cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2023): Desember" : 14 Documents clear
Studi Literatur: Analisis Pengaruh Perkembangan Motorik Anak Down Syndrome Melalui Permainan Puzzle Edukatif Susanti, Maya; Nadhifah, Naurah; Firdausi, Julia Esa Ayu; Mahardika, I Ketut; Sutarto, Sutarto; Wicaksono, Iwan
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.19896

Abstract

Abstrak: Perkembangan motorik adalah kemampuan individu untuk mengendalikan gerakan tubuh mereka, yang mencakup perkembangan motorik halus (seperti kemampuan menggenggam) dan perkembangan motorik kasar (seperti kemampuan berjalan). Perkembangan motorik anak Down Syndrome cenderung lambat jika dibandingkan anak normal pada umumnya. Perkembangan motorik penting untuk meningkatkan taraf hidup penderita Down Syndrome. Kemampuan mereka untuk mengatasi tugas sehari-hari, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan mereka sangat tergantung pada perkembangan motorik. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam membantu anak-anak dengan Down Syndrome meningkatkan perkembangan motorik mereka adalah melalui penggunaan permainan puzzle edukatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu Studi Literatur dengan melakukan pengkajian hasil penelitian dari sumber google scholar terdiri dari 13 artikel terbitan 10 tahun terakhir. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisi isi. Hasil analisisnya secara garis besar yaitu terapi permainan puzzle dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak Down Syndrome, lalu juga berpengaruh terhadap kemampuan bersosialisasi dan kemampuan untuk bertahan hidup.Abstract: Motoric is an individual's ability to control their body movements, which includes fine motor development (such as the ability to grasp) and gross motor development (such as the ability to walk). The motor development of Down Syndrome children tends to be slower compared to normal children in general. Motor development is important to improve the standard of living for Down Syndrome sufferers. Their ability to cope with daily tasks, communicate, and interact with their environment depends largely on motor development. One approach that can be applied to help children with Down Syndrome improve their motor development is through the use of educational puzzle games. The research method used is Literature Study by reviewing research results from Google Scholar sources consisting of 13 articles published in the last 10 years. The data analysis technique used is content analysis. The general results of the analysis are that puzzle game therapy can help develop the fine motor skills of Down Syndrome children, and also influence social skills and the ability to survive.
NILAI-NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN IPS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH SMP Turnip, Dien Novita; Sulistyosari, Yunike; Lobja, Erick
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20067

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter memainkan tugas utama untuk membangun karakter siswa serta persiapan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. Terutama dalam pembelajaran IPS yang memiliki tujuan menjadikan siswa yang bertanggung jawab dan memiliki karakter. Adapun penelitian bertujuan untuk Menganalisis nilai-nilai Karakter pada pembelajaran IPS dalam Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 4 Tondano dan Hubungan Pembelajaran IPS dengan Pengembangan Pendidikan Karakter. Metode ini menggunakan kualitatif dan observasi. Dalam penelitian, data primer dapat diperoleh melalui guru IPS dan beberapa siswa yang berkaitan dengan penelitian yang saya angkat. Teknik analisis data dalam penelitian saya menggunakan teknik triangulasi dengan cara data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan 2 guru IPS dan 5 siswa, dan analisis dokumen terkait kurikulum IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tondano sudah terbilang cukup bagus karena sudah banyak yang diterapkan dimana dalam kurikulum pembelajaran IPS di sekolah saat ini, terdapat beberapa nilai-nilai karakter yang bisa ditemukan, seperti Sopan santun, Saling Menghormati, kejujuran, kerjasama, toleransi, dan tanggung jawab.Abstract: Character education plays a major role in building students' character and preparing them to face the challenges of life in society. Especially in social studies learning which has the aim of making students responsible and have character. The research aims to analyze character values in social studies learning in the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 4 Tondano and the relationship between social studies learning and character education development. This method uses qualitative and observation. In research, primary data can be obtained through social studies teachers and several students who are related to the researchIconducted. The data analysis technique in my research uses triangulation techniques by collecting data through classroom observations, interviews with social studies two teachers and five students, and document analysis related to the social studies curriculum. The results of the research show that character education in social studies learning at SMP Negeri 4 Tondano is quite good because it has been widely implemented in the current social studies learning curriculum in schools, several character values can be found, such as courtesy, mutual respect, honesty, cooperation, tolerance, and responsibility.
Fenomena Mahasiswa Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Mau Kembali ke Indonesia Robbani, Fairuz Ahmad; Pirdayanti, Vani Nursyamsiah; Zaki, Rifaldi Muhammad; Nugraha, Dadi Mulyadi; Fu'adin, Ahmad
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.15313

