cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN KETERAMPILAN PETERNAK AYAM PETELUR Morin Mediviani Sol'uf; Diana Meliani Sabat; Luh Putu Ruliati; Solvi Mariana Makandolu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39361

Abstract

Abstrak: Karang Taruna Lais Manekat masih belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan usaha serta belum memisahkan keuangan rumah tangga dari keuangan usaha ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketarampilan mitra dalam menerapkan pembukuan sederhana pada usaha ternak ayam petelur. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi menggunakan pre test dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan ketampilan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyampaian dan diskusi materi terkait pembukuan sederhana dan praktik pmenyusun pembukuan sederhana dalam usaha ayam petelur. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pada pemahaman dan keterampilan mitra, dari 58% (pre-test) menjadi 84% (post-test). Peningkatan tersebut terlihat pada aspek pengetahuan pembukuan keterampilan dalam mencatat transaksi serta kemampuan menghitung biaya pemeliharaan. Kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha ternak melalui penerapan pembukuan sederhana serta berpotensi menjadi landasan bagi pendampingan lanjutan menuju usaha ternak yang lebih mandiri dan berdaya saing.Abstract: The Lais Manekat Youth Organization is still not accustomed to keeping financial records for their business and has not yet separated household finances from those of their poultry business. This community service activity aims to improve partners’ knowledge and skills in applying simple bookkeeping to layer chicken farming. The activity was carried out in several stages, namely preparation, socialization, training, and evaluation using pre-tests and post-tests to measure improvements in knowledge and skills. The partners in this activity were a Karang Taruna group consisting of 20 people. The activity was conducted through presentations and discussions on materials related to simple bookkeeping and practical exercises, including the analysis and preparation of simple bookkeeping records for layer chicken businesses, as well as case studies on calculating business costs and revenues, and interactive discussions. Evaluation results showed a significant improvement in the partners’ understanding and skills, with the average score increasing from 58% on the pre-test to 84% on the post-test. These improvements were evident in the areas of bookkeeping knowledge, livestock management techniques, transaction recording skills, and the ability to calculate maintenance costs. Overall, this community service initiative proved effective in enhancing livestock business management capacity through the implementation of simple bookkeeping, and has the potential to serve as a foundation for further mentoring aimed at fostering more independent and competitive livestock businesses.
PENYULUHAN DAN PEMBERIAN EXERCISE OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA KELOMPOK PROLANIS Chusna Habiba; Hafiza Alinda Putri; Anisah Rona Afanin; Syifa Adenin Putri; Galuh Wulan Handikawati; Erindra Budi Cahyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39469

Abstract

Abstrak: Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu kondisi degeneratif yang sering dijumpai di masyarakat dan mengakibatkan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Osteoarthritis ini dialami oleh 151 juta orang di seluruh dunia dengan 24 juta ada di wilayah Asia Tenggara, di Indonesia sendiri penyakit sendi ini mencapai 7,3% dengan 6,1% pada pria dan 8,5% pada perempuan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok prolanis terkait Osteoarthritis lutut. Pemberian edukasi menggunakan media berupa powerpoint, leaflet, dan video exercise. Peserta kegiatan ini yaitu kelompok prolanis di PKM sebanyak 65 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain one group pretest-post-test melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pengetahuan masyarakat meningkat pada kelompok prolanis sebesar 26,55% dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penyampaian materi edukasi yang sistematis mampu meningkatkan pemahaman mengenai Osteoarthritis lutut pada kelompok prolanis di PKM Nguter Sukoharjo.Abstract: Osteoarthritis (OA) is a common degenerative condition in the general population that limits daily activities. Osteoarthritis affects 151 million people worldwide, with 24 million in Southeast Asia; in Indonesia alone, the prevalence of this joint disease is 7.3%, with 6.1% among men and 8.5% among women. This activity aims to increase the knowledge of the Prolanis group regarding knee osteoarthritis. Education was provided using media such as PowerPoint presentations, leaflets, and exercise videos. The participants in this activity were 65 members of the Prolanis group at the Community Health Center (PKM). The activity was evaluated using a one-group pretest-posttest design through the completion of questionnaires before and after the intervention, which were then analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. This activity was conducted in November 2025. The results of this activity showed that the community’s knowledge increased by 26.55% in the Prolanis group, with a significance level of p < 0.05. These results indicate that the systematic delivery of educational materials was able to improve understanding of knee Osteoarthritis among the Prolanis group at the Nguter Community Health Center (PKM) in Sukoharjo.
PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN EMOSI PADA WARGA BINAAN PPKS DI PANTI SOSIAL - DINAS SOSIAL Yeni Anna Appulembang; Angeline Hosana Zefany; Indra Prapto Nugroho; Rifda Alda Ufaira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38759

