cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 95 Documents
TOKSISITAS AKUT DEKOK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Fatimah, Rosa; Santoso, Bilal S A
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.496 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.2.2020.32880

Abstract

ABSTRACT Kersen (Muntingia calabura) leaf   is a kersen plant parts are usually processed by the community into traditional medicine in the form of a drink by boiling. The boiling process that is too long allows the secondary metabolite compounds contained in kersen leaf to be damaged or reduced, therefore it is necessary to do a screening test of secondary metabolites of decoction of kersen leaf, besides plants containing secondary metabolites can be toxic, so that testing needs to be done components of chemical compounds that have toxic activity. The aims of this study was to know the minimum concentration of acute toxic and component of decoction of kersen leaf. Toxicity testing was carried out using the BSLT method (Brine shrimp lethality test) with test animals using Artemia salina Leach larvae in each treatment with various concentrations of 250 mg L-1, mg L-1, 500 mg L-1, 1000 mg L-1, 1500 mg L-1, 2000 mg L-1, 25000 mg L-1 and replication 3 times. The results of screening secondary metabolites were flavonoides, tannins, and alkaloids. The results of the acute toxicity test showed the LC50 value was 621.25 mg L-1. Key word: Kersen Leaf, decoction, toxicity, BSLT ABSTRAKDaun kersen (Muntingia calabura) merupakan bagian tanaman kersen yang biasanya diolah oleh masyarakat menjadi obat tradisional dalam bentuk minuman dengan cara direbus. Proses perebusan yang terlalu lama memungkinkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun kersen menjadi rusak atau berkurang maka dari itu perlu dilakukan uji skrining senyawa metabolit sekunder pada daun rebusan daun kersen selain itu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder dapat bersifat toksik, sehingga perlu dilakukan pengujian mengenai komponen senyawa kimia yang memiliki aktivitas toksik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi minimum dari rebusan daun kersen yang bersifat toksik. Pengujian toksisitas dilakukan menggunakan metode BSLT dengan hewan uji menggunakan larva Artemia salina Leach pada masing-masing perlakuan dengan variasi konsentrasi yaitu 250 mg L-1, mg L-1, 500 mg L-1,1000 mg L-1, 1500 mg L-1, 2000 mg L-1, 25000 mg L-1 dan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali. Dari hasil skrining metabolit sekunder diketahui bhawa rebusan daun kersen memilki senyawa metabolit sekunder flavonid, tanin, dan alkaloid. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa rebusan daun kersen dapat memberikan efek toksik akut pada hewan uji dengan nilai LC50 sebesar 621,25 mg L-1. Kata Kunci: Daun kersen, Rebusan, toksisitas, BSLT
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus Scutelleroides (L.) Benth.) DENGAN BERBAGAI BASIS Karlah L.R Mansauda, Indriyani Arman,Hosea Jaya Edy,
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.774 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34523

