cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Studi Kuat Tekan Beton Porus sebagai Material Alternatif Batu Bata dengan Metode Taguchi Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.609 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i1.2589

Abstract

Beton porus adalah beton ringan yang dibuat dari pasta semen atau mortar dan busa udara, tanpa ada unsur agregat kasar (AK). Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa beton porus mempunyai fungsi material pengisi, bahan isolasi dan pemuliha ketinggian jalan raya. Salah satu kelebihan beton porus adalah variasi berat volume antara 400-1600 kg/m3 sehingga mengurangi beban mati. Busa udara yang dimasukkan dalam pasta semen atau mortar menghasilkan variasi densitas beton porus. Rongga atau pori dalam mortar perlu dilakukan studi untuk menjelaskan kuat tekan beton porus agar memenuhi persyaratan batu bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi beton ringan, beton porus agar dapat diaplikasikan sebagai material alternatif pengganti batu bata. Desain eksperimen yang digunakan untuk mengoptimalisasi bahan penyusun BRF adalah menggunakan metode Taguchi, dengan 4 variabel dan 3 level. Benda uji beton ringan yang digunakan adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, dilakukan uji tekan dengan standar SNI-03-1974-1990 pada umur hidrasi 28 hari. Penelitian ini memberi kesimpulan beton porus mempunyai kuat tekan yang memenuhi mutu I kuat tekan tekan standar bata merah sebagai material alternatif pengganti batu bata.
Kajian Sistem Drainase Kota Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur Tatas Tatas; Denik Sri Krisnayanti; Mahendra Andiek Maulana
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.492 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.2682

Abstract

Kota Labuan Bajo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Manggarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, diantaranya adalah Pulau Komodo dan Pulau Rinca yang merupakan habitat binatang langka, komodo. Sebagai transit menuju habitat komodo, maka Kota Labuan Bajo mengalami pembangunan yang pesat. Pembangunan tersebut harus diimbangi pula oleh sistem drainase yang memadai. Dalam makalah ini akan disampaikan permasalahan genangan yang terjadi, pola aliran air limpasan, dan usulan zona penanganan drainase. Adapun metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan survei secara langsung ke lokasi, dengan melihat topografi, sungai utama. Selain itu dengan menggunakan beberapa program komputer yang mampu membaca topografi dan melakukan deliniasi batas daerah aliran sungai secara otomatis menggunakan Gridded Surface Subsuface Hydrology Analysis (GSSHA).Berdasarkan analisis maka dapat diambil kesimpulan bahwa genangan akibat topografi yang berbukit-bukit dan tidak didukung oleh saluran drainase yang memadai, pola aliran limpasan air yaitu langsung menuju ke laut dan ada yang ditampung terlebih dahulu oleh sungai-sungai utama, sistem penanganan drainase dapat dibagi empat zona berdasarkan daerah tangkapan hujan yaitu DAS Waebo, DAS Waemata, DAS Waekemiri, DAS Waemese.
Pola Kemitraan pada Pembangunan Prasarana dan Sarana Dasar Permukiman Kumuh di Kelurahan Kenjeran Surabaya Timur Kusumastuti Kusumastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.988 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v5i1.2762

Abstract

Pembangunan prasarana dan sarana dasar merupakan salah satu beban yang mengiringi pertumbuhan kota-kota besar termasukSurabaya. Wilayah Metroplitan Surabaya mengalami pula permasalahan, baik dalam penyediaan maupun pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana /sarana dasar, terutama di lingkungan permukiman kumuh. Hal tersebut telah menjadi perhatian dalam program-program pembangunan perkotaan.Dalam hal ini kelurahan KenjeranSurabayatelah menerima bantuan program-program pembangunan perkotaan melalui KIP.(Pelita I,II,III), JPS., KIP. Komprehensif Tahun 1998. 2000, 2002, 2003. Akibat dari bantuan program-program tersebut, masyarakat makin mengandalkan pada bantuan yang disediakan atau mau diberi dengan berbagai kemudahan dari pemerintah. Untuk memperbaiki kendala tersebut diatas, maka diperlukan “Pola Kemitraan”, sehingga masyarakat diharapkan dapat lebih terlibat dan bertanggung jawab dalam pembangunan lingkungan permukimannya.Metoda pembahasan yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode “deduksi-teoritik-paradigmatik”, yakni dengan mendeduksi “premis-premis kemitraan” yang tertuang didalam dokumen Habitat II dan membawanya ke dataran teoritik dan paradigmatik. Alasan mengenai pentingnya konsep kemitraan adalah untuk menjembatani gap antara pemerintah dan swasta, dan antara kepentingan komersial dan kepentingan masyarakat.
Analisis Keterlambatan pada Proyek PT Jatim Taman Steel di Gresik dengan Menggunakan Lean Six Sigma Framework Dewa Sang Nyata; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.801 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i1.2866

