cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN TRANSFORMASIONAL BAGI PENGURUS IBI KOTA PALEMBANG Muhamad Uyun; Ike Utia Ningsih; Yuli Bahriah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39215

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan dalam organisasi profesi kesehatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan, namun masih ditemukan kendala pada aspek komunikasi tim, koordinasi antar ranting, serta pengambilan keputusan yang belum optimal pada pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palembang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kolaboratif dan transformasional melalui pelatihan berbasis experiential learning. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif yang mencakup simulasi game menara kolaborasi, simulasi pengambilan keputusan krisis, dan game blind leadership, dengan melibatkan 75 peserta dari 26 ranting. Evaluasi dilakukan melalui desain pretest dan posttest dengan skor maksimal 150 serta observasi partisipasi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kepemimpinan, dengan jumlah peserta yang mencapai skor maksimal meningkat dari 6 orang pada pretest menjadi 51 orang pada posttest (peningkatan ±750%), serta pergeseran distribusi nilai dari mayoritas skor 100–110 menjadi hampir seluruhnya ≥130. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan kolektif yang memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mendorong budaya organisasi yang lebih kolaboratif dan adaptif.Abstract: Leadership within health professional organizations is a key factor in improving service quality; however, challenges remain in the areas of team communication, coordination among branches, and suboptimal decision-making among the executive board of the Indonesian Midwives Association (IBI) in Palembang. This community service project aims to enhance collaborative and transformational leadership capacity through experiential learning-based training. The method employed was an interactive training program that included a collaborative tower simulation game, a crisis decision-making simulation, and a blind leadership game, involving 75 participants from 26 branches. Evaluation was conducted using a pretest and posttest design with a maximum score of 150, along with observations of participant engagement. The results showed a significant improvement in leadership understanding, with the number of participants achieving the maximum score increasing from 6 in the pretest to 51 in the posttest (an increase of approximately 750%), as well as a shift in the score distribution from a majority of scores in the 100–110 range to nearly all scores of ≥130. Additionally, there was an improvement in communication skills, teamwork, and confidence in collective decision-making, which strengthened leadership capacity and fostered a more collaborative and adaptive organizational culture.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KELAS IBU HAMIL DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MATERNAL Elly Sianturi; Sulastry Pakpahan; Ganda Agustina Simbolon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38801

