cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2020)" : 27 Documents clear
Simulasi Numerik Pelacakan Elevasi Kolam Datar Pada Fenomena Hidrologi Jangka Pendek Dengan Metode Runge-Kutta Orde 4 (Studi Kasus: Situ Agathis Universitas Indonesia) Ngakan Putu Purnaditya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.522 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.6683

Abstract

Pelacakan elevasi kolam datar merupakan salah satu analisis untuk melakukan evaluasi suatu tampungan tidak tekecuali pada sistem tampungan bertingkat. Model kontinuitas hidrologi menjadi dasar analisis ini dimana model ini diturunkan sebagai persamaan diferensial biasa (PDB). PDB umumnya dapat dicari solusinya secara numerik dan salah satu metode untuk mencari solusi PDB adalah dengan metode Runge-Kutta Orde 4. Studi ini melakukan simulasi elevasi kolam datar dengan menggunakan Runge-Kutta Orde 4 di Situ Agathis Universitas Indonesia yang merupakan bagian dari sistem tampungan bertingkat. Analisis curah hujan rencana menggunakan distribusi Gumbel yang memberikan nilai curah hujan pada periode ulang 50 tahun sebesar 180.6 mm. Debit inflow diestimasi melalui pendekatan hidrograf satuan sintetis SCS untuk periode ulang 2 tahum, 25 tahun dan 50 tahun. Simulasi Runge-Kutta Orde 4 memberikan level muka air maksimum pada Situ Agathis saat hujan lebat sekitar 0.8 m di atas spillway. Hasil simulasi juga memberikan kebutuhan tampungan untuk penanganan limpasan adalah sekitar 4400 m3. Analisis hubungan antara kedalaman dan volume memberikan gambaran potensi tampungan Situ Agathis adalah 24000 m3. Dengan demikian, melalui siulasi ini dapat disimpulkan bahwa kondisi Situ Agathis masih cukup baik dalam menangani fenomena hidrologi jangka pendek hingga periode ulang 50 tahun.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Rute Semarang – Jakarta (Studi Kasus : Pegawai Negeri Sipil Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan) Ardina Rahmalia; Bambang Riyanto; Suseno Darsono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.282 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7392

Abstract

Rute Semarang–Jakarta merupakan rute yang sibuk dikarenakan pusat pemerintahan dan perekonomian berada di sana. Pada rute ini, terdapat berbagai pilihan moda transportasi dengan jadwal, biaya, serta fasilitas pendukung yang beragam. Oleh sebab itu, prioritas moda serta prioritas kriteria perlu dianalisis. Dalam hal ini, pemilihan moda dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dengan responden PNS golongan IV, III, dan II. Prioritas kriteria menurut karakteristik perjalanan pada seluruh golongan mengutamakan maksud perjalanan dibandingan dengan tujuan dan waktu terjadinya perjalanan. Sedangkan prioritas kriteria menurut sistem transportasi, seluruh golongan mengutamakan keselamatan dan keamanan dibandingkan dengan lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, dan kemudahan. Alternatif moda yang dipertimbangkan antara lain kereta api kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif, serta pesawat terbang kelas ekonomi dan bisnis. Prioritas moda utama  pada golongan IV dan III yaitu pesawat terbang kelas ekonomi, sedangkan pada golongan II yaitu kereta api kelas eksekutif. Persamaan sensitivitas yang diperoleh adalah YIV=0,103x1+0,051x2+0,041x3+0,122x4+0,079x5+0,255x6+0,350x7; YIII=0,082x1+0,1041x2+0,032x3+0,105x4+0,071x5+0,260x6+0,347x7; YII=0,090x1+0,180x2+0,038x3+0,125x4+0,095x5+0,217x6+0,254x7 dimana YIV , YIII , YIIadalah bobot moda transportasi global pada golongan IV, III, II yang baru dan x1sampai x7 merupakan bobot moda transportasi pada kriteria lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, kemudahan, keamanan, serta keselamatan. Persamaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perubahan prioritas moda akibat perubahan kondisi di masa yang akan datang untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan.
Implementasi Life Cycle Assessment (LCA) Pada Pemilihan Perkerasan Kaku dan Lentur Kontruksi Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Wawarisa Alnu Fistcar
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.07 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.6005