Abstract

AbstractMiana leaves (Coleus Scutelleroides (L.) Benth.) contained flavonoid compounds that has antioxidants properties. This study aimed to formulate peel-off gel mask ethanol extract from Miana leaves became peel-off gel mask that is physically stable and to knows the type of base that form a formulation with good physical quality based on the test parameters of physical properties and the stability of preparation. Formulation  of peel-off gel mask ethanol extract of miana leaves used three different types of base, they are HPMC, Carbopol, and Na.CMC. Each formula is differentiated based on base of concentration which were HPMC 4%, carbopol 1%, and Na.CMC 3%. Evaluation to predict the physical stability of the preparation included organoleptic test, homogeneity test, pH test, dispersion test, adhesion test and dry time test. In stability test, each formula is placed at temperature 27 oC for 28 days and made observation on the 1st, 7th, 14th, 21th, and 28th day. Based on the result, the ethanol extract of Miana leaves can be formulated into a peel-off mask and formulation with HPMC and Carbopol base has a good physical quality and physically stable compared to Na.CMC base.Keywords: Miana Leaves, Peel-Off Gel Mask, Stability Teh  AbstrakDaun Miana (Coleus Scutelleroides (L.) Benth.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun Miana menjadi masker gel peel-off yang stabil secara fisik serta mengetahui jenis basis yang membentuk formulasi sediaan masker dengan mutu fisik yang baik berdasarkan parameter uji sifat fisik dan stabilitas sediaan. Formulasi sediaan masker gel peel-off  ekstrak etanol daun Miana dibuat dengan menggunakan tiga jenis basis yang berbeda yaitu HPMC, karbopol, dan Na.CMC. Masing-masing formula dibedakan berdasarkan basis konsentrasi yaitu HPMC 4%, karbopol 1%, dan Na.CMC 3%. Evaluasi yang dilakukan terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji waktu mengering. Uji stabilitas dilakukan pada suhu kamar (27 oC) selama 28 hari dan dilakukan pengamatan pada hari ke 1, 7, 14, 21, dan 28. Hasil uji stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Miana dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel-off , dan formula masker dengan basis HPMC dan karbopol memiliki mutu fisik yang baik dan stabil secara fisik dibandingkan dengan basis Na.CMC.Kata kunci: Daun Miana, Masker gel peel-off, Uji Stabilitas.
Review Artikel : Aktivitas Antikanker dari Spons Laut Genus Xestospongia Asniar Pascayantri, Adryan Fristiohady,Prahedi Setya Ibrahim
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.415 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34519

Abstract

Abstract            The discovery of novel agents in the treatment of cancer is still being conducted, one of them is by developing the marine natural resources as an anti-cancer drug. Sponges like the genus Xestospongia, are natural marine resources that have potential as anti-cancer. Thus,, this review aims to showing the potential of the genus Xestospongia as an anticancer. This review was carried out by collecting the literature from various databases from 2014 to 2019. Results obtained that marin sponge Xestospongia, including Xestospongia testudinaria, Xestospongia exigua, Xestospongia muta and Xestospongiawiedemayeri, were used as anticancer. These compounds such as Quinolizidine, Aragusterol, Araguspic and many more.Keywords— Xestospongia, anticancer, cytotoxicity Abstrak            Penemuan obat baru dalam pengobatan kanker masih intensif dilakukan, salah satunya dengan pengembangan sumber daya alam laut sebagai obat anti kanker. Spons seperti genus Xestospongia, merupakan sumber daya alam laut yang memiliki potensi sebagai anti kanker. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk menunjukkan potensispons genus Xestospongia sebagai antikanker. Review ini dilakukan dengan mengumpulkan pustaka dari berbagai database dari tahun 2014 hingga 2019. Hasil yang didapatkan bahwa spesies dari Xestospongia seperti Xestospongia testudinaria, Xestospongia exigua, Xestospongia muta dan Xestospongia wiedemayeri tercatat berpotensi sebagai antikanker. Senyawa-senyawa tersebut seperti Quinolizidine, Aragusterol, Araguspic dan masih banyak lagi.Kata Kunci— Xestospongia, antikanker, sitotoksisitas 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.F.) Ness.) DENGAN METODE DPPH Utami, Yuri Pratiwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.061 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34520

