cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Sosialisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di dusun Dadapbong kabupaten Bantul Faizatun Riyado Hasanah; Raden Jaka Sarwadhamana; Yasmin Fadhilah; Fitri Andriani; Nisa Agustina Widya Astuti; Ainun Jariyah; Susilo Setyo Wiguno; Rodhotul Khofifah; Dewi Septiyorini; Dini Rahmayani; Sholihen Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25342

Abstract

AbstrakProgram sosialisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dusun Dadapbong, Kabupaten Bantul, bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan nasional. Tim KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata melakukan identifikasi permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat, penyuluhan terkait penggunaan dan kepemilikan BPJS di Dusun Dadapbong, serta distribusi materi informasi mengenai JKN. Hasil dari identifikasi, terdapat 105 keluarga yang memiliki BPJS, sementara 19 keluarga tidak memiliki atau tidak aktif menggunakannya. Penyakit umum yang dialami oleh warga di Dusun dadabpong, yaitu seperti maag, batuk, dan pilek. Sedangkan untuk penyakit degeneratifnya seperti hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan utama. Melalui penyuluhan dan distribusi materi informasi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan meningkat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki akses dan pemahaman terhadap layanan kesehatan di Dusun Dadapbong, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Tercatat ada 371 orang Dusun dadabpong yang terlibat dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan, penyuluhan langsung, dan distribusi materi informasi. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Dusun Dadapbong. Kata kunci: sosialisasi; jaminan kesehatan nasional (JKN); dusun dadapbong; penyuluhan kesehata;, partisipasi masyarakat. AbstractThe socialization program for the implementation of the National Health Insurance (JKN) in Dadapbong Hamlet, Bantul Regency, aims to enhance understanding and participation of the community in the national health program. The thematic Community Service Program Team 03 from Alma Ata University identified health issues experienced by the community, provided counseling on the usage and ownership of BPJS in Dadapbong Hamlet, and distributed informational materials regarding JKN. The identification revealed 105 families enrolled in BPJS, while 19 families either didn't have or weren't actively using it. Common illnesses in Dadapbong Hamlet include gastritis, cough, and colds, while degenerative diseases such as hypertension and diabetes are major health concerns. Through counseling and information distribution, community awareness of the importance of health insurance increased. These steps are expected to improve access to and understanding of healthcare services in Dadapbong Hamlet, and to foster active participation in sustainable development. A total of 371 individuals from Dadapbong Hamlet participated in these activities. Implementation methods included issue identification, direct counseling, and material distribution. Thus, this program positively contributes to improving the welfare and health of the community in Dadapbong Hamlet. Keywords: socialization; national health insurance (JKN); dadapbong hamlet; health counseling; community participation.
Peningkatan pengetahuan ibu tentang konsep dasar MPASI dengan media video animasi di posyandu Kuncup Mekar 1 desa Sikasur, kabupaten Pemalang Amy Nur Rahmawati; Noor Yunida Triana; Etika Dewi Cahyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26056