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji fenomena mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang memilih untuk tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di luar negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah survei tanggapan dan kajian literatur. Survei tanggapan dilakukan terhadap 30 orang termasuk mahasiswa dan masyarakat umum, sedangkan studi literatur dilakukan dengan menganalisis artikel terkait yang diterbitkan di berbagai jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk tidak kembali ke Indonesia antara lain kesempatan kerja yang lebih baik di negara tempat mereka menyelesaikan studinya, ketidakpuasan terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia dan keinginan untuk melanjutkan studi. di negara Lain. Namun, sebagian besar mahasiswa masih merasa memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat membantu pengambil kebijakan untuk mengevaluasi efektivitas program beasiswa LPDP dan menyusun strategi untuk meningkatkan persentase penerima beasiswa yang kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya.Abstract: This study examines the phenomenon of LPDP scholarship recipients who choose not to return to Indonesia after completing their studies abroad. The research methods used are response surveys and literature reviews. The response survey was conducted on 30 people including students and the general public, while the literature study was conducted by analyzing related articles published in various journals. The results showed that factors influencing students' decision not to return to Indonesia include better job opportunities in the country where they completed their studies, dissatisfaction with social and political conditions in Indonesia and desire to continue their studies. in other countries. However, most students still feel an obligation to contribute to Indonesia's development. This study is expected to help policy makers to evaluate the effectiveness of the LPDP scholarship program and develop strategies to increase the percentage of scholarship recipients who return to Indonesia after completing their studies.
Strengthening Character Education Values through Indonesian Culture, Language and Literature Approaches Pratikno, Heru
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20082

Abstract

Abstrak: Kencangnya arus globalisasi dan westernisasi yang melanda bangsa Indonesia membuat pendidikan nilai dan karakter menjadi semakin tergerus. Hal itu dapat dibuktikan salah satunya dengan melihat semakin rendahnya kepribadian masyarakat terhadap penggunaan bahasa dan tutur katanya yang tidak santun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menelusuri faktor penyebab melunturnya nilai-nilai pendidikan karakter pada anak. Di samping itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkapkan peran budaya, bahasa, dan sastra nusantara dalam mengokohkan pendidikan nilai dan karakter pada zaman serba teknologi ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat berdasarkan sumber data primer yang bersumber dari surat kabar online, yakni tempo.com. Jadi, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain pengaruh westernesasi, rendahnya pendidikan nilai dan karakter masyarakat juga disebabkan kurangnya mereka dalam mengapresiasi budaya lokal, bahasa daerah, dan sastra nusantara.Abstract: The rapid flow of globalization and westernization that hit the Indonesian nation has made the value and character education increasingly eroded. This can be proven one of them by showing the low personality of the community in the use of language and speech that is not polite. Therefore, this study aims to strive for value and character education to form an early foundation. In addition, this study aims to explore the role of culture, language, and the archipelago era in strengthening value and character education in this technological age. Data collection in this research used listening and note-taking techniques based on primary data sources originating from online newspapers, namely tempo.com. So, the data analysis used in this research is a qualitative description. The results showed that in addition to the influence of westernization, the low value and character education of the community was also due to their lack of appreciation for local culture, regional languages, and Indonesian literature. 
PENGARUH PELAKSANAAN ORIENTASI STUDI DAN PENGENALAN KAMPUS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA Restri, Adelva Nakya; Muhammad, Jody Fathir; Asaady, Muhammad Abrar; Fitriani, Nurul; Putri, Sri Aini; Rizkyanfi, Mochamad Whilky
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20305

