cover
Contact Name
Yoga Achmad Ramadhan
Contact Email
mubarrakplp@yahoo.co.id
Phone
+6281239553012
Journal Mail Official
motivajurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80, Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Motiva: Jurnal Psikologi
ISSN : 26156687     EISSN : 26213893     DOI : -
Jurnal ini memuat tulisan-tulisan berupa hasil penelitian Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Konsumen, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 20 Documents clear
PENYESUAIAN PERNIKAHAN ISTRI USIA MUDA YANG DIBESARKAN DENGAN PENGASUHAN IBU TUNGGAL Tyara Anggraeni Putri; Farah Farida Tantiani
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penyesuaian pernikahan istri usia muda yang ayah dan ibunya bercerai hidup lalu dibesarkan oleh ibu tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur kepada tiga orang partisipan dengan karakteristik utama yaitu istri yang menikah di usia muda, yang sebelumnya hanya dibesarkan oleh pengasuhan ibu tunggal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua partisipan cenderung memiliki penyesuaian pernikahan yang baik, sedangkan satu partisipan mengalami penyesuaian pernikahan yang buruk. Ketiga partisipan dalam melakukan penyesuaian pernikahannya harus mengatasi perbedaan yang dihadapi dengan suaminya terkait masalah sehari-hari. Ketiga partisipan memiliki pandangan kekhawatiran akan mengulangi pengalaman yang sama dengan ibu mereka saat bercerai dari sang ayah. Sehingga, dalam mengatasi konflik yang terjadi dalam pernikahannya, mereka cenderung bersikap lebih hati-hati saat mengambil keputusan. Selama menjalani pernikahan, dua partisipan merasa sudah cukup bahagia dengan pernikahannya dan hanya satu partisipan yang menyesal dengan pernikahannya karena ia merasa tidak memiliki kedekatan dengan suaminya. Hasil temuan lain dalam penelitian ini yaitu ditemukan bahwa pada partisipan yang memiliki penyesuaian pernikahan baik ternyata memiliki dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya seperti dari nenek, mertua serta saudara iparnya, sedangkan pada partisipan yang memiliki penyesuaian pernikahan buruk tidak memiliki dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya
BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING PRODUK FASHION MAHASISWA PSIKOLOGI UKSW Ahat Nur Rohmah; Maria Nugraheni Mardi Rahayu
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6507

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang berada pada masa transisi dari remaja menuju dewasa akan berupaya untuk mengeksplorasi diri salah satunya dengan mencoba berbagai produk fashion. Dalam upaya mengeksplorasi gaya hidup, mahasiswa akan mencoba beberapa hal, salah satunya eksplorasi tentang fashion. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW sebanyak 260 partisipan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan skala impulsive buying dikembangkan oleh Verplanken dan Herabadi (2001) dan skala Big Five Inventory dikembangkan oleh Oliver P. John dkk (1991).  Hasil yang didapat dari uji regresi linear sederhana yang dilakukan diperoleh bahwa nilai sig trait extraversion (0,00), nilai sig trait agreeableness (0,126), nilai sig trait conscientiousness (0,003), nilai sig trait neuroticism (0,000), nilai sig trait openness to experience (0,028). Kesimpulan yang diperoleh adalah trait extraversion, trait conscientiousness, trait neuroticism, dan trait openness to experience memiliki pengaruh terhadap perilaku impulsive buying produk fashion, sedangkan trait agreeableness tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku impulsive buying produk fashion. Mahasiswa hendaknya membuat perencanaan dan mempertimbangkan terlebih dahulu seperti urgensi mengenai barang yang akan dibeli. Hal ini untuk menghindari terjadinya pembelian tanpa perencanaan (impulsive buying).
EMOTIONAL INDICATORS PENYANDANG AUTIS DI SURABAYA Puri Aquarisnawati; Wiwik Sulistiani
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6496

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis emotional indicators penyandang autis di Surabaya. Autis merupakan salah satu kelompok gangguan perkembangan neurobiologis pada anak-anak dan tergolong gangguan perkembangan yang berat, pervasif, dan berjangka panjang, yang dapat mempengaruhi beberapa aspek perkembangan. Gangguan emosi yang muncul sebagai gangguan penyerta pada penyandang autis, dapat membuat terhambatnya aspek perkembangan yang lain, yaitu kemampuan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku penyandang autis. Jenis gangguan emosi dapat diketahui melalui identifikasi emotional indicators melalui instrumen tes Bender Gestalt. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan teknik jenuh, dimana peneliti menggunakan seluruh populasi yang ada di salah satu lembaga autism di Surabaya, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan data menggunakan tes Bender Gestalt yang diadministrasikan secara individual. Metode analisa data menggunakan pedoman Bender skoring system dengan fokus analisis adalah pada skoring emotional indicators. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional indicators yang teridentifikasi dominan ditemukan pada penyandang autis antara lain dashes subtitute for circle, wavy lines, careless overwork, confused order, small size, dan large size.
KONSEP DIRI, OPTIMISME, DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMA NEGERI 3 PALEMBANG Mika Biagi; Muhamad Uyun
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6731