Abstract

Abstrak Desa Sikasur memiliki 3 posyandu. Salah satu posyandu yang terdapat disana yaitu Posyandu Kuncup Mekar 1 yang terletak di Dusun Krajan dengan terdapat 36 baduta yang mengikuti posyandu dan berdasarkan data yang ada, terdapat sebanyak 17 balita mengalami gizi kurang. Berdasarkan wawancara pra survei kepada 5 ibu baduta didapatkan bahwa 80% ibu baduta disana memberikan makanan seperti buah-buahan sebelum usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan keatas biasanya sudah diberikan MPASI dengan menu yang sesuai dengan kesukaan anak. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama pada masa MPASI, menjadi salah satu faktor utama penyebab permasalahan gizi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Konsep Dasar MPASI. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Media yang digunakan adalah PPT, video animasi, leaflet, dan demonstrasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan dengan sasaran 19  ibu dengan bayi usia 0-24 bulan di Posyandu Kuncup Mekar 1 Desa Sikasur. Hasil gambaran karakteristik peserta  yaitu sebagian besar peserta berusia 20-35 tahun (69%), serta mayoritas peserta bekerja sebagai ibu rumah tangga (90%), dan sebagian peserta tamat pendidikan Sekolah Dasar (58%). Hasil  rata-rata nilai pre-test 66% dengan kategori cukup dan nilai post-test 82% dengan kategori baik. Pendidikan kesehatan terkait konsep dasar MPASI terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dibuktikan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat sebanyak 16%. Kata kunci: MPASI;  video animasi; pendidikan kesehatan Abstract Sikasur village has 3 health posts. One of the health posts is Kuncup Mekar 1, located in Krajan hamlet, with 36 infants following posyandu and based on the available data, there are as many as 17 infants who are malnourished. Based on pre-survey interviews with 5 baduta mothers, it was found that 80% of the baduta mothers there give food such as fruit before the age of 6 months and after the age of 6 months and above they usually give weaning food with a menu according to the child's preferences. Unbalanced nutritional intake, especially during the weaning food period, is one of the main factors causing nutritional problems. The purpose of this community service program is to increase mothers' knowledge about the basic concepts of weaning food. The methods used are lectures, discussions, and questions and answers. The media used are power point, animated videos, leaflets, and demonstrations. Data collection uses pre-test and post-test questionnaires to measure the mother's level of knowledge. The activity has been held in as many as three meetings with the target population of 19 mothers with babies aged 0–24 months at Health Post Kuncup Mekar 1 Sikasur Village. The results of the participants' characteristic picture are that most of the participants are 20–35 years old (69%), the majority of participants work as housewives (90%), and some of the participants finish elementary school education (58%). The average result is a 66% pre-test score with a sufficient category and an 82% post-test score with a good category. Health education on the basic concept of weaning has been shown to increase maternal knowledge, as evidenced by a 16% increase in pre- and post-test scores.                                                                  Keywords: weaning food; animated video; health education
PKM peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) stunting dalam percepatan penurunan stunting melalui sidak stunting Selviana, Selviana; Utami, Putri Yuli; Prasetio, Eko; Suwarni, Linda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26195

Abstract

Abstrak Stunting menjadi permasalahan global, termasuk di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia hanya mengalami penurunan sebesar 0,1%. Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki kontribusi yang penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di masyarakat. Kendala yang dihadapi TPK dalam melaksanakan fungsi dan tanggungjawab di maasyarakat, salah satunya adalah masih terbatasnya kapasitas yang dimiliki TPK dalam percepatan penurunan stunting, termasuk di Puskesmas Segedong. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting melalui SIDAK Stunting. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan penyuluhan. Selain itu, tim pengabdi juga memberikan akuaponik sebagai stimulus dalam pemberdayaan masyarakat mitra dalam memanfaatkan lahan perkarangan. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh peningkatan pengetahuan TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting sebesar 74,5%. Kegiatan peningkatan kapasitas TPK tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar TPK dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: PKM; tim pendamping keluarga; stunting Abstract Stunting is a global problem, including in Indonesia. The results of the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) showed that the prevalence of stunting in Indonesia has only decreased by 0.1%. The Family Assistance Team (TPK) has made an important contribution to efforts to accelerate the reduction of stunting in society. One of the obstacles faced by the TPK in carrying out its functions and responsibilities in society is the limited capacity of the TPK to accelerate stunting reduction, including at the Segedong Community Health Center. The aim of this service activity is to increase the capacity of the Family Assistance Team (TPK) to accelerate stunting reduction through SIDAK stunting. The implementation method for this service activity uses counseling. Apart from that, the service team also provides aquaponics as a stimulus to empower partner communities to utilize yard land. The results of this service activity resulted in an increase in TPK knowledge in an effort to accelerate stunting reduction by 74.5%. Activities to increase the capacity of the TPK still need to be carried out on an ongoing basis so that the TPK can be more optimal in carrying out its duties and functions in the community and so that it can improve the level of public health. Keywords: PKM; family assistance team; stunting
Peningkatan pengetahuan pengelola kantin melalui edukasi personal higiene penjamah makanan Mega Susila Wardana; Rusdi Rusdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25395

