cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Menelaah Hubungan Melalui Online Dating Berdasarkan Teori Pertukaran Sosial Peter M. Blau Sari, wahyuningtyas Puspita
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4508

Abstract

Online Dating  merupakan sarana untuk seseorang menemukan jodoh melalui aplikasi online. Hubungan ini biasanya berawal karena seseorang merasa kesulitan menemukan pasangan di dunia nyata. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk menelaah bagaimana seorang melakukan hubungan melalui online dating dan apa saja yang menjadi alasan seseorang melakukan hubungan tersebut. Serta, peneliti ingin menjabarkan resiko apa saja yang bisa terjadi ketika kita melakukan hubungan melalui online dating. Teori yang digunakan yaitu teori pertukaran sosial Peter M. Blau. Konsep teori ini terbatas terhadap tingkah laku yang menghasilkan suatu ganjaran atau sanksi sosial. Antara para pelaku terjadi tarik menarik yang menyebabkan terjadinya pertukaran sosial. Pedekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Data yang diperoleh berdasarkan dari wawancara, observasi, dan kajian literatur. Asumsi awal yang didapat yaitu remaja antara umur 17-22 melakukan hubungan online dating karena ingin mencoba melakukan hubungan dengan orang baru, sebagai hiburan, serta untuk menambah relasi.
Tindakan Remaja Di Perkotaan Dalam Melakukan Hang Out Di Tengah Situasi Pandemi Covid 19 Fairuz, Rani Assyifa
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4432

Abstract

ABSTRAKDunia kini harus merasakan dampak yang ditrima akibat adanya pandemi yang disebabkan oleh Virus Covid 19. Virus ini telah mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh dunia tidak terkecuali Negara Indonesia. Masuknya pandemi ini ke Negara Indonesia menyebabkan penutupan secara total atau lockdown. Lockdown yang diterapkan di Indonesia tentu mempengaruhi aktivitas masyarakat, harus melakukan WFH. Di sisi lain masyarakat Indonesia memiliki budaya Hangout teurtama pada remaja, namun aktivitas tersebut menjadi terbatas karena adanya pandemi. Hal tersebut tidak menutup   remaja untuk tidak melakukan Hangout. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah kualitatif, teknik pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan teknik Library Literature atau kepustaakn, dengan subjeknya adalah remaja. Dalam artikel ini menggunakan teori dari Max Weber yaitu mengenai tindakan sosial, untuk mrlihat tindkaan dari remaja melakukan Hangout di tengah pandemi covid 19. Dalam artikel ini ditemukan bahwa hangout sendiri adalah salah satu budaya yang sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama pada remaja. Ditengah pandemi ini semakin banyak remaja yang melakukan hangout ini karena di tengah situasi pandemi ini tempat tempat untuk hangout semakin banyak. Selain itu faktor yang menjadikan hangout ditengah pandemi ini semakin banyak adalah krena dorongan pada diri remaja unutk keluar karena efek dari lockdown yang menyebabkan stress pada diri remajaKata Kunci: Tindakan Remaja, Hangout, Pandemi Covid 19ABSTRACTThe world   now feel the impact it has received due to the pandemi caused by the Covid 19 Virus. This virus has affected human life throughout the world, including Indonesia. The entry of this pandemi into   Indonesia caused a total closure or lockdown. The lockdown implemented in Indonesia certainly affects community activities, which have to do WFH. On the other hand, Indonesian people have a Hangout culture, especially for teenagers, but these activities have become limited due to the pandemi. This does not stop teenagers from doing Hangouts. In this article the method used is qualitative, the data collection technique in this article uses the Library Literature technique, with the subject is a teenagers. In this article, using Max Weber's theory regarding social action, to see the actions of teenagers doing Hangouts in the midst of the covid 19 pandemi. In the midst of this pandemi, there still a lot of teenagers are doing this hangout because in the midst of this pandemi situation there are many places to hangout. In addition, the factor that makes hangouts in the midst of this pandemi is the urge for teenagers to go out because of the effects of the lockdown which causes stress on teenagers.Keyword: Teen Action, Hangout, Covid 19 Pandemic  
Alturisme Masyarakat Kota (Studi Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Mengatasi Pengemis Di Kota Bandar Lampung) Reswari, Annisa; Mutaharoh, Aulia Wazulfa; Triono, Agus
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mengatasi pengemis di Kota Bandar Lampung yang mengalami peningkatan secara signifikan dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab semakin maraknya pengemis di Kota Tapis Berseri ini. Karena salah satu tugas utama suatu negara adalah memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Hal serupa juga berlaku bagi Indonesia yang menganut konsep hukum kesejahteraan. Terlebih lagi dalam konstitusi negara ini ditegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, dalam praktiknya, masih dijumpai fenomena yang mengindikasikan belum sejahteranya rakyat Indonesia, salah satunya adalah semakin maraknya pengemis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yang didasarkan pada Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung No. 03 Tahun 2010 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, ajaran agama Islam, serta aturan adat yang menjadi pedoman bagi masyarakat Lampung, yaitu Piil Pesenggiri. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Kota Bandar Lampung dan lebih difokuskan kepada masyarakat yang ada di tempat-tempat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan yang ada sudah diterapkan namun banyak masyarakat yang belum mengetahui atau enggan untuk patuh dengan peraturan tersebut. Selain itu, masyarakat yang menjadi pengemis adalah orang-orang Islam yang notabennya menggunakan atribut Islam dalam melakukan kegiatan tersebut.Dengan demikian, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan stakeholders terkait untuk memaksimalkan implementasi Perda yang ada. Selain itu, Dinas Sosial juga sangat dibutuhkan sebagai sarana untuk menampung para pengemis dan tempat untuk mengasah keterampilan para pengemis. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan perda yang ada dapat berjalan dengan maksimal dan angka pengemis dapat menurun.
Hubungan Antara Minat Belajar Dan Dukungan Sosial Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Melalui Konsep Diri Sebagai Mediator. Octavia, Dynna Arienta; Sugiarti, Rini
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.7721