Abstract

Abstrak: Tim pengabdian melakukan kegiatan di UPTD – RAMPK Ogan Ilir setelah observasi lapangan terhadap warga binaan dan wawancara dengan pihak panti menunjukkan bahwa warga binaan masih menghadapi beberapa kendala, terutama dalam pengelolaan emosi. Hasil pretest yang dilakukan oleh tim pengabdian menemukan sebanyak 15 orang atau 53,57% warga binaan memiliki tingkat pengelolaan emosi yang rendah. Oleh karena itu, diberikan konseling kelompok sebagai intervensi. Kegiatan konseling terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu: (1) pretest, (2) sesi konseling, dan (3) posttest, serta pemberian psikoedukasi. Sesi konseling sendiri terbagi menjadi lima tahap, yaitu: forming group, initial stage, transition stage, working stage, dan ending of group. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t sampel berpasangan, ditemukan adanya perbedaan skor yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok. Nilai rata-rata sebelum konseling adalah 25,64, sedangkan setelah konseling meningkat menjadi 26,00. Nilai p yang diperoleh adalah 0,00 < 0,05, yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif sebagai intervensi dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi warga binaan sehingga dapat mendukung kehidupan warga binaan setelah keluar dari panti sosial. Oleh karena itu, evaluasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan sangat dianjurkan agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.Abstract: The community service team conducted activities at the UPTD – RAMPK Ogan Ilir after field observations of the residents and interviews with facility staff revealed that the residents were still facing several challenges, particularly in emotional regulation. The results of the pretest conducted by the community service team found that 15 residents, or 53.57%, had low levels of emotional regulation. Therefore, group counseling was provided as an intervention. The counseling activity consisted of three main stages: (1) pretest, (2) counseling sessions, and (3) posttest, and the provision of psychoeducation. The counseling sessions themselves were divided into five stages: group forming, initial stage, transition stage, working stage, and group ending. Based on the results of data analysis using a paired t-test, a significant difference in scores was found between before and after the group counseling intervention. The mean score before counseling was 25.64, while after counseling it increased to 26.00. The p-value obtained was 0.00 < 0.05, indicating that the difference is statistically significant. These findings suggest that group counseling is effective as an intervention in improving the emotional regulation skills of residents, thereby supporting their lives after leaving the social welfare facility. Therefore, continuous evaluation and follow-up are strongly recommended to ensure that the achieved results are optimized.
ANALISIS PROFIL, TANTANGAN, DAN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN UMKM SALUYU DI DESA PANUNDAAN JAWA BARAT Memed Sueb; Retta Farah Pramesti; Khairanis Yulita; Rosyani Muthya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38615

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan modal, lemahnya pengelolaan keuangan, rendahnya literasi perpajakan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital masih menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil usaha, tantangan, serta kebutuhan pendampingan UMKM Saluyu di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana terhadap 18 UMKM sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan persentase, serta penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% UMKM bergerak pada sektor makanan dan minuman, dengan mayoritas memiliki omzet di bawah Rp10 juta per bulan dan dikelola secara mandiri. Sebanyak 89% UMKM masih mencampurkan keuangan usaha dan pribadi, 67% belum memiliki NPWP, dan 56% belum memanfaatkan media digital dalam pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun UMKM memiliki ketahanan usaha yang cukup baik, kapasitas manajerial dan adopsi teknologi masih rendah. Penelitian ini berkontribusi dengan menghadirkan pendekatan integratif dalam memetakan kebutuhan pengembangan UMKM yang mencakup aspek manajemen usaha, keuangan, perpajakan, dan digitalisasi secara simultan. Hasil penelitian ini menjadi dasar dalam merumuskan model pendampingan terpadu berbasis kebutuhan lokal untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan UMKM di wilayah pedesaan.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in strengthening local economies, particularly in rural areas. However, limited access to capital, weak financial management, low tax literacy, and minimal adoption of digital technology remain major constraints in business development. This study aims to analyze the business profile, challenges, and assistance needs of MSMEs in Saluyu, Panundaan Village, Ciwidey District, West Java. This study employs a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative analysis involving 18 MSMEs as research subjects. Data were collected through structured questionnaires, field observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display in the form of tables and percentages, and interpretative conclusion drawing. The findings indicate that 83% of MSMEs operate in the food and beverage sector, with most generating monthly revenues below IDR 10 million and being independently managed. Approximately 89% of MSMEs still mix personal and business finances, 67% do not have a Tax Identification Number (NPWP), and 56% have not utilized digital platforms for marketing. These results suggest that although MSMEs demonstrate relatively strong business resilience, their managerial capacity and digital adoption remain low. This study contributes by providing an integrative approach to mapping MSME development needs, encompassing business management, financial literacy, tax compliance, and digitalization simultaneously. The findings serve as a basis for developing an integrated assistance model tailored to local needs to enhance the capacity and sustainability of MSMEs in rural areas.
SOSIALISASI WEBSITE LAZISMU SEBAGAI PLATFORM DIGITAL DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN ZAKAT Baskoro Baskoro; Bambang Triraharjo; Roby Novianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39236

