cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
EKSISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA(PKL) DI JALAN ARTERI PRIMER, KOTA SINGARAJA Amirul Ikram
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v22i2.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi eksisnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan Arteri Primer Kota Singaja, Bali, dengan fokus penelitian pada karakteristik, motivasi dan strategi PKL. Pada lokasi tersebut banyak terdapat PKL yang menjalankan usahanya pada malam hingga dini hari. Penelitian sebelumnya di Kota Singaraja fokus pada PKL yang menjalankan usaha pada pagi hingga sore hari, namun lokasi yang dikaji kurang pada jalan utama kota, seperti Jalan Arteri Primer yang merupakan jalan yang berdaya guna tinggi. Sehingga menarik untuk dilakukan kajian pada lokasi dan waktu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisis kualitatif dengan sampel sebanyak 43 orang yang ditentukan sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik PKL di Jalan Arteri Primer, Kota Singaraja didominasi oleh orang yang tingkat pendidikannya pada jenjang SMP, lama berjualan selama 3 – 4 jam permalam, dengan penghasilan rata-rata kurang dari 500 ribu permalam. Motivasi menentukan lokasi bagi PKL dengan mencari tempat strategis, kecil bahkan tidak adanya biaya pangkal serta mudah untuk dijangkau. Strategi yang sering digunakan oleh PKL berupa public relation atau membangun hubungan dengan konsumen dan mempertahankan keberadaannya, sehingga tetap eksisnya usaha yang mereka lakukan. Penelitian ini akan menambah khazanah ilmu penetahuan terhadap kajian Geografi Ekonomi.
PENERAPAN KETENTUAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN SEMA NOMOR 3 TAHUN 2018 Dena Murdiawati; Lalu Parman; ufran ufran
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.2924

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Penerapan Tindak Pidana Korupsi berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 serta Implikasi Yuridis terhadap kepastian dan keadilan Hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Normatif yang dilakukan dengan meneliti bahan Pustaka dan peraturan-peraturan yang terkait dengan Penerapan Tindak Pidana Korupsi berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 serta Implikasi Yuridis SEMA Nomor 3 Tahun 2018 terhadap kepastian hukum dan keadilan. Pendekatan yang dilakukan adalah Pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Teori yang digunakan adalah teori Kepastian hukum, teori keadilan dan teori hierarki peraturan perundang-undangan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Tindak Pidana Korupsi pada pasal 2 dan pasal 3 berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 tidak digantungkan berdasarkan kualitas pribadi seseorang tetapi dilihat berdasarkan kerugian negara yang ditimbulkan apabila kerugian negara diatas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) maka akan dikenakan Pasal 2 dan jika kerugian keuangan negara dibawah Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) akan dikenakan Pasal 3. Kemudian bagaimanakah Implikasi Yuridisi dari Sema Nomor 3 Tahun 2018 terhadap keadilan dan kepastian hukum.
Analisis Perkuliahan Daring Sebagai Sarana Kegiatan Belajar Mengajar Selama Masa Karantina Covid-19 Amerti Irvin Widowati; Linda Ayu Oktoriza
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3482

Abstract

Pademi   covid-19   telah  mengganggu   proses  pembelajaran   secara  konvensional.   Maka diperlukan solusi   untuk   menjawab   permasalahan   tersebut.   Pembelajaran   secara   daring adalah  salah   satu alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah memperoleh  gambaran pelaksanaan    pembelajaran    daring   di   Prodi   Akuntansi    Fakultas Ekonomi  Universitas  Semarang sebagai  upaya  menekan  penyebaran  covid-19  di Perguruan Tinggi.  Subjek  penelitian  adalah mahasiswa progdi akuntansi Fakultas Ekoonomi Universitas Semarang. Data dikumpulkan dengan wawancara melalui di Microsoft teams. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: beberapa matakulah menggunakan  lebih  dari  1  aplikasi  untuk  proses pembelajaran   daring,   serta   beberapa   kendala antara    lain    ketersedian    sarana-prasarana, kelemahan   sinyal,   dan  ketidak   efektifan   selama perkuliahan daring.
Upaya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda di Indonesia Ester Irmania
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.2970