Abstract

Setiap siswa tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang memiliki rasa kepercayaan yang tinggi dan ada juga rasa kepercayaan diri yang rendah. Kemudian beragam motivasi yang membuat mereka optimis maupun tidak optimis bahkan ada juga siswa yang kesulitan untuk mengartikan bagaimana konsep diri mereka sendiri ini tentu saja menjadi satu persoalan dan satu hambatan bagi sekolah dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan bakat dan minat maupun kemampuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan optimisme dengan kepercayaan diri siswa. Populasi penelitian ini adalah 440 siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 195 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Analisis data menggunakan teknik regresi ganda dan korelasi parsial. Uji hipotesis pertama menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dan optimisme dengan kepercayaan diri dengan R=0,977 dan Fhitung =3993,231, signifikansi 0,00 (p<0,01). Hipotesis kedua memberikan nilai rx1y= 0,953 dengan signifikansi 0,00 (p<0,01), ada hubungan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri. Hasil ini menunjukkan hipotesis kedua diterima. Hipotesis ketiga memberikan nilai rx2y=0,986 dengan signifikansi 0,00 (p<0,01), menunjukan bahwa ada hubungan positif antara optimisme dengan kepercayaan diri. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis ketiga diterima
ALPHA FEMALE DAN FLOURISHING PADA PEREMPUAN BEKERJA Alifah Nabilah Masturah
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6584

Abstract

Individu memiliki keterlibatan, makna, hubungan, dan prestasi sebagai komponen subjektif dan objektif dalam dirinya untuk mampu bertumbuh. orang yang sangat flourish yakin akan kemampuan dirinya untuk memiliki hubungan sosial yang luas dan memuaskan. Kemampuan seperti ini sangat diperlukan oleh perempuan yang bekerja. Salah satu karakter yang dapat menunjang adalah alpha female. Ini karena alpha female digambarkan sebagai perempuan alpha atau perempuan yang menjadi pemimpin sekelompok individu di lingkungan mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alpha female terhadap flourishing pada perempuan bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross sectional dengan metode accidental sampling yang digunakan dalam melibatkan sejumlah subjek penelitian. Subjek penelitian adalah karyawan perempuan yang memiliki jabatan dan bertanggung jawab memimpin suatu tim. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 karyawati yang belum menikah dan 27 karyawati yang sudah menikah. Rentang usia subjek tersebar dari 17-53 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Alpha Female Inventory (AFI) dan Flourishing Scale (FS). Analisa data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan alpha female secara simultan mampu memprediksi flourishing (R=0.646; p<0.01) sebesar 41.7%. Namun, hanya alpha female leadership yang memiliki pengaruh terhadap flourishing (β=-0.590; p<0.01). Sementara, alpha female strength (r=-0.355; p<0.01) dan alpha female low introversion (r=0.389; p<0.01) hanya memiliki keterkaitan dengan flourishing. Hasil juga menunjukkan status pernikahan memiliki keterkaitan dengan flourishing (r=0.410; p<0.01) dan alpha female low introversion (r=0.271; p<0.05). Namun, status pernikahan tidak terkait dengan alpha female leadership (r=-0.117; p>0.05) maupun alpha female strength (r=0.106; p>0.05). Artinya, perempuan yang bekerja akan memiliki flourishing yang tinggi bila alpha female leadership mereka cenderung lemah. Ini juga dapat terkait dengan alpha female strength yang tidak dominan, dan alpha female low introversion yang kuat.
PERAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA FULLDAY SCHOOL SMP-IT X DI SAMARINDA Siti Khumaidatul Umaroh; Silvia Eka Mariskha; Masithah Masithah; Elma Arnelita
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6818

