cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2014): September" : 10 Documents clear
EFEKTIFITAS PENDEKATAN RME (Realistic Mathematic Education)TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Syaefudin Suhaedi; Abdillah Abdillah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.90

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan trigonomerti siswa kelas VII MTs Birrul Walidain NWRensing tahun pelajaran 2013/2014.  Pendekatan realistik merupakan salah satu inovasi pembelajaran matematika dimana konsep matematika diperoleh melalui proses berpikir siswa sendiri, sehingga bisa dikatakan pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang  berpusat pada siswa. Dalam matematika realistik pembelajarandimulai dari permasalahan yang real sehingga siswadapat terlibat dalam proses pembelajaran secara bermakna  dan guru dipandang sebagai fasilitator, moderator dan evaluator yang menciptakan situasi dalam menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menemukan kembali idedan konsep matematika dengan cara mereka sendiri. Penelitian ini dilaksanakan dalam suatu desain eksperimen, yang bertujuan untuk membandingkan dua perlakuan berbedakepada subjek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memanipulasi satu variabel bebas yaitu pendekatan pembelajaran kemudian melihat pengaruhnya terhadap pemahaman konsep dan ketuntasan belajar matematika  siswa sebagai variabel terikat. Metode eksperimen yang dipilih adalah eksperimen semu. Tempat pelaksanaan  penelitian ini adalah  VII MTs Birrul Walidain NW Rensing. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII MTs  Birrul Walidain NW Rensing Tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 2 kelas yang berjumlah 47 siswa. Dari  Populasi yang ada diambil dua kelas secara  random sebagai sampel penelitian, hasil pengambilan sampel yaitu kelas VII A sebagai kelas control dan kelas VII B sebgai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji hipotesis dan keefektifan pendekatan pembelajaran, diperoleh simpulan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistic efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VII Mts  Walidain NW Rensing Tahun pelajaran 2013/2014.Abstract: The purpose of this study is to determine the effectiveness of learning achievement of mathematics subject trigonomerti students of class VII MTs Birrul Walidain NWRensing lesson year 2013/2014. Realistic approach is one of mathematics learning innovation where the concept of mathematics is obtained through students' own thinking process, so it can be said this approach is a student-centered learning approach. In realistic mathematics the learner starts from real problems so that students can engage in meaningful learning processes and teachers are seen as facilitators, moderators and evaluators who create situations in providing opportunities for students to reinvent their own mathematical concepts. This study was conducted in an experimental design, aimed at comparing two different treatments to the study subjects. In this research, the researcher manipulates one independent variable that is learning approach then see its influence to comprehension of conception and mastery learning of student mathematics as dependent variable. The experiment method selected is a pseudo experiment. The execution site of this research is VII MTs Birrul Walidain NW Rensing. The population in this research is class VII MTs Birrul Walidain NW Rensing Year lesson 2013/2014 consisting of 2 classes amounting to 47 students. From the population, two classes were taken randomly as the sample of the research, the sampling result is class VII A as the control class and the class VII B as the experimental class. Based on the results of hypothesis testing and effectiveness of learning approaches, obtained the conclusion that the approach of learning mathematics realistic effectiveness of student learning outcomes class VII Mts Walidain NW Rensing Year lesson 2013/2014.
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI COOPERATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA Nadziroh Nadziroh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.86

Abstract

This study is intended to increase the student’s achievement and process to excute the social studies  learning with Cooperative Learningapproach. This study is a  Classroom Action Research(CAR) implemented to 8 th grade students in SMPN 3 Gamping Sleman as the object of study. This study contains three cycles, starts from planning, implementation, monitoring, reflecting and improving. The data were collected by using learning achievement test, observations, and interviews. The data from learning achievement tests were analyzed by using the descriptive quantitative technique. The data from observations and interviews were analyzed by using the descriptive qualitative technique on the basics of the results of the observation and reflection. Findings suggest that by the  Cooperative Learningapproach implementation, the social studies can get its best result. The student’s score increases. It is proved by the average score in each examination. Atthe first cycle, the average score is 66.44; the second cycle is 67.41; and the third cycles is 77.67
SPESIFIKASI SIMBOL KARTOGRAFIS PADA PETA TAKTUAL UNTUK KAUM TUNA NETRA Noorhadi Rahardjo; Surito Hardoyo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.91

