cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER" : 6 Documents clear
KIPRAH BUPATI BROTODININGRAT DALAM POLITIK LOKAL DI KARISIDENAN MADIUN (1869-1900) Alip Sugianto; Khoirurosyidin Khoirurosyidin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.7266

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang kiprah Bupati Brotodinigrat di Karisidenan Madiun. Metodologi yang digunakan melalui empat tahapan yaitu huristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Hasilnya adalah Bupati Brotodiningrat menjabat bupati pada usia 21 tahun dengan menjadi Bupati Sumoroto, dan pada usia 27 menjadi bupati Ngawi. Selama menjadi Bupati Ngawi beliau memprakarsai berdirinya Masjid Agung, setelah itu dipindah menjadi Bupati Madiun yang ke 23. Selama menjadi Bupati Madiun terjadi konflik dengan residen Madiun, beliau selalu menolak tunduk terhadap kepentingan belanda sehingga seringkali terjadi konflik yang disematkan kepada beliau. Permasalahan tersebut pertama terkait kebijakan kolonial terhadap petani yang dianggap merugikan pribumi yang ditentang oleh Bupati, kedua kekacauan di Madiun yang dilakukan oleh para jagoan membuat pemerintah belanda kewalahan, ketiga kasus pencurian di ruah residen belanda yang mengakibatkan Brotodiningrat diasingkan di Padang. Pada Akhirnya sang Bupati divonis tidak bersalah, Pada akhirnya setiap kebenaran akan menentukan jalan. Abstract:  This article discusses the work of the Regent of Brotodinigrat in Karisidenan Madiun. The methodology used goes through four stages, namely huristic, critique, interpretation, and historiography. The result was that the Regent of Brotodiningrat became regent at the age of 21 by becoming the Regent of Sumoroto, and at the age of 27 he became the regent of Ngawi. During his tenure as Regent of Ngawi, he initiated the establishment of the Great Mosque, after which he was moved to become the 23rd Regent of Madiun. During his tenure as Regent of Madiun, there was a conflict with the resident of Madiun, he always refused to submit to Dutch interests so that conflicts often occurred which were pinned to him. The first problem was related to colonial policies against farmers who were considered detrimental to the natives which was opposed by the Regent, the second was the chaos in Madiun carried out by the heroes that overwhelmed the Dutch government, and the third was the case of theft in a Dutch resident's house which resulted in Brotodiningrat being exiled in Padang. In the end the Regent was found not guilty. In the end, every truth will determine the way.
KAJIAN POSKOLONIALISME ROBERT J.C. YOUNG DAN RELEVANSINYA DALAM PENULISAN BUKU SNI JILID 4-6 Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.7110

Abstract

Abstrak: Robert J.C. Young merupakan tokoh ahli poskolonialisme yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan negara-negara yang terjajah, baik secara fisik, materi, maupun identitas/budaya, semangat itulah yang kemudian menginspirasi banyak kalangan yang satu frekuensi dengan Young untuk menolak adanya kolonialisme dan imperialisme, serta menggalang gerakan kemerdekaan di seluruh dunia, selain itu karya-karya yang pernah ditulis Young turut andil dalam merumuskan ide/gagasan pokok mengenai poskolonialisme, yang mendorong lahirnya tulisan-tulisan baru yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme bagi bangsa terjajah, atau baru saja meraih kemerdekaan. Penelitian ini mencoba menemukan relevansi antara kajian poskolonialisme Robert J.C. Young dengan penulisan buku Sejarah Nasional Indonesia (SNI) jilid 4-6, yang begitu fenomenal dalam perkembangan historiografi di Indonesia, mengingat kemunculannya yang tak lama setelah bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. Dengan menggunakan kajian unit analisis dan pendekatan sejarah, penelitian ini menguraikan setidaknya ada empat ide pokok poskolonialisme yang digagas Young berkaitan dengan studi sejarah, di antaranya ambivalensi, hibriditas, orientalisme, dan subaltern. Meski demikian, pertanyaan lain kembali muncul, yakni apakah penulisan buku SNI jilid 4-6 telah menerapkan ide poskolonialisme sebagaimana mestinya, atau malah dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk kepentingan tertentu, yang justru bisa menimbulkan konflik internal bangsa Indonesia.Abstract: Robert J.C. Young is an expert on postcolonialism who is active in fighting for the independence of the colonized countries, both physically, materially, and identity/culturally. This spirit has inspired many people who share the same frequency as Young to decline colonialism and imperialism and mobilize independence movements worldwide. In addition, the works that have been written by Young also contributed to formulating the main ideas regarding postcolonialism, which encouraged the birth of new writings that could foster the spirit of nationalism for the colonized or newly independent nations. This study aimed to find out the relevance between the postcolonial studies by Robert J.C. Young and the writing of Sejarah Nasional Indonesia (SNI) book volume 4-6, which was phenomenal in developing historiography in Indonesia. This was due to its emergence shortly after the Indonesian nation declared its independence. By using a unit analysis study and a historical approach, this study described at least four main ideas of postcolonialism initiated by Young in relation to historical studies, including ambivalence, hybridity, orientalism, and subaltern. However, another question that arose again was whether the writing of SNI book volume 4-6 has implemented the idea of postcolonialism properly or has been used by some parties for certain interests, which can actually lead to internal conflicts in the Indonesian nation.
TAU NUWA SEBAGAI RITUS INISIASI DIRI BAGI KAUM PRIA DEWASA DALAM MASYARAKAT ADAT RENDU Maria Goretty Djandon
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.7188

