Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2019)"
:
8 Documents
clear
Tahapan Penataan Susunan Jalur Jalan Rel (Track Layout) di Emplasemen Stasiun Caruban
Budi Rahardjo
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.795 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5881
Salah satu tahapan dalam pembangunan jalur ganda jalan rel lintas selatan pulau Jawa antara Jombang – Madiun adalah penataan jalur jalan rel emplasemen stasiun (track layout) di stasiun Caruban. Secara garis besar penataan track layout emplasemen stasiun Caruban adalah melakukan perubahan bentuk dan jumlah jalur jalan rel dari yang ada sekarang berjumlah 3 jalur menjadi berjumlah 5 jalur serta perubahan sistem persinyalan dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik. Saat melaksanakan seluruh pekerjaan penataan track layout emplasemen tidak diperbolehkan mengganggu operasional perjalanan kereta api yang ada sehingga pekerjaan harus dapat dilaksanakan dalam waktu yang sangat terbatas yaitu waktu kosong diantara perjalanan kereta api yang ada (window time). Dalam menyusun tahapan penataan track layout, metode yang digunakan adalah melakukan inventarisasi pekerjaan yang harus dilaksanakan, kemudian mendapatkan waktu kosong yang memungkinkan untuk melaksanakan pekerjaan dan selanjutnya menyusun tahapan pelaksanaan pekerjaan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa untuk mencapai track layout yang baru diperlukan 4 tahap penyelesain.
Pengaruh Kegiatan Terhadap Kinerja Jalan di Koridor Jalan Pasar Kembang Surabaya
Atika Septya Ningtyas;
Siti Nurlaela
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.285 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5036
Jalan Pasar Kembang memiliki berbagai kegiatan di sepanjang sisi jalan yang menciptakan bangkitan dan tarikan tersendiri. Sehingga, dalam fungsi jalannya mengalami penurunan kinerja jalan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan-kegiatan yang berada disepanjang Jalan Pasar Kembang yang dapat memberikan pengaruh yang cukup besar atau signifikan terhadap kinerja Jalan Pasar Kembang tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-preskriptif. Perhitungan volume kendaraan dengan cara melakukan survei Traffic Counting (TC), sedangkan menghitung tingkat pelayanan di dapatkan dari rumus I=V/C dan untuk menghitung pergerakan dari penggunaan lahan di koridor Jalan Pasar Kembang dengan cara survey kendaarn In-Out. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa jenis guna lahan pertokoan di koridor Jalan Pasar Kembang berpengaruh terhadap volume lalu lintas jalan.
Probability Analysis of Passenger Bus Inside and Outside Oebobo Terminals Based on Social Economic Characteristics and Accessibility by Using Revealed Preference Method
Gaspar Yanuarius Kanio Tuames;
Hera Widyastuti
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.887 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5385
This study will find out the characteristics of bus passengers inside the Oebobo terminal and outside the terminal (Oesapa T-junction) as well as the probability of choosing a bus ride location based on socio-economic characteristics and accessibility. This study begins with the collection of primary data obtained from the results of filling out questionnaires by respondents using revealed preference technique. Primary data is then processed using logistic regression analysis to obtain probability values. From the analysis, it can be seen that bus passengers prefer the location to ride outside the terminal (Oesapa T-junction) which is 77.65%. The probability of passengers who choose a ride location is influenced by the variable fare to the bus ride location and bus waiting time. For the rate of Rp.20000 the probability value of 92.39% chooses at the Oesapa T-junction. The greater the tariff towards the hitching location, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction. Whereas based on the bus waiting time variable the faster waiting time for the bus, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction with a probability value for waiting time <30 minutes 97.09% choosing the location to stay at Oesapa T-junction and for waiting time >120 minutes the probability value of 91.49% chooses the location to take a ride at Oebobo Terminal.