Abstract

Pendidikan adalah media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan potensi pada diri manusia. Mahasiswa sebagai subjek yang sangat erat dengan pendidikan berada pada fase usia remaja yang dalam masa perkembanganya akan terbentuk sebuah konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fungsi konsep diri sebagai mediator dalam melihat hubungan antara minat belajar dan dukungan sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Penelian ini menggunakan sampel subjek mahasiswa yang sedang mengambil Tugas akhir pada program studi teknik informatika Universitas Semarang, sebanyak 173 mahasiswwa dan dengan menggunakan teknik sampling slavin, selain itu penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu minat belajar, dukungan sosial, prestasi belajar, dan konsep diri sebagai mediator antar variabel. Sedangkan aspek yang digunakan adalah 10 aspek dengan 96 indikator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil pengujian Inderect effect menunjukan bahwa minbel memiliki nilai P Value 0.332 > 0.05, yang berarti tidak ada efek mediasi, sedangkan pada duksos P value memiliki nilai 0.291 > 0.05 yang berarti tidak memiliki efek mediasi, sehingga konsepdiri tidak dapat memediasi pengaruh dukungan sosial ke prestasi belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan terhadap konsep diri.
Wibunisme : Apakah bukti fanatisme menurunkan nasionalisme di Kalangan Mahasiswa Saputra, Dimas; Firdaus, Ramadhan Nadhif; Amelia, Yola Oktavia; Fajrianti, Wanda Nadriah; Supriyono, Supriyono
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.6872