Abstract

Abstrak:Tunanetra memerlukan sarana perolehan informasi yang dapat diterjemahkan dengan rabaan atau diperkuat dengan pendengaran, termasuk kebutuhan akan informasi kebumian dan atau lingkungan. Cara perolehan informasi seperti tersebut, kaum tunanetra kesulitan untuk mengetahuisebaran dan hubungan antar informasi. Peta tactual yang dikembangkan dalam ilmu kartografi, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tunanetra terhadap representasi fenomena geografis secara keruangan. Dengan Peta taktual, penderita tunanetra dapat membaca atau mengetahui sebaran dan hubungan antar fenomena geografi dengan meraba simbol-simbol yang ada pada peta. Untuk menyusun peta taktual yang baik, simbol, informasi tepi, dan reproduksi peta perlu dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan tunanetra sebagai pengguna. Sayangnya, hingga saat ini ketentuan-ketentuan tersebut belum terstandardisasi secara internasional. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka pada makalah ini dicoba menguraikan tentang disain simbol peta taktual yangdiperoleh dari hasil modifikasi dari hasil pemetaan taktual kota oleh  National Mapping Council of Australia; Publikasi Panduan Desain Gambar Taktual dari  American Printing House; Penggunaan Variabel Taktual yang disusun oleh Vasconcellos; Spesifikasi Pemetaan Unsur Rupabumi dari BAKOSURTANAL; dan Penggunaan Variabel visual yang dikembangkan oleh Bertin Untuk Penyusunan Peta Kartografis. Hasil rancangan simbol peta taktual yang diperoleh dari modifikasi tersebut, selanjutnyadiaplikasikan untuk menyusun peta taktual Kota Yogyakarta dengan  media terpilih yaitu Swell Paper, dan selanjutnya dievaluasi dengan cara mewawancarai pengguna peta (tunanetra).Dua aspek yang dievaluasi, yakni (a) jenis peta taktual yang dibutuhkan oleh kaum tunanetra di Yogyakarta,  dan (b) tingkat pengenalan kaum tunanetra terhadap  variabel taktual.Abstract: Blind people need a means of obtaining information that can be translated by touching or amplified by hearing, including the need for earth and / or environmental information. How to obtain such information, the blind are difficult to know the spread and the relationship between information. A tactual map developed in cartographic science, is intended to meet the needs of the blind to the representation of spatial geographical phenomena. With taktual maps, blind people can read or know the distribution and relationship between geography phenomena by touching the symbols on the map. To construct good tactual maps, symbols, edge information, and map reproduction should be designed to suit the needs and abilities of the visually impaired as users. Unfortunately, to date these provisions have not been standardized internationally. Starting from this problem, this paper attempts to elaborate on the design of the tactual map symbol obtained from the modification of the mapping of city tactual by the National Mapping Council of Australia; Publication of the Tactual Figure Design Guide of the American Printing House; Use of Tactual Variables composed by Vasconcellos; Topographic Material Mapping Specification from BAKOSURTANAL; and the Use of Visual Variables developed by Bertin For the Creation of a Cartographic Map. The result of the tactual map symbol design obtained from the modification was then applied to formulate the tactual map of Yogyakarta City with selected media, Swell Paper, and then evaluated by interviewing the map user (blind) .These two aspects were evaluated, namely (a) the type of tactual map required by the blind in Yogyakarta, and (b) the level of blind people recognition of the tactual variables.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM KELOMPOK KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA S1 PGSD TAHUN AKADEMIK 2013 Hapipi Hapipi; Syahrul Azmi; Aos Santosa H
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.87