Abstract

Abstrak: Penerapan teknologi digital dalam pengelolaan dana zakat di Universitas Muhammadiyah Pringsewu belum berjalan optimal, ditandai dengan rendahnya pemanfaatan situs resmi LAZISMU dan minimnya literasi zakat digital di kalangan sivitas akademika yang masih bergantung pada metode konvensional. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan teknis (hardskill) dalam mengoperasikan portal LAZISMU sekaligus memperkuat pemahaman konseptual (softskill) terkait literasi zakat digital guna mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan sosialisasi dan pendampingan intensif menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung bekerja sama dengan LAZISMU Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Program melibatkan 10 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan staf. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 26%, melampaui target 20%, terutama pada kemampuan mengoperasikan situs web (28%) dan pemahaman konsep dasar portal (25%), sehingga peserta mampu mengakses informasi, berdonasi, dan memantau program zakat secara mandiri.Abstract: The implementation of digital technology in the management of zakat funds at Muhammadiyah University of Pringsewu has not yet been optimal, as evidenced by the low utilization of the official LAZISMU website and the lack of digital zakat literacy among the academic community, which still relies on conventional methods. Therefore, this community service program was implemented to enhance technical skills (hard skills) in operating the LAZISMU portal while strengthening conceptual understanding (soft skills) regarding digital zakat literacy to support transparent and accountable zakat management. Activities were conducted through an intensive outreach and mentoring approach using interactive lectures, demonstrations, and hands-on practice in collaboration with LAZISMU at Muhammadiyah University of Pringsewu. The program involved 10 participants comprising students, faculty members, and staff. Evaluation was conducted via pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires. The results showed a 26% increase in participants’ understanding, exceeding the 20% target, particularly in the ability to operate the website (28%) and understanding of basic portal concepts (25%), enabling participants to independently access information, make donations, and monitor zakat programs.
PEMBENTUKAN KELAS PEDULI PENDERITA DAN SADAR HIPERTENSI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG TERAPI KOMPLEMENTER HIPERTENSI Henrietta Imelda Tondong; Arie Maineny; Niluh Nita Silfia; Novi Dwi Astuti; Asrawaty Asrawaty; Sumiaty Sumiaty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39620

Abstract

Abstrak: Hipertensi menjadi tantangan kesehatan global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 30,8%. Penanganan hipertensi mulai mengintegrasikan terapi komplementer, seperti kombinasi akupresur dan aromaterapi lavender. Kader kesehatan memiliki peran sentral sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pembentukan Kelas PITA DASI (Peduli Penderita dan Sadar Hipertensi) mengenai terapi komplementer hipertensi. Kegiatan ini melibatkan 15 kader kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro. Metode pelaksanaan meliputi edukasi menggunakan media LCD dan leaflet, serta demonstrasi dan praktik mandiri terapi kombinasi akupresur dan aromaterapi lavender. Evaluasi melalui pemberian pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan. Sebelum pelatihan (pre-test), hanya 27% kader yang memiliki pengetahuan kategori baik, namun setelah mengikuti Kelas PITA DASI (post-test), angka tersebut meningkat menjadi 87%. Pembentukan Kelas PITA DASI efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pengelolaan hipertensi.Abstract: Hypertension is a global health challenge, with a prevalence rate of 30.8% in Indonesia. The management of hypertension is beginning to incorporate complementary therapies, such as a combination of acupressure and lavender aromatherapy. Community health workers play a central role as the frontline providers of community health services. This community service activity (PKM) aims to enhance the knowledge and skills of community health workers through the establishment of the PITA DASI Class (Caring for Patients and Hypertension Awareness) regarding complementary therapies for hypertension. This activity involved 15 community health workers in the Mamboro Community Health Center (Puskesmas) service area. Implementation methods included education using LCD projectors and leaflets, as well as demonstrations and independent practice of the combined acupressure and lavender aromatherapy therapy. Evaluation through pre-tests and post-tests showed a significant increase in the workers’ knowledge. Before the training (pre-test), only 27% of the workers had “good” knowledge, but after participating in the PITA DASI Class (post-test), that figure rose to 87%. The establishment of the PITA DASI Class effectively improved the knowledge and skills of health workers in managing hypertension.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PENGOLAHAN DAN MANFAAT PEMBERIAN JUS DAUN KELOR PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING Niluh Nita Silfia; Sri Restu Tampali; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39027