Abstract

Abstrak: Umumnya kematian ibu terjadi di negara miskin dan menegah kebawah dengan penyebab kematian yang dapat dicegah melalui perawatan oleh tenaga kesehatan profesional sebelum, selama dan setelah persalinan. Program pemerintah terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal melalui pelaksanaan kelas ibu hamil. Prioritas masalah mitra adalah masih ditemukan penyulit-penyulit selama kehamilan dan persalinan yang dapat dicegah dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dalam perawatan diri selama kehamilan dan nifas. Puskesmas Sarulla menjangkau pelayanan terhadap 12 desa dan 1 kelurahan hanya memiliki 2 kelompok kelas ibu hamil (KIH). Kegiatan kelas ibu hamil digabung dengan kegiatan pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Care/ ANC). Keberadaan KIH tidak menetap pada 1 desa atau kelurahan, menyesuaikan jumlah ibu hamil di desa tersebut. Partisipati ibu dalam KIH rendah dengan alasan waaktu yang terlalu lama dan jarak tempuh yang cukup jauh ke lokasi KIH. Sasaran mitra kegiatan pengabdian ini adalah 34 orang ibu hamil dan dilaksanakan di aula Puskesmas Sarulla. Tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawatan diri selama kehamilan dan nifas melalui pelaksanaan kelas ibu hamil. Metode penyuluhan tentang pentingnya mengikuti kelas ibu hamil dan kemampuan deteksi dini secara mandiri dan perawatan diri selama kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil yang telah dicapai pengetahuan ibu meningkat dari mayoritas berpengetahuan kurang 13 orang (38,23%) menjadi 28 orang (82,35%). Motivasi ibu untuk mengikuti kelas ibu hamil meningkat dari 9 orang (26,47%) dengan motivasi kuat menjadi 22 orang (64,7%).Abstract: Maternal deaths generally occur in low- and lower-middle-income countries, with causes of death that can be prevented through care provided by healthcare professionals before, during, and after childbirth. The government’s program to improve the quality of maternal health services involves the implementation of prenatal classes. A key priority for partners is that complications during pregnancy and childbirth which can be prevented by enhancing pregnant women’s knowledge and skills in self-care during pregnancy and the postpartum period still occur. The Sarulla Community Health Center, which serves 12 villages and 1 sub-district, currently operates only two prenatal class groups (KIH). Prenatal classes are combined with prenatal check-ups (Ante Natal Care/ANC). The KIH program is not permanently based in a single village or subdistrict; its location is determined by the number of pregnant women in that area. Participation by pregnant women in the KIH program is low due to the lengthy duration of the sessions and the considerable distance to the KIH location. The target participants for this community service activity are 34 pregnant women, and it is conducted in the hall of the Sarulla Community Health Center. The objective is to enhance knowledge and self-care skills during pregnancy and the postpartum period through the implementation of prenatal classes. The educational methods focus on the importance of attending prenatal classes, the ability to perform self-monitoring for early detection, and self-care practices during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. The results achieved showed that the mothers’ knowledge increased from a majority with insufficient knowledge (13 people, 38.23%) to 28 people (82.35%). The mothers’ motivation to attend prenatal classes increased from 9 people (26.47%) with strong motivation to 22 people (64.7%).
TRANSFORMASI DIGITAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: PROGRAM PEMBINAAN BERBASIS KOMUNITAS UNTUK PESANTREN DAN SEKOLAH ISLAM DI MALANG RAYA Mohamad Anas; Millatuz Zakiyah; Prima Zulvarina; M. Lukman Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38995

Abstract

Abstrak: Lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren dan sekolah Islam, masih menghadapi tantangan dalam tata kelola kelembagaan akibat keterbatasan literasi digital dan belum optimalnya penerapan sistem manajemen modern. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil program pendampingan berbasis komunitas untuk mendorong transformasi digital manajemen pendidikan Islam di Malang Raya. Kegiatan dilaksanakan pada 20 lembaga mitra dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri atas pimpinan lembaga, guru, dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan dan penyusunan materi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi partisipasi, serta checklist luaran kelembagaan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi awal mitra masih didominasi manajemen manual; hanya 5 lembaga yang memiliki website aktif dan 4 lembaga yang menggunakan email resmi. Setelah program dilaksanakan, rata-rata kemampuan digital peserta meningkat sekitar 60%, sedangkan 15 lembaga telah memiliki dan mengoperasikan website atau email kelembagaan secara aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis komunitas efektif memperkuat kapasitas digital, tata kelola, dan identitas kelembagaan pendidikan Islam secara bertahap, kontekstual, dan berkelanjutan.Abstract: Islamic educational institutions, particularly pesantren and Islamic schools, continue to face governance challenges due to limited digital literacy and the suboptimal adoption of modern management systems. This article aims to describe the process and outcomes of a community-based mentoring program designed to foster digital transformation in Islamic educational management in Greater Malang. The program involved 20 partner institutions and 45 participants consisting of institutional leaders, teachers, and administrative staff. The implementation was organized into four stages: needs assessment, planning and preparation of training materials, training and mentoring, and evaluation and follow-up. The evaluation system employed pre-tests and post-tests, participation observation sheets, and an institutional output checklist. The findings indicate that the initial condition of partner institutions was still dominated by manual management; only five institutions had active websites and four used official institutional email accounts. After the program, participants’ average digital competence increased by around 60%, while 15 institutions had actively established and operated institutional websites or official email accounts. These findings demonstrate that community-based mentoring is effective in strengthening digital capacity, institutional governance, and the digital identity of Islamic educational institutions in a gradual, contextual, and sustainable manner.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GENERASI Z MELALUI IMPLEMENTASI SMART TIME MANAGEMENT BERBASIS APLIKASI DIGITAL Riszki Wijayatun Pratiwi; Tri Budi Santosa; Mursid Dwi Hastomo; Ari Pantjarani; Eko Purbiyanto; Chairullah Naury
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39514