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasilbelajar mahasiswa pada matakuliah Matematika Dasardengan melakukan perbaikan kualitas proses pembelajaran. Perbaikan kualitas proses ini dilakukan dengan menerapkan pembelajaran berbasis realistik dalam kelompok kooperatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa pada materi persamaan/pertidaksamaan linear dan persamaan/pertidaksamaan kuadrat. Ketuntasan klasikal mencapai 61% pada siklus I, sedangkan padasiklus II mencapai 88%Abstract: This research is intended to improve student outcomes in Mathematics Dasardengan by improving the quality of learning process. Improving the quality of this process is done by applying realistic-based learning in cooperative groups. This research is a classroom action research (PTK) conducted in two cycles. The results showed that there is an increase in student learning outcomes on the material equations / linear inequalities and equations / quadratic inequalities. The classical completeness reaches 61% in cycle I, while on the second cycle reaches 88%
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP GARIS SINGGUNG LINGKARAN DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERKELOMPOK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UM MATARAM Vera Mandailina
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.92

Abstract

Abstrak:Salah satu kesulitan mahasiswa dalam mata kuliah geometri analitik bidang adalah memecahkan masalah tentang garis singgung lingkaran jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Kesulitan ini dapat disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap konsep garis singgung  lingkaran. Pembelajaran matematika dengan metode penemuan merupakan satu komponen penting dalam pandangan konstruktivis dimana pengetahuan dibentuk oleh mahasiswa sendiri secara aktif, kemudian disimpan sebagai suatu susunan atau struktur pengetahuan yang saling terkait satu sama lain seperti jaring laba-laba dantidak hanya sekedar bersifat hirarkis. Mahasiswa secara aktif baik fisik (bekerja) maupun mental (berpikir) dalam membentuk pengetahuannya sendiri. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja dosen sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menguasai suatu mata kuliah.  Sumber data dalam penelitian ini adalah semester IV jurusan pendidikan matematika FKIP UM Mataram. Sedangkan mahasiswa yang diambil sebagai subjek untuk wawancara adalah 4 mahasiswa dengan pertimbangan agar memudahkan fokus perhatian dan pengamatan sehingga mencapai refleksi mendalam. Pemilihan subjek untuk wawancara ditentukan berdasarkan pada hasil tes awal. Keempat mahasiswa ini terdiri dari 1 mahasiswa berkemampuan tinggi, 2 mahasiswa berkemampuan sedang, dan 1 mahasiswaberkemampuan rendah. Setelah dataterkumpul, maka data perlu segera dianalisis. Analisisdata yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisisdata kualitatif dan kuantitatif. Data ini dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mereduksi data,(2) menyajikan data, dan (3) menarik kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan tujuan penelitian dan hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berkelompok dapat meningkatkan penguasaan konsep garis singgung lingkaran pada matakuliah geometri analitik di jurusan pendidikan matematika  UM Mataram.Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata mahasiswa dan meningkatnya SR yang dihasilkan jika membenadingkan hasil tes awal dan tes akhir. Abstract: One of the student difficulties in the field of analytical geometry is to solve the problem of tangent circles when associated with daily life. This difficulty can be caused by a lack of understanding of the concept of tangent circles. Mathematical learning by discovery method is an important component in constructivist view where knowledge is actively shaped by the students themselves, then stored as a structure or knowledge structure interconnected with each other like spider webs and not just hierarchical. Students are both physically active (working) and mental (thinking) in shaping their own knowledge. The research conducted is a classroom action research that aims to improve the performance of lecturers so as to improve students' understanding in mastering a course. Sources of data in this study is the fourth semester majoring in mathematics education FKIP UM Mataram. While the students are taken as the subject for the interview is 4 students with consideration to facilitate the focus of attention and observation so as to achieve deep reflection. The subject selection for the interview is determined based on the initial test results. The four students consist of 1 high-ability student, 2 medium-skilled students, and 1 low-skilled student. After the data gathered, then the data needs to be analyzed immediately. Data analysis conducted in this research is qualitative and quantitative data analysis. This data is analyzed by the following steps: (1) reducing data, (2) presenting data, and (3) drawing conclusions and verification. Based on research objectives and research results can be concluded that the application of guided discovery method can improve the mastery of the concept of tangent circle in the analytic geometry course in the majors of mathematics education UM Mataram.Hal is evidenced by the increase in the average value of students and the increase in SR generated if membenadingkan results preliminary and final tests.
AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA TRADISI MERARIQMASYARAKAT SASAK DI DESA SELEBUNG KECAMATAN JANAPRIA KABUPATENLOMBOK TENGAH TAHUN 2014 Mu’aini Mu’aini; Rosada Rosada; Sipa Sasmanda
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.88