Abstract

Proyek PT. Jatim Taman Steel di Gresik mengalami keterlambatan selama dua bulan dalam penyelesaian yang disebabkan oleh beberapa faktor di tahap pra konstruksi dan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh faktor–faktor dominan penyebab timbulnya keterlambatan pada proyek dari tiga sudut pandang yaitu owner, kontraktor dan konsultan, serta perumusannya menggunakan pendekatan Lean Six Sigma Framework. Variabel penelitian dirumuskan berdasarkan hasil studi literatur dengan menggunakan skala relevansi melalui bantuan kuisioner. Untuk pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Responden penelitian adalah manajer proyek, staf ahli, direktur dan konsultan mesin. Pendeskripsian variabel hingga perumusan solusi dilakukan secara bertahap menggunakan fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control) dimana digunakan konsep Lean Construction di tahap Improve. Untuk meminimalisir keterlambatan pada proyek menggunakan beberapa teknik, yaitu Alliance & Partnering, Work Structuring dan Daily Huddle Meeting. Sehingga mampu menghemat waktu dari 60 hari menjadi ±46 hari atau meminimalisir keterlambatan sebesar 23,333%.
Studi Bangkitan Perjalanan pada Pusat Perbelanjaan Jenis Minimarket yang Dilengkapi dengan Restoran Frans JSS Sihombing; Nahry Nahry; R Jachrizal Sumabrata
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.461 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v11i1.2598

Abstract

Perubahan gaya hidup manusia di kota-kota besar, termasuk Jakarta, saat ini menunjukkan adanya fenomena baru dimana tempat untuk melakukan pertemuan informal berpindah dari tempat kerja, café atau restoran ke mini-market yang dilengkapi dengan restoran (minimarket resto). Hal ini mengakibatkan tumbuh dengan pesatnya minimarket jenis ini di berbagai lokasi, termasuk di jalan-jalan utama di pusat kota. Di beberapa wilayah minimarket ini telah memberikan dampak negatif terhadap arus lalu lintas di sekitarnya. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa perjalanan yang dibangkitkan oleh minimarket jenis ini yang berlokasi di pusat bisnis di kota Jakarta. Perjalanan dikelompokkan atas perjalanan orang, perjalanan motor dan perjalanan mobil. Data perjalanan diperoleh melalui perekaman selama 12 jam menggunakan CCTV di 7 minimarket yang menjadi studi kasus. Selain itu juga dilakukan penyebaran kuesioner terhadap pengunjung minimarket yang ada di lokasi, dan juga penyebaran kuesioner melalui internet. Kuesioner dimaksudkan untuk mengkonfirmasi variabel-variabel yang mempengaruhi bangkitan perjalanan mini market ini. Selanjutnya data dianalisa menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa tarikan perjalanan orang dipengaruhi oleh luas ruang parkir dan jumlah mesin ATM, sementara bangkitan perjalanan motor dipengaruhi oleh jumlah kursi di dalam minimarket dan jumlah jenis produk yang ditawarkan. Selanjutnya, bangkitan perjalanan mobil dipengaruhi oleh luas ruang parkir.
Analisa Lahan Kritis Sub DAS Riam Kanan DAS Barito Kabupaten Banjar Kalimantan Tengah Sismanto Sismanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.077 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.2749