Abstract

Abstrak: Tau nuwa merupakan suatu ritus inisiasi diri atau ritus pengukuhan bagi anak laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga menjadi dewasa secara adat, karena secara biologis seorang laki-laki meskipun sudah dewasa dan sudah pula berkeluarga, namun masih terbilang belum dewasa secara adat, sehingga hak-hak adat yang harus diperankan oleh seorang laki-laki dewasa seperti menjadi pemimpin atau pemandu upacara adat tidak boleh dijalankannya. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu, dan 2) Makna apa sajakah yang terdapat dalam ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkapkan proses pelaksanaan ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu. 2) Mengungkapkan makna yang terdapat dalam ritus inisiasi tau nuwa pada masyarakat adat Rendu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan tekhnik analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus tau nuwa masih tetap dilakukan oleh masyarakat adat Rendu khususnya kaum laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga supaya dapat melakukan segala kewajiban yang berhubungan dengan berbagai kegiatan adat dalam masyarakat. Ritus inisiasi tau nuwa bagi masyarakat adat Rendu memiliki makna antara lain makna religius, makna kebersamaan dan makna persaudaraan.Abstract:  Tau nwa is a rite of self-initiation or a rite of passage for adult men who are married to become adults based on the tradition itself. It is said that the confirmation of adult men who are married to become adults according to tradition, because biologically a man, even though he is an adult and has a family, is still not mature according to tradition, so that the customary rights that must be played by a man He is an adult and has a family, such as being a leader or guide for traditional ceremonies, he is not allowed to carry out. The problems in this research are: 1) How is the process of implementing the tau nuwa initiation rite in the Rendu indigenous community?  2) What are the meanings contained in the tau nuwa initiation rite of the Rendu indigenous people? This study aims to: 1) Describe the process of implementing the tau nuwa initiation rite in the Rendu indigenous community. 2) Expressing the meaning contained in the tau nuwa initiation rite in the Rendu indigenous community. This research uses qualitative research and descriptive research type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. And the data analysis technique is done through data reduction, data exposure and conclusion drawing. The results show that the tau nuwa rite is still carried out by the Rendu indigenous people, especially adult men, in the sense that they are already married so that they can carry out all obligations related to various traditional activities in the community. The tau nuwa initiation rite for the Rendu indigenous community has meanings, including religious meaning, the meaning of togetherness and the meaning of brotherhood.
POTENSI WISATA KAMPUNG ADAT TUTUBHADA DESA RENDU TUTUBHADA KECAMATAN AESESA SELATAN KABUPATEN NAGEKEO Saddam, Saddam; Maemunah, Maemunah; Palahuddin, Palahuddin; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Rahmandari, Ismi Arifiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.7827

Abstract

Abstrak: Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan alam dan juga keanekaragaman budaya serta adat istiadat seperti provinsi lain di Indonesia. Keanekaragaman tersebut diantaranya adalah keanekaragaman budaya, alam, kuliner serta peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat kental dengan adat serta tradisi-tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat hingga saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Kampung Adat Tutubhada Desa Rendu Tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, di sini peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung adat Tutubhada memiliki potensi wisata seperti, bangunan rumah adat yang masih asli, benda-benda peninggalan sejarah disetiap rumah adat dikampung adat Tutubhada, serta mempunyai ritual-ritual adat serta atrakasi-atraksi, seperti, tinju adat, tarian, potong kerbau, dan masih banyak lagi, serta hasil karya kerajinan tangan masyarakat Tutubhada yang mempunyai daya tarik wisata. Kampung Adat Tutubhada memiliki potensi wisata kebudayaan berupa bangunan megalitikum yang masih asli.Abstract: East Nusa Tenggara has natural wealth and also cultural diversity and customs like other provinces in Indonesia. This diversity includes cultural, natural, culinary, and historical relics that are very thick with customs and traditions that are still run by the community to this day. The research method used is qualitative descriptive. The research was conducted in Kampung Adat Tutubhada Rendu Tutubhada Village, South Aesesa District of Nagekeo Regency. The data sources used are primary and secondary. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation, here researchers act as key instruments. Data analysis is carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the traditional village of Tutubhada has tourism potential such as, traditional house buildings that are still original, historical relics in every traditional house in the Tutubhada traditional village, and has traditional rituals and attractions, such as, customary boxing, dance, buffalo cutting, and many more, as well as the handicrafts of the Tutubhada people who have tourist attractions. Kampung Adat Tutubhada has the potential of cultural tourism in the form of megalithic buildings that are still original.
IMPLIKASI YURIDIS POLITIK DINASTI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA (STUDI KASUS KABUPATEN BIMA) Anies Prima Dewi; Zaini Bidaya; Rangga Isra Rakarasiwi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.6519

