Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Articles
424 Documents
Kinerja Seismik Berbagai Konfigurasi Bresing Eksentrik Pada Gedung Struktur Baja Tidak Beraturan
Diah Khairinnisa;
Ruddy Kurniawan;
Sabril Haris H.G
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.15917
Penggunaan bresing eksentrik (Eccentrically Braced Frame, EBF) pada struktur baja merupakan salah satu alternatif yang cukup efektif karena mempunyai kekuatan, kekakuan awal dan daktilitas yang relatif tinggi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur EBF pada gedung baja yang mengalami ketidakberaturan horizontal. Variabel studi berupa sepuluh pemodelan variasi konfigurasi bresing. Model uji diberi beban dorong statik nonlinier dari kondisi elastis sampai kondisi runtuh untuk diperoleh kinerjanya. Semua model struktur berada pada level kinerja Damage Control. Berdasarkan perilaku inelastiknya, struktur A EBF F merupakan struktur terkuat pada arah X dan C EBF F menjadi struktur terkuat pada arah Y. Ditinjau dari kekakuan daktilitas struktur, C EBF F merupakan struktur terkaku dan terdaktail pada arah X maupun Y.
Model Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Penentuan Strategi Pemilihan Lokasi Mata Air untuk Pembangunan Infrastruktur Irigasi di Kota Batu
Vanadani Pranantya;
Mahendra Andiek Maulana;
Nastasia Festy Margini
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17472
Potensi mata air di Kota Batu yang digunakan sebagai sumber air irigasi secara keseluruhan belum memiliki infrastruktur irigasi sehingga perlu adanya pengembangan mata air. Pengembangan dilakukan dengan melakukan pembangunan infrastruktur irigasi. Mata air sejumlah 15 lokasi diidentifikasi berdasarkan aspek dari parameter yang meliputi kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan jarak. Aspek parameter-parameter yang diidentifikasi digunakan sebagai pedoman dalam pemilihan lokasi mata air yang akan dibangun infrastruktur irigasi. Pemilihan lokasi mata air yang akan dibangun infrastruktur irigasi dilakukan dengan menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan untuk menentukan nilai bobot dari setiap parameter dan alternatif. Berdasarkan nilai bobot dari setiap parameter dan alternatif kemudian dilakukan tahapan Sintesis Model AHP. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa dari ke-15 mata air nilai prioritas tertinggi berada di MA-15 (Mata Air Rembyung) dengan nilai 0,119. Hasil dari pemodelan AHP ini yang berupa nilai skala prioritas dapat digunakan dalam penentuan mata air yang akan dikembangkan terlebih dahulu.
Validasi Portal Vertical Eccentrically Braced Frames (V-EBF) Menggunakan Profil WF Shear Link dengan Metode Elemen Hingga
Arina Desye Hariyanti;
Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.18438
Sistem Eccentrically Braced Frame (EBF) merupakan kombinasi dari kedua sistem yang lain dimana menggabungkan kelebihan dari Moment Resisting Frame (MRF) dan Concentrically Braced Frame (CBF) serta mengurangi kelemahannya. Karakteristik EBF antara lain: memiliki kekakuan elastis yang tinggi, memiliki respons in-elastik yang stabil di pembebanan siklik lateral, memiliki kemampuan daktilitas dan disipasi energi yang tinggi. Apabila ada beban gempa maka balok link akan in-elastic, sehingga dipilih Vertical Shear Link (VSL), pertimbangannya link ini mudah diganti apabila ada kerusakan saat gempa besar tanpa mengubah bagian dari balok. Dari analisa menggunakan metode elemen hingga dengan program Abaqus, kemudian membandingkan kurva histeristis dan kapasitas disipasi energinya, kemudian didapatkan hasil validasi elemen link yang mengalami pelelehan dan mencapai kondisi plastis terlebih dahulu sedangkan elemen lain seperti balok, kolom dan bracing masih dalam kondisi elastis sehingga memenuhi persyaratan untuk Eccentrically Braced Frame (EBF). Selisih antara hasil pemodelan umerik dengan hasil esksperimental di bawah 5% sehingga cukup valid bisa digunakan sebagai dasar untuk memodelkan struktur Eccentrically Braced Frame (EBF).