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui tradisi  merariqdan akulturasi Islam dalam budaya lokal dalam tradisi merariq  masyarakat sasak di desa Selebung Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah masyarakat Selebung Kecamatan Janapria. Pengumpulan data dilakukan melalaui observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis menurut Miles dan Huberman, yaitu (1). Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian Tradisi  Merariq  atau kawin lari Masyarakat Sasak memiliki banyak retual atau tahapan-tahapan sebagai berikut; merariqatau kawin lari, melapor kepada kepala lingkungan,nyelabar, melakukan pernikahan, rebak pucuk, begawe, sorong serah, nyongkolan, dan bales lampak. Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu komunitas masyarakat akan mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpengaruh dengan kebudayaan komunitas masyarakat lain. Selain keterbukaan masyarakatnya,  perubahan kebudayaan yang disebabkan “perkawinan“ dua kebudayaan bisa juga terjadi akibat adanya pemaksaan dari masyarakat asing memasukkan unsur kebudayaan lokal. Akulturasi budaya bisa juga terjadi karena kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan yang maju yang mengajarkan seseorang untuk lebih berfikir ilmiah dan objektif, keinginan untuk maju, sikap mudah menerima hal-hal baru dan toleransi terhadap perubahan. Akan tetapi  dalam tradisi ada perbedaan pendapat dikalangan para tokoh adat dengan tokoh agama di tengah-tengah masyarakatsasak. Tradisimerariqmasyarakat sasak banyak mengubah persepsi pelaksanaan merariq atau pernikahan sesuai dengan ajaran islam.Abstract: The research aims to to know the tradition of merariqdan acculturation of Islam in local culture in tradition merariq sasak society in Selebung village of Janapria District Central Lombok Regency Year 2014. This research use descriptive quantitative research method. The subject of this research is the Selebung community of Janapria District. Data collection is done through observation, interviews, and documents. Analysis according to Miles and Huberman, namely (1). Reduction of data, (2) Presentation of data, (3) withdrawal of conclusions. The results of the Merariq Tradition or the elopement of the Sasak Society have many of the following retreats or stages; merariqatau eloping, reporting to the head of the environment, nyelabar, do weddings, rebuk bud, begawe, push shove, nyongkolan, and bales lampak. Cultural acculturation can occur because the openness of a community will result in the culture they have will be affected by the culture of other communities. In addition to the openness of its people, cultural changes caused by the "marriage" of two cultures can also occur due to the coercion of foreign society incorporating elements of local culture. Cultural acculturation can also occur because of contact with other cultures, advanced educational systems that teach a person to be more scientific and objective thinking, the desire to move forward, the easy acceptance of new things and the tolerance for change. However, in the tradition there are differences of opinion among indigenous figures with religious leaders in the midst of the societysasak. Tradisimerariqmasasak community much change the perception of the implementation of merariq or marriage in accordance with Islamic teachings.
PEMBELAJARAN INOVATIF, KREATIF DAN PRODUKTIF SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK Junaidin Junaidin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.93