Abstract

Abstrak Permasalahan utama Generasi Z adalah rendahnya kemampuan manajemen waktu akibat tingginya distraksi digital yang berdampak pada produktivitas dan keseimbangan aktivitas. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan smart time management pada mahasiswa dan pelajar. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada 30 peserta, dengan evaluasi melalui observasi serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, dengan rata-rata nilai meningkat dari 50,5% menjadi 81,25% atau sebesar 30,75%. Peningkatan ini mencakup soft skill dalam pengelolaan waktu dan hardskill dalam penggunaan aplikasi digital produktivitas. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola waktu secara lebih terstruktur dan produktif di era digital.Abstract: The main problem faced by Generation Z is poor time management skills due to high digital distractions, which impact productivity and activity balance. This community service aims to improve understanding and skills in smart time management among students. The methods used include socialization, training, workshops, and mentoring involving 30 participants, with evaluation conducted through observation and pre-test and post-test. The results show a significant improvement in participants' abilities, with average scores increasing from 50.5% to 81.25% or by 30.75%. This improvement includes soft skills in time management and hard skills in the use of digital productivity applications. Therefore, this program is effective in enhancing participants’ ability to manage time more systematically and productively in the digital era.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK KAYU MANIS DALAM MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR Syafri Anwar; Febriandi Febriandi; Surtani Surtani; Lailatur Rahmi; Yulia Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39149

Abstract

Abstrak: Nagari Malalak Barat, Kabupaten Agam, merupakan salah satu sentra penghasil kayu manis di Sumatera Barat dengan potensi besar untuk dikembangkan dalam kerangka ekonomi sirkular. Namun, masyarakat setempat masih menghadapi kendala dalam diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan pengelolaan usaha. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan monitoring usaha berbasis kayu manis. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan diversifikasi produk (minyak esensial, teh herbal, olahan pangan), pemasaran digital, manajemen usaha, serta desain kemasan dan branding. Peserta juga dilatih dalam penggunaan teknologi produksi dan pemasaran, pengelolaan database pelanggan, serta analisis pasar. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dari skor awal 30–45% menjadi 75–85% setelah program, terutama pada aspek diversifikasi produk, kesadaran ekonomi sirkular, dan keterampilan pemasaran digital. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas 14 ibu-ibu PKK di Nagari Malalak Barat melalui diversifikasi produk kayu manis berbasis ekonomi sirkular dengan metode pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi, yang terbukti meningkatkan keterampilan peserta dari 30–45% menjadi 75–85% terutama pada aspek produksi, pemasaran digital, dan manajemen usaha.Abstract: Malalak Barat Village, Agam Regency, is one of the major cinnamon-producing centers in West Sumatra with significant potential for development within the framework of a circular economy. However, the local community still faces challenges in product diversification, technology adoption, market access, and business management. This community service program was implemented to enhance the capacity of PKK women through outreach, training, technology adoption, as well as business mentoring and monitoring focused on cinnamon-based enterprises. Implementation methods included training on product diversification (essential oils, herbal tea, processed foods), digital marketing, business management, and packaging design and branding. Participants were also trained in the use of production and marketing technologies, customer database management, and market analysis. Results from pre- and post-test evaluations showed a significant improvement, from initial scores of 30–45% to 75–85% after the program, particularly in the areas of product diversification, circular economy awareness, and digital marketing skills. This community service program aims to enhance the capacity of 14 PKK women in Nagari Malalak Barat through the diversification of cinnamon-based products using a circular economy approach, employing training, mentoring, and technology implementation. This approach has proven to improve participants’ skills from 30–45% to 75–85%, particularly in the areas of production, digital marketing, and business management.
PENERAPAN SISTEM MONITORING PERTUMBUHAN JAGUNG BERBASIS IOT DAN MACHINE LEARNING UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN CERDAS Dinial Utami Nurul Qomariah; Ade Irma Elvira; Ratna Yuniati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39143

