiatan ini belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kemampuan berbicara (speaking) siswa secara objektif.Abstract: This community service activity was motivated by students’ low willingness to use English orally and limited opportunities for interactive speaking practice in the classroom. The purpose of this activity was to provide role-play-based speaking mentoring to create more communicative learning and support students’ vocabulary development and confidence in speaking English. The activity involved 104 junior high school students in Pontianak and was implemented using the Communicative Language Teaching (CLT) approach through the Presentation–Practice–Production (PPP) stages. The evaluation was conducted through student participation observation, short interviews, and a Likert-scale questionnaire consisting of 10 statements. The percentages were calculated based on the number of positive responses in the strongly agree and agree categories. The evaluation results showed that 76% of students considered the activity enjoyable, 76% stated that the material was easy to understand, 71% reported that speaking practice helped them acquire more vocabulary, 63% felt more confident speaking English, and 61% stated that they were more willing to speak in front of the class.. These findings indicate that role-play based speaking mentoring received positive responses from students and supported the creation of interactive and communicative learning environment. Howevr, since the evaluation did not include direct speaking performance tests, the activity cannot objectively conclude the improvement in students’ speaking ability.
AKU TUMBUH SEHAT DAN CERDAS: EDUKASI PUBERTAS DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SD Sheila Nahda Humaira Sungkar; Noviyati Rahardjo Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39145

Abstract

Abstrak: Masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja, yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pemahaman siswa sekolah dasar tentang pubertas dan kesehatan reproduksi dapat menimbulkan kebingungan serta kecemasan dalam menghadapi perubahan tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi melalui edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di salah satu sekolah dasar, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, dengan sasaran 30 siswa-siswi kelas 5 dan 6. Metode yang digunakan meliputi pemutaran video edukatif, permainan edukatif, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 72,67 menjadi 78,50 atau sebesar 8,02%. Edukasi interaktif yang dilaksanakan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, edukasi sejak dini perlu terus dikembangkan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan remaja.Abstract: Puberty is a crucial phase in adolescent development, marked by physical, psychological, and social changes. Lack of understanding among elementary school students regarding puberty and reproductive health can lead to confusion and anxiety as they navigate these bodily changes. This community service activity aims to enhance elementary school students’ knowledge of puberty and reproductive health through interactive education. The activity was conducted on January 20, 2026, at an elementary school in Ngluwar Subdistrict, Magelang Regency, targeting 30 fifth- and sixth-grade students. The methods used included showing educational videos, educational games, distributing leaflets, and evaluation via pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 72.67 to 78.50, or by 8.02%. The interactive education conducted proved to be beneficial in improving students’ understanding of puberty and reproductive health. Therefore, early education should be continuously promoted as a preventive and promotive strategy to support adolescent health.
MODEL KEPEMIMPINAN KRISTEN DALAM PENDAMPINGAN PENINGKATAN INFRASTRUKTUR PARAWISATA LOKAL DI KABUPATEN MAJENE Semuel Linggi Topayung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38519

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini mengkaji model kepemimpinan Kristen dalam pendampingan peningkatan infrastruktur pariwisata lokal di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Permasalahan utama meliputi keterbatasan kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun proposal pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional serta minimnya pendampingan kepemimpinan berbasis nilai integritas, pelayanan, dan kolaborasi. Program dilaksanakan melalui empat tahap: (1) konsultasi kepemimpinan dan dialog strategis dengan kepala daerah, (2) koordinasi dan penguatan kapasitas Dinas Pariwisata, (3) survei lapangan pada lokasi prioritas, dan (4) pendampingan penyusunan proposal serta advokasi ke kementerian pusat. Hasil menunjukkan bahwa pendampingan berbasis kepemimpinan Kristen memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kualitas proposal infrastruktur pariwisata, serta menumbuhkan kepercayaan diri pemerintah daerah dalam berinteraksi dengan kementerian. Program ini menegaskan bahwa nilai kepemimpinan melayani, integritas, dan tanggung jawab dapat dikontekstualisasikan secara efektif dalam pembangunan sektor publik untuk mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata lokal berkelanjutan
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV PADA REMAJA SMA MELALUI PENYULUHAN INTERAKTIF, LEAFLET, DAN DEMONSTRASI PEMERIKSAAN ICT HIV Meri Meri; Dina Ferdiani; Meti Kusmiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39300