Abstract

Artikel ini membahas tentang fenomena Wibu di Indonesia, yang berasal dari bahasa Inggris Weeaboo, dan mengacu pada orang-orang non-Jepang yang memiliki obsesi dan kecintaan terhadap budaya populer Jepang. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi dampak fanatisme Wibu terhadap nasionalisme di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang disebarkan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fanatisme Wibu dapat menghambat kemajuan nasionalisme dan merusak kesatuan nasional. Sebelumnya belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa fanatisme terhadap budaya asing dapat menurunkan nasionalisme. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena Wibu dan dampaknya terhadap nasionalisme di Indonesia. Artikel ini juga memberikan saran-saran tentang bagaimana cara mengurangi fanatisme Wibu yang berlebihan dan mempromosikan kesadaran nasionalisme.
Analisis Potensi Dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Desa di Kabupaten Probolinggo Yuda Pratama, Wisnu
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.4657

Abstract

Pariwisata Indonesia mulai digadang bisa menggantikan pemasukan negara dari sektor pertambangan yang selama ini menjadi sektor utama. Pembangunan pariwisata saat ini diarahkan kepada pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan dalam pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif analisis konten terhadap potensi dan tantangan pengembangan pariwisata desa dengan software analisis data Nvivo 12 plus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa potensi pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo dipengaruhi berbagai macam faktor antara lain sumber daya alam, meningkatkan perekonomian masyarakat, program SDGs, letak geografis, partisipasi, otonomi desa, dan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan tantangan pengembangan pariwisata desa di Kabupaten probolinggo dipengaruhi beberapa faktor juga yaitu, pengelolaan sumber daya wisata, inovasi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan pandemi covid-19. Hasil termuan dalam penelitian ini bahwa pengembangan pariwisata desa di Kabupaten Probolinggo. Hasil peneltian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perumusan kebijakan pengembangan pariwisata desa di Indonesia. Keterbatasan pada penelitian adalah data yang digunakan masih terbatas pada jenis sekunder. Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumen-dokumen Laporan Kementrian Desa, jurnal dan berita-berita yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian berikutnya perlu menggunakan data primer yaitu data wawancara dan observasi.
Korelasi Tuhan dalam Pandangan Aristoteles dengan Konsep Satataning Panembah Andini, Agni Dhea; Widayat, Afendy
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.6131

Abstract

The will of the first Mover, who is none other than God, is inextricably linked to the existence of people and everything else in the cosmos. God is the reason why everything has a purpose, including humans. Aristotle, a philosopher, held this philosophical idea to be true. The Javanese, on the other hand, have their own ideas on how to worship God as the architect of the universe. This approach, known as satataning panembah, includes sembah catur or four different forms of worship. Serat Wedhatama by KGPAA Mangkunegara IV contains sembah catur. The goal of qualitative descriptive research is to identify the connections between the two, notably Aristotle's conception of God and the idea of satataning panembah, through gathering evidence through literary study. The study's findings indicate a connection between God and the four forms of worship practiced by the Javanese people it s sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, and sembah rasa according to Aristotle. The connection is that there is a means to reach human unity with God, which is the height of human perfection.
Keterkaitan Budaya Mitos Yang Dipercaya Masyarakat Terhadap Pandangan Agama Islam Ramadhani, Bayu; Ervan, Nur Muhammad
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.4621

Abstract

Penelitian Ini ditujukan untuk mengetahui kaitan antara budaya mitos yang dipercaya masyarakat menurut pandangan islam. Penelitian ini akan membahas mengenai Awal mula munculnya mitos, faktor - faktor yang menyebabkan masyarakat percaya akan mitos mitos yang ada didaerahnya, pengaruh mitos yang berkembang dimasyarakat, dan sudut pandang agama Islam terkait mitos yang berkembang dimasyarkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu (library research). Data yang kami kumpulkan berasal dari beberapa sumber jurnal tentang budaya. Faktor faktor yang menyebabkan masyarakat percaya akan mitos mitos yang berkembang di daerahnya adalah: (1.) Budaya cukup memberi warna dalam berbagai permasalahan bangsa dan negara. (2.) Budaya berpengaruh terhadap keyakinan dan praktek praktek keagamaan. (3.) Kurangnya pemahaman agama Islam masyarakat setempat, dan lebih condong terhadap warisan leluhur yang mereka praktekan dikehidupan sehari hari, meski bertentangan dengan agama yang mereka anut. (4.) Mitos disampaikan secara turun temurun dari keluarga masyarakt dan nenek moyang mereka. (5.) Mitos dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuk suatu kepercayaan yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat setempat. Manfaat dari penelitian ini adalah: (1.) Menambah wawasan dan memperbaiki sudut pandang masyarakat terkait mitos yang berkembang didaerahnya. (2.) Membantu masyarakat untuk memilah dan memilih kebudayaan mitos yang dapat dilaksanakan menurut pandangan agama Islam. (3.) Melestarikan budaya yang sesuai dengan pandangan agama Islam.
Konstruksi Mahasiswa Terhadap Kesenjangan Sosial Ekonomi di Lingkungan Kampus Kota Surabaya Shafwa, Ailsa Fitri; Handoyo, Pambudi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.6957

