cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Studi Potensi Air Tanah untuk Penanggulangan Bencana Asap di Kabupaten Kapuas Hendra Wahyudi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.774 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3043

Abstract

Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan kemarau, pada saat musim kemarau sering terjadi bencana asap dan kekeringan, hal ini disebabkan banyak dilakukan pembukaan lahan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut. Salah satu daerah yang sering terjadi kebakaran hutan adalah daerah kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.Kabupaten Kapuas yang ada saat ini berdasarkan Undang undang nomer 5 tahun 2002 merupakan kabupaten hasil pemekaran dengan Kabupaten Gunung Mas dengan luas wilayah sebesar 14.999 km2 mempunyai kondisi topografi sebelah utara berupa daerah perbukitan dengan kemiringan 8º-15º sedangkan bagian selatan merupakan daerah rawa.Kabupaten Kapuas ini merupakan salah satu daerah andalan sektor pertanian karena hampir 65% produksi beras Kalimantan Tengah dipasok dari Kabupaten Kapuas, potensi lahan pertanian yang ada seluas 76,80 ribu hektar dan masih ada 277 ribu hektar lagi lahan yang potensial untuk dikembangkan, sehingga setiap tahun sering muncul bencana asap akibat pembukaan lahan.Studi ini melihat potensi air tanah yang ada di Kabupaten Kapuas untuk mengatasi masalah kabut asap dengan melakukan penyelidikan geolistrik untuk melihat potensi air tanah yang ada. Penyelidikan geolisrik yang dipergunakan untuk melihat potensi air tanah yang ada di Kabupaten Kapuas dengan metode geolistrik resistivitas.Berdasarkan pemetaan geolistrik yang dilakukan di Kabupaten Kapuas pada daerah Batuah, Lamunti, Dadahup, Bungai Jaya, dan Palingkau, maka hasilnya dapat dipergunakan untuk mengatasi kabut asap walaupun potensinya sangat kecil antara 0.3 l/dt sampai dengan 3 l/dt.
Kereta Gantung sebagai Alternatif Wisata dan Pengurai Kemacetan Kota Wisata Batu Jawa Timur Mohammad Singgih Purwanto; Akhmad Yusuf Zuhdi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.481 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i2.2578

Abstract

Perkembangan wisata di Indonesia semakin berkembang seiring dengan laju perekonomian dunia, Jawa Timur adalah salah satu daerah dengan potensi pariwisata yang patut diperhitungkan, Kota Batu menjadi salah satu pemeran utama dalam menarik wisatawan. Jenis wisata yang berkembang di Kota Batu meliputi wisata agro dan wisata bunga, wisata alam, wisata budaya, wisata rekreasi, wisata minat khusus, dan wisata sejarah. Dengan adanya berbagai macam jenis pariwisata, maka diperlukan inovasi dalam pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) terutama guna memenuhi kebutuhan konektifitas dan alternatif mengurangi kemacetan yang ditimbulkan ODTW tersebut, terutama pada hari libur. Liburan terjadi kemacatan karena jumlah jalan utama kurang dan jalan alternatif yang belum memenuhi kelas jalanya. Pembangunan kereta gantung sebagai moda penghubung antar ODTW adalah salahsatu opsi yang ditawarkan sebagai inovasi disektor pariwisata sekaligus solusi dalam konektifitas ODTW Kota Batu. Penentuan alternatif lokasi stasiun utama dan model kereta gantung berdasarkan hasil analisis daya dukung lingkungan dengan memperhatikan pola perjalanan wisatawan berdasarkan jalur wisata yang terjadi di Kota Wisata Batu.
Analisa Perbandingan Perhitungan Geser Lentur Berdasarkan Truss Model Muhammad Sigit Darmawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.338 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2548