Abstract

ABSTRAKSemua Negara diberbagai belahan Dunia tentunya memiliki ciri khasnya tersendiri dalam menonjolkan eksistensinya entah itu dibidang budaya, keamanan, keagamaan, dan lain sebagainya. Manusia sebagai makhluk individu yang tidak ada kemajuan dalam hidupnya tanpa individu lain ,begitu pula sebuah negara tidak akan menuju kemajuan tanpa adanya campur tangan dari negara lain .Salah satu wujudnya yaitu dengan adanya hubungan bilateral bahkan multirateral guna untuk kepentiangan dan kemajuan sebuah negara ,contoh lainnya yaitu keperluan ekspor dan impor yang bertujuan guna menambah suatu devisa negara .Dilihat dari sisi lain hasil masa lalu karena penjajahan yang dilakukan bangsa barat ke bangsa timur membawa pengaruh yang sangat menonjol terutama bangsa Indonesia yang telah dijajahnya. Akibat dari penjajahan bangsa barat terhadap bangsa pribumi ini membawa pengaruh yang besar terhadap pribadi dan jati diri bangsa yaitu meningkatkan nasionaliseme dan patriotisme serta rasa tangguh, tahan banting, dan persatuan kesatuan rakyat indonesia. Dari hal hal tersebut tentu saja akan menimbulkan pengaruh bagi bangsa indonesia baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif .Terutama yang paling menonjol adalah pengaruh budaya asing bagi Bangsa Indonesia ,dilihat dari bidang budaya tidak semua memberi pengaruh positif seperti di atas, namun ada pengaruh negatifnya misalnya seperti minum minuman keras, berpakaian terbuka, pemerkosaan, dan tindakan kriminal lainnya, bahkan tidak banyak yang sudah terseret narkoba .Pengaruh negatif tersebut akan berpengaruh besar pada Generasi muda Di Indonesia mengingat anak muda jaman sekarang dengan gampangnya terbuai oleh rayuan rayuan perduniawian, dimana anak remaja masih rentan mencari jati dirinya sendiri . Tidak sedikit yang bahkan sudah terjerumus arus negatif budaya asing, kita seharusnya sebagai penerus dan pewaris Negara Indonesia harus siap oleh setiap tantangan globalisasi yang semakin merajarela dengan cara menghempaskan seluruh pengaruh negatif budaya asing yang akan mengancam jati diri bangsa. Oleh karena sikap patriotisme dan nasionalisme perlu ditanamkan pada generasi muda  untuk mengantisipasi pengaruh negatif dari adanya kebudayaan asing, yang melibatkan semua pihak terutama peran orang tua ,pihak pemerintah dan para ulama budayawan. Jurnal ini menjelaskan Upaya yang harus ditempuh dalam menghadapi pengaruh negatif  budaya asing terhadap Generasi Muda Di Indonesia. Hasil riset dipakai buat tingkatan pemahaman khalayak dalam upaya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap Generasi Muda Di  Indonesia.Kata Kunci : Pengaruh Negatif Budaya Asing, Generasi Muda Indonesia  ABSTRACTAll countries in various parts of the world certainly have their own characteristics in accentuating their existence whether it is in the fields of culture, security, religion, and so on. Humans as individual beings who have no progress in their lives without other individuals, as well as a country will not progress without interference from other countries. One of its manifestations is the existence of bilateral and even multilateral relations in order for the steadfastness and progress of a country namely the need for export and import which aims to increase a country's foreign exchange. From the other side, the results of the past because the colonialism carried out by the western nation to the eastern nation had a very prominent influence, especially the Indonesian nation which had been colonized by it. As a result of the western occupation of this indigenous nation, it had a great influence on the personality and national identity, namely increasing nationalism and patriotism as well as a sense of resilience, resilience, and the unity of the Indonesian people. From this, of course, it will have an influence on the Indonesian nation both positive and negative. Especially the most prominent is the influence of foreign culture on the Indonesian nation, seen from the cultural field, not all of them have a positive influence as above, but there are negative influences, for example such as drinking alcohol, dressing openly, rape, and other criminal acts, not even many have been dragged by drugs. This negative effect will have a major impact on the younger generation in Indonesia, considering today's youth are easily lulled by worldly seduction, where teenagers still vulnerable to find his own identity. Not a few who have even fallen into the negative flow of foreign culture, we should as the successors and heirs of the Indonesian State must be prepared for every challenge of globalization that is increasingly rampant by throwing away all the negative influences of foreign culture that will threaten the national identity. Therefore, steps are needed to anticipate negative influences by strengthening the sense of nationalism and patriotism of the younger generation in Indonesia, which involves all parties, especially the roles of parents, government and cultural scholars. This journal explains the efforts that must be taken in dealing with the negative influence of foreign culture on the Young Generation in Indonesia. The results of the research are used for public understanding of the efforts to overcome the negative influence of foreign cultures on Indonesia’s young generation.Keywords: Negative Influence of Foreign Culture, Indonesian Young Generation
Tingkat Kepatuhan Penerapan 3M Terhadap Interaksi Sosial Pengunjung Warung Kopi Dusun Sumberan Desa Ambulu. Adhitiya Prasta Pratama
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan warga Dusun Sumberan terhadap interaksi sosial dalam menerapkan upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 di warung kopi. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara baik secara luring maupun daring. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah teori dramaturgi dan teori efektivitas hukum. Penelitian ini melihat adanya beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan hukum mulai dari faktor kaidah hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan. Dengan adanya faktor-faktor tersebut peniliti juga melihat adanya beberapa tingkat kesadaran warga Dusun Sumberan dalam penerapan 3M di warung kopi, antara lain tingkat kesadaran anomous, heteronomous, sosio-nomous, dan autonomous. Sehingga dalam penelitian ini ada dua jenis kesadaran yang teridentifikasi dalam membentuk kepatuhan hukum warga Dusun Sumberan, yakni tingkat kesadaran hukum Sosio-nomous dan autonomous.
ANALISIS HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM FILM ‘TILIK’ PADA PERSPEKTIF PSIKOLOGI Dian Bagus Mitreka Satata; Methania Aris Shusantie
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3136

