cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
IMPLIKATUR PADA MEME ISLAM DI INSTAGRAM SEBAGAI WUJUD DIGITALISASI MEDIA DAKWAH: KAJIAN PRAGMATIK Enggar Dhian Pratamanti; Daryono Daryono; M Dliya Ulami
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3484

Abstract

Instagram dinilai dapat memenuhi kebutuhan komunikasi sosialmasyarakat Indonesia di era digital karena memiliki fitur yang praktis,unik, menarik, dan komunikatif. Hal yang menarik yang dapat ditemukandi Instagram adalah banyaknya gambar, video, atau caption Instagramyang bernilai implikatif yang ditujukan untuk masyarakat luas. Gambarimplikatif ini berwujud komik dan meme. Salah satu meme yang menarikdan menjamur adalah meme bermuatan Islam yang dapat ditemukan dalambeberapa akun Instagram. Meme bermuatan Islam ini berisi dakwah ajaranIslam yang diimplikasikan dalam tuturan yang unik, baik dengan kata-kataatau gambar yang dikemas sedemikian rupa. Guna memahami maknatersirat ini, perlu dilakukan kajian yang mendalam agar pesan dan nilaiyang akan disampaikan dapat diketahui dengan baik. Tim peneliti tertarikmengkaji dan meneliti bentuk implikatur yang ditemukan pada memebermuatan Islam dalam akun Instagram dan faktor penyebab kemunculanmeme bermuatan Islam dalam akun Instagram berkaitan dengan dakwahdi era digital. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metodedescriptive research nonhypothesis (deskriptif tanpa menguji hipotesis).Hasil penelitian ini menemukan beberapa akun Instagram bermuatanIslami yang mencoba menanamkan ideologi, paham, dan ajaran Islami.Akun-akun Islami tersebut menggunakan meme dan menyampaikaninformasi serta ideologi dalam bentuk bahasa implikatur. Bentuk-bentukimplikatur yang ditemukan dalam penelitian ini berupa implikatur bentukwacana verbal (berupa lambang bunyi), implikatur bentuk wacananonverbal (tidak berupa lambang bunyi melainkan gambar), sertaimplikatur bentuk gabungan wacana verbal dan nonverbal. Selain itu,bentuk-bentuk implikatur yang ditemukan memiliki berbagai macamfungsi, yaitu fungsi ekspresif (menyindir dan mengingatkan), fungsidirektif (memerintah), dan fungsi asertif (menyatakan, menunjukkan, danmemberikan kejelasan). Kemunculan meme bermuatan Islam dalam akunInstagram berkaitan dengan dakwah pada era digital disebabkan olehbeberapa hal yaitu karakter dan fitur Instagram, generasi muda sebagaipengguna instagram, serta popularitas gaya bahasa dan meme.
Fenomena Money Politik pada Pemilihan Kepala Desa Petiken Tahun 2018 Salsabila Athaya Fauzi; Agus Machfud Fauzi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3243

Abstract

Pemilihan Kepala Desa menjadi satu agenda besar di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Tindakan suap-menyuap untuk memperoleh suara bukanlah suatu hal yang baru pada agenda tersebut. Karena pemikiran masyarakat yang menanggap bahwa ini hanya skala kepala desa, sehingga banyak sekali individu yang menganggap hal ini kurang penting. Hak pilih yang tidak digunakan dilirik oleh calon kepala desa untuk mendapatkan suara. Calon kepala desa memberi uang kepada mereka agar mendapatkan suara dari masyarakat, terutama individu yang tidak ingin mencoblos. Penelitian ini melihat fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai money politic atau politik uang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat alasan masyarakat mengambil uang yang berasal dari calon kepala desa. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ialah masyarakat Desa Petiken yang meneriman suap serta tidak ingin ikut serta dalam pemilihan pada awalnya. Penelitian ini melihat menggunakan kacamata teori Alfred Schutz tentang fenomenologi. Hasil penelitian ialah bahwa minat masyarakat untuk datang ke tps dapat di beli dengan uang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat pada calon kepala desa sehingga mereka memilih untuk golput, jika tidak ada uang atau umpan untuk pergi maka tidak akan pergi. Masyarakat yang diberi uang merasa bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan jika mengabil uang tersebut dan menjalankan hak suara yang mereka miliki. 
STRATEGI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG DALAM MENGERJAKAN SOAL LISTENING COMPREHENSION TOEFL stefani dewi rosaria; Devy Angga Gunantar; Hetty Catur Ellyawati
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3143