Abstract

Kesenjangan sosial merupakan suatu keadaan dimana tidak seimbang dari masyarakat untuk menerima akses yang terdapat didalam suatu masyarakat. Dalam lingkungan kampus, kesenjangan sosial seringkali dirasakan oleh mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Dimana sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil didalam sebuah pergaulan atau pertemanan. Pada masa ini, dimana era teknologi informasi yang semakin memadai, membuat banyak dari mahasiswa mulai mengerti fashion atau merk-merk dari barang branded yang dari situ menandakan status sosial mereka. Status sosial tersebut yang kemudian menentukan segalanya sehingga membuat pola dari pergaulan mahasiswa melekat pada status sosial yang kemudian dapat menyebabkan kesenjangan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat stastus sosial ekonomi mahasiswa yang dapat mempengaruhi pola pergaulan atau pertemanan sehingga menyebabkan kesenjangan sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitataif. Yang dimanan teknik pengumpulan datta berasal daru penelitian ini berasal dari dua sumber, yaitu dari data primer yang didapat dari sumber pertama secara langsung dan dari data sekunder yang diperoleh dari berita, jurnal, tesis dan skripsi. Penelitian ini menggunakan teori Max Weber mengenai stratifikasi sosial tau yang biasa dapat disebut kelas, ststus, dn kekuasaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa yang berada di Kota Surabaya memiliki persepsi bermacam-macam terkait adanya kesenjangan sosial yang ada di lingkungan kampus. 
Pemanfaatan Festival Unta Sebagai Upaya Diplomasi Publik Arab Saudi Dalam Merekatkan Regionalisme Timur Tengah Wibowo, Prihandono; Hakam, Muhammad Ahsanul; Fardani, Kelvin Dwi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.4673

Abstract

Penggunaan unta sebagai pengikat kawasan di implementasikan di perhelatan perlombaan unta yang telah diadakan sejak tahun 1999 oleh suku badui lokal dan mendapat perhatian dari keluarga kerajaan Arab Saudi, dengan diadakannya event unta ini diharapkan memberikan unsur politis yang baik sebagai diplomasi publik untuk terciptanya integrasi wilayah di Timur Tengah. Dalam jurnal ini penulis akan menggunakan teori regionalisme serta identitas sosial untuk menunjang konsep diplomasi publik, secara singkat regionalisme adalah kecenderungan dalam suatu wilayah yang berdasar kepada homogenitas, karakteristik, dan pengadaan kerja sama, selaras dengan regionalisme teori identitas sosial juga memiliki penjelasan bahwa identitas sosial individu (dalam hal ini negara) mempengaruhi dinamika dalam kelompok regional. Dalam penulisan jurnal ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk menggambarkan dan mengumpulkan data dari berbagai sumber sekunder. Kehadiran dari unsur perekat berupa simbol yang dapat disetujui secara kolektif dan mampu meminimalkan adanya kata tidak setuju dinilai mampu sebagai langkah awal perekat kawasan. Sedangkan dari prosesnya, pengadaan festival unta terbesar di dunia yang mampu menghadirkan wakil-wakil negara di Kawasan Timur Tengah oleh Arab Saudi dinilai mampu sebagai ajang promosi simbol perekat.