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok tani di Desa Jembatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, yang didominasi oleh komoditas padi dan jagung. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pemantauan kondisi lahan secara real-time serta pengelolaan irigasi yang masih konvensional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas petani dalam pemanfaatan teknologi pertanian cerdas melalui implementasi sistem monitoring pertumbuhan jagung berbasis Internet of Things (IoT) dan Machine Learning. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kolaborasi multipihak antara kelompok tani, akademisi, dan media dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest untuk mengukur peningkatan hard skill dan soft skill. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 50,25 menjadi 78,75 atau sebesar 58,8%. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong penerapan pertanian cerdas secara berkelanjutan.Abstract: This community service activity was conducted with a farmer group in Desa Jembatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, where agricultural activities are predominantly focused on rice and corn. The main problems faced by the partners include limitations in real-time land condition monitoring and conventional irrigation management practices. This activity aims to enhance farmers’ understanding and capacity in utilizing smart agriculture technologies through the implementation of a corn growth monitoring system based on the Internet of Things (IoT) and Machine Learning. The implementation employed a multi-stakeholder collaboration approach involving farmer groups, academics, and media using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. Evaluation was carried out using a pretest–posttest approach to measure improvements in both hard skills and soft skills. The evaluation results indicate an increase in the average score from 50.25 to 78.75, representing an improvement of 58.8%. This activity contributes to promoting the sustainable adoption of smart agriculture.
OPTIMALISASI MEDIA EDUKASI ENERGI TERBARUKAN DENGAN INTEGRASI E-MODUL BERBASIS QR CODE Andinusa Rahmandhika; Ali Mokhtar; Ary Dwi Astuti; Arie Zakaria; Nur Hasanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39397

Abstract

Abstrak: Integrasi fasilitas pendidikan di lingkungan tempat wisata menjadi strategi inovatif yang meningkatkan nilai rekreatif dan memperluas fungsi edukatif melalui penyediaan pengalaman belajar yang interaktif dan mudah diakses oleh pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan e-modul berbasis QR Code dan meningkatkan keterampilan pendamping pengunjung di Pos Energi Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang (TRS UMM) dalam manajemen pendampingan pengunjung. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya jumlah pengunjung yang tidak sebanding dengan jumlah pendamping, sehingga proses edukasi tidak berjalan optimal. Pendekatan yang digunakan untuk melakukan kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan seorang pengelola dan enam pendamping pengunjung Pos Energi TRS UMM pada setiap tahapan kegiatan. Sistem evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dengan pengukuran capaian indikator keberhasilan berupa tingkat pemahaman pendamping terhadap penggunaan e-modul, kemampuan pendamping dalam memberikan arahan teknis, ketersediaan e-modul, dan tingkat akses pengunjung terhadap e-modul. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas pendamping, di mana 83% pendamping mampu memahami dan menerapkan pendampingan berbasis e-modul. Selain itu, pendamping juga mampu memberikan arahan teknis kepada pengunjung. Kegiatan ini menghasilkan dua e-modul yang terintegrasi dengan QR Code pada media edukasi. Implementasi sistem ini juga mendorong kemandirian belajar pengunjung dengan tingkat akses e-modul mencapai 60%.Abstract: The integration of educational facilities within tourist attractions is an innovative strategy that enhances recreational value and expands educational functions by providing interactive learning experiences that are easily accessible to visitors. This community service activity aims to implement QR Code-based e-modules and improve the skills of visitor guides at the Sengkaling Recreation Park Energy Post of the University of Muhammadiyah Malang (TRS UMM) in visitor guidance management. The main problem faced is the high number of visitors that is not proportional to the number of guides, so the educational process does not run optimally. The approach used for this activity was Participatory Action Research (PAR), which involved one manager and six visitor guides from the TRS UMM Energy Post at every stage of the activity. The evaluation system was conducted through participatory observation, measuring success indicators such as the guides’ level of understanding regarding the use of e-modules, their ability to provide technical guidance, the availability of e-modules, and visitors’ access to the e-modules. The results of the activity showed a significant improvement in the mentors’ capabilities, with 83% of them able to understand and implement e-module-based mentoring. In addition, the mentors were also able to provide technical guidance to visitors. This activity produced two e-modules integrated with QR codes in educational materials. The implementation of this system also encouraged independent learning among visitors, with e-module access rates reaching 60%. 
IMPLEMENTASI ZERO WASTE INTEGRATED SYSTEM DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KOPI Syahbudin Hasibuan; Indah Apriliya; Ifan Aulia Candra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39558