Abstract

Abstrak:Social Studies Educationsangat penting dalam segala aspek kehidupan, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia. Pendidikan  Social Studies Educationyang bertanggungjawab atas pengembangan keterampilan berpikir peserta didik perlu ditingkatkan kualitasnya, melalui pengembangan berpikir tingkat tinggi peserta didik.  Problem-based learning  (PBL) merupakan pembelajaran yang inovatif, kreatifdan produktif, karena dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan yang makin kompleks di abad ke-21 ini. Tahap-tahap  dalam PBL membimbing siswa untuk melakukan  self-directed learning,sehingga dapat membentuk kemandirian. Dalam pemecahan masalah melalui PBL juga dituntut pengembangan kemampuan lintas bidang studidan kolaborasi dalam membangun pengetahuan. Di samping itu siswa juga dilatih untuk memilah dan memilih informasi yang sesuai, melakukan prediksi dan evaluasi terhadap jawaban permasalahan, yang membentuk kreativitasnya. Dengan PBL waktu belajar juga dapat digunakan secara lebih efektif, yang melalui penggunaan ICT sebagai sumber informasi, maupun ajang komunikasi lintas batas dan lintas waktu. PBL yang  mengakomodasi penggunaan ICT dapat menjawab masalah kekurangan waktu belajar, keterbatasan luasdan jumlah kelas di sekolah, maupun kurangnya jumlah guru khususnya di daerah terpencil. Implementasi pembelajaran yang berbasis ICT dapat memberikan kontribusi positif dalam inovasi pembelajaran.Abstract: Social Studies Educations are very important in all aspects of life, because it needs to be learned for all Indonesians. Education Social Studies Education responsible for the development of students' thinking skills needs to be improved in quality, through the development of high-level thinking of learners. Problem-based learning (PBL) is an innovative, creative and productive learning, because it can improve students' ability to solve problems in an increasingly complex life in the 21st century. Stages in PBL guide students to self-directed learning, so as to establish independence. In solving problems through PBL is also required the development of cross-disciplinary skills and collaboration in building knowledge. In addition, students are also trained to sort and select appropriate information, to make predictions and evaluate the answers to problems, which shape their creativity. With PBL the learning time can also be used more effectively, through the use of ICT as a source of information, as well as cross-border and cross-time communication arena. PBLs that accommodate the use of ICT can address the problem of shortage of study time, wide limitations and number of classes in schools, as well as the lack of teachers in remote areas. Implementation of ICT-based learning can provide a positive contribution in learning innovation.
UPAYA PELESTARIAN HUTAN UNTUK PENGEMBANGAN WISATA ALAM DI DUSUN PELAH DESA MAREJE TIMUR KECAMATAN PLEMBAR TAHUN 2012 Sukuryadi Sukuryadi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.84