Abstract

Abstrak: HIV masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penguatan edukasi sejak usia remaja, terutama terkait penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang HIV pada anak setara SMA di wilayah Tasikmalaya melalui penyuluhan interaktif, penggunaan leaflet, dan demonstrasi pemeriksaan ICT HIV. Metode kegiatan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi dengan ceramah interaktif, pembagian leaflet, demonstrasi pemeriksaan ICT HIV, serta pemberian post-test setelah kegiatan. Hasil evaluasi pada 67 responden yang datanya dapat dicocokkan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 67,46% sebelum kegiatan menjadi 88,96% setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 21,49 poin persentase. Sebagian besar responden, yaitu 65,67%, mengalami peningkatan nilai. Peningkatan juga tampak pada seluruh butir pertanyaan, terutama pada materi pencegahan HIV dan interpretasi hasil rapid test HIV. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi penyuluhan interaktif, leaflet, dan demonstrasi ICT HIV efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV di wilayah Tasikmalaya.Abstract: HIV remains a public health issue that requires strengthened education from adolescence, particularly regarding transmission, prevention, and the importance of early detection. This community service activity aimed to improve HIV knowledge among high school–equivalent adolescents in the Tasikmalaya area through interactive education, leaflets, and demonstration of HIV ICT testing. The activity methods included pre-test administration, interactive educational sessions, leaflet distribution, HIV ICT testing demonstration, and post-test administration after the intervention. Evaluation of 67 matched respondents showed that the average score increased from 67.46% before the activity to 88.96% after the activity, reflecting an improvement of 21.49 percentage points. Most respondents, namely 65.67%, showed improved scores. Improvement was also found across all question items, especially in HIV prevention and rapid HIV test interpretation. These findings indicate that the combination of interactive education, leaflets, and HIV ICT testing demonstration was effective in improving adolescents’ knowledge about HIV in the Tasikmalaya area.
PEMBERDAYAAN KELURAHAN PEDULI TUBERKULOSIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP TEMUAN KASUS TBC Yuyun Setyorini; Dyah Dwi Astuti; Duwi Pudji Astuti; Rendi Editya Darmawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39597

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tingginya beban kasus dan keterlambatan penemuan akibat rendahnya pengetahuan dan stigma. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam deteksi dini TBC melalui program Kelurahan Peduli TBC. Mitra kegiatan adalah dua kelurahan di Surakarta, Puskesmas Gajahan dan Gambirsari, mahasiswa dengan sasaran 75 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, PKK, tokoh masyarakat. Metode kegiatan, meliputi sosialisasi, ceramah edukatif, diskusi interaktif, pelatihan kader, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan, serta observasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, antara lain pemahaman gejala TBC meningkat dari 94,7% menjadi 100%, kelompok berisiko dari 70,7% menjadi 78,7%, dan komunikasi hasil skrining dari 50,7% menjadi 100%. Kemampuan kader juga meningkat hingga 93,3% pada identifikasi gejala dan 90,7% pada komunikasi hasil skrining. Disarankan kegiatan dilakukan berkelanjutan melalui penguatan pelatihan rutin, pendampingan lapangan, serta perluasan jejaring komunitas untuk mempertahankan dan meningkatkan kapasitas kader.Abstract: Tuberculosis (TBC) remains a public health problem, characterised by a high caseload and delayed diagnosis due to a lack of knowledge and stigma. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of community health workers in the early detection of TBC through the ‘Kelurahan Peduli TBC’ programme. The partners in this activity were two neighbourhoods in Surakarta, the Gajahan and Gambirsari Community Health Centres, and university students, with a target of 75 participants comprising community health workers, PKK members, and community leaders. The methods used included awareness-raising sessions, educational lectures, interactive discussions, training for community health workers, and mentoring. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with a 10-question questionnaire, as well as observation. The results showed an increase in the cadres’ knowledge, including an improvement in understanding of TB symptoms from 94.7% to 100%, knowledge of at-risk groups from 70.7% to 78.7%, and communication of screening results from 50.7% to 100%. The volunteers’ skills also improved to 93.3% in symptom identification and 90.7% in communicating screening results. It is recommended that the activities be continued through the strengthening of routine training, field mentoring, and the expansion of community networks to maintain and enhance the volunteers’ capacity.
PENGUATAN KETAHANAN PANGAN BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI UPAYA LANJUTAN PENCEGAHAN STUNTING Haryo Prasodjo; Hafid Adim Pradana; Mohd. Agoes Aufiya; Najamuddin Khairur Rijal; Hutri Agustino
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39431