Abstract

Abstrak: Petani kopi rakyat di Kecamatan Sidamanik masih menghadapi permasalahan rendahnya pemanfaatan limbah kulit kopi dan biomassa lokal, tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta belum optimalnya penerapan budidaya kopi berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Zero Waste Integrated System melalui pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dan keberlanjutan budidaya kopi. Mitra kegiatan adalah kelompok petani kopi rakyat dan pengurus koperasi kopi, dengan peserta 20 petani aktif dan 5 orang pengurus koperasi. Metode pelaksanaan meliputi survei, penyuluhan, workshop pembuatan pupuk organik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, pre-test, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 32,29% menjadi 85,43%, atau meningkat sebesar 53,14 poin persentase. Program ini meningkatkan kesadaran, keterampilan teknis, dan komitmen mitra dalam mengelola limbah kopi berbasis pertanian berkelanjutan.Abstract: Smallholder coffee farmers in Sidamanik still face several problems, including the low utilization of coffee husk waste and local biomass, high dependence on chemical fertilizers, and limited implementation of sustainable coffee cultivation practices. This community service program aimed to implement a Zero Waste Integrated System by utilizing local resources as raw materials for organic fertilizer, thereby improving farmers’ capacity and supporting sustainable coffee production. The participants consisted of approximately 20 active smallholder coffee farmers and 5 coffee cooperative administrators. The program was conducted through field surveys, extension activities, organic fertilizer production workshops, technical assistance, monitoring, and evaluation. The evaluation was carried out using observation, interviews, pre-test, and post-test instruments. The results showed an increase in participants’ understanding from an average of 32.29% to 85.43%, representing a 53.14 percentage-point improvement. This program improved farmers’ awareness, technical skills, and commitment to managing coffee waste through sustainable agricultural practices.
PRAKTIK PEMILAHAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA MITIGASI DARURAT SAMPAH Farida Yuliani; Wahid Nur Fajri; Af’idzatuttama Af’idzatuttama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38836