Abstract

Sebagian besar para peneliti geser pada beton bertulang telah setuju bahwa teori Truss Model merupakan cara yang meyakinkan untuk menganalisa geser. Akan tetapi hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai Truss Model versi mana yang paling mendekati mekanisme geser.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang terdapat pada Truss Model usulan Nielsen, Hardjasaputra, Reineck dan Collins dkk untuk perhitungan geser lentur. Perumusan Truss Model ini juga akan dibandingkan dengan perumusan geser yang dipakai oleh SNI 03-2847, AS 3600 dan EC2. Hasil studi menunjukkan bahwa keempat Truss Model diatas hanya berlaku untuk balok dengan jumlah tertentu tulangan geser (qv). Truss Model usulan Reineck berlaku untuk balok dengan qv£qvmin, Hardjasaputra dan Collins dkk berlaku untuk balok dengan qv ³qvmin, dan Nielsen hanya berlaku untuk balok dengan qv=qvmax. Hal ini terjadi karena kriteria keruntuhan geser berubah dengan bertambahnya jumlah tulangan geser. Studi ini juga menunjukkan bahwa Truss Model usulan Collins dkk adalah yang paling mendekati hasil tes yang didapat dari survey literatur, sedangkan dari hasil uji beban  ketiga Truss Model (selain Nielsen) menghasilkan prediksi rata-rata hanya ±60% dari beban runtuh. Hasil prediksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan prediksi berdasarkan ketiga peraturan beton diatas
Studi Investigasi Longsor di Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tatas Tatas; Machsus Machsus; Amin Widodo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.162 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i1.2711

Abstract

Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang mengalami longsor pada tanggal 2 Januari 2011. Longsor tersebut tepatnya terjadi di Dusun Sono. Letak Desa Kalikuning berada di sebelah timur laut Kota Pacitan. Posisi astronomis Dusun Sono ada pada kisaran koordinat UTM 524522 m Timur; 9101831 m Selatan. Longsor terjadi pada daerah yang memiliki kemiringan topografi. Peristiwa tanah longsor atau dikenal sebagai gerakan massa tanah, batuan atau kombinasinya yang sering terjadi pada lereng alam maupun lereng buatan. Investigasi lapangan dilakukan dengan cara menelusuri retakan tanah dan amblesannya sebagai gejala awal dari longsoran selanjutnya. Pencatatan lokasi retakan berisi tentang koordinat astronomisnya yang diperoleh dari hasil rekaman Global Potitioning Sistem (GPS). Pencatatan koordinat dapat menggunakan sistem yaitu sistem koordinat Universal Transverse Mecator (UTM). Potensi longsor yang lebih besar diperkirakan akan terjadi di Dusun Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan dengan luasan longsor diperkirakan mencapai 250.000 meter persegi (horisontal). Apabila longsor tersebut terjadi, maka akan menimpa sekitar 47 KK atau 266 jiwa, serta fasilitas umum seperti sekolah dan jalan juga permukiman warga tersebut.
Tipe Kerusakan Dinding Beton Non Pasir dengan Tulangan Horisontal Akibat Beban Lateral Bolak Balik Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2775

Abstract

Pembuatan dinding dengan metode pasangan perlu ditinjau dengan metode pengecoran, yang mempunyai tujuan untuk membuat mutu material dinding sama/isotropik sehingga kelemahan yang terjadi pada dinding pasangan bisa teratasi, yaitu lemahnya sambungan antara material pasangan dengan mortar. Material yang dipilih adalah material yang mempunyai kekuatan di atas material pasangan dan tidak perlu mempunyai kekuatan yang signifikan seperti beton normal karena sifatnya hanya sebagai pengisi. Penelitian ini mengambil beton non pasir sebagai material pengecoran, memperhatikan berat jenisnya yang lebih ringan dari beton normal dan mendekati berat jenis dinding pasangan bata.Untuk mengetahui perilaku kerusakan dinding beton non pasir dan pengaruh perkuatan tulangan horisontal pada dinding beton non pasir, maka dilakukan penelitian terhadap dinding beton non pasir dengan pembebanan bolak-balik. Dua buah model struktur dinding beton non pasir dengan variasi yaitu satu buah dinding beton non pasir (Light Concrete Wall, LCW) dan satu buah dinding beton non pasir dengan tulangan horisontal (Light Concrete Wall with Horizontal Bars, LCWHB-200).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola keruntuhan pasca elastik pada dinding beton non pasir didominasi kerusakan rocking failure.
Evaluasi Struktur Bangunan Cagar Budaya di Jl. Rajawali No. 3– 5, Surabaya Akhmad Yusuf Zuhdy; R Buyung Anugraha; Sungkono Sungkono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.696 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2671

