cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Association between Serum Cotinine Levels, Fetal Biometry, and Umbilical Artery Flow in Pregnant Women Exposed to Secondhand Smoke Diana, Margaret; Riu, Deviana Soraya; Madya, Fatmawati; Chalid, St. Maisuri T.; AM, Nasrudin; Tessy, Telly
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.956

Abstract

Objective: This study aimed to investigate the impact of SHS exposure on fetal biometry and umbilical artery flow at 24 – 28 weeks of gestation.Methods: This cross-sectional study included 110 pregnant women, divided into a study group (55 passive) smokers and a control group (55 non-passive smokers). Serum cotinine levels were measured using ELISA. Fetal biometry (biparietal diameter, head circumference, abdominal circumference, and femur length) and umbilical artery flow (pulsatility and resistance indices) were assessed via ultrasound and Doppler ultrasonography. Group comparisons were conducted using Chi-square and independent t-tests.Results: The passive smoker group had significantly higher mean serum cotinine levels compared with the control group (10.97 ng/mL vs. 4.53 ng/mL; p = 0.01). However, no statistically significant differences (p > 0.05) were found in any of the fetal biometric parameters or umbilical artery flow indices between the groups. Correlation analyses also showed no significant association between cotinine levels and the measured fetal outcomes.Conclusion: In this second-trimester study, SHS exposure, confirmed by elevated cotinine levels, was not associated with measurable adverse effects on fetal biometry or umbilical artery flow. These non-significant findings underscore the need for longitudinal research to evaluate the cumulative impact of SHS, particularly in the third trimester and on final birth outcomes.Hubungan antara Kadar Kotinin Serum, Biometri Janin, dan Aliran Arteri Umbilikalis pada Ibu Hamil yang Terpapar Asap Rokok PasifAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak paparan asap rokok pasif terhadap biometri janin dan aliran arteri umbilikalis pada usia kehamilan 24 – 28 minggu.Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 110 ibu hamil yang dibagi menjadi kelompok studi (55 perokok pasif) dan kelompok kontrol (55 bukan perokok pasif). Kadar kotinin serum diukur menggunakan metode ELISA. Biometri janin (meliputi diameter biparietal, lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang femur) serta aliran arteri umbilikalis (indeks pulsasi dan indeks resistensi) dinilai melalui ultrasonografi (USG) dan USG Doppler. Perbandingan antarkelompok dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji t independen.Hasil: Kelompok perokok pasif memiliki rerata kadar kotinin serum yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (10,97 ng/mL vs. 4,53 ng/mL; p = 0,01). Namun, tidak ditemukan perbedaan bermakna secara statistik (p > 0,05) pada parameter biometri janin maupun indeks aliran arteri umbilikalis antara kedua kelompok. Analisis korelasi juga tidak menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kadar kotinin dengan luaran janin yang diukur.Kesimpulan: Pada penelitian trimester kedua ini, paparan asap rokok pasif yang dikonfirmasi dengan peningkatan kadar kotinin tidak berhubungan dengan efek merugikan yang terdeteksi pada biometri janin maupun aliran arteri umbilikalis. Temuan yang tidak signifikan ini menekankan pentingnya penelitian longitudinal untuk menilai dampak kumulatif paparan asap rokok pasif, terutama pada trimester ketiga dan luaran kelahiran akhir.Kata kunci: Aliran arteri umbilikalis; biometri janin; kotinin; paparan asap rokok pasif
Urinary Complications after Radical Hysterectomy in Cervical Cancer: A Retrospective Cohort Study Pradoto, Muhammad Edo Antariksa; Sutrisno, Sutrisno; Tjahyadi, Dian
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.932

Abstract

Objective: Radical hysterectomy and pelvic lymphadenectomy are standard treatments for cervical cancer. A common long-term complication is lower urinary tract dysfunction (LUTD), which can lead to urinary tract infections (UTIs) due to urinary stasis. Incontinence may also increase UTI risk by allowing bacteria to enter through the urethra. This study aims to determine the incidence of LUTD and UTI in cervical cancer patients after radical hysterectomy and to analyze their relationship.Methods: A retrospective cohort study was conducted on patients with stage IA2–IIA2 cervical cancer who underwent radical hysterectomy at Margono Soekarjo General Hospital. Urinary catheters were placed postoperatively, and bladder training was initiated on postoperative day three. Urine samples were collected on day fourteen or upon the return of bladder sensation to assess for urinary tract infection (UTI). The relationship between lower urinary tract dysfunction (LUTD) and UTI was analyzed using.Result: LUTD incidence was 13.8%. UTI incidence was significantly higher in patients with LUTD than in those without (7.7% vs. 1.5%, p < 0.001). The relative risk of UTI in patients with LUTD was 31.1 (95% CI: 6.396–739.029), likely due to the limited sample size.Conclusion: There is a significant association between LUTD and UTI in cervical cancer patients after radical hysterectomy. Early detection and monitoring of bladder function are essential in postoperative care.Keywords: Lower urinary tract dysfunction; radical hysterectomy; urinary tract infection.Komplikasi Urinaria Setelah Histerektomi Radikal pada Kanker Serviks: Studi Kohort RetrospektifAbstrak Tujuan: Histerektomi radikal dan limfadenektomi pelvik merupakan terapi standar untuk kanker serviks. Salah satu komplikasi jangka panjang yang umum adalah disfungsi saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Tract Dysfunction/LUTD), yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) akibat stasis urin. Inkontinensia urin juga dapat meningkatkan risiko ISK melalui masuknya bakteri melalui uretra. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi insidensi LUTD dan ISK pada pasien kanker serviks pasca-histerektomi radikal tipe II serta hubungan antara keduanya.Metode: Sebuah studi kohort retrospektif dilakukan pada pasien kanker serviks stadium IA2–IIA2 yang menjalani histerektomi radikal di RSUD Margono Soekarjo. Setelah operasi kateter urin dipasang dan melatih kandung kemih dimulai pada hari ketiga pascaoperasi. Sampel urin dikumpulkan pada hari keempat belas atau saat sensasi kandung kemih kembali untuk menilai adanya infeksi saluran kemih (ISK). Hubungan antara disfungsi traktus urinarius bawah (LUTD) dan ISK dianalisis menggunakan uji Fisher’s exact.Hasil: Penelitian ini menunjukan insidensi LUTD adalah 13,8%. Insidensi ISK secara signifikan lebih tinggi pada pasien dengan LUTD dibandingkan yang tidak mengalami LUTD (7.7% vs. 1.5%, p < 0.001). Risiko relatif ISK pada pasien dengan LUTD adalah 31.1 (CI 95%: 6.396–739.029) karena jumlah subjek penelitian sedikit.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara LUTD dan kejadian ISK pada pasien kanker serviks pasca-histerektomi radikal. Deteksi dini dan pemantauan fungsi kandung kemih sangat penting dalam perawatan pascaoperasi.Kata kunci: Disfungsi urin; histerektomi radikal; infeksi saluran kemih