Abstract

AbstractAntioxidants are compounds that can inhibit free radical reactions in the body. One of Indonesia's traditional medicinal plants that have antioxidant activity is sambiloto (Andrographis paniculata (Brum) Ness.). This study aimed to examine the antioxidant activity of the extract of bitter root (A. paniculata (Brum) Ness.). The ethanol extract was obtained by extracting the bitter root powder by maceration for 3x24 hours and remaceration for 2x24 hours. The resulting extract is a thick blackish brown extract and has a distinctive odor with a percentage yield of 6.67%. Antioxidant activity was measured by reducing DPPH free radicals with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that sambiloto root extract had very strong antioxidant activity with an IC5016,634 g/mL value against DPPH free radicals.Keywords : Bitter root, antioxidant, DPPH   AbstrakAntioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Salah satu tumbuhan obat tradisional Indonesia yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan adalah sambiloto (Andrographis paniculata (Brum) Ness.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak akar sambiloto (A. paniculata  (Brum) Ness.).  Ekstrak etanol diperoleh dengan mengektraksi serbuk akar sambiloto dengan cara maserasi selama 3x24 jam dan dilakukan remaserasi kembali selama 2x24 jam. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kental berwarna coklat kehitaman dan bau khas dengan persen rendamen sebesar 6.67 %. Aktivitas antioksidan diukur melalui peredaman radikal bebas DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak akar sambiloto yang  memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC5016,634 µg/mL terhadap radikal bebas  DPPH.Kata Kunci : Akar sambiloto, antioksidan, DPPH
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG MERAH (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENANGKAL RADIKAL DPPH Utami, Yuri Pratiwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.715 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34521

Abstract

AbstractAndong leaf is one of the traditional medicinal plants that is proven to have various properties including as a (natural) medicinal ingredient. Andong plants contain several chemical compounds including saponins, tannins, flavonoids, polyphenols, steroids. The purpose of this study was to determine the potential of red andong leaf extract (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) as a radical scavenging antioxidant for DPPH. In this study red andong leaves (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) were extracted using maceration method with 70% ethanol as solvent. The results showed that anthocyanins were cyanidin. Antioxidant activity was measured by reducing DPPH free radicals with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that red andong red leaf extract had strong antioxidant potential with an IC50 value of 64.5197 g/mL against free radicals DPPH and vitamin C as a comparison showed a very strong antioxidant potential with an IC50 value of 2.12 g/mL.Keywords : Andong leaf, antioxidant, DPPH AbstrakDaun andong merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang terbukti memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai bahan obat (alami). Tanaman andong mengandung beberapa senyawa kimia diantaranya yaitu saponin, tanin, flavonoid, polifenol, Steroida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi  ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) sebagai antioksidan penangkal  radikal DPPH. Pada penelitian ini daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan  antosianin jenis  sianidin. Aktivitas antioksidan diukur melalui peredaman radikal bebas DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak daun andong merah   memiliki potensi  antioksidan  kuat dengan nilai IC50 64.5197 µg/mL terhadap radikal bebas  DPPH dan vitamin C sebagai pembanding menunjukkan potensi antioksidan sangat kuat dengan nilai  IC50 2.12 µg/mL.Kata Kunci : Daun andong merah, antioksidan, DPPH
A LITERATURE REVIEW: AKTIVITAS IMUNOMODULATOR VITAMIN C Osie Listina, Rima Harsa Atqiya Alquraisi, Oktariani,
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.329 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34522

Abstract

AbstractWHO (World Health Organization) has made a statement that the coronavirus disease or known as Covid-19, has been declared as a pandemic. The body has self-protection from pathogenic microorganisms, including virus that causes Covid-19, through modulation system. The body's defense system can be activated by providing immunomodulators that can be used to increase an immune response. Vitamin C is one of the vitamins that are often consumed by Indonesian as an effort to improve immune system. Based on the current state of the pandemic, the purpose of this research was to conduct a literature review on the mechanism of action of vitamin C as an immunomodulator and methods used to determine the mechanism of action. Method that used in the preparation of this article by doing some online research using accredited journal sites such as PubMed, Scopus, ProQuest, and Google Schoolar. Vitamin C have immunomodulatory activities i.e. immunostimulants, and immunosuppressant. Keywords: Vitamin C, Immunomodulator AbstrakWHO (World Health Organization)  telah membuat pernyataan bahwa penyakit coronavirus atau yang dikenal dengan Covid-19 akhirnya dinyatakan sebagai pandemi. Tubuh dalam melindungi diri dari serangan mikroorganisme patogen termasuk virus penyebab covid-19 melalui sistem modulasi. Sistem pertahanan tubuh dapat diaktifkan dengan memberikan imunomodulator yang dapat digunakan untuk meningkatkan respon imun seseorang. Vitamin C atau yang dikenal dengan asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sistem imun. Berdasarkan kondisi pandemi covid-19 yang sedang merambah di dunia ini, maka tujuan dilakukannya penelitian adalah  untuk melakukan literature review tentang mekanisme aksi vitamin C sebagai Imunomodulator dan  metode yang digunakan dalam menentukan mekanisme aksi imunomodulator vitamin C. Metode yang  digunakan  dalam penyusunan  artikel  ini  adalah  dengan  melakukan  proses  pencarian  secara  daring  menggunakan  situs jurnal yang terakreditasi seperti PubMed, Scopus, ProQuest, dan Google Schoolar. Vitamin C Sintetik memiliki aktivitas imunomodulator yaitu imunostimulan, dan  imunosupresan.Kata kunci: Vitamin C, Immunomodulator 
AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK AKAR DAN BATANG KEMANGI HUTAN (Ocimum sanctum) PADA TIKUS PUTIH Aloysius M. Kopon, Yohana K. A. Mbulang, Agustine E. Amsik
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.833 KB) | DOI: 10.35799/pmj.4.1.2021.34518