Abstract

Studi ini bertujuan mengevaluasi kelayakan struktur bangunan cagar budaya yang ber­alamatkan di Jl. Rajawali No. 3-5, Surabaya, untuk mengetahui apakah masih memenuhi syarat secara teknis. Parameter teknis yang digunakan mengacu pada SNI 03-1726-2002 yang menjelaskan tentang persyaratan batas kerja layan dan ultimate suatu komponen struktur bangunan. Analisa struktur dilakukan pada komponen pondasi, dinding, balok, kolom gedung tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa secara umum struktur bangunan masih layak untuk difungsikan sebagai gedung perkantoran, namun memerlukan perbaikan dan perkuatan pada pelat lantai, balok anak, balok induk, dan kolom.
Perhitungan Kehilangan Pratekan Total dengan Memakai Teori Kemungkinan Mohammad Sigit Darmawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.68 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v5i1.2756

Abstract

Salah satu tahapan perhitungan yang penting untuk perhitungan konstruksi beton pratekan adalah perhitungan besarnya kehilangan pratekan (loss of prestress). Pada umumnya perhitungan kehilangan pratekan dilakukan dengan memakai anggapan bahwa semua variabel yang berpengaruh bersifat deterministik. Anggapan ini menjadi kurang tepat bila dikaitkan dengan sifat-sifat beton dan baja pratekan yang mempunyai tingkat variabilitas yang tertentu. Pada studi ini akan disajikan perhitungan kehilangan pratekan akibat susut dan rangkak pada beton serta relaksasi pada baja, dengan memperhitungkan variabilitas sifat-sifat beton dan baja pratekan. Variabitas beton dan baja pratekan akan diperhitungkan dalam perhitungan dengan memakai analisis teori kemungkinan (probability analysis). Mengingat sangat terbatasnya data parameter statistik beton dan baja pratekan untuk kondisi Indonesia, maka parameter statistik yang diperlukan untuk perhitungan kehilangan pratekan akan diambil dari berbagai penelitian sebelumnya yang pada umumnya dilakukan di luar Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa memasukkan variabilitas sifat-sifat beton dan baja pratekan mempunyai efek yang cukup besar terhadap besarnya kehilangan pratekan. Kehilangan pratekan akibat susut dan rangkak beton serta relaksasi baja dan kombinasi dari ketiga faktor tersebut mempunyai mempunyai rata-rata sebesar 3.86%, 10.05%, 4.31% dan 18.22%, dengan koefisien penyebaran sebesar 57%, 35%, 18% dan 25%.
Tingkat Kepedulian pada Implementasi Sistem Drainase Sesuai dengan Zero Delta Q dan Faktor Keberhasilannya pada Pengembangan Apartemen Di Surabaya Dea Deliana; Christiono Utomo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.98 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v15i2.2559

