cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa
ISSN : -     EISSN : 26227134     DOI : 10.24167/tuturrupa
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Februari 2020" : 6 Documents clear
Perancangan Komunikasi Visual Objek Wisata Hutan Tinjomoyo Sebagai Salah Satu Destinasi Kota Semarang Garry Arya Nugraha; Arwin Purnama Jati
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2948

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali Objek Wisata Hutan Tinjomoyo sebagai salah satu destinasi Kota Semarang yang sempat terbengkalai. Oleh karena itu dirancang produk desain dengan membuat Desain Identitas, Infografis, Sign System, Media Sosial, dan produk desain lainnya. Perancangan dilakukan agar Hutan Tinjomoyo bisa kembali ramai pengunjung dan dikenal oleh banyak masyarakat. Dengan dirancangnya produk desain yang sesuai, maka Hutan Tinjomoyo akan memberi dampak positif bagi bidang pariwisata, rekreasi, wisata alam, pemerintah, pengunjung, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Tinjomoyo karena dapat membuka lapangan pekerjaan, perekonomian juga semakin cepat berkembang untuk Kota Semarang. Bagi pengunjung sendiri, berkunjung di Hutan Wisata Tinjomoyo yang masih alami akan memberikan kesan tersendiri dan akan selalu di ingat karena banyak sekali aktifitas yang bisa dilakukan dalam Hutan Tinjomoyo seperti menjelajah hutan, memancing, outbond, camping, mencari ketenangan, berbaur dengan alam dan dapat menjadi media edukasi sekaligus.
Perancangan Audio Visual Sebagai Media Pembelajaran Pengelolaan Air Bersih Di Kelurahan Rowosari Yuanita Surya Anggraini; Dono Sayoso
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2949

Abstract

Sistem pengelolaan air bersih melalui pemanfaatan air hujan masih minim diketahui oleh kalayak umum. Hal ini berimbas pada kekeringan menahun yang berdampak pada masyarakat tidak memiliki solusi atas situasi tersebut. Melalui tulisan ini akan disampaikan informasi yang nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dan dapat mengakses air pada musim kemarau. Dengan memanfaatkan media audio visual diharapkan informasi dapat diterima secara efektif dan menyenangkan, sehingga angka kekeringan menurun.
Teknik Engrave Dalam Pembuatan Uang Kartal Republik Indonesia Damartus Wibowo
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2665

Abstract

Mata uang negara Indonesia yaitu "rupiah", nilai mata uang ini digunakan di seluruh wilayah Indonesia dalam melakukan jual-beli atau penentuan besar nominal transaksi lainnya. Mata uang kartal di Indonesia di produksi oleh PERURI dengan instruksi dari Bank Indonesia. Mata uang ini di cetak menggunakan teknik Engrave yang dibuat oleh seorang seniman yang biasa disebut Engraver. Teknik ini digunakan untuk memperkecil resiko pemalsuan uang kartal dalam segala bentuk cetakan lain. Teknik Engrave dibuat secara manual dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, karena ukuran garis yang begitu kecil dalam membentuk karakter dari uang yang akan dihasilkan nantinya. Dengan memanfaatkan tekstur yang dihasilkan dari teknik cetak pada alat cetak offset, intaglio, dan cetak tinggi. Dari alat-alat cetak ini, cetak offset digunakan untuk mencetak gambar background pada mata uang, cetak intaglio digunakan untuk mencetak gambar utama atau karakter, dan cetak tinggi sebagai tahapan cetak untuk memberikan penomoran pada mata uang. Dimana dari 3 alat cetak tersebut, plat besi yang dibuat dengan teknik Engrave di gunakan pada alat cetak intaglio.
Analysis Of Door Placement At Business Area In Semarang Chinatown Soteria Adia Mahanaim; Bayu Widiantoro
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2951