Abstract

Abstrak: Praktek politik dinasti kian subur setelah mahkamah konstitusi melalui pembacaan putusan perkara nomor 33/PUU-XIII/2015 mencabut pasal 7 huruf r UU Nomor 8 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota karena bertentangan dengan Pasal 28 i ayat (2) UUD NRI 1945. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merumuskan masalah yaitu bagaimana implikasi yuridis politik dinasti di Kabupaten Bima berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2020 dan bagaimana dampak politik dinasti di Kabupaten Bima. Hasil penelitian yang dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan bahwa implikasi yuridis politik dinasti di Kabupaten Bima berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 bahwa dinamika politik lokal merupakan bagian dari refleksi ‘wajah’ politik nasional, dan membuka ruang bagi terciptanya politik dinasti, walaupun lahirnya Undang-undang Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota sebetulnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat yang tidak menginginkan adanya politik dinasti. Kenyataanya menunjukan lahirnya Undang-undang pilkada membuka keikutsertaan keluarga dari petahana dalam politik dinasti. Melihat data beberapa politik dinasti ternyata Undang-undang tersebut berpengaruh dalam pemilihan kepala daerah. Dampak politik dinasti di Kabupaten Bima yaitu sebagai berikut: politik dinasti dianggap hanya melenggangkan kekuasaan segelintir orang, tidak memberi ruang kepada orang lain yang lebih kompeten, untuk bergabung ke dalam partai atau pemerintahan, sulit menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, dan inasti politik tidak tepat jika diterapkan di Indonesia karena bukan negara kerajaan.Abstract: The political practice of the dynasty is increasingly fertile after the constitutional court through the reading of the verdict of case number 33 / PUU-XIII / 2015 revoked article 7 letter r of Law No. 8 of 2015 concerning the election of Governors, Regents and Mayors because it is contrary to Article 28 I paragraph (2) of the 1945 NRI Constitution. Based on the background above, researchers formulated the problem of how the juridical implications of dynastic politics in Bima Regency based on Law No. 6 of 2020 and how the political impact of dynasties in Bima Regency. The results of the research carried out, can be concluded that the juridical implications of dynastic politics in Bima Regency based on Law No. 6 of 2020 that local political dynamics are part of the reflection of the 'face' of national politics, and open space for the creation of dynastic politics, although the birth of Law No. 6 of 2020 on the Election of Governors, Regents, and Mayors is not following the will of the people who do not want the existence of Dynastic politics. The birth of the electoral law opened the family participation of the incumbent in dynastic politics. Looking at the data of several dynastic politics it turns out that the law affects the election of regional heads. The political impact of the dynasty in Bima Regency is as follows: dynastic politics is considered to only tolerate the power of a few people, does not give space to others who are more competent, to join the party or government, difficult to create a good and clean government, and political inaction is not appropriate if applied in Indonesia because it is not a royal state.
TRADISI SELAMATAN PERAHU MASYARAKAT PESISIR DIDESA BUGIS KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Rosada Rosada
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v6i2.7895

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terbentuknya tradisi selamatan perahu dan proses pelaksanaan selamatan perahu di Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima. penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penuajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Terbentunya Tradisi Selamatan Perahu (syukuran sampa) dikenalka oleh Masyarakat Nelayan Desa Bugis Sejak sebelum masa pemrintahan Sultan Abdul Kahir (1640 M). Proses pelaksanaan acara selamatan perahu pada masyarakat pesisir di Desa Bugis melalui dua tahap yaitu: prosesi pertama ini merupakan awal tradisi selamatan dimulai, disebut dengan hanta haju (peletakan kayu), prosesi kedua dilakukan dari do‟a selamatan akan berhasilnya atau selesainya pembuatan perahu yang dikerjakan selama minimal bulan ketika perahu turun kelaut akan mengadakan selamatan karena kepercayaan masyarakat perahu akan mendapatkan rezeki dan jauh dari musibah ketika sudah melakukan selamatan.Abstract: The purpose of this study was to determine the formation of a tradition of boat salvation and the process of carrying out boat salvation in the Bugis Village, Sape District, Bima Regency. this research is descriptive qualitative. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Data analysis includes data reduction, data assessment and conclusion drawing. The results of the study are the establishment of a Boat Rescue Tradition (thanksgiving until) known by the Bugis Village Fishermen Society since before the reign of Sultan Abdul Kahir (1640 AD). The process of carrying out a boat salvation event on coastal communities in Bugis Village through two stages: the first procession is the beginning of the tradition of salvation starting, called hanta haju (laying of wood), the second procession carried out from do'a salvation will succeed or completion of the boat for at least a month when the boat goes down to sea it will hold a salvation because the trust of the boat community will get sustenance and far from disaster when they have done their salvation.

Page 1 of 1 | Total Record : 6