Abstract

Fenomena kejadian banjir, tanah longsor, dan kekeringan serta pencemaran kualitas air beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan pada sub Das Riam Kanan kabupaten banjar, merupakan indikasi adanya kerusakan lahan. Upaya Konservasi DAS harus dilakukan tetapi timbul pertanyaan dari mana upaya tersebut harus dimulai. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan tersebut, cara  yang dilakukan adalah dengan mengintepretasi peta citra Aster, mengalisa tingkat erosi, dan mengklasifikasi lahan kritis. Hasil yang diperoleh dari analisa ini menunjukkan bahwa 43% Sub DAS Riam Kanan merupakan lahan kritis dengan erosi total 150,93 ton/Ha/tahun. Untuk mengembalikan pada fungsi DAS semula perlu tahapan upaya konservasi, 30% harus dilakukan dalam jangka pendek, 32% harus dilakukan pada jangka menengah dan sisanya bisa dilakukan pada jangka panjang.
Modifikasi Perencanaan Dermaga General Cargo dengan Kapasitas Kapal 10.000 DWT di Kabupaten Sampang, Madura Daniar Rissandy; Chomaedhi Chomaedhi; Raden Buyung Anugraha Affandhie; Dunat Indratmo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.984 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v15i1.3152

Abstract

Modifikasi desain dermaga General Cargo berada di kabupaten Sampang, Madura. Dermaga General Cargo ini diharapkan dapat menambah wilayah pemberhentian kapal yang juga banyak area pengeboran minyak, selaku pintu gerbang perekonomian di Madura dan Kawasan Timur Indonesia. Modifikasi perencanaan dermaga ini meninjau dermaga General Cargo yang akan direncanakan di sampang sehingga dapat melayani kapal dengan kapasitas sampai 10.000 DWT.Dalam perencanaan ini terdapat 2 struktur yang di hitung diantaranya pertama strutur trestle sebagai jembatan penghubung dermaga dan daratan, yang kedua dermaga itu sendiri sebagai penggerak segala kegiatan bongkar muat barang barang curah kering atau general cargo. Struktur bawah direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang baja (steel pipe pile) mulai diameter 914mm tebal 19mm di trestle dan 1500mm tebal 22mm pada tiang dermaga. Untuk struktur yang menggunakan beton, dipakai beton mutu f’c = 35 MPa seperti plat dermaga dan mooring dolphin, balok, pilecap dan shear ring menggunakan mutu f’c = 40 MPaDari hasil modifikasi desain dermaga General Cargo diperoleh dimensi dermaga sepanjang 160m dan lebar 32m ditambah panajng Trestle 588 m. Dimensi pelat tinggi 35 cm dan 50 cm, untuk balok diantaranya memanjang dan melintang 1000x1300mm, balok tepi 300x500mm , balok anak 400 x 600mm kemudian ada balok listplank 500 x 3000 dimensi pilecap dengan satu pancang 2500m x 2500 x 2100 agar memenuhi persyaratan geser pons. Dermaga menggunakan alat mobile crane untuk bongkar muat dan menggunakan truk trailer dengan kapasitan 45T 
Evaluasi Struktur Bangunan Gedung Beton Bertulang Berusia 50 Tahun Bedasarkan SNI 1726 2012 dan SNI 2847 2013 Afif Navir Refani; Harun Alrasyid; Mudji Irmawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2112.259 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i2.1586

Abstract

Penelitian ini membahas penilaian bangunan beton bertulang yang berusia 50 tahun berdasarkan standar perencanaan bangunan terbaru. Studi kasus yang dipakai adalah gedung Cipta yang terletak di Merdeka Barat, Jakarta. Survei lapangan dan uji laboratorium dilakukan untuk mengamati kondisi terkini dari struktur bangunan. Satu tes destruktif dan tiga tes non-destruktif dilakukan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton aktual dan jumlah tulangan yang terpasang dalam elemen struktur. Berdasarkan kekuatan material eksisting, analisis struktur 3 dimensi yang diterapkan untuk mengevaluasi kekuatan nominal elemen beton bertulang. Dalam penilaian ini, gedung Cipta dievaluasi berdasarkan persyaratan struktur rangka pemikul momen khusus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bangunan Cipta masih aman untuk menahan beban gravitasi. Disisi lain, struktur bangunan ini tidak memenuhi persyaratan untuk struktur rangka pemikul momen khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan beton yang berusia 50 tahun diperkuat hanya didesain untuk beban gravitasi.
Perbandingan Biaya Struktur Akibat Alternatif Pondasi dengan Meninjau Interaksi Struktur-Tanah Dasar Studi Kasus Gedung A Teknik Sipil FTSP ITS Mohammad Khoiri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.851 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v3i1.2570