Abstract

Abstrak: Hutan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, antara lain berfungsi sebagai hidrologis, yang artinya merupakan gudang penyimpanan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah hutan secara teratur menurut irama alam. Selain itu, hutan juga berperan untuk melindungi tanah dari erosi dan daur unsur haranya. Untuk itu, hutan yang terdapat diberbagai wilayah harus dijaga kelestariannya, termasuk yang ada di wilayah  Dusun Pelah Desa Mareje Timur Kecamatan lembar.Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk  mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan hutan dalam mengembangkan wisata alam yang ada di Dusun pelah Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Adapun penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif maka peneliti menggunakan informan dalammenentukan subjek penelitian. Informan adalah orang yang dimanfaakan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi tempat penelitian.  Dalam melakukan suatu penelitian kualitatif di perlukan cara atau teknik bagaimana mengumpulkan data,di dalam pengumpulan data kualitatif ini peneliti menggunakan cara: Observasi dan wawancara. Pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat di Kawasan Hutan Dusun Pelah Desa Mareje Bonga dimulai sejak tahun 1997/1998. Tanamanhutan yang mendominasi pada saat itu adalah jenis Sonokeling. Berdasarkan hasil wawancara, kondisi sosial budaya masyarakat di kawasan hutan Mareje masih mengedepankan semangat kekeluargaan. Kegiatan gotong royong sering dilakukan oleh masyarakat baik di dalam kawasan hutan yang dimanfaatkan masyarakat maupun di luar kawasan hutan. Untuk meminimalisir adanya permasalahan di masyarakat berkaitan dengan  pengelolaan kawasan hutan maka petani yang tergabung didalam kelompok tani membuat kesepakatanbersama berupa awiq-awiq.Abstract: Forests have many functions for the community, among others, to function as hydrological, which means a storehouse of water and a place to absorb rain water and dew that will eventually flow to the rivers that have springs in the middle of the forest regularly according to natural rhythms. In addition, forests also play a role to protect the soil from the erosion and cycle of nutrients. For that reason, the forests in various areas must be preserved, including those in the subdistrict of Pelah Desa Mareje Timur Subdistrict sheet. Therefore the purpose of this study is to describe the efforts undertaken to conserve forests in developing natural tourism in the hamlet gap Mareje Timur Village Lembar Subdistrict, West Lombok regency. The research is a qualitative research, the researcher uses the informant in determining the subject of research. Informants are people who are used to provide information about the situation and condition of the place of study. In conducting a qualitative research in need of ways or techniques how to collect data, in this qualitative data collection researchers use the way: Observation and interview. Forest management carried out by the community in the Hutan Desa of Mareje Bonga Village has been started since 1997/1998. The dominant forest plant at that time was the type of Sonokeling. Based on the results of interviews, the socio-cultural conditions of the people in the forest area Mareje still prioritize the spirit of kinship. Getong royong activities are often carried out by the community both within the forest area utilized by the community and outside the forest area. To minimize the problems in the community related to the management of forest areas, the farmers who are members of the farmers group make a joint agreement in the form of awiq-awiq.
PERBANDINGAN ANALISIS NUMERIK MENGGUNAKAN METODE SECANTDAN METODE ITERASI SATU TITIK UNTUK MENENTUKAN KOEFISIEN GESEK UDARA PADA KUBUS DAN SILINDRIS Linda Sekar Utami
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.89

Abstract

Abstrak:Koefisien gesek udara merupakan kemampuan udara untuk memberikan gesekan atau tahanan terhadap benda yang melaluinya, sehingga dapat memperlambat laju benda tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil analisis mengunakan metode  secant  dan metode iterasi satu titik dan menentukan nilai koefisien gesek udara (c) pada Kubus dan silinderis.Hasil dari penelitian dan pengamatan yang dilakukan dianalisi menggunakan metode  secantdan metode iteasi satu titik. Nilai  v diperoleh dengan menurunkan persamaan  h(t) yang diperoleh dari grafik hubungan antara  hdan  tmenggunakan  Microsoft exel. Dengan menggunakan metode  secantdiperoleh kooefisien gesek (cg) pada kubus pada rentang antara (0,21256 - 0,55411) kg/s sedangkan pada silindris  berada pada rentang antara (0,19252 - 0,46616) kg/shal ini menujukan koefisien gesek udara yang dihasilkan dengan metode  secantmemiliki nilai yang konsatan baik pada kubus ataupun silinderis. Hal ini terjadi karna nilai  cgpada kubus dan silindris tersebut berada pada rentang orde 0<cg<1. Dengan menggunakan metode iterasi satu titik diperoleh kooefisien gesek (cg) pada kubus dengan rentang (0,01674 - 0,12713) kg/s sedangkan pada silindris  berada pada rentang antara (0,01653 - 0,10046 ) kg/s hal ini menjukan koefisien gesek udara yang dihasilkan dengan metode iterasi satu titik memiliki nilai yang konsatan baik pada kubus ataupun silinderis. Dengan menggunakan metode  secantnilai koefisien gesek udara yang di hasilakan berada dibawah nilai satu atau 0,1 sedangkan nilai  koefisien yang dihasilkan dengan menggunakan pendekatan iterasi satu titik berada dibawah 0,01.Sehingga dapat disimpulkan metode iterasi satu lebih teliti dalam menentukan koefisien gesek udara dibandingkan dengan metode secantAbstract: Air friction coefficient is the ability of air to provide friction or resistance to the object through it, so as to slow the rate of the object tersebut.Penelitian is a laboratory experimental research that aims to determine the difference of the results of the analysis using secant method and one-point iteration method and determine the value of air friction coefficient (c) on cube and cylinder. The results of the research and observation were analyzed using secant method and one point iteation method. The value of v is derived by deriving the equation h (t) obtained from the graph of the relationship between hdan using Microsoft exel. Using the method secantdiperoleh kooefisien friction (cg) on the cube in the range between (0.21256 - 0,55411) kg / s while on the cylindrical is in the range between (0.19252 - 0.46616) kg / shal is addressed coefficient of friction which is produced by secant method has a value that is either in the cube or cylindrical consumptions. This happens because the value of cgpada cube and cylindrical is in the order range 0 <cg <1. Using one point iteration method, the friction coefficient (cg) in the cube with the range (0.01674 - 0.12713) kg / s while on the cylindrical is in the range between (0.01653 - 0.10046) kg / the air friction coefficient generated by the one-point iteration method has a value of either a cube or a cylindrical consonant. Using the method secantnilai air friction coefficient that in the yield is below the value of one or 0.1 while the coefficient value generated by using a one-point iteration is below 0.01. So it can be concluded one more accurate iteration method in determining the coefficient of air friction compared with secant method.
ANALISIS PENCEMARAN AIR MENGGUNAKAN METODE SEDERHANA PADA SUNGAI JANGKUK, KEKALIK DAN SEKARBELA KOTA MATARAM Syarifa Wahidah Al Idrus
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.85