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu peneliti ingin memberikan deskripsi atau penjelasan terkait dengan kesulitan, strategi, dan solusi terhadap kesulitan mahasiswa dalam mengerjakan soal listening TOEFL. Objek penelitian ini adalah para mahasiswa yang sedang mengikuti kelas kursus Bahasa Inggris TOEFL. Mereka berasal dari program studi Ilmu Komunikasi dan Sistem Informasi Universitas Semarang angkatan tahun 2019. Terdapat 80 mahasiswa yang mengikuti kelas kursus tersebut. Responden dari penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa dalam kelas kursus tersebut, yaitu 53 mahasiswa. Data penelitian diperoleh dengan membegikan kuesioner kepada mahasiswa melalui google formulir dengan tujuan untuk menggali kesulitan dan strategi para mahasiswa pada saat mengerjakan soal listening. Dari tanggapan para mahasiswa peneliti kemudian mencoba memberikan solusi terhadap kesulitan para mahasiswa. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan part B dan part C merupakan bagian listening yang sulit, sedangkan part A adalah bagian yang mudah. Berdasarkan penelitian ini diketahui sebagian besar mahasiswa menerapkan strategi yang diajarkan oleh dosen, namun mereka juga memiliki strategi sendiri seperti mendengarkan audionya sambil membaca pilihan jawabannya kemudian menentukan jawaban yang benar.  AbstractThis is a qualitative study which aims to describe students’ strategy in completing listening TOEFL exercise as well as to figure out the difficulties they deal with listening comprehension. The writer also eagers to serve solution to the students’ difficulties. The object of the study was the students of Semarang University coming from Communication Science Program and Information System which consisted of 80 students who joined English TOEFL Course. The respondents were those who joined that program. The data obtained through distributing a questionnaire using google form. The result of the study showed that the most difficult part of listening comprehension TOEFL was Part B and Part C. On the other hand, part A was considered to be the easiest. Based on this study, students admitted that they applied the strategies thought by the lecturer, yet they also applied their own strategies such as listen to the audio carefully and read the answer options at the same time before they decided their final answer.Keywords: TOEFL, listening, strategies
Urgensi Literasi Digital dalam Menangkal Radikalisme pada Generasi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0 Oni Arizal Bastian; Hayatul Khairul Rahmat; A Said Hasan Basri; Deni Dadang Ahmad Rajab; N Nurjannah
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3082

Abstract

In the era of the Industrial Revolution 4.0, which was marked by the massive development of information technology and the easy distribution of information without any filters. This study aims to explained the urgency of digital literacy in order to ward off radicalism in the millennial generation in the era of the Industrial Revolution 4.0. The method used in this research is literature review with content analysis techniques. The conclusion of this study is that digital literacy skills are very important in warding off radicalism and need to be developed in eight essential elements, namely cultural, cognitive, constructive, communicative, creative, critical, and civic. In addition, to improve digital literacy skills, Siberkreasi activities can be used. Hopefully, with the digital literacy skills of a digital user, namely the millennial generation, they can filter the information obtained and ensure its correctness first.
LEARNING STYLES OF ECONOMIC STUDENTS UNIVERSITY OF SEMARANG Metta Christiana; ahmad muhaimin
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3485

Abstract

The existence of the corona virus outbreak hampers teaching and learning activities that usually take place face-to-face. The learning system is carried out remotely by utilizing information technology. One of the big challenges in implementing the distance learning model is that the academic community is not yet accustomed to using a blended and online learning system. Teaching lecturers must pay attention to student learning styles because in each teaching, their effectiveness will closely match the student's learning method or style, in addition to their personal characteristics and intellectual abilities. Lecturers' lack of understanding of learning styles has a negative impact on students. The purpose of this study was to examine the learning styles of students of the Faculty of Economics, University of Semarang in a bold manner. This study used a descriptive research design. The population in this study were all 500 USM FE students who took sports courses in the odd semester of 2020/2021, aged 18-25 years. Sampling in this study using total sampling. The data analysis technique in this research is descriptive statistical analysis method. The result of this research is that the learning style of FE USM students has the highest kinesthetic, namely 40.8%, the second is visual as much as 33.8%, the third is auditory as much as 25.4%. Many students prefer an online lecture system by actively viewing, listening and doing direct question and answer with the lecturer, which is 41.2%. The suggestion that can be given is that the lecturers should increase theproportion of teaching the online system with live video, audio, display material and do direct question and answer. Systems with only live audio and display only material should be greatly reduced since few people like them.
Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Teknologi Sebagai Upaya Memperkuat Keamanan Maritim di Indonesia I Wayan Yuliarta; Hayatul Khairul Rahmat
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3228

Abstract

Indonesia as the largest marine mega-biodiversity in the world makes Indonesia very important to strengthen its maritime security by empowering coastal communities so that the welfare of the community can be achieved. The purpose of this paper is to explain the improvement of welfare through empowerment of coastal communities as an effort to strengthen maritime security in Indonesia. This paper uses a literature research method with a content analysis approach. The findings of this study are that community involvement is needed in empowerment programs that are not only limited to implementing the program, but also involved in the formulation and creation of the program so that the community feels responsible for program implementation and is motivated so that the program runs well. The hope is that with community involvement in efforts to empower technology-based coastal communities, it will take part in supporting Indonesia's maritime security and also improve the welfare of these communities.
Transformasi Kelembagaan KPK: UU KPK Sebagai Kebijakan Pencegahan Korupsi di Indonesia CHANDRA BAYU
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.2935