Analisis Perilaku Konfigurasi Pelat Pengaku pada Sistem Struktur Steel Plate Shear Wall (SPSW) yang Tersambung pada Sisi Horizontal Boundary Element (HBE)
Haykal Wildan Tamimi El Jauhari;
Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17221
Sistem Steel Plate Shear Wall (SPSW) adalah sebuah sistem struktur yang mampu menunjukkan deformasi kekakuan awal yang tinggi, berperilaku daktail, dan mendisipasi energi yang besar, sehingga cocok menjadi sistem penahan gempa yang besar. Pelepasan pelat pengisi pada kolom dapat menguntungkan karena kemungkinan kegagalan awal yang terjadi pada kolom dapat diminimalisir. Untuk meningkatkan gaya geser dan disipasi energi maka perlu adanya penambahan pelat pengaku pada elemen shearwall. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap beberapa model konfigurasi pelat pengaku yaitu diantaranya; berbentuk cross dan strip model. Hasil pengujian yaitu berupa; diagram kurva histeresis, pola deformasi pelat, kapasitas disipasi energi dan kapasitas gaya geser. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan program bantu ABAQUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pelat pengaku pada daerah TFA (tension field action) memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam meningkatkan kekakuan awal yang baik, meningkatkan kapasitas gaya geser dan menghasilkan disipasi energi yang sangat baik.
Aplikasi Highway Safety Manual (HSM), AASHTO 2010 pada Jalan Tol Surabaya-Gempol
Rifqah Rifqah;
Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17511
Jalan Tol Surabaya-Gempol merupakan salah satu jalan tol dengan jumlah kecelakaan teringgi di Jawa Timur. Dalam kondisi ini maka perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas. salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah dengan melakukan analisis aplikasi Highway Safety Manual (HSM), AASHTO 2010 pada Jalan Tol Surabaya-Gempol, hal ini dilakukan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mengadopsi metode-metode pengukuran keselamatan dari Amerika, Australia atau negara negara di benua Eropa lainnya. HSM merupakan metode yang dapat digunakan oleh perencana lalu lintas untuk mengevaluasi dampak keselamatan dari keputusan selama proses pengembangan proyek. Berdasarkan hasil analisis, metode HSM dapat digunakan untuk memprediksi jumlah kecelakaan lalu lintas pada segmen Jalan Tol Surabaya-Gempol dengan menggunakan faktor kalibrasi (C) sebesar 0,34 sebagai nilai C untuk data rekapitulasi selama lima periode pengamatan. Nilai tersebut menyatakan bahwa jumlah kecelakaan di Jalan Tol Surabaya-Gempol kurang lebih 1/3 dibandingkan dengan jumlah kecelakaan yang terjadi pada Jalan Tol yang terdapat di Amerika.
Prediksi dan Pemetaan Kekeringan Menggunakan Metode Thomas Fiering dan Standartdized Precipitation Indexs (SPI) di Kabupaten Tuban
Made Indrayana Supriyatna;
Anak Agung Ngurah Satria Damar Negara;
Nastasia Festy Margini
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17239
Pada bulan Oktober 2021 tedapat berita yang menyebutkan bahwa 9 kecamatan di Kabupaten Tuban terdampak kekeringan. Kabupaten Tuban merupakan daerah rawan terjadi kekeringan sehingga perlu dilakukan analisa serta prediksi kekeringan pada daerah tersebut. Standardized Precipitation Index (SPI) adalah metode untuk mengukur indeks kekeringan dengan menggunakan data curah hujan. Analisa kekeringan dilakukan dengan melakukan validasi antara kondisi kekeringan pada bulan Oktober 2021 terhadap hasil analisa SPI yang telah dipetakan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Hasil validasi menunjukan SPI masih dalam kategori normal, yang berarti curah hujan bukan faktor utama terjadinya kekeringan. Untuk prediksi kekeringan dilakukan hingga 2030 sebagai implementasi SDG’s dengan memanfaatkan metode thomas fiering untuk memprediksi curah hujan. Hasil prediksi permodelan thomas fiering tidak dapat digunakan secara mentah karena dari hasil uji eror training dan validasi menggunakan RMSE tergolong tinggi secara timeseries, tetapi bagus secara probabilistik dimana untuk tahun 2022 sampai 2030 memiliki indeks dengan kategori normal.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Berkelanjutan di Jalan Tol Menggunakan Metode PLS-SEM
Vaneza Octaviany;
Rohman Mohammad Arif
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17517
