cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Agrotek UMMat
ISSN : 23562234     EISSN : 26146541     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROTEK UMMat merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Fakultas Pertanian UM Mataram yang membawahi dua program studi yakni prodi Teknologi Hasil Pertanian(THP) dan Teknologi Pertanian , Jurnal ini sudah memiliki ISSN 2356-2234 (print) , ISSN 2614-6541 (online) , untuk jurnal online terbit pertama kali di bulan Februari 2018. Jurnal AGROTEK terbit dua kali setahun yakni bulan Februari dan Agustus. Redaksi menerima artikel baik dari kalangan praktisi maupun akademisi terkait bidang pertanian berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait rekayasa pertanian,mesin-mesin pertanian,dll.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
STUDI KOLONISASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKUAR PADA GAHARU (Gyrinops versteegii) DENGAN SUMBER INOKULAN RIZOSFER PERKEBUNAN GAHARU I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Hidayat Wicaksono; Wahyu Yuniati Nizar
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.288 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1209

Abstract

The aim of this research was to observed the abundance of mycorrhiza spore and mycorrhiza colonization on G. versteegii’s root at agarwood plantation on Langko, Kekait and Pejaring. Rhizosphere samples were taken from 0 cm – 20 cm of depth. Spore extraction was carried by combination of filtration and centrifugation methods. G. versteegii roots were soaked with 10% KOH continued by 2% HCl then were rinsed by distilled water. Lactoglycerol trypan blue 0,05% were used as dye on root colonization observation. Mycorrhiza spore population and root colonization data were analyzed by ANOVA, HSD and Error Standard. Rhizosphere of Pejaring has the highest number of mycorrhiza spore but not significantly different from Rhizosphere of Kekait. Langko rhizosphere has the smallest number of mycorrhiza spore population. On the other hand, this place has the highest mycorrhiza colonization percentage among the others. It could be concluded that Mycorrhiza spore population has negative correlation with mycorrhiza root’s colonization which shows unique symbiotic between mycorrhiza and G. versteegii.
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DAUN BAMBU SEGAR SEBAGAI BAHAN PENETRAL LIMBAH CAIR Erni Romansyah; Earlyna Sinthia Dewi; Suhairin Suhairin; Muanah Muanah; Rosyid Ridho
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.471 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1219

Abstract

Daun bambu telah terbukti mampu menetralkan limbah cair hasil pertanian maupun limbah cair industry tahu berdasarkan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan. Akan tetapi belum diketahui senyawa kimia apa saja yang terkandung di dalam daun bambu sehingga mampu berperan sebagai penetral limbah cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung dalam daun bambu segar. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan mengamati beberapa parameter yaitu kandungan Flavonoid, Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji kuantitatif diperoleh berat Flavonoid untuk sampel daun bambu segar sebesar 5,5744 gram atau 5,57 % berat sampel, Alkaloid sebesar 0,1421 gram atau 2,81 % berat sampel, sedangkan hasil uji kualitatif daun bambu segar positif mengandung Saponin dan Tanin..
KAJIAN SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PANGAHA BUNGA PADA BERBAGAI PERSENTASE PENAMBAHAN BUBUR RUMPUT LAUT Juiban Juiban; Adi Saputrayadi; Marianah Marianah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 4, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.514 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v4i2.981

Abstract

Pangaha  bunga  merupakan  produk makanan  kecil atau jajanan  yang banyak beredar di masyarakat  Bima.  Pangaha bunga memiliki  rasa gurih salah satu bentuk pengolahan  pangaha  bunga  untuk meningkatkan  daya gunanya  yaitu dengan rumput laut. Dalam pengolahan  pangahn bunga dengan penambahan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia dan organoleptik pangaha bunga pada berbagai penambahan bubur rumput laut.               Metode  yang  digunakan   dalam  penelitian  ini  adalam  metode  eksperimental   dengan pecobaan   di  Laboratorium.   Penelitian   ini  dirancang   dengan  menggunakan   Rancangan   Acak Lengkap  (RAL)  dengan  perlakuan  satu  faktor  yaitu  pengaruh  penambahan  bubur  rumput  laut terhadap beberapa komponen pangaha  bunga  yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu T1 = 0% bubur rumput laut (0 g) + 100% beras ketan (250 g) T2 = 10% bubur rumput laut (25 g) + 90% beras ketan (225 g) T3 = 20% bubur rumput laut (50 g) + 80% beras ketan 200 g) T4 = 30% bubur rumput laut (75 g) + 70% beras ketan (175 g) T5 = 40% bubur rumput laut (75 g)    70%   beras ketan  (175 g) T5 = 40% bubur rumput laut (100 g)  60% beras ketan (150 g) dan T6 = 50% bubur rumput laut (125 g) + 50% bubur rumput laut (125 g) + 50% beras ketan (125 g) + 50% beras ketan (125 g) masing-masing  perlakuan diulang 3 kali sehangga di peroleh 18 unit percobaan dan hasi pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman (analysis 0f variance) pada taraf nyata 5 % . Bila ada perlakuan yang berpengaruh secara nyata maka diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama.                Hasil  penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur rumput laut berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter sifat kimia dan organoleptik pangaha  bunga  (kadar air, kadar pati, kadar serat, kadar abu, warna, rasa, aroma, dan tekstur). Semakin tinggi penambahan bubur rumput laut yang digunakan maka kadar air, kadar serat dan kadar abu   semakin tinggi, sedangkan kadar pati semakin menururn. Semakin tinggi penambahan bubur rumput laut yang digunakan maka skor nilai rasa, aroma dan tekstur cendrung semakin  meningkat dan disukai oleh panelis, sedangkan skor nilai warna cenderung semakin  menurun. Perlakuan yang paling disukai oleh panelis yaitu pada perlakuan kelima (T6) dengan 50% bubur rumput laut (125 g) + 50% beras ketan (125 g).
EVALUASI SISTEM IRIGASI TERSIER PADA DAERAH IRIGASI MENINTING DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Budy Wiryono; Suwati Suwati; Marianah Marianah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.838 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1215

