cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Indeks Tingkat Pelayanan Jalan Berbasis Model Linier di Ruas Jalan Raya Kertajaya Indah Surabaya Hendrata Wibisana
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.413 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v7i1.2741

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan di kota Surabaya seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, dan sebagai salah satu kota yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi sekitar 3 juta jiwa, maka kepemilikan kendaraan juga cukup besar. Hal ini juga ditunjang dengan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi. Seiring dengan itu pula ruas jalan yang ada di kota Surabaya membutuhkan peningkatan dan pengawasan yang besar, karena dengan jumlah volume lalu lintas yang tinggi, menuntut kapasitas dan kapabilitas dari ruas jalan yang tersedia, terutama jalan arteri yang rata-rata padat kendaraan. Penelitian ini mengambil ruas jalan KERTAJAYA INDAH di kota Surabaya sebagai sampel, karena ruas jalan ini memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi. Penelitian ini dimaksudkan hendak menghitung nilai kapasitas dan indeks pelayanan jalan dengan menggunakan metode regresi linier, dan dari hasil perhitungan yang ada diperoleh nilai kapasitas jalan sebesar = 7270,56 smp/jam dan indeks tingkat pelayanan (a) sebesar = 0,75. Dengan nilai ini maka dapat dikatakan bahwa jalan Kertajaya Indah memiliki tingkat kejenuhan yang cukup tinggi, dimana MKJI mensyaratkan harga derajad kejenuhan maksimum adalah 0,8.
Analisis Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Penilaian Kinerja Sistem Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Wawotobi di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Amriyadi Amriyadi; Edijatno Edijatno; Theresiah Sri Sidharthi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.87 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3053

Abstract

Kabupaten Konawe dikenal sebagai daerah yang berperan penting dalam produksi pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara khusunya padi dan palawijaSebagian Jaringan Irigasi (JI) yang ada di Indonesia belum optimal dalam pengelolaan karena dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dikaji, salah satu diantaranya yang belum optimal dalam pengelolaan kinerjanya adalah Daerah Irigasi (DI) Wawotobi. Saat ini DI Wawotobi pengelola teknisnya dilaksanakan oleh BWS Sulawesi IV, Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. DI Wawotobi  mendapat suplai air dari Bendung Wawotobi pada sungai Konaweha dengan luas DI 16.572,26 Ha. Tujuan penelitian adalah menganalisa kondisi eksisting  kinerja JI di DI Wawotobi dan menganalisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi oleh masyarakat pengguna/petani. Menentukan skoring dan indikator yang sangat signifikan terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi.Penelitian dilakukan pada penilaian kinerja Sistem JI yang mencakup Air Irigasi, Prasarana Fisik Irigasi, Sistem Pengelolaan Irigasi, Institusi Pengelola Irigasi dan Pengelola diTingkat Utama/SDM dengan mengacu pada Permen PUPR No. 30/PRT/M/2015. Metode Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung, kuisoner dan pengujian, alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penilaian pada DI Wawotobi yang melibatkan petani (P3A) dengan pengambilan sampel sebanyak 115 responden pada 3 Sub Sistem yang ada di DI Wawotobi maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut : Sub Sistem III Wilayah Intake Kiri Bungguosu memiliki kinerja  baik  dengan nilai 77,88, Sub Sistem II Wilayah Intake Kiri Unaaha A dan Unaaha B memiliki kinerja baik dengan nilai 74,9 dan Sub Sistem I Wilayah Intake Kanan Uepai Tawamelewe memiliki kinerja baik dengan nilai 72,84. Berdasarkan penilaian pada ke 3 Sub Sistem yang ada di Daerah Irigasi Wawotobi rata–rata karekteristik permasalahan yang dihadapi sama satu dengan  yang lainnya yaitu sistem pola tanam yang belum optimal, sebagian lahan potensial belum diolah manjadi lahan fungsional karena keterbatasan dana baik dari pusat maupun daerah, sebagian masyarakat masih mempertahankan lahan mereka sebagai lahan perkebunan untuk tanaman lainnya, alat pengolah sawah masih terbatas, serta alih fungsi lahan potensial khususnya di Sub Sistem II. 
Material Inovatif Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Komposit Abu Serabut Kelapa dan Fly Ash pada Pasta Semen Ridho Bayuaji; Riky Wahyu Kurniawan; Abdul Karim Yasin; Herta Ahsani Takwim; Faizah Maulidya Afifah
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.538 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1590