Abstract

Abstrak Kantin merupakan tempat menjual makanan untuk dikonsumsi siswa setiap hari dalam jangka waktu panjang sehingga harus dijaga kualitas dan keamanan pangannya agar tidak menjadi perantara dalam penularan penyakit dan membahayakan siswa. Berbagai kasus keracunan yang terjadi mayoritas diakibatkan oleh makanan dan minuman. Personal higiene penjamah makanan masih menjadi faktor dominan dalam terjadinya pencemaran makanan. Dalam observasi pendahuluan yang dilakukan, terlihat bahwa penerapan personal higiene oleh penjamah makanan di SDN 002 Samarinda Ilir masih sangat kurang. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola kantin mengenai personal higiene sanitasi makanan. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan pembagian leaflet, serta dilakukan evaluasi menggunakan penilaian lembar pre-post test. Kegiatan dilakukan pada minggu keempat bulan Januari 2024 di SDN 002 Samarinda Ilir Kota Samarinda dengan sasaran kegiatan adalah seluruh pengelola kantin dan koperasi yang berjumlah 7 orang. Hasil pre-test dan post test dianalisis menggunakan analisis Wilcoxon dan menunjukkan perubahan yang signifikan dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,016 (α<0,05) yang ditandai dengan rata-rata nilai pre-test yaitu 54,3 dan nilai rata-rata post-tes sebesar 95,7. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa edukasi personal hygiene sanitasi makanan jajanan kepada pengelola kantin. Kata kunci: edukasi; personal higiene; kantin AbstractThe canteen is a place to sell food for students to consume every day in the long term, so the quality and safety of the food must be considered so as not to become an intermediary in the transmission of disease and endanger students. The majority of cases of poisoning that occur are caused by food and drink. Personal hygiene of food handlers is still a dominant factor in food contamination. In the preliminary observations carried out, it was seen that the implementation of personal hygiene by food handlers was still very lacking. Based on this main problem, community service activities was carried out to increase the knowledge of canteen managers regarding personal hygiene and food sanitation. The activity was carried out using the lecture method and distribution of leaflets, and an evaluation was carried out using the pre-post test sheet assessment. The activity was carried out in the fourth week of January 2024 at SDN 002 Samarinda Ilir Samarinda City with the target of the activity being all canteen and cooperative managers totaling 7people. The results of the pre-test and post-test were analyzed using Wilcoxon analysis and showed significant changes with the Asymp.Sig value. (2-tailed) 0.016 (α<0.05) which is marked by an average pre-test value of 54.3 and an average post-test value of 95.7. Based on these results, it shows that there is an increase in knowledge before and after the intervention in the form of personal hygiene and sanitation education for street food is given to canteen managers.Keywords: education; personal hygiene; canteen
Pelatihan pengembangan wisata desa Sungai Duren KKN Tematik mahasiswa UIGM guna mendukung MBKM Andini Andini; Dewi Yuniati; Sulthan Faza; M. Alfiansyah Lefandi; Lesi Hertati; M. Kurniawan Darma Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26063

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik oleh mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) di Desa Sungai Duren. Desa ini memiliki potensi wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pariwisata desa. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai strategi pengembangan wisata desa, manajemen pariwisata, pemasaran digital, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Pelatihan ini dilaksanakan melalui metode partisipatif, yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks nyata, sesuai dengan tujuan MBKM. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan wisata desa lainnya dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.Kata Kunci: pengembangan wisata; KKN tematik; MBKM; desa sungai duren; pengabdian masyarakat. Abstract This service activity aims to support the Independent Campus Learning Program (MBKM) through the implementation of thematic Real Work Lectures (KKN) by Indo Global Mandiri University (UIGM) students in Sungai Duren Village. This village has tourism potential that has not been fully developed, so efforts are needed to increase community capacity in managing village tourism. This activity involves students in providing training to local communities regarding village tourism development strategies, management, digital marketing, and cultural and environmental preservation. This training was carried out through participatory methods, which involved the active role of the community in every stage, from planning to evaluation. The results of this activity show an increase in community understanding and skills in managing village tourism potential independently and sustainably. Apart from that, this activity also provides students with practical experience in applying the knowledge gained at college in a real context, in accordance with the objectives of MBKM. Thus, it is hoped that this training can become a model for the development of other village tourism and strengthen the synergy between universities and the community in supporting regional development. Keywords: tourism development; thematic KKN; MBKM; sungai duren village; community servic
Edukasi pencegahan stunting mulai dari remaja pada siswi SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Rini, Novyanti Setiyo; Sandrana, Sabrina Cantika Putri; Pertiwi, Nanda Hani Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26758