Abstract

AbstrakPertumbuhan sektor konstruksi adalah salah satu pemicu permasalahan emisi , sektor konstruksi turut berkontribusi dalam konsumsi energi serta menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK). Di Indonesia penelitian yang berhubungan dengan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (GRK) masih sangat minim, khususnya dalam bidang konstruksi perkerasan jalan raya. Dalam hal ini dilaksanakan suatu analisis konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca pada pekerjaan konstruksi jalan tol Balikpapan - Samarinda  yaitu pada STA 23+200 – STA 24+200 (perkerasan lentur) dan STA 20+825 – 21+825 (perkerasan kaku). Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2), yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan metode konversi bahan bakar. Hasil estimasi dari dua metode tersebut kemudian akan dibandingkan secara matematis, yaitu dengan mencari selisih dan perbandingannya. Tahap yang diamati pada penelitian ini adalah pada tahap  produksi  pada AMP/BCP, tahap transportasi  dan tahap  kontruksi dengan menggunakan pendekatan life cycle assessment. Dari hasil analisis jalan aspal dengan  metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction  menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 208.138,14 KgCO2 dengan prosentase tahap produksi  80.49%, tahap transportasi 17.42%, tahap kontruksi 2.09% sedangkang analisis jalan beton dengan  metode konversi bahan bakar menghasilkan  emisi gas rumah kaca sebesar 1.224.876,384 KgCO2  dengan prosentase tahap produksi 85.38%, tahap transportasi 14.41 % dan kontruksi  0.21%.
Prediksi Tingkat Pelayanan Jalan Rel Akibat Pembangunan Double Track Budhi, Wahyu Satyaning; Widyastuti, Hera
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.901 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7034

Abstract

Perkembangan perkeretaapian di Indonesia menunjukkan terdapat adanya waktu keterlambatan. Salah satu upaya pemerintah untuk membuat layanan kereta api menjadi lebih baik yaitu dengan pembangunan double track seperti pada segmen jalan rel Surabaya – Madiun. Dengan adanya pembangunan infrastruktur baru ini, maka akan berpengaruh terhadap tingkat pelayanan pada segmen tersebut. Sehingga, perlu dilakukan analisa tingkat pelayanan baik kodisi eksisting maupun sesudah pembangunan. Guna mengetahui besar pengaruh pembangunan double track dalam peningkatan pelayanan perkeretaapian serta untuk menilai kinerja jalan rel akibat adanya antrian atau kemacetan. Analisa dilakukan pada asumsi kondisi full single track, 50% double track dan kondisi full double track. Tahapan analisa dimulai dari analisa headway, analisa kapasitas lintas, dan analisa level of service. Dengan adanya pembangunan double track, tingkat pelayanan mengalami perbaikan. Pada kondisi full double track menunjukkan bahwa terdapat 8 petak jalan memiliki LoS A, 11 petak jalan memiliki LoS B, dan 2 petak jalan memiliki LoS C. Secara keseluruhan dengan adanya pembangunan double track, segmen tersebut beroperasi di bawah kapasitas dan arus lalu lintas KA rendah hingga sedang untuk mengakomodasi perawatan dan pemulihan dari insiden
Penerapan Soil-Water Characteristic Curve (SWCC) Pada Pemodelan Tanggul Menggunakan Material Lumpur Sidoarjo Yang Distabilisasi Dengan Kapur Cupasindy, Dyah Ayu Rahmawati; Soemitro, Ria Asih Aryani; Indarto, Indarto; Satrya, Trihanyndio Rendy
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.894 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7398

