cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Implementasi Uji Geolistrik Dan Uji Geoteknik Dalam Penentuan Nilai Faktor Keamanan Daerah Rawan Longsor di Desa Kemiri Kabupaten Jember Indra Nurtjahjaningtyas
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.14720

Abstract

Landslides are natural disasters that often occur in Indonesia. Landslides have occurred in Kemiri Village, Jember Regency. Kemiri Village is a densely populated area and there is a bustling agro-tourism area. This study aims to analyze the level of vulnerability to landslides using geoelectric tests and geotechnical tests. Geoelectric test is carried out to determine the lithological conditions at the site, geotechnical testing to obtain soil parameters as a determinant of the safety factor value of the research location. The results obtained from the geoelectric test showed a range of resistivity values between 0.72 to 267 and were types of silt to sandstone soils. The factor of safety obtained is between 1.042 - 1.862 which means the value of the factor of safety is relatively low. The value of this factor of safety indicates that in the research location there are still frequent land shifts which are feared landslides will occur.
Peningkatan Performasi Aspal Penetrasi 60/70 dengan Penambahan Serbuk Limbah UPVC Rohmatul Maghfiroh; Ervina Ahyudanari
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.15994

Abstract

Kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang tidak lepas dari penggunaan material berbahan plastik UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) terus bertambah. Hal ini menyebabkan jumlah kebutuhan dan produksi material tersebut pun semakin meningkat. Karakeristik fisik dari UPVC yang tahan terhadap bahan kimia, cuaca, sifat elektrik dan aliran air dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif pada campuran aspal penetrasi 60/70 agar setara dengan campuran aspal PG 70. Penambahan serbuk limbah UPVC dalam campuran dilakukan dengan metode basah (wet process) menggunakan variasi: 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap berat aspal. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengujian karakteristik aspal dari nilai penetrasi, daktilitas, titik lembek, titik nyala dan titik bakar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase optimum penambahan UPVC terhadap aspal penetrasi 60/70 sebesar 6% dengan hasil penetrasi 68,80 mm, daktilitas 138 cm, titik lembek  65°C serta titik nyala dan titik bakar 251°C dan 272°C.
Pengaruh Tata Guna Lahan Terhadap Hidrograf Aliran Di Sub-Sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran Menggunakan Model SWAT M. Khuzaimy Rurroziq Basthoni; Mahendra Andiek Maulana; A.A.Ngr. Satria Damarnegara
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.14257

Abstract

Generally, area development leads land use changing that may cause surface runoff increases. These alterations are responsible for flood and inundation in certain areas. Soil and Water Assessment Tool (SWAT) can be used to perform rainfall-runoff model. Hence, the flow change can be estimated comprehensively. To ensure the reliability of the model, calibration and validation are required. The calibration and validation stages were conducted using SUFI-2 (Sequential Uncertainty Fitting Version 2) method to determine the most influential or sensitive parameter. Meanwhile, the reliability test was assessed using the , NSE, and PBIAS methods. The reliability test for the calibration and validation provides a good result. In advance, this research shows that the increase of forest area may decreases the peak flow during flood occurrence.
Analisa Kinerja Biaya Green Pada Bangunan Utama Flour Mill Plant Berbasis Value Engineering Dan Life Cycle Cost Analysis Albert Eddy Husin; Iwan Kurniawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.14988

Abstract

In accordance with the mission of the Suistainebale Development Goals 2030, that by 2030 the new building will have a green concept of 100% and an excising building of 60%. With the Value Engineering and Life Cycle Cost Analysis methods, the application of the green concept to the Main Building of the Flour Mill Plant is used for analysis using Structural Equation Modelling – Part Least Square (SEM-PLS). The result of this study is that there are "10 factors that affect the cost performance of the Green project on the Main Building of the Flour Mill Plant", namely Project Manager Performance, Energy Efficiency, Technical Specifications, Provision of Parking Lots, Management Commitments, Water Sources, Analysis Functions, Waste Handling Systems, Selection of Alternative Materials and Energy Costs. The Value Engineering method resulted in cost savings of 14.21% of Green costs, LCCA showed a payback period with time = 3.11 years ≈ 3 years 11 months for the application of the Green concept to the main flour mill plant building.Sesuai misi dari Suistainebale Development Goals 2030, bahwa pada tahun 2030 banguan baru berkonsep hijau sebesar 100% dan bangunan ekisting sebesar 60%. Dengan metode Value Engineering dan Life Cycle Cost Analysis, penerapan konsep green pada Bangunan Utama Flour Mill Plant digunakan analisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling – Part Least Square (SEM-PLS). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat “10 faktor yang berpengaruh kepada kinerja biaya pada proyek Green pada Bangunan Utama Flour Mill Plant” yaitu Project Manager Performance, Efisiensi Energi, Spesifikasi Teknis, Penyediaan Lahan Parkir, Komitmen Manajemen, Sumber Air, Fungsi Analisis, Sistem Penanganan Sampah, Pemilihan Material Alternatif dan Biaya Energi. Metode Value Engineering menghasilkan penghematan biaya sebesar 14,21% dari biaya Green, LCCA menunjukkan pembayaran kembali (Payback Period) dengan waktu = 3,11 Tahun ≈ 3 Tahun 11 Bulan untuk penerapan konsep Green pada bangunan Utama Flour Mill Plant.
Analisis Pengaruh Kinerja Mutu Terhadap Pengambilan Keputusan Take Over Pada Proyek Konstruksi Gedung Tinggi Sony Irawan Irawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.14558