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang analisis pencemaran air menggunakan metode sederhana pada sungai jangkuk, kekalik dan sekarbela. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pencemaran yang terjadi pada ketigasungai tersebut dilihat dari uji fisik, uji kimia dan uji  biologis   secara sederhana. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan yang banyak dijumpai sehingga masyarakat dapat menganalisis sendiri untuk membuktikan kondisi air yang digunakan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan secara fisik, ketiga sungai tersebut mengalami pencemaran dari segi bau, warna dan suhu. Berdasarkan pengujian secara biologi terdapat aktivitas biologis dan kimiawi mikroorganisme. Hasil pengujian secara kimia, maka  dapat diketahui pH sampel air tersebut sebesar 5 (bersifat asam), kemudian pengujian kimia ini juga dilakukan  dengan teh, terdapat gumpalan hitam pada ketiga sampel air, perubahan warna menjadi gelap dan lapisan minyak pada permukaan air yang menunjukkan kualitas air tidak dapat dijadikan bahan baku air minum. Penyebab pencemaranair pada ketiga sungai tersebut adalah limbah rumah tangga, limbah pertanian dan limbah industri. Kondisi ini dapat diatasi dengan melestarikan hutan di hulu sungai, dan tidak membuang limbah ke sungai baik cair ataupun padatAbstract: A research on water pollution analysis has been conducted using simple methods in river bowl, reverse and sekarbela. The purpose of this research is to know the pollution occurring on the three waters is seen from the physical test, chemical test and biological test in simple way. This study uses tools and materials that many found so that people can analyze themselves to prove the condition of water used. From the observations made physically, the three rivers are polluted in terms of smell, color and temperature. Based on biological testing there are biological and chemical activity of microorganisms. Chemical test results, it can be seen that the pH of the water sample is 5 (acidic), then chemical testing is also done with tea, there are black clumps on the three water samples, the color change becomes dark and the oil layer on the water surface indicating the water quality can not be used as raw drinking water. The causes of pollution in these three rivers are household waste, agricultural waste and industrial waste. This condition can be overcome by preserving the forest in the upper stream, and not dispose of waste into the river either liquid or solid.

Page 1 of 1 | Total Record : 10