Abstract

This research is a modeling geotechnical auxiliary programs with secondary data processing from previous research. The purpose of this modeling is to analyze the stability of the embankment due to the application of the matric suction value on the Soil-Water Characteristic Curve (SWCC) to see the effect of changes in water content in the lime stabilized LuSi material which can be used as embankment embankment material. The matric suction value used with a value of 1-480 kPa greatly affects the stability of the embankment and the relation to the value of the safety value. The effect of groundwater level elevation gives the value of the safety factor of the embankment in a safe condition with a range of 1.3-2.6 at the variation in height (6-10 m) and embankment slope (1: 1, 1: 1.5 and 1: 2). The effect of the height of the LuSi sediment provides a value of the safety factor of the embankment in a safe condition with a range of 1.25 - 2.12 on a 1: 2 slope at height (1-7 m). The rate of immediate settlement on the embankment ranges from 14 - 40 cm every 200 days for variations in height (6-10 m) and embankment slope (1: 1, 1: 1.5 and 1: 2).
Kontribusi Kuat Lentur Self Compacting Concrete (SCC) dengan Menggunakan Gypsum, Fiberglass, dan Tulangan Baja sebagai Perkerasan Kaku Suyoso, Hernu; Nurtanto, Dwi; Widiarti, Wiwik Yunarni; Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Ahmad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.193 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4691

Abstract

Sarana transportsi terus mengalami kemajuan, hal ini karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang berimbas pada sarana transportasi darat. Pembangunan infrastruktur transporatasi jalan menggunakan beton mutu tinggi sebagai pengganti aspal atau perkerasan kaku. Beton mutu tinggi memiliki fas yang kecil sehingga dibutuhkan semen yang banyak dalam pembuatannnya, hal ini dapat berakibat pada workabilty dimana mempersulit pekerjaan untuk proses perataan dan pemadatan beton tersebut. Self Compacting Concret (SCC) adalah beton yang memiliki tingkat workability tinggi sehingga dapat mengalir dan memenuhi seisi bekisting dengan beratnya sendiri tanpa adanya getaran. Penggunaan beton SCC dalam perkerasan kaku dapat mempermudah pekerjaan, namun beton SCC memiliki sifat getas yang dimiliki oleh beton lain pada umumnya, sementara dalam perkerasan kaku lebih mengutamakan kuat lentur. Serat dapat menambah kuat tarik, lentur dan dektalitas beton sehingga menambah keawetan perkerasan kaku sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya retak, dalam penelitian ini menggunaka serat gypsum, fiberglass dan tulangan baja
Evaluasi Struktur Dermaga Akibat Korosi Berdasarkan SNI 2833-2016 dan SNI 1725-2016 Affandhie, Buyung Anugraha; Sigit D., M.; Rahardjo, Ibnu Pudji; Arifin, Sulchan; Noor, Nizarrahman; Rahman, Yusuf
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.367 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.6615

Abstract

Penurunan mutu material pada struktur bangunan merupakan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya agar struktur bangunan bisa mencapai umur layanannya. Tulisan ini membahas mengenai penilaian (evaluasi) struktur bangunan yang sudah berumur 43 tahun berdasarkan standart perencanaan bangunan terbaru. Evaluasi ini dilakukan terhadap struktur dermaga (loading dock) yang terletak di Kalimantan Timur. Data mutu material yang digunakan dalam evaluasi diperoleh langsung dari pengujian dan pengambilan benda uji di lapangan serta uji laboratorium. Hasil pengujian material struktur selanjutnya digunakan dalam menghitung kapasitas penampang elemen struktur pada kondisi saat ini yang kemudian dibandingkan dengan kondisi awal. Gaya-gaya dalam yang diguna­kan dalam perhitungan diperoleh dari permodelan analisis struktur 3 dimensi dengan pembebanan mengacu pada peraturan yang terbaru. Hasil evaluasi struktur loading dock yang dimodelkan sebagai momen resisting frame menunjukkan bahwa struktur loading dock masih aman digunakan sebagaimana fungsinya sampai dengan tahun 2018.

Page 3 of 3 | Total Record : 27