Abstract

Industri konstruksi adalah salah satu bidang usaha yang paling dinamis dan berisiko tinggi. salah satu risiko tersebut adalah tidak tercapainya kinerja mutu. Pada proyek pembangunan gedung ABC, ditemukan bahwa owner tidak puas dengan kinerja mutu kontraktor X, sehingga diputuskan untuk mengganti kontraktor utama dengan kontraktor lain. Adanya faktor yang mempengaruhi kinerja mutu menjadi penting untuk diketahui, agar kinerja mutu dapat tercapai, faktor tersebut adaah sumber daya manusia, material dan manajemen. Berdasarkan analisis data diperoleh persamaan Y1 = -1.978 + 0,148 X1 + 0.294 X2 + 0.185 X3, dimana faktor paling dominan adalah faktor material dengan nilai konstanta sebesar 0,294. Pertimbangan dalam pengambilan keputusan take over proyek gedung tinggi terkait dengan kinerja mutu adalah adanya dokumen hasil pengetesan, hasil checklist bersama , hasil assessment konsultan independent terkait dengan kualitas pekerjaan eksisting dan adanya risiko kemunduran waktu dan bertambahnya biayayang diakibatkan ketidaksesuaian mutu.
Analisis Transportasi Pengangkutan Sampah Kota Samarinda (Studi Kasus: Kecamatan Samarinda Ulu) Muhammad Hadid; Dityo Eka Widodo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.14352

Abstract

Berdasarkan data DLH Kota Samarinda tahun 2019, persentase terangkutnya sampah memiliki nilai sebesar 70,93%. Secara umum target bidang pengangkutan sampah menurut RPJMD Kota Samarinda tahun 2016-2021 sebesar 90%. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah sehingga nilai persentase dalam bidang terangkutnya sampah meningkat. Dalam penelitian ini terdiri beberapa prosedur yaitu mengetahui kebutuhan transportasi pengangkutan sampah saat ini hingga 5 tahun kedepan sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan, sistem pengangkutan dan pola pengumpulan sampah. Berdasarkan analisis didapatkan hasil pola pengumpulan berupa pola individual tidak langsung dan sistem pengangkutan yang paling sesuai yaitu berupa sistem HCS dengan kemampuan ritasi 6,05 perhari dan sistem SCS dengan kemampuan ritasi 2,45 perhari untuk waktu kerja 8 jam perhari.  Pada tahun 2022 dibutuhkan sebanyak 3 unit kendaraan dump truck dan 7 unit kendaraan armroll truck. Sedangkan pada tahun 2027 dibutuhkan sebanyak 3 unit kendaraan dump truck dan 8 unit kendaraan armroll truck kapasitas 8 m³.
Identifikasi dan Benchmarking Faktor Penghalang Implementasi Konsep Lean Construction pada Megaproyek di Indonesia dengan Metode MICMAC Ian Isman Irfandi; Farida Rachmawati
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.15342