Evaluasi Fasilitas Sisi Udara Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur
Dian Ayu Wicahyani;
Ervina Ahyudanari
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (868.847 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5488
Bandara Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai bandara mliter, yang mana di desain untuk kegiatan militer. Lokasi Bandara Halim Perdanakusuma terletak di Jakarta Timur dengan elevasi 26 mdpl (=85,3 ft) yang memiliki 1 buah landasan pacu (runway) dengan arah 06-24. Pada tanggal 10 Januari 2014, untuk mengurangi kepadatan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma dibuka untuk beroperasi sementara menjadi bandara komersial hingga saat ini. Dengan adanya penambahan fungsi bandara, hal yang perlu diperhatikan adalah apakah desain Bandara Halim Perdanakusuma sudah memenuhi ketentuan standard penerbangan sipil seperti yang diisyaratkan pada ICAO Annex 14 serta FAA. Berdasarkan kondisi eksisting, Bandara Halim Perdanakusuma memiliki panjang runway sebesar 3000 x 45 meter dengan arah runway 06 – 24. Lebar taxiway ±25 meter, memiliki 2 buah exit taxiway dengan sudut 90º dan 1 buah exit taxiway dengan sudut 45º. Untuk lamanya penggunaan runway/ROT maksimum sebesar 36 detik. Dari evaluasi pada Studi ini didapatkan arah runway sama seperti eksisting, yaitu 06 – 24, tetapi utilisasi runwaynya menurun menjadi 98,16% karena adanya komponen crosswind. Panjang runway setelah dievaluasi didapatkan sebesar 3180 meter dengan lebar runway 45 meter. Lebar taxiway sesuai dengan ICAO dan FAA sebesar 15 meter, memiliki 2 buah exit taxiway dengan sudut 90º dan 1 buah exit taxiway dengan sudut 45º. Adanya penambahan panjang runway pada Runway 24 sebesar 180 meter. Kapasitas runway eksisting di lapangan sebesar 17 operasi/jam. Secara matematis sebesar 38 operasi/jam, sedangkan yang disimulasikan dengan time – space diagram sebesar 35 operasi/jam. Berarti lokasi exit taxiway eksisting mampu menampung pergerakan pesawat eksisting.
Analisa Karakteristik Traksi serta Redesign Rasio Transmisi pada Mobil Mitsubishi Strada Triton GLX
Nyoman Angga Adwitya Kirana;
I Nyoman Sutantra
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (966.041 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5704
Bandara sam Ratulangi berlokasi di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Evaluasi yang dilakukan terhadap ini adalah evaluasi panjang dan lebar runway, evaluasi kawasan keselamatan operasi penerbangan terhadap topografi, dan evaluasi pola pergerakan pesawat terhadap topografi. Selain itu dilakukan juga evaluasi kapasitas dan berat masing-masing pesawat terbang yang beroperasi berkaitan dengan penentuan jarak tempuh optimum pesawat yang digunakan untuk penentuan potensi rute tambahan. Terdapat 4 kesimpulan dalam Studi ini. Pertama, Untuk pesawat kritis Boeing 737 – 900, runway yang tersedia di Bandara Sam Ratulangi Manadomasih memenuhi dimana TORA pesawat Boeing 737 – 900 adalah 2580 m dan lebar runway dibutuhkan sesuai kriteria pesawat adalah 45 m. Sedangkan panjang runway yang tersedia adalah 2650 m dengan lebar 45m. Kedua, untuk evaluasi KKOP terhadap topografi, pada potongan memanjang topografi bandara masih memenuhi batasan KKOP. Sedangkan pada potongan melintangnya, terdapat topografi dimana ketinggiannya melebihi batas KKOP. Ketiga, pola pergerakan pesawat Boeing 737 – 900 tidak mengalami gangguan saat melakukan lift off. Sehingga untuk pola pergerakan pesawat selanjutnya tidak terjadi gangguan keselamatan operasi penerbangan akibat topografi. Sampai saat ini, Pesawat Boeing 737 – 900 beroperasi dengan jarak tempuh paling jauh 1790 nautical miles yaitu dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Bandara Shanghai Pudong Tiongkok dengan konsumsi bahan bakar sebesar 18475.60 liter. Dari hasil jarak tempuh optimum yang bisa ditempuh pesawat diperoleh untuk jarak tempuh optimum pesawat Boeing 737 – 900 adalah 3544 km atau 1920 nautical miles dengan konsumsi bahan bakar sebesar 18720 liter.
Kajian Jalur Ganda Kereta Api Stasiun Blitar -Stasiun Kertosono Sta 122 +895 – 215 +479
Alkahfian Ramadhani Wiasanto;
Wahju Herijanto;
Budi Rahardjo
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (558.847 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5485
Di Pulau Jawa, saat ini sistem perkeretaapian dapat dikatakan sudah baik. Hal ini terlihat dari jalur rel kereta api lintas utara Pulau Jawa yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya sejauh 727 km yang sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda ini dapat mengurangi waktu tempuh karena tidak perlu lagi adanya persilangan antar kereta api. Akan tetapi di jalur selatan proyek jalur ganda belum seluruhnya dapat terlaksana. Sehingga dengan beberapa alasan tersebut dibutuhkan pembangunan jalur ganda kereta api. Hal ini juga sesuai dengan pengembangan jaringan dan layanan kereta api regional untuk wilayah Pulau Jawa yang ada dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) yang direncanakan pengerjaanya pada tahun 2026-2030. Metodologi dalam perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data primer berupa pengamatan langsung ke lapangan. Dan data sekunder berupa peta topografi dan peraturan terkait jalan rel. Kemudian mengidentifikasi permasalahan, studi literatur, dan analisis perencanaan. Hasil dari studi ini adalah adanya jalan rel baru yang berupa jalur ganda menghubungkan Blitar dan Kertosono dengan trase mengikuti dari jalan rel yang sudah ada. Dan juga emplasemen baru yang menyesuaikan dengan jalur ganda. Serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk membangun jalan rel baru sebesar Rp 565,308,000,000.00.