Abstract

Film berjudul ‘Tilik’ telah menjadi perbincangan khalayak umum dan banyak menuai kritik dari segi kehidupan sosial. Cerita ‘Tilik’ menggambarkan fenomena budaya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang disertai dengan humor cerita yang unik. Berbagai dinamika sosial budaya telah terlampir pada alur cerita tersebut sehingga menciptakan ketika menonton. Tokoh bernama Bu Tejo menjadi fokus sekaligus tokoh utama yang menarik banyak perhatian penonton. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisa film ‘Tilik’ pada perspektif teori psikologi hubungan interpersonal. Berbagai sudut pandang teori psikologi mengungkapkan dinamika interaksi sosial sepanjang alur cerita. Banyak terjadi konflik dalam cerita dan gangguan secara psikologis yang terjadi selama proses interaksi kelompok berlangsung sehingga memicu emosi setiap menonton karena timbul prasangka dan steorotip pada kelompok masyarakat.
PERSONAL BRANDING MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI USM GERI DA PINTO PADA AKUN CREATOR TIKTOK @OMAGAAAKKK ayang fitrianti; Errika Dwi Setya Watie; Firdaus Azwar Ersyad
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3483

Abstract

 Peningkatan penggunaan internet di Indonesia bersamaan dengan akses masyarakat ke media sosial. Hal ini ditunjukkan dengan riset-riset baru dari berbagai layanan penelitian. Berbagai media sosial, salah satunya Tiktok berkembang pesat dalam penggunaanya pada masyarakat. Fenomena ini memunculkan banyak influencer baru sebagai role model masyarakat, salah satunya adalah Fergerinha Da Pinto, mahasiswi asal jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang. Melalui Tiktok, seseorang juga dapat membangun personal branding pemilik akunnya. Dimana setiap orang memiliki keunikan masing-masing yang dimiliki sejak lahir. Keunikan tersebut bisa dari nama, wajah, sifat, karakter, bakat, dan hal lainnya yang dapat membedakan satu oran dengan orang yang lainnya. Seiring dengan pertumbuhannya, keunikan seseorang dapat semakin berkembang ke dalam keahlian yang di miliki dan didalaminya. Beberapa orang sadar bahwa keunikan yang dimiliki tak hanya semata-mata menjadi pembeda dengan orang yang lainnya, melainkan harus menjadi sebuah prestasi yang menonjol mengingat di jaman sekarang kompetisi antar individu semakin luas dan peluang besar semakin banyak terlihat didepan mata. Melalui penelitian kualitatif, ditemukan bahwa Fergerinha Da Pinto menggunakan delapan konsep Montoya dalam Haroen pada unggahan -unggahan video Tiktoknya.
Efektivitas Diplomasi dan Komunikasi Strategis dalam Kampanye Melawan Terorisme di Indonesia Talolo Muara; Hayatul Khairul Rahmat; Triyoga Budi Prasetyo
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3139