Abstract

Penelitian  yang berjudul “Evaluasi Sistem Irigasi Tersier pada Daerah Irigasi Meninting Di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat”  bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Penelitian deskriptif  yang bersifat kualitatif  ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses Evaluasi Sistem irigasi dan drainase pada daerah irigasi meninting yang selanjutnya hasilnya dianalisis secara tabulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan Secara teknis dilokasi penelitian tidak ada bangunan pembagi air irigasi, debit air sangat rendah sebesar 0,101m/s, dan terdapat sistem distirbusi air yang dilakukan oleh P3A. Hasil lain, dampak ekonomi sebesar 57% responden mengakui memperoleh keuntungan dengan keberadaan irigasi. Keuntungan yang di peroleh mencapai 11 juta dalam setiap panen. Selanjutnya secara sosial terdapat peran petani dalam memelihara saluran, kelembagaan petani sangat kuat, dan tingkat partisipasi meningkat. Akhirnya, ditemukan distribusi air yang tidak merata disebabkan karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan pemeliharaan yang kurang baik.
TEH BUBUK HERBAL DAUN ASHITABA DAN KULIT BUAH NAGA Syirril Ihromi; Asmawati Asmawati; Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.814 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1220

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu tanaman introduksi yang berpotensi meningkatkan produksi sel darah merah, produksi hormon pertumbuhan serta meningkatkan pertahanan tubuh untuk melawan infeksi, kanker dan  juga sebagai sumber antioksidan. Selain daun ashitaba bahan potensial untuk dikembangkan menjadi teh herbal adalah kulit buah naga yang kaya polyphenol dan sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi daun ashitaba dan kulit buah naga merah yang tepat  dan mengetahui pengaruh formulasi daun ashitaba dan kulit buah naga merah terhadap sifat kimia dan organoleptik teh bubuk herbal. Adapun formulasi perlakuan yaitu; perlakuan 1 (daun ashitaba 0%:kulit buah naga merah100%), 2 (daun ashitaba 25% : kulit buah naga merah 75%), 3 (daun ashitaba 50% : kulit buah naga merah 50%), 4 (daun ashitaba 75% : kulit buah naga merah 25%) dan 5 (daun ashitaba 100% : kulit buah naga merah 0%). Hasil penelitian menunjukkan formulasi daun ashitaba dengan kulit buah naga berpengaruh secara nyata terhadap kadar abu, antioksidan, skor nilai rasa, warna bubuk dan warna seduhan tetapi tidak berpengaruh pada kadar air da skor aroma teh herbal. Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan  P2 (formulasi daun ashitaba 25% dengan kulit buah naga 75%) karena menghasilkan teh herbal yang memenuhi standar SNI.
SIKAP PETANI TEMBAKAU VIRGINIA TERHADAP PROGRAM KEMITRAAN PT. EXPORT LEAF INDONESIA DI PULAU LOMBOK Bagus Juniarta Purnama; Hirwan Hamidi; Taslim Sjah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 4, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.265 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v4i2.984

Abstract

Budidaya komoditas tembakau memerlukan peran serta pengusaha besar (pemilik modal) untuk membantu mengembangkan usahatani petani kecil dalam bentuk kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji karakteristik faktor-faktor pembentuk sikap petani tembakau Virginia dalam program kemitraan dengan PT. Export Leaf Indonesia di Pulau Lombok; 2) mengkaji sikap petani tembakau Virginia terhadap program kemitraan PT. Export Leaf Indonesia; 3) mengkaji hubungan antara faktor-faktor pembentuk sikap petani dengan sikap petani tembakau Virginia terhadap program kemitraan PT. Export Leaf Indonesia. Penentuan sampel lokasi menggunakan metode multiple stage sampling yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan responden dilakukan dengan metode simple random sampling. Jumlah petani sampel sebanyak 15 orang tiap desa terpilih sehingga seluruhnya 75 orang, yang merupakan mitra agribisnis tembakau Virginia PT. Export Leaf Indonesia (PT. ELI). Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan sistem kategori, teknik scoring skala Likert dan statistik nonparametrik uji korelasi Spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani tembakau terhadap tujuan dan manfaat kemitraan dalam program kemitraan PT. ELI tergolong dalam kategori baik. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara faktor pembentuk sikap dengan sikap petani tembakau terhadap program kemitraan PT. ELI.
ANALISIS TITIK IMPAS UNTUK MENCIPTAKAN EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI MELON DI KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Karjono Karjono
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.377 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1216

