cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 25497928     EISSN : 26211017     DOI : -
Core Subject : Education,
Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya dikelola oleh Pusat Penjaminan Mutu STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dijadikan referensi dan kajian ilmiah dalam menganalisis serta memecahkan berbagai masalah pendidikan, Agama Hindu dan budaya yang semakin kompleks.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 15 Documents clear
Hubungan Gaya Komunikasi Guru Terhadap Tingkat Keefektifan Proses Pembelajaran Putu Yulia Angga Dewi
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.365

Abstract

Keberhasilan pelajar dalam belajarnya, sejatinya bukan hanya tertumpu pada guru disekolah melainkan suatu sistem kesatuaan lingkungan dalam pendidikan; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan seharian anak diluar lingkungan keluarga dan sekolahnya. Pengajaran yang komunikatif adalah proses di mana guru memilih dan merencanakan yang dipelajari murid (isi/materi pelajaran), memutuskan bagaimana cara terbaik menolong para murid untuk belajar (metode dan pendekatan pengajaran), dan menentukan bagaimana kesuksesan pengajaran ditetapkan, serta bagaimana kemajuan belajar murid dapat dikomunikasikan (evaluasi dan umpan balik). Keberhasilan pelajar dalam belajarnya, sejatinya bukan hanya tertumpu pada guru disekolah melainkan suatu sistem kesatuaan lingkungan dalam pendidikan; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan seharian anak diluar lingkungan keluarga dan sekolahnya
Manajemen Pendidikan Karakter Sebagai Konten Mengejawantahkan Ajaran dan Nilai-nilai Luhur Pendidikan I Made Ariasa Giri
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.356

Abstract

Characters have a proper urgency to be given maximum emphasis in the educational world. Character Education management is a strategy that is applied in the development of character education that is organized with the desire and intent to fulfill the teachings and values of noble to realize the social mission of the school through activities Management. Learning in schools, the process of transforming sublime values through character education. Character education is a key word of the transformation of noble values in school. The objective of character education Management can strengthen and develop the values of life that are considered important and necessary so that they become the personality of the typical student ownership as the values are developed, correcting Conduct of learners that do not correspond with the values developed by the school. and establish harmonious connections with families and communities in the role of shared character responsibilities.
Analisis Kajian Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Raden Wijaya di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Sujiono Sujiono
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.361

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menganalisis nilai pendidikan dalam cerita rakyat Raden Wijaya di Kecamatan Trowulan. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di Kecamatan Trowulan. Waktu penelitian Februari s.d Juli 2019. Nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita rakyat Raden Wijaya di Kecamatan Trowulan, meliputi; 1) Nilai moral, diantaranya bijaksana dan arif dalam bertindak, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, meminta petunjukan kepada Tuhan, menyayangi sesama makhluk hidup, tidak boleh melanggar hukum, tidak boleh memiliki sesuatu yang bukan miliknya, tidak boleh menyumpai, memaki orang lain, serta mengucapkan kata-kata yang menyakati orang lain, tidak boleh mengingkari janji, senantiasa hidup rukun, dan dalam bekerja tidak mengharapkan pujian namun 2) Nilai budaya atau tradisi, diantaranya musyawarah, saling menghormati dan menghargai perbedaan, mendoakan leluhur, dan semedhi. 3) Nilai sejarah meliputi, pendirian Kerajaan Majapahit 4) Nilai sosial yaitu, sikap toleransi, kebiasaan musyarawarah, semangat gotong royong, kedermawan
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Guided Discovery-Inquary Berbantuan LKS I Ketut Sutaya
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.366

Abstract

Model pembelajaran Guided Discovery-Inquiry dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut (1) Orientasi yang meliputi guru menyampaikan topik pembelajaran yang akan dikaji, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi motivasi, dan mengkondisikan kelas menjadi beberapa kelompok diskusi. (2) Perumusan masalah yang dilakukan siswa berdasarkan kasus yang disajikan guru melalui LKS. (3) Siswa membuat hipotesis atau jawaban sementara berdasarkan rumusan masalah yang telah mereka lakukan sebelumnya. (4) Siswa mengumpulkan data sebagai bahan untuk menyelidiki kebenaran hipotesis. (5) Guru bersama-sama siswa membahas penyelidikan yang telah dilakukan siswa berdasarkan LKS menggunakan data-data yang diperoleh sehingga siswa yakin dengan jawabannya. (6) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan yang akurat dengan menggunakan data-data yang relevan
Kajian Creative Thinking Matematis Dalam Inovasi Pembelajaran I Putu Suardipa
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.357

Abstract

Critical thinking ability is required by students to solve daily problems as well as problems in the future. One of the efforts that can be done improving the quality of education that focuses mainly on the development of skills and critical thinking skills of the students. The ability of creative thinking, especially in math learning, is crucial to be maximized. In this study, you will clearly be presented with definitions of creative thinking, The experts' opinion, creative thinking traits, The factors which affect creativity, The theory of creativity, creative thinking process and reference quotations in understanding the ability of students' Creative thinking  in math learning. 
Penerapan Metode Talking Stick yang Dilengkapi dengan Reinforcement Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Ilmu Pendidikan Sosial Siswa Kelas XII Akomodasi Perhotelan 4 SMK Negeri 1 Seririt Tahun Pelajaran 2018-2019 Anis Wahyuningsih
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.362