Abstract

Abstrak Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada balita yang sampai saat ini belum teratasi. Stunting adalah masalah kesehatan yang menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Sasaran pencegahan stunting tidak hanya pada ibu hamil dan anak balita, tetapi juga pada remaja. Perlunya pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya pada remaja sebagai salah satu cara untuk menurunkan angka stunting di masa mendatang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai stunting kepada remaja Siswa SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan program pengabdian ini yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab terhadap 42 siswa yang diawali dengan pre-test, penyampaian materi edukasi, lalu dilakukan diskusi interaktif tanya jawab, dan diakhiri dengan post-test. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting sebesar 1,86 poin dari sebelum edukasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan kesehatan kepada remaja. Pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dapat mempengaruhi pemahaman dan keyakinan seseorang dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; stunting Abstract Stunting is one of the main nutritional problems in toddlers which has not yet been resolved. Stunting is a health problem that indicates failure to grow in children under five due to chronic malnutrition, so that the child's height does not match his age. The target of preventing stunting is not only pregnant women and toddlers, but also teenagers. There is a need for knowledge about stunting and its prevention in adolescents as one way to reduce stunting rates in the future. The aim of this service is to provide education about stunting to young students at Muhammadiyah 9 Middle School Ngemplak Boyolali as an effort to prevent stunting. The method for implementing this service program is counseling using a lecture and question and answer method for 42 students, starting with a pre-test, delivery of educational material, then an interactive question and answer discussion, and ending with a post-test. The final result obtained from this service activity was an increase in teenagers' knowledge about stunting by 1.86 points compared to before education. This shows the importance of health education for teenagers. Health education plays an important role in increasing knowledge. Knowledge gained through education can influence a person's understanding and confidence in making efforts to prevent stunting. Keywords: adolescents; health education; stunting
Pelatihan penggunaan digital learning dalam pembelajaran biologi melalui Virtual Laboratory (VLAB) bagi guru biologi se-kabupaten Sukoharjo Dita Purwinda Anggrella; Amining Rahmasiwi; Triana Atika Zulfa; Nurul Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25447

Abstract

Abstrak Penggunaan teknologi dalam pendidikan, termasuk penggunaan Virtual Laboratory (VLab), telah menjadi topik yang semakin penting dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran, sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk menerapkannya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan guru menggunakan VLab pada pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan model latihan partisipatif (Participatory Training Model) yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) membuat rencana pelatihan; 3) pelaksanaan pelatihan; 4) diskusi dan refleksi; 5) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Partisipan dalam pelatihan ini adalah 33 guru biologi se-Kabupaten Sukoharjo yang telah menggunakan atau memiliki potensi untuk menggunakan VLab dalam pembelajaran mereka. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih belum mengaplikasikan VLab dalam pembelajaran biologi. Guru juga mengalami hambatan dalam mengaplikasikan VLab dikarenakan faktor usia, kurangnya motivasi, kurangnya pelatihan, keterbatasan teknologi, ketersediaan konten yang terbatas, tantangan manajemen kelas, dukungan administrasi, koneksi internet, dan cara evaluasi penilaian dalam VLab. Hasil analisis kebutuhan ini dijadikan dasar untuk melakukan pelatihan terhadap guru MGMP biologi SMA di Kabupaten Sukoharjo selama 1 minggu untuk mengoptimalkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengaplikasikan VLab dalam pembelajaran biologi. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan memenuhi harapan guru untuk meningkatkan kemampuan pedagogiknya mengaplikasikan VLab. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan untuk mendukung pengaplikasian VLab dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di SMA. Kata kunci: digital learning; laboratorium virtual; pembelajaran biologi Abstract Technology in education, including Virtual Laboratory (VLab), has become an increasingly important topic in efforts to increase learning effectiveness, so training is needed to implement it. This service aims to provide teacher training using VLab in biology learning. This research uses a participatory training model, which consists of 5 stages, namely: 1) needs analysis; 2) create a training plan; 3) implementation of training; 4) discussion and reflection; 5) evaluation and follow-up plan. Participants in this training were 33 biology teachers throughout Sukoharjo Regency who have used or had the potential to use VLab in their learning. The needs analysis results show that most teachers have not applied VLab in biology learning. Teachers also experience obstacles in applying VLab due to age, lack of motivation, lack of training, technological limitations, limited content availability, class management challenges, administrative support, internet connection, and how to evaluate assessments in VLab. The results of this needs analysis were used to conduct training for high school biology MGMP teachers in Sukoharjo Regency for 1 week to optimize teachers' understanding and skills in applying VLab in biology learning. The training results show that it meets teachers' expectations to improve their pedagogical abilities in applying VLab. The implication of this research is the importance of training to support the application of VLab in improving the quality of biology learning in high school. Keywords: biology learning; digital learning; virtual laboratory
Penguatan kewirausahan melalui bahasa iklan dan branding produk olahan puding labu kuning sebagai upaya persuasi mencegah angka stunting pada masyarakat Batang Hilir Ratna Restapaty; Ema Khairunnisa Artha; Lisa Setia; Dicky Septiannoor Khaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25373