Abstract

Gedung A Teknik Sipil ITS adalah gedung dengan denah yang sederhana, simetris, dan tipikal. Lokasi gedung tersebut berada disebelah Rektorat ITS dengan kondisi tanah dasar adalah tanah lunak dengan kedalaman + 16 m. Sesuai dengan kondisi tersebut perencana biasanya memilih pondasi tiang pancang atau pondasi mat sebagai struktur bawahnya. Untuk memikul beban struktur pada sebuah titik Kolom  perencana  dapat  membuat  variasi  kedalaman  tiang  pancang  dan jumlahnya. Perencana dapat memilih kedalaman yang kecil dengan jumlah tiang yang  banyak  atau  sebaliknya.  Dalam  hal  ini  variasi  kedalaman  group  tiang pancang yang dipilih untuk perbandingan adalah 6m, 9m, 12m dan 16m. Jadi akan dibedakan 5 jenis pondasi yaitu pondasi mat dan 4 variasi pondasi tiang pancang, dan dicari sejauh mana perbedaan biaya pondasi dan biaya sturktur akibat adanya perbedaan penulangan struktur sebagai konsekuensi dari jenis pondasinya.  Pemilihan  jenis  pondasi  yang  berbeda  diatas  akan  memberikan penurunan yang berbeda pada titik perletakannya. Sedangkan penurunan dapat menyebabkan perubahan pada gaya dalam struktur atas. Demikian pula dimensi balok dan kolom pada struktur atas akan berbeda. Dengan cara interaksi struktur atas dan struktur bawah, perbedaan penurunan dan gaya dalam pada masing- masing struktur tersebut dapat diketahui dan dimensi serta penulangan balok dan kolom dapat direncanakan. Interaksi ini dihitung dengan menganggap struktur atas bertumpu pada pegas. Koefisien pegas diperoleh berdasarkan perumusan P = k.D. Dimana D  adalah penurunan akibat konsolidasi. Perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa struktur dengan pondasi mat memberikan total biaya paling ekonomis. Selanjutnya diikuti dengan struktur dengan pondasi group tiang pancang 16m, 12m, dan 9m. Sedangkan pondasi tiang dengan kedalaman 6m tidak bisa dilaksanakan karena daya dukung ijinnya terlalu kecil sehingga jumlahtiang yang dibutuhkan terlalu banyak. Untuk struktur dengan pondasi group tiang pancang yang dipancang sampai tanah keras (24m) --tidak akan ada deformasi pada pondasi-- menghasilkan total biaya lebih murah dari group tiang pancang 16 m, akan tetapi tetap lebih mahal dari struktur dengan pondasi mat.
Pilinan Bambu sebagai Alternatif Pengganti Tulangan Tarik pada Balok Beton Endang Kasiati; Boedi Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.943 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2729

Abstract

Baja tulangan adalah produk olahan hasil tambang yang akan habis. Sebagai alternatif dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi. Penelitian ini akan membandingkan kuat tarik Bambu Apus/Tali, Bambu Ori, dan Bambu Jawa/Kèlès yang sudah dipilin dengan tegangan leleh baja tulangan mutu U-22. Bambu akan diambil bagian kulitnya, dengan dimensi 1x3x750 mm. Bagian kulit diambil tiga helai dan dipilin, kemudian 15 pilinan disatukan dengan kawat bendrat sepanjang pilinan bambu dengan jarak 20 mm. Lalu, dilakukan uji kuat tarik dengan acuan tegangan leleh baja tulangan mutu U-22 pada PBBI 1971. Pilinan bambu jenis yang paling kuat akan diaplikasikan pada balok beton fc-22,5 dengan dimensi 20x40x100 cm. Dari hasil evaluasi ternyata kuat tarik pilinan bambu tidak dapat melebihi tegangan leleh baja tulangan mutu U-22. Kuat tarik pilinan bambu rata-rata terbesar adalah 1.989,97 kg/cm2, lebih kecil 9,55 % dari baja mutu U-22, yaitu dari bambu jenis Apus. Gaya lentur yang dihasilkan dari balok bertulangan pilinan bambu apus lebih besar 75,49 % dari hasil perhitungan balok normal secara teoritis menggunakan tegangan baja.

Page 9 of 43 | Total Record : 424