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Seririt di Kelas XII Akomodasi Perhotelan 4yang kemampuan siswanya untuk materi IPS cukup rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah metode talking stickyang dilengkapi dengan reinforcementdapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah metode talking stick yang dilengkapi dengan reinforcementdapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Ini terbukti dari hasil rata-rata yang diperoleh pada awalnya71,44 pada siklus I menjadi77,66 dan pada siklus II menjadi 85,17
Menciptakan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah Dengan Berorientasi Pembentukan Karakter Untuk Mencapai Tujuan Higher Order Thingking Skilss (HOTS) Pada Anak Sekolah Dasar Kadek Hengki Primayana
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.367

Abstract

Kehidupan manusia di abad 21 dicirikan dengan cepatnya arus perubahan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin hari semakin bertambah canggih menyesuaikan mobilitas dan kebutuhan manusia. Keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan oleh peserta didik dibagi menjadi dua macam yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) dan keterampilan berpikir tingkat rendah (lower order thinking). Melalui informasi yang sudah tersimpan di dalam ingatannya dan menghubung-hubungkannya dan/atau menata ulang serta mengembangkan informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan ataupun menemukan suatu penyelesaian dari suatu keadaan yang sulit dipecahkan. Ciri utama berpikir tingkat tinggi adalah mampu berpikir kritis dan mampu berpikir kreatif. Model pembelajaran yang dapat diterapkan yang sejalan dengan HOTS yakni Problem solving merupakan pemusatan pada keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Problem solving merupakan suatu keterampilan yang meliputi keterampilan untuk mencari informasi, menganalisis situasi, dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran
Analisis Perbandingan Ajaran Yoga Oleh Maharsi Patanjali dan Ajaran Yoga Oleh Vrhasapati Tattwa Made Adi Nugraha Tristaningrat
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.358

Abstract

Yoga merupakan salah satu cara untuk mencapai kebahagian lepas dari segala penderitaan. Yoga merupakan penghubungan atau pengaitan dengan Tuhan yang Maha Tunggal. Gagasan tentang yoga bertolak dari adanya satuan – satuan individu yang sadar dan biasanya terkenal sebagai “diri rendah”, “diri sejati”, dan “jiwa” yang umumnya berhasrat untuk dihubungkan dengan Tuhan yang Maha Esa dan tak terhingga. Perpisahan diri sejati bersifat sementara dan disebabkan oleh ketidaktahuan atau Avidya. Yoga sebagai sebuah cara atau jalan untuk mengendalikan pikiran yang terobyektifkan serta kecendrungan alami pikiran dan mengatur segala kegelisahan-kegelisahan pikiran agar tetap tak terpengaruh sehingga bisa mencapai penyatuan antara kesadaran unit dan kesadaran kosmik. Dalam melaksanakan yoga dibutuhkan suatu disiplin yang tinggi mengabaikan salah satu tingkatan berarti sama dengan merusak tingkatan selanjutnya. Yoga bukan hanya berarti hanya duduk diam dan memejamkan mata. Tetapi yoga dapat terealisasi dari kehidupan sehari-hari, hal ini terdapat dalam ajaran Vrhaspati tatwa dan juga Yoga Sutra Rsi patanjali. Melaksanakan yoga hendaknya selain memahami dan mengetahui ajaran yoga seseorang harus menyesuaikan dengan kemampuan spiritual yang dimilikinya, hal ini karena tingkat spiritual yang dimiliki manusia itu berbeda-beda
Menggagas Kepemimpinan Berlandaskan Ajaran Asta Brata dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Guru Ketut Bali Sastrawan
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.363

Abstract

Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan (Gaffar, 1999). Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan guru dalam masyarakat Indonesia tetap dominan, sekalipun teknologi yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang sangat cepat. Hal ini disebabkan karena dimensi-dimensi dalam proses pendidikan, atau lebih khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. wujud perilaku guru adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran, yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar. Dalam mewujudkan kinerja guru yang sesuai dengan harapan, banyak faktor yang mempengaruhinya. Di Bali, kepemimpinan juga disebut sebagai suatu seni dan teknik dalam rangka meyakinkan dan menggerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu ataupun tujuan bersama. Sebagaimana tujuan hidup menurut konsep Hindu adalah yaitu Moksartham Jagad Hita, maka kepemimpinan Hindu bertujuan untuk mengantarkan kelompok, masyarakat atau Negara yang dipimpinnya mencapai keadaan bahagia lahir dan bathin. Seorang pemimpin Hindu di Indonesia kita kenal dengan istilah Ratu atau Datu, Sang Wibhu, Murdaning Jagad yang pada dasarnya memiliki arti yang sama dengan seorang pemimpin, namun ada beberapa perbedaan secara termonologis
Sampul, Halaman Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi . .
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v3i2.354

Abstract

Sampul, Halaman Redaksi, Kata Pengantar, Daftar Isi

Page 1 of 2 | Total Record : 15