Abstract

AbstrakPengabdian Masyarakat Kewirausahaan merupakan bentuk wirausaha yakni produk yang memiliki nilai bisnis yang sangat menarik apabila dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan ibu rumah tangga, ibu-ibu posyandu, mahasiswa dan dosen yang berfokus pada tema kewirausahaan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Batang Ilir, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dapat membantu dalam berinovasi wirausahaan dengan penggunaan bahasa iklan untuk branding produk yang memanfaatkan bahan pangan labu kuning. Sumber pertanian wilayah Martapura Barat sebagian besar ialah labu kuning. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan juga bertujuan untuk  menekan angka stunting dengan kewirausahaan. Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Banjar menempati urutan pertama dengan angka stunting tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 40,2 Persen pada tahun 2021. Pemanfaatan sumber daya alam ini sebagai wadah inkubasi bisnis melalui branding labu kuning. Kegiatan yang dihadiri sebanyak 40 masyarakat dan Kader Posyandu, tim dosen dan tim mahasiswa dapat menarik minat peserta dalam melakukan Industri kecil rumahan yang dipasarkan secara langsung atau online terbukti sebagai bentuk luaran yang diharapkan bahawa adanya kegiatan berkelanjutan yaitu akan dilakukannya pendampingan. Pelaksanaan kegiatan ini meggunakan metode penyuluhan dan pelatihan dengan pemberian informasi dan cara pembuatan produk pangan labu kuning menjadi puding dan donat lalu diberikan kemasan desain yang menarik. Kegiatan pendampingan penguatan kewirausahaan melalui branding produk pangan labu kuning. untuk menciptakan UMKM baru yang berupa Industri Rumah Tangga (IRT) Kata kunci: kewirausahaan; ad language; stunting Abstract Community Service Entrepreneurship is a form of entrepreneurship, namely products that have very attractive business value if developed for the welfare of society. Community service activities involving housewives, posyandu mothers, students and lecturers who focus on the theme of entrepreneurship. Community Service Activities in Batang Ilir District, Banjar Regency, South Kalimantan. The aim of carrying out community service activities is to help in entrepreneurial innovation by using advertising language for branding products that use pumpkin as a food ingredient. The agricultural source for the West Martapura region is mostly yellow pumpkin. The community service carried out also aims to reduce stunting rates with entrepreneurship, this is a structural change in the economic sector, innovation carried out to create changes to create a business (Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) Banjar Regency ranks first in terms of numbers The highest stunting is in South Kalimantan, reaching 40.2 percent in 2021. The use of natural resources is assisted as a forum for business incubation through yellow pumpkin branding. The activity, which was attended by as many as 40 people and Posyandu Cadres, lecturers and student teams, was able to attract participants in carrying out small home industries that were marketed directly or online, which was proven as an expected form of output that sustainable activities would be carried out, namely mentoring. The implementation of this activity uses counseling and training methods by providing information and how to make yellow pumpkin food products into puddings and donuts and then given attractive design packaging. Assistance activities to strengthen entrepreneurship through branding yellow pumpkin food products. to create new MSMEs in the form of Household Industries (IRT) Keywords: entrepreneurship; ad language; stunting
Pelatihan digital marketing dalam upaya pengembangan UMKM di desa Margamekar Sumedang Selatan Hasanah, Ferli; Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Rizal, Mohamad Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26095