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan material lokal yang berlimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal pada teknologi beton. Beton adalah material utama di bidang konstruksi. Konsep utama material beton tersusun dari bahan pengikat dan pengisi. Semen, bahan pengikat utama beton yang disorot oleh pemerhati lingkungan sebagai salah industri yang tidak ramah lingkungan oleh karena pembakaran bahan baku semen di kiln memerlukan energi sampai dengan suhu 1450o C dan keluarannya adalah limbah udara CO2. Di sisi lain, senyawa kandungan semen yang dapat dimanfaatkan dalam inovasi adalah Kalsium Hidroksida (CaOH), senyawa ini akan bereaksi dengan material pozzolan dan menghasilkan produk kekuatan dan keawetan tambahan pada beton, Kalsium Silikat Hidrat (C-S-H). Material pozzolan yang akan diteliti adalah abu serabut kelapa dan fly ash sebagai bahan pozzolan komposit pada kekuatan pasta semen dengan standar SNI-03-1974-1990 pada umur hidrasi 3 dan 7 hari. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa komposisi optimum komposit limbah sabut kelapa dan fly ash berhasil mensubtitusi 30% semen dengan komposisi: 25% abu serabut kelapa dan 5% fly ash.
Kajian Penanggulangan Banjir di Wilayah Pematusan Surabaya Barat Ismail Sa'ud
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.588 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v3i1.2562

Abstract

Pada paper ini akan dipaparkan tentang kajian penyelesaian banjir di wilayah pematusan Surabaya Barat. Metodologi yang digunakan dalam studi ini, meliputi : melakukan survey dan indentifikasi; mengkaji sistem drainase Surabaya Barat; melakukan analisa hidrologi; membuat analisa untuk pengembangan solusi alternatif dan merumuskan kesimpulan terhadap hasil studi. Faktor penyebab banjir di kawasan Surabaya Barat, diantaranya curah hujan yang tinggi, pasang air laut dan kemampuan alir sungai/saluran rendah serta adanya hambatan-hambatan aliran pada saluran. Rencana tata guna lahan dimasa yang akan datang memiliki kecenderungan meningkatnya aliran permukaan. Daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu telah berkembang sebagai kawasan terbangun sehingga tidak tersedia lahan cukup luas yang dapat digunakan sebagai retention basin yang dapat mengurangi debit banjir yang mengalir ke sungai. Perlunya dilakukan pengurangan debit aliran yang mengalir ke Saluran Gunungsari dengan cara membagi debit aliran dari saluran ke sungai terdekat yaitu Kali greges, Kali Balong, Kali Kandangan dan Kali Sememi. Normalisasi saluran direncanakan dengan memperbesar dimensi, peninggian tanggul maupun merubah kemiringan dasar saluran. Peninggian tanggul menyebabkan aliran air dari lahan di kanan atau kiri tanggul tidak dapat langsung mengalir ke sungai sehingga diperlukan side drain dan kolam penampungan sementara.
Beton Ringan dari Campuran Styrofoam dan Serbuk Gergaji dengan Semen Portland 250, 300 dan 350 kg/m3 R Buyung Anugraha; Sarithal Mustaza
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.402 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2722

Abstract

Salah satu bahan bangunan yang mengalami perkembangan sangat pesat hingga saat ini adalah beton. Beberapa keunggulan beton antara lain harganya relatif murah, mempunyai kekuatan tekan tinggi, tahan terhadap karat, mudah diangkut dan dicetak, dan relatif tahan terhadap kebakaran. Namun, beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenis yang sangat tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi sangat besar. Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk membuat beton menjadi ringan antara lain penggunaan agregat ringan, beton dibuat berongga dan beton dibuat tanpa pasir. Penjabaran dari permasalahan tersebut diatas, maka dibuat suatu penelitian beton ringan dari campuran styrofoam dan serbuk gergaji, dimana limbah kayu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini dibuat suatu campuran beton ringan dari bahan styrofoam dan bahan serbuk gergaji dengan menggunakan kandungan semen portland sebanyak 250, 300 dan 350 kg tiap m3 beton. Adapun variasi perbandingan volume styrofoam dan serbuk gergaji adalah sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan kondisi perlakuan terhadap benda uji selama 28 hari direndam dan tidak direndam. Benda uji dibuat silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Penelitian ini untuk mengetahui berat/m3, kuat tekan dan modulus elastisitas dari beton ringan yang dihasilkan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan penggunaan serbuk gergaji menyebabkan berat beton menjadi lebih berat, kuat tekan dan nilai modulus elastisitas meningkat. Sebaliknya, peningkatan penggunaan styrofoam menyebabkan berat beton menjadi lebih ringan, kuat tekan dan nilai modulus elastisitas menurun. Berat tertinggi beton ringan ini pada umur 28 hari kondisi tidak direndam adalah 875 kg/m3 (0% styrofoam 100% serbuk gergaji), sedangkan yang terendah adalah 322 kg/m3(100% styrofoam 0% serbuk gergaji). Benda uji kondisi tidak direndam mempunyai nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas yang lebih baik dari pada benda uji dengan kondisi direndam.
Kajian Drainase Kawasan Polda Jatim Siti Kamilia Aziz; Ismail Sa'ud; Muhammad Hafiizh Imaaduddiin; Mohammad Khoiri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.851 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i1.3558