Abstract

Abstrak: Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau disingkat OSPEK merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Himpunan Mahasiswa di bawah pengawasan pembantu rektor dengan tujuan memberi pengetahuan mengenai kehidupan di kampus terhadap mahasiswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak pelaksanaan OSPEK pada pembentukan karakter mahasiswa kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menggunakan data melalui angket dalam bentuk Google Form. Analisis data menggunakan metode statistik inferensial, yakni mengumpulkan data untuk menghasilkan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Kimia dan Pendidikan Kimia. Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan OSPEK berdampak signifikan pada pengembangan manajemen waktu, kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab terhadap tugas, dan keterampilan kerja dalam tim. Berdasarkan hasil penelitian, Universitas harus menjadi tempat pembentukan karakter serta OSPEK harus mencakup kegiatan membangun karakter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan OSPEK dapat menjadikan cara yang efektif untuk mempromosikan pengembangan karakter di antara mahasiswa.Abstract: Study Orientation and Campus Introduction, or abbreviated OSPEK is an activity carried out by the Student Executive Body or the Student Association under the supervision of the assistant rector with the aim of giving knowledge about life on campus to new students. This study aims to understand the impact of the implementation of OSPEK on the formation of the character of a chemist student. The research method used is a quantitative method that uses data from a Google Form. Data analysis uses inferential statistical methods, i.e., gathering data to produce conclusions. The subjects in this study are students of chemistry and chemical education. The results of this study were that the implementation of OSPEK had a significant impact on the development of time management, care for the environment, responsibility for tasks, and teamwork skills. Based on the results of the research, the university should be a place of character formation, and OSPEK should cover character-building activities. The conclusion of this study is that the implementation of OSPEK can be an effective way to promote character development among students. 
Analisis Makna Idiomatic Yojijukugo dalam Manga Doraemon Go Fun De Doragatari Yulistia, Monica; Juangsih, Juju; J., Melia Dewi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.17132

Abstract

Abstrak: Masyarakat Jepang terkenal dengan budaya sopan santunnya, mereka terbiasa mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung, diantaranya diungkapkan melalui peribahasa. Salah satu jenis peribahasa Jepang yaitu Yojijukugo. Dalam Bahasa Jepang, yojijukugo memiliki keunikan karena selain sebagai kata benda juga ada yojijukugo yang mengandung makna idiomatical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yojijukugo apa saja yang terdapat dalam manga Doraemon Go Fun De Doragatari, seperti apa makna idiomatical yang dimiliki oleh yojijukugo tersebut, serta pada konteks situasi seperti apa sajakah idiomatic yojijukugo itu dapat digunakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik analisis data menggunakan metode simak catat. Sumber data yang digunakan adalah manga Doraemon Go Fun De Doragatari. Data yang diteliti berupa 25 idiomatic yojijukugo pada manga Doraemon Go Fun De Doragatari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 data, ditemukan 3 data bermakna sikap, 3 data bermakna karakteristik, 5 data bermakna perasaan, 5 data bermakna proses, 4 data bermakna hasil, 4 data bermakna waktu, 1 data bermakna seni berbicara. Berdasarkan analisis konteks situasi penggunaannya, terdapat 12 data bermakna positif, 9 data bermakna negatif, dan 4 data bermakna netral yang dapat digunakan dalam konteks situasi positif maupun negatif tergantung topik pembicaraannya. Dengan mengetahui makna idiomatical dari yojijukugo, maka pemelajar bahasa Jepang akan dapat memahami percakapan orang jepang dengan lebih baik.Abstract: Japanese people are known for their polite culture, they are used to expressing things indirectly, including through proverbs. One type of Japanese proverb is Yojijukugo. In Japanese, yojijukugo is unique because apart from being a noun, there is also yojijukugo which has an idiomatic meaning. This study aims to find out what yojijukugo is contained in the Doraemon Go Fun De Doragatari manga, what the idiomatic meaning of yojijukugo is, and in what context situations can the idiomatic yojijukugo be used. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. And for data analysis using the note-taking method. The data source used is the manga Doraemon Go Fun De Doragatari. The data studied were 25 idimatic yojijukugo in the Doraemon Go Fun De Doragatari manga. The results showed that from 25 data, found 3 data meaning attitudes, 3 data meaning characteristics, 5 data meaning feelings, 5 data meaning process, 4 data meaning results, 4 data meaning time, 1 data meaning art of speaking. Based on the analysis in the context of the situation of using idiomatic yojijukugo, there are 12 data that have a positive meaning, 9 data that have a negative meaning, and 4 data that has a neutral meaning that can be used in the context of positive or negative situations depending on the topic of conversation. By knowing the idiomatic meaning of yojijukugo, Japanese language learners will be able to understand Japanese conversation better.
Aktualisasi Project Profil Pelajar Pancasila pada Sekolah Penggerak Setiawan, Irma; Ariani, Wika; Inayah, Nurul; Razip, Muhammad Khaerul; Alanggi, Gio; Hakim, Mahrizal; Nurkomariah, Nurkomariah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.19233