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terhadap Kinerja Jalan di Koridor Jalan Raya Ki Ageng Gribig Kota Malang
Oktatetavino Yusufi Putra;
Sardjito Sardjito
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.241 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5038
Jalan Raya Ki Ageng Gribig merupakan salah satu kawasan dengan lalu lintas yang cukup tinggi karena digunakan sebagai salah satu tumpuan utama lalu lintas dan merupakan jalur dari jalan lingkar timur, serta akses utama menuju tol Malang-Pandaan. Maka dapat disimpulkan bahwa di wilayah penelitian memiliki nilai lokasi dan nilai lahan yang tinggi karena aksesibilitas yang juga tinggi. Hal tersebut memicu adanya perubahan pemanfaatan ruang menjadi kegiatan komersil yang memiliki angka bangkitan tinggi sehingga berpotensi menurunkan kinerja jalan tersebut. Tingginya bangkitan juga menimbulkan volume lalu lintas yang meningkat sehingga menyebabkan adanya kepadatan lalu lintas. Apabila kepadatan lalu lintas dan penurunan kinerja jalan di Jalan Raya Ki Ageng Gribig terjadi maka masalah kelancaran lalu lintas akan timbul dengan sendirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang terhadap kinerja jalan di koridor Jalan Raya Ki Ageng Gribig Kota Malang. Dalam mencapai tujuan penelitian maka dilakukan empat tahapan, menganalisis tingkat pelayanan jalan, menganalisis bangkitan lalu lintas dari penggunaan lahan, menganalisis pengaruh bangkitan lalu lintas dari penggunaan lahan terhadap tingkat pelayanan jalan, serta menentukan arahan pengendalian pemanfaatan ruang terhadap kinerja jalan di koridor Jalan Raya Ki Ageng Gribig Kota Malang menggunakan simulasi dan komparasi Peraturan Zonasi. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh bangkitan lalu lintas dari penggunaan lahan terhadap kinerja jalan pada segmen 1 memiliki intensitas pengaruh sebesar 0,91 smp/jam. Angka intensitas tersebut melebihi batas maksimal yaitu 0,9, sehingga pada segmen 1 dilakukan simulasi dengan merubah kegiatan yang tidak diizinkan dan tanah kosong menjadi kegiatan yang diizinkan dengan tujuan dapat menurunkan angka intensitasnya. Sedangkan pengaruh bangkitan lalu lintas dari penggunaan lahan terhadap kinerja jalan pada segmen 2 memiliki intensitas pengaruh sebesar 0,57 smp/jam (bagian kiri jalan/barat) dan 0,52 smp/jam (bagian kanan jalan/timur). Sehingga tanah kosong dan perumahan pada segmen 2 dapat dirubah dan dikembangkan menjadi kegiatan perdagangan dan jasa yang diizinkan.
Analisis Kebutuhan Ruang Parkir (Off Street Parking) di Kawasan Pasar Pucang Surabaya
Zaldy Purwa;
Hera Widyastuti;
Cahya Buana
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.522 KB)
|
DOI: 10.12962/j26226847.v2i2.5706
Kota Surabaya adalah Ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk yang hampir 3 juta jiwa (Sumber: Badan Pusat Statistik). Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan perekonomian di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Salah satu kegiatan perekonomian di Surabaya berada di kawasan pasar Pucang Surabaya. . Wilayah Pasar Pucang yang berpotensi menjadi salah satu pasar yang diminati sebagian besar masyarakat Surabaya tidak diimbangi dengan fasilitas parkir kendaraan (off street parking) yang memadai. Masyarakat yang ingin datang ke kawasan Pasar Pucang khususnya yang menggunakan mobil harus memarkirkan kendaraannya di badan jalan sehingga lebar efektif jalan menjadi berkurang dan dapat mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas. Untuk itu dibutuhkan perencanaan ulang gedung parkir agar dapat menampung volume kendaraan yang parkir di badan jalan. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan ini adalah data primer yaitu dengan melakukan pencatatan pelat nomor kendaraan yang parkir dan juga survei volume arus lalu lintas (counting). Dari analisa ini, dapat diperoleh volume kendaraan dan juga karakteristik pengguna parkir. Tahap perencanaan, perencanaan beberapa layout rencana ruang parkir termasuk sirkulasi kendaraan dan tata cara untuk parkir. Dari hasil analisis, didapatkan volume puncak arus lalu lintas di Jalan Pucang Anom sebesar 1088 skr/jam dengan tingkat derajat kejenuhan sebesar 0,99. Sementara untuk analisis karakteristik parkir didapatkan volume total kendaraan mobil sebesar 301 mobil dengan akumulasi parkir maksimal sebesar 41 mobil sementara untuk motor sebesar 412 motor dengan akumulasi parkir maksimal sebesar 80 motor.