Abstract

Keterkaitan drainase dengan banjir tergantung pada perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaannya. Banjir merupakan permasalahan yang selalu dihadapi oleh kota Surabaya, maka dari itu perlu penertiban dampak-dampak dari pembangunan.Developer sebagai populasi dan sampel dari responden penelitian ini merupakan pemangku kepentingan pada pembangunan dan memiliki peran penting untuk mewujudkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepedulian dan menganalisis faktor keberhasilan serta penerapan sistem drainase oleh para pelaku konstruksi khususnya apartemen. Metode yang digunakan dalam menganalisis adalah analisis faktor. Adapun Analisis ini akan menjadi tolak ukur berhasilnya penerapan sistem drainase yang sesuai dengan prinsip Zero Delta Q (ZDQ) yang terdapat pada Peraturan Pemerintah (PP) No.26 menegenai Rencana Tata Ruang Wilayah tahun 2008. Hasil tingkat kepedulian para penanggung jawab konstruksi di developer apartemen yang berada di Surabaya yaitu telah membuat dan melaksanakan sistem dan bangunan drainase secara tepat walaupun tidak mengetahui prinsip-prinsip ZDQ.Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 3 faktor terdiri dari faktor pengelolaan drainase memberikan pengaruh sebesar 52%, faktor perencanaan pengelolaan&perencanaan desain memberikan pengaruh keber­hasilan sebesar 15%, dan faktor komitmen telah memberikan pengaruh keberhasilan sebesar 13%.
Studi Kemampuan-Kemauan Membayar Konsumen Jasa Angkutan Umum Bus Damri-Ekonomi di Kota Surabaya Achmad Faiz Hadi P
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.984 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.2771

Abstract

Pada paper ini akan dipaparkan tentang kemampuan-kemauan membayar (Ability-Willingness to Pay), kondisi masyarakat konsumen angkutan umum bus DAMRI. Paper ini disarikan dari penelitian lapangan dengan studi kasus yang menggunakan desain deskriptif atau desain yang menguraikan data, mengidentifikasi keadaan, gejala atau persoalan yang ada pada angkutan umum khususnya bus DAMRI di Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi umum masyarakat Surabaya pengguna angkutan umum bus DAMRI untuk trayek ekonomi adalah sebagai berikut: nilai rata-rata Biaya Nyata adalah Rp. 156,51 / KM, Willingness to Pay (WTP) adalah Rp. 139,54 / KM dan Ability to Pay (ATP) adalah Rp. 66,37 / KM (20 %), Rp. 99,56 / KM (30 %), Rp. 132,74 / KM (40 %) serta posisi Tarif yang berlaku adalah Rp. 85,00/KM. Variabel Kenyamanan, Keamanan dan Kemudahan yang memberikan nilai atribut pelayanan pengelola terhadap konsumen pemakai ternyata tidak secara signifikan mempengaruhi Willingness to Pay (WTP) konsumen dalam menggunakan angkutan bus DAMRI trayek ekonomi. Variable yang mempengaruhi nilai WTP konsumen adalah pendidikan dan frekuensi perjalanan mingguan konsumen. Walaupun hasil penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variable kenyamanan, keamanan dan kemudahan terhadap minat masyarakat menggunakan angkutan umum bus DAMRI, tetapi masih ada beberapa atribut layanan yang sekiranya harus mendapat perhatian untuk ditingkatkan yaitu untuk trayek ekonomi adalah: 1). Kesesuaian kapasitas tempat duduk, 2). Kebersihan, 3). Kondisi tempat duduk, 4). Keberadaan pengamen dan pedagang asongan, 5). Kondisi fisik dan interior, 6). Tingkat  kriminalitas, 7). Kelengkapan  keselamatan  penumpang, 8). Jadwal kedatangan dan keberangkatan.
Analisis Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Apartemen Puncak Kertajaya Akhmad Yusuf Zuhdi; Rachmad Basuki; M Singgih Purwanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.027 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v11i2.2593

Abstract

Adanya pembangunan Apartemen Puncak Kertajaya akan menimbulkan masalah lalu lintas. Karena jumlah penghuni yang sangat besar, maka akan menciptakan beban lalu lintas yang besar pula, sehingga harus dilakukan amdal lalin. Dengan melakukan prediksi timbulan beban lalu lintas dan pengaruh terhadap lalu lintas sekitar, maka rencana pembangunan dari proyek tersebut dapat diteruskan dengan berbagai rekomendasi untuk mengantisipasi dampak terhadap lalu lintas.

Page 10 of 43 | Total Record : 424