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan status gizi ibu hamil. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor dan pengolahan jus daun kelor sebagai bentuk intervensi gizi bagi ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kader posyandu dan ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sebsar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu hamil sebesar 45% mengenai cara pengolahan jus daun kelor, serta meningkatnya pemanfaatan daun kelor sebagai sumber pangan lokal bergizi. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jus daun kelor dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.Abstract: Stunting remains a public health issue in Indonesia that is closely linked to the nutritional status of pregnant women. One preventive measure that can be taken is the use of nutritious local foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera). This community service activity aims to increase public knowledge about the benefits of moringa leaves and the processing of moringa leaf juice as a form of nutritional intervention for pregnant women. The methods used include education, training, and mentoring for posyandu cadres and pregnant women in the village of Guntarano. The activity was evaluated through pre- and post-tests. The results of the activity showed a 45% increase in the knowledge of health workers and pregnant women regarding how to process moringa leaf juice, as well as an increase in the utilization of moringa leaves as a nutritious local food source. Thus, community empowerment through training in moringa leaf juice processing can be an effective strategy in supporting efforts to prevent stunting starting from thepregnancy period.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BUSINESS PRESSED JUICE BERBASIS PRODUK HIDROPONIK FARM SAMPORA Riana Magdalena Silitonga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38497

Abstract

Abstrak: Masalah yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan hasil panen hidroponik sebagai produk bernilai tambah serta keterbatasan keterampilan kewirausahaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan kewirausahaan melalui bisnis pressed juice berbasis produk hidroponik Farm Sampora. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktikum produksi pressed juice yang melibatkan 40 peserta dari kelompok UMKM dan calon wirausaha. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti program pelatihan. Instrumen evaluasi berupa kuesioner dan soal tes pemahaman yang disusun berdasarkan beberapa indikator, yaitu: (1) pemahaman konsep kewirausahaan, (2) pengetahuan proses produksi pressed juice, (3) kemampuan menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, serta (4) pemahaman strategi pemasaran produk. Setiap indikator diukur menggunakan skala penilaian persentase tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman kewirausahaan dari 32% menjadi 85%. Pengetahuan mengenai proses produksi pressed juice meningkat sebesar 58%, kemampuan perhitungan biaya dan harga jual meningkat sebesar 55%, serta pemahaman strategi pemasaran meningkat sebesar 52%. Selain itu, pengolahan hasil hidroponik menjadi pressed juice terbukti meningkatkan nilai ekonomis produk hingga ±40% dibandingkan dengan penjualan bahan mentah. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan peserta serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis pertanian berkelanjutan.Abstract: The challenges faced by the partners include the low utilization of hydroponic harvests as value-added products and the community’s limited entrepreneurial skills. This community service initiative aims to foster entrepreneurship through a pressed juice business based on products from Farm Sampora’s hydroponic system. The methods employed include outreach sessions, workshops, and hands-on training in pressed juice production, involving 40 participants from MSME groups and aspiring entrepreneurs. Activity evaluation was conducted using pre-test and post-test methods to measure improvements in participants’ knowledge and skills following the training program. Evaluation instruments consisted of questionnaires and comprehension tests designed based on several indicators: (1) understanding of entrepreneurship concepts, (2) knowledge of the pressed juice production process, (3) ability to calculate production costs and determine selling prices, and (4) understanding of product marketing strategies. Each indicator was measured using a percentage-based assessment scale to evaluate participants’ level of understanding before and after the training activity. The evaluation results showed an increase in the average level of entrepreneurial understanding from 32% to 85%. Knowledge of the pressed juice production process increased by 58%, the ability to calculate costs and selling prices increased by 55%, and understanding of marketing strategies increased by 52%. Furthermore, processing hydroponic produce into pressed juice was shown to increase the product’s economic value by approximately 40% compared to selling raw materials. These results indicate that the training program made a positive contribution to enhancing participants’ entrepreneurial capacity and opened opportunities for the development of sustainable agriculture-based businesses.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETANI SINGKONG LAHAN GAMBUT MELALUI PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN Maherawati Maherawati; Lucky Hartanti; Eva Mayasari; Wisi Wilanda Syamsi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39046