Abstract

Abstrak:: Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memuat nilai-nilai karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Tujuan penilitian ini untuk mengkaji dan meningkatkan aktualisasi profil pelajar Pancasila pada Sekolah Penggerak sebagai langkah proaktif dalam menjawab tantangan moral dan etika di tengah-tengah dinamika masyarakat modern khususnya pada sekolah penggerak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian melibatkan siswa dan guru di Sekolah Penggerak yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait implementasi nilai-nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi profil pelajar Pancasila dapat ditingkatkan melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum, pembelajaran aktif, dan kegiatan ekstrakurikuler. Penggunaan metode pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter, seperti diskusi etika dan simulasi kasus moral, mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila. Kontribusi penelitian pada engembangan model pendidikan karakter di Sekolah Penggerak dan memberikan rekomendasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadapi tantangan serupa. Peningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar diharapkan dapat membangun generasi yang lebih berkarakter, moral, dan bertanggung jawab.Abstract: Pancasila Student Profile is an integral part of the national education system which contains the character values and moral values of students. The aim of this research is to examine and improve the actualization of the profile of Pancasila students at Driving Schools as a proactive step in responding to moral and ethical challenges amidst the dynamics of modern society, especially at Driving Schools. This research method uses a qualitative approach with a case study research design. The research subjects involved students and teachers at the Driving School who were selected purposively. Data was collected through in-depth interviews, observation and analysis of documents related to the implementation of Pancasila values. The research results show that the actualization of the Pancasila student profile can be improved through the integration of Pancasila values in the curriculum, active learning and extracurricular activities. The use of learning methods oriented towards character building, such as ethical discussions and moral case simulations, is able to increase students' understanding of Pancasila values. Contribution of research to the development of the character education model at the Driving School and providing recommendations for other schools in facing similar challenges. It is hoped that increasing understanding and implementation of Pancasila values among students can build a generation with more character, morals and responsibility. 
PERAN GURU DALAM TRANSISI PAUD KE SD YANG MENYENANGKAN UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERISASI Kasih, Herliani Rosma; Zumrotun, Erna; Zulfahmi, Muhammad Nofan
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20519

Abstract

Abstrak: Masa transisi PAUD ke SD menjadi suatu peristiwa yang besar, terlebih pada sisi peserta didik maupun keluarga. Sebab, bagi beberapa anak masa transisi dapat menjadi masa di mana dapat mempelajari hal-hal baru. Di saat yang sama, bagi sebagian anak masa transisi dipandang sebagai masa ketidakpastian dan kekhawatiran tentang hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya. Guru memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada anak umur usia dini. Kemampuan literasi dan numerisasi menjadi salah satu kemampuan yang dapat memengaruhi bahkan menentukan perkembangan anak pada fase selanjutnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini terletak pada peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerisasi akan ditinjau lebih jauh dalam penelitian ini. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dalam melihat dan menganalisis suatu objek atau persitiwa yaitu peran guru dalam transisi PAUD ke SD. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi berupa sumber, teknik, dan waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peran penting seorang pendidik atau guru PAUD dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerisasi peserta didik sebagai persiapan transisi PAUD ke SD. Keempat peran guru PAUD terimplementasikan dengan baik, mulai dari peran guru sebagai fasilitator, motivator, model perilaku anak, dan guru sebagai pengamat.Abstract: The PAUD to elementary school transition period is a big event, especially for the students and their families. Because, for some children, the transition period can be a time where they can learn new things. At the same time, for some children the transition period is seen as a time of uncertainty and worry about things previously unknown. Teachers have an important role in encouraging children's growth and development, especially in early childhood. Literacy and numeracy skills are one of the abilities that can influence and even determine a child's development in the next phase. Therefore, the aim of this research lies in the role of teachers in improving literacy and numerization skills which will be reviewed further in this research. The method in this research uses a descriptive qualitative approach in viewing and analyzing an object or event. This research uses data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Meanwhile, the validity of the data uses triangulation techniques in the form of sources, techniques and time. The results of this research show the important role of a PAUD educator or teacher in improving students' literacy and numeracy skills as preparation for the transition from PAUD to elementary school. The four roles of PAUD teachers are implemented well, starting from the teacher's role as facilitator, motivator, model of child behavior, and teacher as observer. 
Pengaruh Model Guided Discovery Learning dengan Pendekatan Konstruktivisme terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Hamsyah, Eka Fitriana; Gustina, Gustina
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.17826