Pertumbuhan penduduk di Indonesia memiliki beberapa dampak terutama kebutuhan tempat tinggal dan infrastruktur serta menurunnya kualitas lingkungan. Masalah diatas dapat diatasi dengan pembangunan tempat tinggal dan infrastruktur, namun pembangunan tersebut juga terhambat oleh biaya yang dapat dikeluarkan oleh Pemerintah dan dampak lingkungan yang disebabkan sejak masa pelaksanaan konstruksi hingga pemeliharaan. Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) dinilai mampu menjawab permasalahan tersebut yang ditinjau dari perspektif biaya modal. Selanjutnya, terkait permasalahan pada dampak lingkungan dapat diatasi dari penerapan Pembangunan Berkelanjutan didalam proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor yang paling signifikan dan pengaruh hubungan antar variabel laten terhadap kesuksesan proyek KPBU berkelanjutan pada jalan umum. Metode PLS-SEM dinilai tepat digunakan sebagai metode pada penelitian ini, karena berkesinambungan dengan tujuan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap Kesuksesan Proyek KPBU Berkelanjutan di Jalan Umum adalah variabel Kelayakan Ekonomi dan Konsistensi Kebijakan Pemerintah. Sedangkan variabel Transparansi Pengadaan dan Pengurangan
Metode Pemantauan Pekerjaan Konstruksi Menggunakan Point Clouds Berbasis Drone dan LiDAR Iphone
Sakti Aulia Sulistyo;
Akhmad Aminullah;
Ashar Saputra
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.15686
Kepentingan industri konstruksi untuk informasi yang tepat waktu dan akurat tentang kemajuan proyek konstruksi semakin meningkat. Informasi yang diperlukan untuk mengukur progres proyek konstruksi tidak dapat dengan mudah dikumpulkan dikarenakan terus berubah. Pada sebagian besar lokasi proyek konstruksi, perolehan data bergantung pada pencatatan informasi secara manual di atas kertas, penggunaan foto dan dokumen yang menyebabkan banyak kendala dalam ruang dan waktu. Penelitian ini mengusulkan pemantauan pekerjaan berbasis BIM menggunakan foto udara Drone dan LiDAR Iphone yang diproses menjadi point clouds. Data point clouds berbasis LiDAR Iphone memenuhi persyaratan General Service Administration (GSA) untuk proyek desain arsitektural dengan kesalahan rata-rata dimensi 0,011 m. Data pengamatan terakhir menunjukkan proyek mengalami keterlambatan sebesar 240,10 m3, data ini memungkinkan manajer proyek untuk menilai kemajuan dan mengelola proyek secara komprehensif. Visualisasi 4 dimensi memudahkan manajer proyek untuk mengambil keputusan dengan cepat berdasar informasi aktual sehingga dapat mengurangi waktu pekerjaan dan pembengkakan biaya.
Identifikasi Kriteria Pemilihan Badan Usaha Pada Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Tol
Erfansyah Rizal Variamen;
Farida Rachmawati
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i3.17241
Abstrak Dalam proyek KPBU, pemerintah dan badan usaha berpartisipasi dalam proyek dan berbagi risiko. Oleh karena itu pemilihan badan usaha memiliki peran penting untuk meningkatkan keberlanjutan proyek KPBU jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih badan usaha berdasarkan aspek keberlanjutan. Kriteria diidentifikasi melalui studi literatur. Metode Relative Important Index (RII) digunakan untuk menunjukkan nilai tingkat kepentingan dan peringkat masing masing kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kemampuan mengelola risiko sebagai peringkat tertinggi pertama, kriteria kemampuan mengelola operasional sebagai peringkat tertinggi kedua, kriteria program perbaikan lingkungan sebagai peringkat tertinggi ketiga, kriteria perencanaan finansial sebagai peringkat tertinggi keempat, dan kriteria sumber daya manusia sebagai peringkat tertinggi kelima.
Prequalified Connections Analysis for Moment Frames: Bolted Flange Plate (BFP) and Double-Tee Connection
Noek Sulandari;
Anang Kristianto;
Yosafat Aji Pranata
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 4 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i4.15731
Design of steel structure connections is very important to realize the planned performance of the structures. SNI 7972:2020 specifies prequalified connections for steel moment frames for seismic applications. Bolted Flange Plate (BFP) and Double-Tee connections are non-patented bolt connections. The analysis of both types was carried out by also considering the provisions in SNI 7860:2020 and SNI 1729:2020 to obtain the advantages of each type for decision making purposes. BFP type produces a relatively smaller bolt diameter with more numbers. Attention must be paid to the length limit of the bolt group which does not exceed the depth of the beam. The need of connecting plates dimension is not difficult. Welding connection of plate to column must be carried out in the worlshop. Double-Tee connection analysis produces a larger bolt diameter with less amount. The thing that needs attention is the fulfillment of the Tee dimension which obtained from the cut hot-rolled profile.