Abstract

This article questions "How is the institutional transformation of the KPK after the revision of the KPK Law in supporting corruption prevention policies in Indonesia?". The purpose of writing this article is to trace the extent to which the KPK institutional transformation after the revision of the KPK Law in supporting corruption prevention policies in Indonesia is based on a comprehensive rational model. This needs to be done because the insignificant decrease in corruption cases in Indonesia is inseparable from the institutional factors of the KPK which have tended to be oriented towards eradication, are less effective and efficient in supporting corruption prevention policies. From this analysis it can be said that the institutional transformation of the KPK in the revision of the KPK Law, which was originally a superpower / superbody institution where the concentration of power tends to be corrupt, became a state institution in the executive power clump, was carried out as a form of legal reform as well as upholding an anti-corruption ethical commitment to prevent and eradicate acts. The criminal act of corruption is effective, efficient and integrated / synergistic, which is the most rational policy for the state.Keywords: Transformation, Institution, KPK, Policy, Legal Reform.
IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM SITUASI TERDAPAT POTENSI TERJADINYA BENCANA OLEH BPBD KOTA SEMARANG Andre Yudha Pratama Dewantoro; Endah Pujiastuti; Dewi Tuti Muryati
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3494

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas mengenai implementasi penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana oleh BPBD Kota Semarang dan kendala yang dialami dalam penanganan tersebut serta upaya untuk mengatasinya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data primer yang dilakukan dengan wawancara dan didukung data sekunder, analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa impelementasi penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang dilaksanakan melalui kegiatan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat akan terjadinya bencana seperti pembuatan peta bencana yaitu SEMARISK, pembetukan relawan bencana seperti kelurahan siaga bencana dan kelurahan tangguh bencana dan pembuatan EWS (Early Warning System) serta menghitung indeks risiko bencana. Adapun kendala dalam implementasinya yakni faktor Sumber Daya Manusia (SDM) berupa terbatasnya tenaga petugas penanggulangan bencana, faktor sarana dan prasarana, faktor pola pikir masyarakat, faktor keterbatasan logistik, dalam hal ini diupayakan dengan pemberdayaan masyarakat, berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah) terkait, pemberian edukasi dan sosialisasi, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak..
ANALISIS KEBISINGAN LINGKUNGAN PADA LINTASAN KERETA API DOUBLE TRACK “STASIUN ALASTUO – JAMUS” Fahrudin Ahmad; Agus Margiantono
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3490

Abstract

Proyek pemerintah untuk menambah rel kereta api jalur ganda (double track) menyebabkan peningkatan volume kereta api dan kebisingan di pemukiman sekitarnya. penelitian ini dilakukan analisis Tingkat Kebisingan pada lingkungan pemukiman yang dilewati rel kereta api jalur ganda dengan cara pengukuran dilapangan. Metode pengukuran dan analisa berdasar pad Kep48/MENLH/11/1996, tentang Baku Tingkat Kebisingan. Pada penelitian ini pengujian dilakukan pada dua waktu yaitu siang dan malam, hasil dari pengujian di rata- rata kemudian dibandingkan dengan baku standart mutu sesuai dengan kepMenLH no.48 tahun 1996. Selain itu untuk mengetahui mitigasi yang dapat dilakukan setelah melakukan pengujian kebisingan di jalur double track tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kebisingan yang berada pada sisi kanan dan kiri rel double track masih diatas standart baku nilai ambang kebisingan sesuai dengan kepmen LH no 48 tahun 1996 (80 dB).
PRACTICE OF DOKOK TRADITION IN THE PERSPECTIVE OF SHARING ECONOMY rahoyo, stefanus
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3555

Abstract

The term of sharing economy became very popular, especially after the 2007-2008 economic and financial crisis. While the term sharing economy is problematic in itself, the practice of sharing has actually been practiced by our society for a long time.                             This study aims to examine whether the practice of dokok tradition can be categorized as a sharing economy or not. If the practice of dokok can be categorized as a sharing economy, the logical consequence is that the conception of the sharing economy which has been known must be expanded.With a qualitative approach, this research concludes that dokok tradition is a practice of sharing economy. The research was conducted in Meteseh Village, Semarang City, Central Java, where the local community still practices the dokok tradition to this day.As far as the authors have explored, there has been no research linking the practice of a tradition with the sharing economy. Thus, it will be a theoretical relevance or novelty of this research.The term of sharing economy became very popular, especially after the 2007-2008 economic and financial crisis. While the term sharing economy is problematic in itself, the practice of sharing has actually been practiced by our society for a long time.                             This study aims to examine whether the practice of dokok tradition can be categorized as a sharing economy or not. If the practice of dokok can be categorized as a sharing economy, the logical consequence is that the conception of the sharing economy which has been known must be expanded.With a qualitative approach, this research concludes that dokok tradition is a practice of sharing economy. The research was conducted in Meteseh Village, Semarang City, Central Java, where the local community still practices the dokok tradition to this day.As far as the authors have explored, there has been no research linking the practice of a tradition with the sharing economy. Thus, it will be a theoretical relevance or novelty of this research.