Abstract

A design speaks not just through visuals, but instead, a design speaks through anything around us. One of the things that had existed since a long time ago is culture. Culture plays a significant role where it is unique on its own place giving impact to the environment. In this case Semarang Chinatown is a place where the Chinese Culture shows genuinely. It is intriguing that door placement of business building have a same placement in Semarang Chinatown. This research is a qualitative study obtained from related data from direct observations and literature. The data obtained will be used to prove what kind of Chinese Culture that influences door placement of business building in Semarang Chinatown.Keywords: culture, door placem
Tinjauan Desain Propaganda Tolak RUU KUHP Dengan Gaya Meme Di Instagram Arsita Pinandita; Galih Putra Pamungkas
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2666

Abstract

Media sosial telah menjadi medium perubahan sosial dalam masyarakat. Dengan bahasa desain komuniaksi visual ia bisa menjangkau beragam bentuk komunikasi informasi. Selain menjadi ruang bebas dalam berkomunikasi, internet telah menjadi kekuatan baru serta dianggap sebagai alat demokrasi dalam menyampaikan pendapat. Pembentukan persepsi publik dalam media sosial kini tidak hanya sebagai hipotesis dan itu bisa terjadi dimana saja, karena world wide web adalah entitas tanpa batas.Dalam hal menyampaikan aspirasi atau gagasan, media sosial telah mengambil peran yang signifikan. Aspirasi atau gagasan dengan bentuk propaganda cukup lazim ditemukan dalam media sosial. Propaganda di media sosial juga ikut andil dalam polemik di Indonesia tentang rencana revisi RUU KUHP. Namun meski baru akan digulirkan telah terjadi penolakan yang luar biasa dari masyarakat. Penolakan ini merupakan kekecewaan masyarakat yang menganggap beberapa rancangan undang-undang di nilai kontroversial.Kekecewaan terhadap rencana revisi RUU KUHP oleh anak muda disampaikan di media sosial dengan propaganda gaya visual meme (baca:mim). Propaganda dengan gaya visual meme disampaikan dengan pendekatan parodi, humor, namun tetap mengandung unsur kritis. Citra meme yang selama ini seringkali dianggap sebagai gaya visual humor dan menghibur terkadang juga mengandung ironi yang mendalam.
Perancangan Desain Event Sebagai Strategi Guna Meningkatkan Eksistensi Musik Keroncong Johanes Mario Kukuh Anthorina; Dono Sayoso
TUTURRUPA Vol 2, No 2: Februari 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v2i2.2947

Abstract

Keroncong merupakan musik hiburan khas Indonesia yang memiliki nilai sejarah. Selain memiliki nilai sejarah, musik keroncong juga memiliki peran sebagai alat pemersatu. Sejarah berkembangnya musik keroncong di Indonesia dimulai pada tahun 1925. Dengan berdirinya orkes keroncong pertama yaitu Orkes Poesaka Krontjong Moresco Toegoe yang didirikan oleh Joseph Quiko. Budaya musik keroncong dibawa oleh Bangsa Portugis sebagai musik hiburan. Setelah Portugis kalah dengan sekutu dan pergi dari Indonesia, budaya musik keroncong masih tertinggal dan menjadi musik hiburan khas bagi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu Musik keroncong yang masih terjaga keberadaannya, berkembang pada berbagai aspek musikal, serta meluas daya jangkaunya juga karena didukung pola penyebaran melalui lomba musik keroncong, media cetak, media rekam, radio dan televisi, layar lebar, pementasan musik keroncong, dan pertumbuhan kelompok orkes keroncong. Namun apabila dilihat dari perkembangan musik saat ini, musik keroncong sudah mengalami penuruan eksistensi. Bahkan beberapa orang dari kita masih sangat asing dengan musik ini. Oleh karena itu untuk meningkatkan kembali eksistensi musik keroncong, dirancanglah sebuah event musik keroncong dengan tujuan menjangkau masyarakat luas, masyarakat dapat mengetahui sejarah musik keroncong serta mendengar secara langsung musik keroncong. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6