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat di, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pemilahan sampah serta pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelum kegiatan, sebagian besar warga tidak memahami cara memilah sampah, terutama membedakan sampah organik dan anorganik. Masalah utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam membuang sampah dan rendahnya pengetahuan tentang pemilahan sampah serta daur ulang. Pelatihan yang dilaksanakan mencakup sosialisasi, praktik pembuatan eco-enzyme dan kompos dari sampah organik, serta kerajinan tangan dari sampah anorganik.Pengabdian dilaksanakan dengan melakukan survei ke Desa dan membuat kesepakatan dengan mitra tetang pelaksanaan pengabdian. Mitra yang diundang berasal dari Perumahan Mountion View Residence Kudus. Peserta yang hadir para ibu rumah tangga serta perwakilan dari bapak-bapak. Selain itu peserta yang hadir berasal dari tukang sampah, tukang pemilah sampah, dan petugas TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang yang didominasi oleh ibu rumah tangga (IRT). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam sikap masyarakat, di mana kesadaran tentang pentingnya pemilahan sampah meningkat dari 85,22% menjadi 93,18%, serta peningkatan keyakinan bahwa lingkungan akan lebih bersih dengan pemilahan sampah. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk wirausaha berbasis sampah, seperti pembuatan produk kerajinan dari sampah anorganik. Program ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lebih lanjut dan kolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas dampaknya.Abstract: Community service in, aims to increase community awareness and skills in waste sorting and household waste management. Before the activity, most residents did not understand how to sort waste, especially distinguishing organic and inorganic waste. The main problem faced was the difficulty in disposing of waste and low knowledge about waste sorting and recycling. The training carried out included socialization, practice of making eco-enzymes and compost from organic waste, as well as handicrafts from inorganic waste. The service was carried out by conducting a survey to the Village and making an agreement with partners regarding the implementation of the service. The invited partners came from Mountion View Residence Kudus Housing. The participants who attended were housewives and representatives from men. In addition, participants who attended were garbage collectors, waste sorters, and TPS (Temporary Disposal Site) officers. The number of participants who attended was 25 people, dominated by housewives (IRT). The results showed a significant increase in community attitudes, where awareness of the importance of waste sorting increased from 85.22% to 93.18%, as well as an increase in confidence that the environment would be cleaner with waste sorting. The success of this program has opened up opportunities for waste-based entrepreneurship, such as creating craft products from inorganic waste. This program can be continued with further training and collaboration with the government to expand its impact.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN MENTAL IBU MENGGUNAKAN INSTRUMEN EPDS Vinami Yulian; Sri Lestari; Wachidah Yuniartika; Abi Muhlisin; Agustaria Budi Nugroho
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39598

Abstract

Abstrak: Kesehatan mental ibu khususnya pada masa kehamilan dan nifas, masih menjadi permasalahan yang belum terdeteksi secara optimal di tingkat masyarakat. Kader sebagai fasilitator bidang kesehatan ibu di masyarakat melaporkan memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan skrining kesehatan mental ibu dengan menggunakan instrumen baku seperti Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini masalah kesehatan mental ibu di Sukoharjo. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu pelatihan dan pendampingan 27 kader kesehatan. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sistem evaluasi dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui evaluasi pengetahuan, keterampilan, dan proses pelaksanaan kegiatan. Indikator keberhasilan kegiatan ini meliputi adanya peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, dan kader mampu melakukan skrining menggunakan instrumen EPDS secara mandiri dan sesuai prosedur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kader kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari kategori baik sebesar 11,1% sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Dengan demikian, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 88,9% setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan penggunaan instrumen EPDS dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan mental ibu. Abstract: Maternal mental health, particularly during pregnancy and postpartum, remains an issue that has not been optimally detected at the community level. Community health cadres, who act as maternal health facilitators in the community, report limited knowledge and skills in conducting maternal mental health screenings using standard instruments such as the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of health cadres in the early detection of maternal mental health problems in Sukoharjo. The service method used was training and mentoring 27 health cadres. This service was carried out in three stages: pre-implementation, implementation, and evaluation. The evaluation system in this service activity was carried out through evaluation of knowledge, skills, and the implementation process. Indicators of the success of this activity include an increase in post-test scores compared to the pre-test, and cadres' ability to conduct screening using the EPDS instrument independently and according to procedures. The evaluation results showed that health cadres experienced an increase in knowledge and skills from 11.1% before training to 100% after training. Thus, there was an 88.9% increase in knowledge after training and mentoring on the use of the EPDS instrument in early detection of maternal mental health problems.