Abstract

Persoalan banjir di kawasan Polda Jatim disebabkan karena elevasi kawasan yang relatif sama dengan elevasi outlet sehingga ketika saluran outlet penuh atau tergenang, maka kawasan ini tidak dapat mengalirkan air ke outlet. Pada kajian ini dievaluasi kemampuan saluran eksisting mengalirkan debit banjir dan upaya menahan air dari luar kawasan tidak masuk ke dalam. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa beberapa saluran perlu dinormalisasi. Untuk mengatasi luberan air dari luar kawasan, diterapkan sistem semi polder, sekeliling kawasan ditinggikan 30 cm dan dibangun pintu pada tiap-tiap outlet. Air yang tertahan didalam kawasan ditampung di kolam tampungan dan dipompa keluar ke saluran tengah ketika saluran sudah surut. Volume kolam tampungan yang dibutuhkan sebesar 7248.42 m3 untuk Q5 dan 7697.48 m3 untuk Q10. Lama pengosongan kolam tampungan menggunakan pompa eksisting dengan debit 0.5 m3/dt adalah 4 jam untuk Q5 dan 4.27 jam untuk Q10.
Kajian Efektifitas Penggunaan Fasilitas Parkir pada Terminal Angkutan Barang Pulo Gebang Jakarta Timur Rudi Agus Widono; Nahry Nahry
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.975 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i1.2588

Abstract

Berkembangnya perekonomian kota Jakarta diikuti oleh meningkatnya kegiatan logistik dan transportasi, dimana salah satunya ditunjukkan oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kendaraan angkutan barang yang beraktifitas di pelabuhan Tanjung Priok membutuhkan tempat parkir, salah satunya di Terminal Angkutan Barang (TAB) Pulo Gebang. Saat ini utilisasi fasilitas parkir di terminal ini pada waktu-waktu tertentu cukup tinggi dan tampak memerlukan pengembangan, hal ini terlihat dari adanya parkir ganda. Berdasarkan kondisi ini, penelitian ini ditujukan untuk menganalisa efektifitas penggunaan TAB Pulo Gebang saat ini sebagai fasilitas parkir dan mengkaji potensi perbaikan utilisasinya. Dari pengamatan selama 6 hari diperoleh nilai rata-rata karakteristik parkir berupa Turn Over sebesar 0,053–0,101, Indeks Parkir 60,9%-105,5%, Indeks Aktifitas Parkir (IAP) 0,54–0,81, dan V/C ratio 45%-59%. Parameter-paramter ini menunjukkan bahwa terminal selalu dalam keadaan penuh dan terutilisasi dengan cukup efektif. Walaupun demikian, terminal masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Potensi dilihat dengan menganalisa beberapa skenario yang mungkin diimplementasikan yaitu melarang keberadaan kendaraan tidak layak jalan, memperkeras lahan di belakang terminal, mengoperasikan pintu kedua terminal, dan mengubah sistem penerimaan kendaraan menjadi bukan sistem sewa. Dengan skenario-skenario ini, kapasitas statis terminal dapat ditingkatkan hingga 30,43%.
Analisis pada Mortar dengan Campuran Lusi, Tanah Sawah, Semen dan Fly Ash Ditinjau terhadap Kuat Tekan dan Resapan Srie Subekti; Boedi Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.42 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.2683