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efisiensi produksi dan titik impas (Break Event Point) yang harus di penuhi untuk menciptakan usahatani melon di Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif, unit analisis petani pengembang melon, jumlah responden 30 orang dengan quota sampling, dan metode pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1). Besarnya penerimaan rata-rata petani pada usahatani Melon di Kecamatan Praya Timur sebesar Rp 9.356.400 sedangkan total biaya rata-rata yang di keluarkan selama proses produksi berlangsung adalah sebesar Rp 4.242.695 sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp 5.113.705. Tingkat Efisiensi produksi usahatani di analisis dengan menggunakan R/C ratio. Dari hasil perhitungan di peroleh R/C ratio sebesar 2,21 berarti bahwa usahatani Melon efisien untuk di usahakan (menguntungkan) atau tiap penambahan Rp 1,00 biaya yang di keluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar 2,21; dan (2). Sedangkan untuk nilai BEP (titik impas) untuk BEP volume produksi sebesar 2041,02 kg berarti apabila petani menghasilkan produksi di bawah 2041,02 kg, maka petani akan mengalami kerugian. Untuk BEP harga di dapat rata-rata sebesar Rp 942,95 berarti apabila harga di tingkat petani di bawah Rp 942,95 per hektar, maka petani akan mengalami kerugian.
EVALUASI SISTEM IRIGASI TERSIER PADA DAERAH IRIGASI MENINTING DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Budy Wiryono; Suwati Suwati; Marianah Marianah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 4, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.91 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v4i2.978

Abstract

Penelitian  yang berjudul “Evaluasi Sistem Irigasi Tersier pada Daerah Irigasi Meninting Di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat”  bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Penelitian deskriptif  yang bersifat kualitatif  ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses Evaluasi Sistem irigasi dan drainase pada daerah irigasi meninting yang selanjutnya hasilnya dianalisis secara tabulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Secara teknis dilokasi penelitian tidak ada bangunan pembagi air irigasi, debit air sangat rendah sebesar 0,101m/s, dan terdapat sistem distirbusi air yang dilakukan oleh P3A. Hasil lain, dampak ekonomi sebesar 57% responden mengakui memperoleh keuntungan dengan keberadaan irigasi. Keuntungan yang di peroleh mencapai 11 juta dalam setiap panen. Selanjutnya secara sosial terdapat peran petani dalam memelihara saluran, kelembagaan petani sangat kuat, dan tingkat partisipasi meningkat. Akhirnya, ditemukan distribusi air yang tidak merata disebabkan karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan pemeliharaan yang kurang baik.
ISOLASI BAKTERI PENGIKAT NITROGEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA JENSEN Feizia Huslina; Diannita Harahap
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.415 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1238

Abstract

Bakteri pengikat nitrogen adalah jenis bakteri yang paling banyak ditemukan di tanah dan sebagiannya bersimbiosis dengan akar tumbuhan. Bakteri ini mengikat nitrogen di udara dan mengubahnya menjadi nitrat yang kemudian digunakan oleh tumbuhan. Media Jensen adalah media selektif yang umumnya digunakan untuk menumbuhkan bakteri pengikat nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri pengikat nitrogen dengan menggunakan media Jensen. Bakteri diisolasi dari rizosfer di sekitar UIN Ar-Raniry, Banda Aceh dan dilakukan karakteristik morfologi dan Optical Density (OD). Empat isolat (IS-A, IS-B, IS-C, IS-D) ditemukan pada serial pengenceran 10-2 dan 10-4 dan isolat D (IS-D) memiliki nilai Optical Density (OD) tertinggi yaitu sebesar 0,373.
ANALISIS KINERJA ALAT DESALINASI AIR LAUT PENGHASIL AIR TAWAR DAN GARAM DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA SURYA Sopiyan Iqbal; Sukmawaty Sukmawaty; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.276 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i1.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja alat desalinasienergi surya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan mendestilasikan air laut sebanyak 5 liter selama 5 hari. Pengambilan data dilakukan setiap hari selama 10 jam (08.00-17.00 WITA). Parameter yang diamati adalah intensitas matahari (IT, W/m2), temperatur air laut (Tal, °C), temperatur air tawar (Tat, °C), temperatur plat penyerap (Tc, °C), temperatur penguapan (Tsv, °C), temperatur lingkungan (Ta, °C), produktivitas air tawar (liter), serta garam yang terbentuk (liter). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas matahari sangat berpengaruh terhadap produktivitas destilat yang dihasilkan. Volume destilat terbesar dihasilkan pada hari kedua dengan efisiensi energi mencapai 97,52%.

Page 4 of 19 | Total Record : 190