Abstract

Abstrak: Lahan gambut merupakan ekosistem yang unik dan harus dikelola dengan tepat. Lahan gambut yang berada di sekitar Kota Pontianak adalah Kampung Gambut Siantan Hilir. Mitra dalam kegiatan ini adalah KWT Edelweis yang merupakan salah satu KWT di Kampung Gambut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di lahan gambut dalam mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan keripik singkong balado dan singkong frozen. Kegiatan dievaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh aspek yang dinilai. Peningkatan pengetahuan tertinggi pada aspek pemasaran produk (dari 66,25% menjadi 90% jawaban benar) dan pentingnya pengolahan singkong (dari 79% menjadi 85% jawaban benar). Hal ini menandakan bahwa pelatihan berhasil menumbuhkan kesadaran peserta terhadap peluang ekonomi dari pengolahan singkong. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi petani lahan gambut, baik dalam peningkatan pengetahuan teknis maupun motivasi untuk mengembangkan produk olahan singkong. Pendampingan lanjutan dan penguatan jejaring dengan pemerintah serta pelaku usaha diperlukan agar hasil pelatihan dapat berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi lebih luas.Abstract: Peatlands are unique ecosystems that require appropriate management to maintain their productivity and sustainability. A peatland area located near Pontianak City is Kampung Gambut Siantan Hilir. The partner in this community service program was the Edelweis Women Farmers Group (KWT Edelweis), one of the are’s farmer group. This program aimed to improve the knowledge and skills of peatland farmers in processing cassava into value-added products. The activities were conducted through lectures, demonstrations, and hands-on practice in producing cassava chips with balado flavor and frozen cassava. The evaluation results showed an increase in partisipants’ knowledge across all assessed aspects. The highest improvement observed in product marketing (from 66.25% to 90% correct answers) and understanding the importance of cassava processing (from 79% to 85% correct answers). These finding indicate that the training successfully enhanced participants’ awareness of the economic opportunities derived from cassava processing. The program had a positive impact on peatland farmers, both in terms of technical knowledge improvement and motivation to develop cassava-based processed products. Further assistance and strengthening of network with government institutions and business actors are needed to ensure program sustainability and to expand its economic benefits.
PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HIJAB BELLA SQUARE Hijrah Latinggi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39303

Abstract

Abstrak: Perkembangan industri fashion muslim di indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat, khusunya pada produk hijab yang semakin diminati oleh masyrakat. Persaingan bisnis fashion muslim yang semakin ketat membuat pelaku usaha perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan brand image terhadap keputusan pembelian Hijab Bella Square. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada 60 responden yang merupakan konsumen Hijab Bella Square. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabelitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan harga, kualitas produk, dan brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara Parsial, kualitas produk menjadi variabel yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha fashion muslim dalam meningkatkan kualitas produk dan memperkuat citra merek guna meningkatkan keputusan pemeblian konsumen.Abstract: The development of the muslim fashion industry in indonesia has experienced significant growth, especially in hijab products that are competition in the muslim fashion business encourages business owners to understand the factors that influence consumer purshasing decisions. This study aims to determine the effect of price, product quality, and brand image on purshasing decisions of bella square hijab. This research used a quantitave method with descriptive and associative approaches. Data were collected through questionnaires distributed to 60 respondents who were consumers of Bella Square Hijab. The data analysis techniques used were validity test, and reliability test, miltiple linear regression, t-test, F-test, and ceofficient of determination (R2). The reselts showed that simultaneously price, product quality, and brand image had a significant of effect on purshasing decisions. Partially product quality was the most dominant variable influecing cosumer purshasing decisins. The findings of this study provide practical contributions for Muslim fashion busuness owners in inproving product quality and strengthening brand image to increase consumers purshasing decisions.