Abstract

Kawasan Porong Sidoarjo, Jawa Timur karena bocornya Sumur Banjar Panji akibat pengeboran oleh PT Lapindo Brantas Inc., menyemburkan lumpur panas setinggi delapan meter pada 29 Mei 2006. Sumur ini setiap harinya dapat mengeluarkan 40000 meter kubik lumpur panas yang menggenangi Desa dan jalan tol Surabaya-Gempol KM  37 dan KM 38. Lumpur Sidoarjo dan volume yang sangat besar itu akan dimanfaatkan sebagai mortar, untuk stabilitas diperlukan penambahan tanah sawah dan bahan pendukung lain. Penambahan semen dan fly ash sebagai bahan pengikat dengan variasi komposisi campuran tertentu diharapkan dapat meningkatkan mutu mortar. Diharapkan study awal ini mampu memberikan solusi mengenai efisiensi dan fungsi optimal dari penggunaan lumpur sidoarjo sebagai alternatif bahan bangunan. Dari hasil penelitian didapat bahwa, kuat tekan maksimum mortar pada campuran 40% tanah sawah 51% lumpur dan 9% semen dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 32,54 kg/cm2 dan resapan air sebesar 2,10%.
Strategi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Blimbing Roni Sigit Wibowo; Wasis Wardoyo; Edijatno Edijatno
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.645 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i1.2793

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Blimbing mengairi lahan pertanian sebesar 319 Ha. Kondisi fisikjaringan irigasi banyak mengalami kerusakan yang mengakibatkan menurunnya fungsijaringan irigasi. Sehingga diperlukan pemeliharaan untuk mengembalikan fungsi jaringanirigasi ke kondisi semula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh strategipemeliharaan jaringan irigasi DI Blimbing yang optimal, dengan memperhatikan biaya.Tahap awal adalah mengidentifikasi, menilai kondisi fisik dan fungsi bangunan irigasi danmembuat urutan prioritas pemeliharaan jaringan irigasi. Kemudian menghitung Benefitand Cost untuk menilai kelayakan. Penelitian ini menggunakan Metode Linier Programmingyang terdiri dari fungsi tujuan dan kendala. Sebagai fungsi tujuan adalahmemaksimumkan nilai prioritas/nilai manfaat, sedangkan untuk fungsi kendala yaituketerbatasan biaya. Mengacu biaya sebesar Rp. 100.000.000, permodelan/optimasipemeliharaan yang dikaitkan untuk memaksimalkan nilai prioritas atau nilai manfaatdiperoleh ruas yang dapat diperbaiki sebanyak 7 ruas dengan anggaran sebesar Rp.99.998.877. Hasil optimasi dengan memaksimalkan nilai prioritas sama dengan hasiloptimasi dengan memaksimalkan nilai manfaat.
Kajian Rumah Sehat di Kampung Kumuh Kelurahan Morokrembangan Surabaya Kusumastuti, Kusumastuti; Roestam, Widjonarko; Sukaptini, Endang Sri; Subekti, Srie
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.577 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v11i1.2599

Abstract

Kampung Morokrembangan merupakan salah satu permukiman yang kondisi lingkungannya kurang memenuhi syarat kesehatan. Sanitasi rumah-rumah di kampung Morokrembangan tidak memenuhi standar. Buruknya kondisi lingkungan permukimannya mengakibatkan sejumlah warga terkena penyakit tuberkulosis (TB). Hal ini diakibatkan oleh kondisi rumah tak sehat dan kumuh, rata-rata luas bangunan 24 m2 dihuni delapan orang dan tidak dilengkapi dengan lubang asap dapur, ventilasi udara, cahaya, dan jendela, karena idealnya luas ventilasi terdiri atas 10 % - 20 % dari luas lantai bangunan. Adanya ventilasi ini membantu udara keluar masuk dengan baik. Udara segar masuk ke dalam ruang menggantikan udara kotor di dalam ruangan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi rumah ditinjau dari kepadatan penghuni dalam satu rumah, ventilasi, pencahayaan, kelembaban, sarana air bersih, mempunyai SPAL (sarana pembuangan air limbah), dan tempat sampah. Data primer diperoleh dengan wawancara, kuisioner, dan pengamatan kondisi fisik rumah di kampung Morokrembangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26,44% rumah tak sehat, yaitu terdapat 86.700 rumah tak memenuhi persyaratan rumah sehat dari 327.915 rumah yang disurvei.

Page 11 of 43 | Total Record : 424