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi dan munculnya platform perdagangan di Indonesia telah membuka akses ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau. Meski beberapa daerah telah memanfaatkan platform digital, banyak yang tertinggal karena kurangnya literasi ekonomi digital, terutama di pedesaan. Di Desa Margamekar, Kec. Sumedang Selatan, ada potensi UMKM yang cukup besar seperti kuliner dan kerajinan tangan, tetapi literasi ekonomi digital belum mendapat perhatian, termasuk dari pemangku kepentingan. Keterbatasan akses ke pasar digital dan kurangnya sumber daya manusia yang memahami ekonimi digital menjadi kendala utama. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan akselerasi digitalisasi hasil-hasil UMKM  di Desa Margamekar. Secara khusus kegiatan ini dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi masyarakat desa untuk dapat mengembangkan ekonomi desa secara mandiri melalui pemanfaatan potensi-potensi UMKM yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, edukasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan efek yang positif, artinya para peserta terbukti menerima manfaat dari kegiatan ini mulai dari aspek pengetahuan memetakan potensi usaha, menetapkan strategi marketing, dan teknik pengelolaan usaha. Akhir dari kegiatan ini juga menyarankan supaya upaya pengembangan potensi kewirausahaan desa perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: digital marketing; UMKM; pelatihan; pemberdayaan masyarakat Abstract The development of technology and the emergence of trade platforms in Indonesia have opened up economic access that was previously difficult to reach. Although some villages have utilized digital platforms, many are left behind due to lack of digital economic literarcy, especially in rural areas. In Margamekar village, Sumedang Selatan, there is significant potential in MSMEs, such as culinary and handicrafts, but digital economic literacy has not yet received sufficient attention, including from stakeholders. Limited access to digital markets and lack of human resources who understand the digital economy remain major challenges. This community service activity was carried out with the aim of accelerating the digitalization of MSME products in Margamekar Village. Specifically, this activity seeks to motivate villagers to develop the local economy independently by leveraging sustainable MSME potentials. The activity was implemented through socialization, eduction, and discussion methods. The result showed positive effects, indicating that participants benefited from this activity, particularly in terms of knowledge on identifying business potentials, developing marketing strategies, and managing business techniques. The conclusion of this activity also suggest that efforts to develop the village’s entrepreneurial potential should be systematic and continuous. Keywords: digital marketing; SME; training; community empowerment
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk guru kinderstation school Budi Sulistiyo Jati; Mutaqin Akbar; Indah Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25728

Abstract

AbstrakKemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. Era pendidikan dewasa ini ditandai oleh integrasi teknologi canggih seperti AI, machine learning, dan internet of things (IoT) dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dan pengajar di Kinderstation School Yogyakarta dalam memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (10 Juli 2024 dan 17 Juli 2024), dimana pertemuan pertama membahas mengenai pengenalan teknologi AI dan pertemuan kedua merupakan pelatihan penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan. Sebelum pertemuan pertama diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal para peserta mengenai teknologi AI dalam dunia pendidikan. Nilai rata-rata (mean) berkisar antara 2,24 hingga 3,53, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang AI. Kemudian setelah pertemuan kedua, diberikan lagi post-test untuk mengukur tingkat pemahaman para peserta setelah pelatihan. Nilai rata-rata (mean) yang berkisar antara 4,06 hingga 4,35 menunjukkan peningkatan pemahaman dan keyakinan yang cukup besar di kalangan peserta. Hasil pengukuran pada pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan berhasil meningkatkan pemahaman, keyakinan, dan kesiapan peserta dalam mengadopsi AI. Peningkatan di semua aspek menunjukkan bahwa pelatihan telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kata kunci: guru; kecerdasan buatan; pelatihan; teknologi. AbstractInformation and communication technology advances have brought significant changes in various aspects of life, including education. Today's educational era is characterized by integrating advanced technology such as AI, machine learning, and the internet of things (IoT) in education. To overcome these problems, this community service program is designed to increase the understanding and practical skills of Kinderstation School Yogyakarta teachers in utilizing AI technology in the learning process. The workshops were carried out in two meetings (10 July 2024 and 17 July 2024), where the first meeting discussed the introduction of AI technology, and the second meeting was workshop on the use of AI technology in education. Before the first meeting, a pre-test was given to measure participants' initial understanding of AI technology in education. The mean scores ranged from 2.24 to 3.53, indicating that most participants do not yet have a deep understanding of AI. Then, after the second meeting, post-test was given to measure participants' knowledge after the workshop. The mean values ranging from 4.06 to 4.35 indicate a significant increase in understanding and confidence among participants. The measurement results in the pre-test and post-test show that workshops on the use of AI technology in education increased participants' understanding, confidence, and readiness to adopt AI. The increase in all aspects shows that the workshop has had a significant positive impact. Keywords: artificial intelligence; teacher; technology; workshop.

Page 8 of 13 | Total Record : 130