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh model guided discovery learning dengan pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar kogitif peserta didik. Populasinya ialah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 2 Gowa yang pemilihan sampelnya dilakukan secara random. Sampel kelas eksperimen dan control masing-masing 32 peserta didik. Desain penelitian ialah posttes only control design. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument hasil belajar kognitif pada materi asam basa. Teknis analisis data berupa statistik deskriptif inferensial. Hipotesis diuji menggunakan analisis of covariance. Berdasarkan analisis data, nilai signifikansi yang diperoleh 0,019 < 0,05. Sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian yakni penerapan model guided discovery learning dengan pendekatan konstruktivisme berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif.Abstract: This research is a quasi-experimental research. The aim of the research is a quasi-experiment with the aim of finding out the effect of the guided discovery learning model with a constructivist approach on students' cognitive learning outcomes. The population is all students of class XI SMAN. 2 Gowa, and the sample selection is done randomly. The experimental and control class samples were 32 students each. The research design was a posttest-only control. Data collection techniques using cognitive learning outcome instruments on acid-base material technical data analysis in the form of inferential descriptive statistical analysis Hypothesis testing using covariance analysis Based on data analysis, the significance value obtained is 0.019 <0.05. So H1 is accepted. The conclusion of the study is that the application of the guided discovery learning model with a constructivism approach has a significant effect on cognitive learning outcomes. 
Model Project Based Entrepreneuruial Science Thinking Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa dengan Menggunakan Blanded Learning Rahman, Nanang; Liswijaya, Liswijaya
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.20000

Abstract

Abstrak:Teknologi dalam pembelajaran sangat bermanfaat ketika masa pandemic covid 19. Dosen dapat memilih metode pembelajaran dengan mengabungkan pembelajaran secara offline dan online yang dikenal dengan istilah blanded learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model project based entrepreneurial science thinking terhadap pemikiran kreatif calon mahasiswa PGSD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan subjek penelitian sebanyak 72 mahasiswa PGSD. Dalam pelaksanaannya, kelas eksperimen diajar dengan menggunakan model project based entrepreneurial science thinking, kelas kontrol adalah kelas konvensional. Parameternya adalah berpikir kreatif dengan 4 indikator, yaitu fluency, flexibility, originality and elaborative. Pengumpulan data menggunakan penilaian pretest dan posttest. Data disajikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian secara keseluruhan rata-rata skor berpikir kreatif mahasiswa PGSD pada kelas eksperimen adalah 83,50 dengan indeks N-gain sebesar 0,58, lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol 71,25 dengan indeks N-gain sebesar 0,28. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model project based entrepreneurial science thinking berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD, lebih efektif dibandingkan konvensional dalam meningkatkan berpikir kreatif guru dalam pembelajaran.Abstract: Technology in learning is very useful during the Covid 19 pandemic. Lecturers can choose learning methods by combining offline and online learning, known as blended learning. The aim of this research is to analyze the influence of the project based entrepreneurial science thinking model on the creative thinking of prospective elementary school teacher students. This type of research is quasi-experimental research with research subjects as many as 72 PGSD students. In its implementation, the experimental class was taught using a project based entrepreneurial science thinking model, the control class was a conventional class. The parameters are creative thinking with 4 indicators, namely fluency, flexibility, originality and elaborative. Data collection uses pretest and posttest assessments. Data is presented and analyzed descriptively. Overall research results, the average creative thinking score of elementary school teacher students in the experimental class was 83.50 with an N-gain index of 0.58, higher than in the control class of 71.25 with an N-gain index of 0.28. From the research results, it can be concluded that the project based entrepreneurial science thinking model has an effect on improving the creative thinking abilities of elementary school teacher students, and is more effective than conventional ones in improving teachers' creative thinking in learning.

Page 1 of 2 | Total Record : 14