Abstract

ABSTRACTHypercholesterolemia is a high level of cholesterol in the blood ≥ 200 mg/dl. Ocimum sanctum is medical plants which have antihypercholesterolemic effects. This study aims to determine that antihypercholesterolemic activity and the best dose of roots and stems extracts of Ocimum sanctum which can provide antihypercholesterolemic effects in white rats fed a high fat diet. A total of 25 rats divided into 5 groups that is group positive control, group negative control, group roots and stems extracts of Ocimum sanctum with dose of 50 mg/kg body weight, 75 mg/kg body weight  and 100 mg/kg body weight. Cholesterol and triglyseride levels measurement using the CHOP- PAP and GPO-PAP methods. The results of statistical analysis showed that there was an antihypercholesterolemic effect from the three doses of  root and stem extracts Ocimum sanctum. The best dose as an antihypercholesterolemia  is dose III (100 mg/kg body weight). Keywords : Antihypercholesterol, total cholesterol, triglycerides. ABSTRAKHiperkolesterolemia merupakan tingginya kadar total kolesterol dalam darah ≥ 200 mg/dl. Kemangi hutan merupakan tanaman obat yang memiliki efek sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperkolesterolemia dan dosis yang paling baik dari ekstrak akar dan batang kemangi hutan yang dapat memberikan efek antihiperkolesterolemia pada tikus putih yang diberi pakan diet lemak tinggi. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kelompok ekstrak akar dan batang kemangi hutan dengan dosis 50 mg/kg BB, 75 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB. Kadar kolesterol dan trigliserida diukur menggunakan metode CHOD-PAP dan GPO-PAP. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya efek antihiperkolesterolemia dari ketiga dosis ekstrak akar dan batang kemangi hutan. Dosis yang paling baik sebagai antihiperkolesterolemia adalah dosis III (100 mg/kg BB). Kata kunci : Antihiperkolesterolemia, kolesterol total, trigliserida.
REVIEW ARTIKEL: FORMULASI DAUN JERUK PURUT DAN SERAI SEBAGAI TABLET ANTIFEEDANT Pongsapan, Abdul David; Prayoga, Deshanda Kurniawan; Hisan, Annisa Khoirotun; Rambi, Salfa Efata Glory; Edy, Hosea Jaya
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v4i2.37789