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini merupakan lanjutan dari upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malang, dengan fokus pada masalah keterbatasan akses pangan bergizi dan rendahnya pendapatan keluarga. Kegiatan ini bermitra dengan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kabupaten Malang dengan diikuti sebanyak 19 orang peserta yang merupakan ibu rumah tangga anggota UPPKS. Aktivitas yang dilakukan adalah sosialisasi edukasi gizi, pelatihan produksi produk berbasis pangan sehat untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta pendampingan pemasaran produk. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta, dari rata-rata 45% pada pre-test menjadi rata-rata 91% pada post-test, serta adanya keterampilan mitra dalam memanfaatkan bahan pangan lokal seperti daun kelor, dan mengembangkan praktik pengolahan pangan yang bernilai ekonomi.Abstract: This community service program is a continuation of stunting prevention efforts in Malang Regency, focusing on limited access to nutritious food and low family income. This activity is a partnership with the Malang Regency Family Welfare Income Improvement Program (UPPKS) and was attended by 19 participants who are housewives who are members of UPPKS. Activities carried out include nutrition education outreach, training in the production of healthy food-based products to increase family income, and product marketing assistance. The results showed an increase in participants' knowledge and understanding, from an average of 45% in the pre-test to an average of 91% in the post-test, as well as the partners' skills in utilizing local food ingredients such as Moringa leaves, and developing food processing practices that have economic value.
INOVASI PROGRAM BI’AH LUGHAWIYAH: STRATEGI KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN BAHASA ARAB DAN PEMBINAAN AKHLAK SANTRI Hasna' Huwaida; Mochamad Alfan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Program bi’ah lughawiyyah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jember telah berjalan, tetapi masih menghadapi kendala berupa belum tersedianya panduan implementasi yang terstruktur serta keterbatasan media ajar dan sarana pendukung pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan keberlanjutan bi’ah lughawiyyah untuk mendukung pengembangan kemampuan Bahasa Arab dan pembinaan akhlak santri. Metode yang digunakan meliputi observasi, Focus Group Discussion, penyusunan panduan, pengembangan media ajar, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah pimpinan pesantren, guru/ustadz, pengurus Bahasa Arab, dan santri MBS sejumlah 17 peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi aktivitas berbahasa, angket motivasi belajar (5 pertanyaan), dan wawancara (3 pertanyaan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mufradat dari 30% menjadi 70%, kemampuan mendengar dari skor rata-rata 30 menjadi 65, kemampuan berbicara dari 30% menjadi 70%, serta motivasi belajar dari 40% menjadi 75%. Program ini juga memperkuat konsistensi pelaksanaan lingkungan Bahasa Arab di pesantren.Abstract: The bi’ah lughawiyyah program at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jember had been implemented, yet it faced challenges such as the absence of a structured implementation guide and limited instructional media and supporting facilities for Arabic learning. This community service program aimed to optimize the sustainability of bi’ah lughawiyyah to support Arabic language development and students’ moral character building. The methods included observation, Focus Group Discussion, guidebook development, instructional media production, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The partners involved were the boarding school director, teachers, Arabic language coordinators, and students of MBS a total of 17 participants. Evaluation was conducted through language activity observation, learning motivation questionnaires (5 questions), and interviews (3 questions). The results showed an improvement in vocabulary mastery from 30% to 70%, listening skills from an average score of 30 to 65, speaking skills from 30% to 70%, and learning motivation from 40% to 75%. The program also strengthened the consistency of Arabic language environment implementation in the boarding school.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN PRESENSI PADA SMA PANGLIMA POLEM RANTAUPRAPAT Andri Andri; Caroline Caroline; Gunawan Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38533

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan sebuah sekolah menengah atas swasta yang mengalami kendala operasional setelah proses upgrade server menyebabkan sistem presensi lama tidak lagi kompatibel. Kondisi ini memaksa sekolah kembali menggunakan metode presensi manual yang meningkatkan beban administrasi dan risiko kesalahan data. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kembali sistem presensi yang kompatibel dengan infrastruktur server terbaru. Mitra kegiatan melibatkan lima orang pengguna utama, yaitu kepala laboratorium, guru, dan staf administrasi yang berperan dalam pengelolaan presensi. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pengujian, implementasi, pelatihan pengguna, serta evaluasi pascaimplementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem presensi yang dikembangkan mampu berjalan stabil dan menghasilkan data yang lebih akurat. Berdasarkan survei kepuasan pengguna menggunakan metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), diperoleh skor rata-rata 3,8 dari skala 4,0 dengan kategori Sangat Baik. Sistem ini membantu mengurangi beban administrasi dan mempercepat rekapitulasi kehadiran.Abstract: This community service activity was carried out in collaboration with a private senior high school that experienced operational issues after a server upgrade caused the existing attendance system to become incompatible. This situation forced the school to revert to manual attendance recording, which increased administrative workload and the risk of data errors. The activity aimed to redevelop an attendance system compatible with the updated server infrastructure. The partner participants involved five primary users, including the laboratory head, teachers, and administrative staff responsible for managing attendance records. The implementation methods included needs analysis, system design, development, testing, implementation, user training, and post-implementation evaluation. The results indicate that the developed attendance system operates stably and produces more accurate data. Based on a user satisfaction survey using the End-User Computing Satisfaction (EUCS) method, an average score of 3.8 out of 4.0 was obtained, categorized as Very Good. The system helps reduce administrative workload and accelerates the attendance recapitulation process.