Abstract

The purposes of this paper are to: (a) explore terminology of terrorism; (b) recognize the wave theory of terrorism; (c) describe the countermeasures of terror in Indonesia; (d) explore the effectiveness of diplomacy and strategic communication in the campaign against terrorism in Indonesia. The method used in this research is literature review with content analysis techniques. The findings of this study are (a) acts of terrorism can be carried out based on a logic of action or method of action; (b) Currently, Indonesia is in a religious wave so that in facing terrorism it uses a law enforcement approach; (c) In addition, Indonesia tends to use a soft approach, namely cooperation within UN organizations and the BNPT deradicalization program; and (d) Indonesian representatives in non-permanent members of the UN Security Council are a form of diplomacy and strategic communication which certainly plays a strategic role in dealing with terrorism, countermeasures against terrorism, and a commitment to reject the association of acts of terrorism with certain religions, ethnicities and/ or nations..
Budaya Hukum Notaris Dalam Menjalankan Jabatan Basyarudin Basyarudin
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3115

Abstract

Notaris memiliki peran untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum. Namun, dewasa ini, beberapa Notaris melupakan peran serta kewajibannya sebagai seorang Notaris. Mereka cenderung berorientasi pada persoalan uang. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya hukum seorang Notaris dalam menjalankan jabatannya. Metode yang digunakan adalah qualitative dengan pendekatan yuridis normatif dimana data didapatkan dengan cara menelaah teori-teorim konsep-konsep, asas-asas serta perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori budaya hukum Notaris, yaitu budaya hukum internal dan eksternal. Budaya hukum internal adalah tugas yang dilakukan oleh Notaris, yaitu pelayanan serta pembuatan akta terhadap klien. Sedangkan budaya hukum eksternal adalah bagaimana tanggapan masyarakat atas pelayanan Notaris kepada masyarakat. Budaya hukum Notaris ini menjadi sebuah patokan dalam menjalankan jabatannya atau disebut dengan pattern for behavior. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam budaya hukum Notaris terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti budaya ego untuk menang, budaya tawar-menawar honor serta budaya memanfaatkan kelemahan Notaris.
Konsep Mempercantik Diri Dalam Prespektif Islam Dan Sains Ellitte Millenitta Umbarani; Agus Fakhruddin
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.2974

Abstract

Islam sebagai agama memperhatikan penuh mengenai kecantikan wanita. Mempercantik diri seorang wanita biasanya menggunakan kosmetik. Pemakaian kosmetik perlu diperhatikan dari segi bahan dan cara memperolehnya. Kosmetik yang digunakan tidak boleh membahayakan kulit atau diri penggunanya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui bahan-bahan yang dapat membahayakan kulit atau diri penggunanya. Selain itu, kehalalan produk juga sangat perlu diperhatikan agar suatu produk tersebut sesuai dengan syariat Islam. MUI telah mengeluarlam pelabelan halal dan untuk penjaminan produk halal tertuang pada Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan teknik pengumpulan data Library Research serta metode deskriptif. Adapun sumber data dokumen yang dapat diperoleh dari lapangan berupa buku, arsip, majalah, serta dokumen-dokumen yang berhubungan dengan fokus penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kecantikan wanita sangat diperhatikan dalam Islam. Penggunaan kosmetik untuk mempercantik diri dalam Islam perlu memperhatikan unsur kehalalan produk kosmetik tersebut, baik dari segi bahan dan pemrolehan bahan-bahan tersebut. Kehalalan suatu produk kecantikan, dapat dilihat dari label halal yang tercantum di dalam kemasan sehingga dapat mempermudah muslimin menggunakan produk kecantikan tanpa khawatir bahan yang terkandung di dalamnya terkategori bahan yang haram. Jaminan kehalalan suatu produk kosmetik tertuang pada Undang-Undang No. 33 Tahun 2014.