Abstract

Penyimpanan padi didalam gudang rentan terhadap serangan hama seperti kutu beras (Sitophilus oryzae) yang menyebabkan kualitas beras buruk karena remuknya butiran beras. Sebagai insektisida nabati yang berefek antifeedant, minyak atsiri yang terdapat pada daun jeruk serta serai memiliki kandungan sitronellol dan citronella yang bersifat repellent terhadap serangga. Aktifitas antifeedant daun jeruk dapat menolak rayap tanah (Coptotermes sp.) paling tinggi pada konsentrasi 20% dan 25% dalam waktu uji selama kurang dari 5 hari. Serai mampu mengendalikan beberapa hama, diantaranya Helicoverpa armigera, Plutella xylostella, nyamuk Aedes (Anopheles dan Culex), Dasynus piperis (hama penghisap buah lada), Helopeltis antonii (hama penghisap buah kakao), Noorda albizonalis (hama penggerek buah mangga), lalat buah, dan kutu putih pada daun papaya. Perpaduan daun jeruk dan serai dibuat dalam sediaan tablet yang berfungsi sebagai antifeedant kutu beras karena mengandung senyawa citronella dan geraniol. Konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut dibuat 4 ml/g, 8 ml/g, 12 ml/g, dan 16 ml/g yang berpengaruh nyata terhadap mortalitas S. oryzae. Indeks Repellent bertahan pada rentang waktu 3 jam dan setelah waktu 24 jam, Indeks Repellent menurun.
Kajian Literatur Uji Aktivitas Antikanker Payudara Tanaman Ranti (Solanum nigrum Linn.) Secara in vitro dan in vivo Nurmaulawati, Rina
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v4i2.36759

Abstract

Pengujian in vitro dan in vivo adalah serangkaian uji yang dilakukan untuk menentukan apakah suatu produk layak, berkhasiat, dan aman digunakan sebagai obat. Kajian literatur ini bertujuan memberikan sistematik review aktivitas antikanker payudara (Solanum nigrum L.) meliputi bagian tanaman, pelarut, cara ekstraksi, serta mekanisme molekuler zat aktif secara in vitro dan in vivo. Metode kajian literatur adalah metode prisma dengan tahapan penentuan topik, penentuan rumusan masalah, pengumpulan data dari jurnal penelitian hasil penelusuran melalui google scholar dengan kata kunci cytotoxicity Solanum nigrum L. as anti-breast cancer in vitro and in vivo, menganalisis data dalam bentuk kelompok tabel, mengekstraksi data sesuai kriteria inklusi dan menarik kesimpulan sesuai rumusan masalah. Daun, batang, buah matang, buah mentah dengan ekstraksi, perkolasi, dan shokletasi menggunakan pelarut air, etanol, n-heksan, dan etil asetat memiliki aktivitas antikanker payudara. Senyawa dan golongan senyawa aktif yang berperan sebagai antikanker payudara pada Solanum nigrum L. adalah alkaloid, steroid, flavonoid, tanin, karbohidrat, dan saponin, polisakarida rhamnosa, glukosa dan galaktosa, fenolik, kumarin, asam gentisik, luteolin, apigenin, kaempferol, m- asam kumarat, antosianidin, alfa solanin. Mekanisme molekuler zat aktif ekstrak Solanum nigrum L. sebagai agen kemoterapi diantaranya sebagai antioksidan, menginduksi apoptosis, menginhibisi proliferasi, dan menstimulasi respon imun, menginduksi aktivitas fagositosis. Kata kunci : Antikanker payudara, Solanum nigrum L., in vitro in vivo.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI BEBERAPA APOTEK DI KOTA TERNATE Marsudi, Ardiyanto
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v4i2.34766

Abstract

ABSTRAKAntibiotik merupakan zat kimiawi yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lainnya. Penggunaan antibiotik secara swamedikasi dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang, sehingga apabila pengetahuan seseorang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan dalam penggunaan. Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas, hal ini dapat menjadi penyebab resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan antibiotik dan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kota Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat observasional terhadap 305 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tingkat pengetahuan antibiotik pada masyarakat di Kota Ternate yang termasuk kategori baik (18%), cukup (43%) dan kurang (39%); untuk tingkat perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kota Ternate yang termasuk kategori baik (19%), cukup (52%) dan kurang (29%). Mayoritas tingkat pengetahuan dan perilaku terkait penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kota Ternate termasuk kategori cukup. Kata kunci: Antibiotik, swamedikasi, pengetahuan, perilaku penggunaan

Page 4 of 10 | Total Record : 95