Abstract

 Megaprojects have very high complexity because they are interconnected with several functions and organizations currently, many megaprojects have poor performance in terms of quality management which results in productivity and quality of work. Waste in the construction sector in Indonesia is quite large, namely 57% when compared to the manufacturing industry which is only 26%, one of the concepts that can be adapted from the manufacturing industry is the lean concept. This study aims to identify the inhibiting factors in the implementation of the lean construction concept in megaprojects in Indonesia. Factor identification is carried out by collecting factors from previous research and distributing questionnaires to practitioners and respondents who are directly involved in project construction, which is then classified or benchmarked to find the fundamental factors in implementing the concept of lean construction in megaprojects in Indonesia. The method for classifying factors in this study is Matrices Impacts Cruise's Multiplication Appliquee a UN Classement (MICMAC) where benchmarking is carried out based on driving power and dependent power, which in this study obtained 2 clusters namely driving power and linkage for barrier factors.
Penentuan Parameter Indeks Kompresi Tanah Berdasarkan Rumus Empiris (Studi Kasus: Bontang, Kalimantan Utara) Fitria Wahyuni; Nila Sutra; Ragil Purnamasari; R.A. Triaswati Moeljono; Aan Fauzi; Deris Faisa Ralindra; Dicky Imam Wahyudi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.14689

Abstract

Penentuan parameter tanah merupakan masalah geoteknik yang umum dalam proyek konstruksi. Dalam beberapa proyek, parameter tanah seperti indeks kompresi (cc) diperoleh dengan penyelidikan laboratorium. Namun, data laboratorium tidak selalu tersedia. Sehingga menggunakan korelasi atau rumus empiris adalah salah satu solusi untuk menemukan parameter yang paling dekat dengan lapangan. Untuk perhitungan penurunan tanah, indeks kompresi merupakan salah satu data yang paling penting. Indeks kompresi tanah adalah perbandingan antara beda tekanan dan angka pori pada tanah dengan beban tertentu. Dalam banyak kasus, nilai indeks kompresi yang diperoleh dari laboratorium dan rumus empiris memiliki nilai yang beragam. Oleh karena itu menentukan indeks kompresi berdasarkan korelasi dan jenis tanah merupakan tantangan baru. Pada penelitian ini dilakukan pengkajian penentuan indeks kompresi tanah berdasarkan beberapa rumus empiris yang berkaitan dengan pemampatan tanah dan beban di lapangan. Lokasi penelitian berada di area reklamasi untuk shelter Pupuk Kaltim di Bontang Utara, Kalimantan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumus empiris dari Ardana Mochtar memiliki nilai yang paling mendekati data lapangan. Lokasi dan jenis tanah pada perumusan empiris, nilai kritis penurunan, dan beban yang terjadi di lapangan harus diperhatikan dalam penentuan indeks kompresi.
Studi Kasus Pengaruh Pembagian DAS untuk Analisis Debit Banjir DAS Menengan di Kabupaten Tuban Dyan Eka Nurhayati; Novi Andriany Teguh
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.15506

Abstract

Debit banjir suatu DAS dipengaruhi oleh pembagian luas DAS atau Sub DAS. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pembagian luas DAS yang tepat dalam analisis debit banjir secara teoritis yang paling mendekati debit banjir eksisting di DAS Menengan. Penentuan luas DAS pada studi kasus ini dibagi menjadi dua metode, yang pertama yaitu luas DAS secara keseluruhan, dan yang kedua adalah DAS dibagi menjadi tiga Sub DAS. Pada metode pertama, luas DAS keseluruhan adalah 114.04 km2 dengan panjang sungai utama sebesar 19.11 km. Sedangkan, pada metode kedua, DAS terbagi menjadi tiga Sub DAS dengan luasan masing-masing 14.05 km2, 45.87 km2, dan 54.12 km2, serta panjang sungai utama masing-masing 3.46 km, 7.65 km, dan 8.00 km. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan membagi DAS menjadi tiga Sub DAS diperoleh debit banjir sebesar 120.86 m3/det yang mendekati nilai debit banjir di lapangan sebesar 135.075 m3/det dengan kontrol elevasi pasang air laut maksimum +2.2 m.
Daya Dukung Model Kelompok Tiang dan Block Foundation Dengan Variasi Panjang dan Spasi Tiang Soewignjo Agus Nugroho; Syawal Satibi; Subhan Pytar Wijaya; Yusuf Agustamar
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.10842

Abstract

Analysis of bearing capacity for foundation design is important. Therefore, need an alternative design to know actual capacity of pile group and block. Models of pile group with variations in number, length, and spacing is used on uniform loose sand for proved it. The loading tests conducted on pile models and record p-y curve. The research aims to study effect of number, length, spacing of pile in piles group compared with pile capacity of block. Based on 25 mm settlement of loading test, the result shows block foundation, 3d and 5d spacing has capacity 1560N, 1200N, 1230N respectively on 400 mm length. Analysis of p-y curve with Chin methods, pile capacity of spacing 5d, 3d of pile group and block, in sequence, were 1380N, 1430N and 1660N. Hence, its can be concluded that the pile group in 3d spaced has a larger capacity than 5D spaced.