Abstract

Sekolah Islam terpadu dengan sistem fullday school akhir-akhir ini menjadi salah satu alternatif pendidikan swasta berbasis agama yang banyak diminati di Indonesia. Lembaga ini juga terbukti mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter baik. Perasaan positif terhadap lingkungan sekolah berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis siswa, yang termanifestasi dalam berbagai bentuk perilaku terutama kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran iklim sekolah dalam memprediksi kesejahteraan psikologis siswa dengan sistem fullday school. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 172 siswa dari SMP-IT X Samarinda, dengan rentang usia antara 11-15 tahun. Pengumpulan data penelitian menggunakan dua jenis skala psikologi yang valid dan reliable. Variabel kesejahteraan psikologi siswa diukur menggunakan skala Kesejahteraan Psikologis Remaja Indonesia, sedangkan variabel iklim sekolah diukur menggunakan skala Iklim Sekolah. Data penelitian dianalisis  menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan koefisien regresi sebesar 0,179 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa variabel iklim sekolah berkontribusi dalam memprediksi tingkat kesejahteraan psikologis siswa sebesar 17,9%.
DUKUNGAN ORANG TUA, EFIKASI DIRI BELAJAR SECARA DARING, DAN BURNOUT AKADEMIK PADA SISWA SMA SELAMA COVID-19 Yang D. Azkarisa; Sumedi P Nugraha
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan efikasi diri dan dukungan orang tua dalam menjelaskan burnout akademik pada siswa SMA selama pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 227 siswa SMA N 1 Lingga yang menjalani pembelajaran daring. Data dikumpulkan secara online dengan menggunakan tiga skala pengukuran yaitu Maslach Burnout Inventory-Students Scale (MBI-SS), General Self Efficacy (GSE) dan Social Support Questionnaire for Children (SSQC). Teknik analisis menggunakan analisis regresi ganda. Hasilnya menunjukkan bahwa efikasi belajar secara daring dan dukungan orang tua mampu memprediksi burnout akademik pada siswa SMA N 1 Lingga selama pembelajaran daring (F= 27.523, p < 0.001).
DUKUNGAN SOSIAL DAN KEPUASAN HIDUP TERHADAP KONFLIK PERAN GANDA WANITA BEKERJA Dellawaty Supraba; Nathania Astria Rizki Harini; Lalita Sativanita Lopes De Carvalho
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6739

Abstract

Wanita yang bekerja terutama yang telah menikah dan memiliki anak harus menjalankan berbagai peran baik sebagai pekerja, istri dan juga ibu. Apabila tidak dapat menyeimbangkan perannya maka dapat timbul berbagai permasalahan. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau peranan dukungan sosial dan kepuasan hidup terhadap konflik peran ganda wanita bekerja. Desain dari penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial dan kepuasan hidup terhadap konflik peran ganda pada wanita bekerja. Subyek dalam penelitian ini adalah 145 wanita bekerja. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial, kepuasan hidup dan konflik peran ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai koefisien regresi sebesar 0,022, dengan taraf signifikansi sebesar 0,123, artinya dukungan sosial dan kepuasan hidup tidak memiliki pengaruh terhadap konflik peran ganda wanita bekerja
KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL GURU SMA / SMK DI JAWA TENGAH SAAT PANDEMI COVID-19 Putri Megawati; Citra Hanwaring Puri; Maria Rini Indriarti; Adriesti Herdaetha; Setyowati Raharjo; Dedy Ariwidiyanto; Muhammad Arif Wicaksono; Imas Rizky Novitasari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6609

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan, baik aspek kesehatan, perekonomian dan pendidikan. Pada aspek pendidikan menyebabkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara Daring. Kenyataannya pembelajaran Daring memiliki kendala, seperti koneksi internet sulit, Guru sulit mengontrol siswa, siswa tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran, dan tidak semua siswa memiliki alat Daring. Kondisi demikian tentu sangat mempengaruhi kondisi kesehatan mental emosional para guru. Peneliti tertarik untuk mengetahui kesehatan mental guru pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei terhadap 4015 Guru SMA/SMK di wilayah Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan SRQ-20 yang disebar dalam bentuk formulir google. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif dan uji beda. Dari 4.105 responden, terdapat 5% atau 205 responden yang mengalami gangguan. Gejala terbanyak yang dilaporkan adalah mudah lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak enak di perut, tidur tidak nyenyak, dan cemas, tegang atau khawatir. Selain itu ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru PNS dan nonPNS (p<0,005), serta antara guru di sekolah Negeri dan guru di sekolah Swasta (p<0,005). Sementara itu tidak ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru laki-laki dan perempuan (p>0,005), serta antara guru usia 20-39 dan guru usia 40-60 (p>0,005). Sebaiknya dilakukan intervensi psikologis berupa konseling terhadap 205 guru yang mengalami gangguan kesehatan mental emosional dan memperkuat sistem support system di sekolah
GAMBARAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA Nur Fitriyana; Mira Aliza Rachmawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.7028

Abstract

Proses pembelajaran  siswa tidak lepas kaitannya dengan motivasi dan hasil belajar. Siswa yang  mendapat  hasil  belajar  yang  tinggi  selalu  didukung  dengan  motivasi  belajar  yang  tinggi pula.Adapun perilaku-perilaku mengindikasikan rendahnya motivasi seperti masih banyak siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah disekolah, malas mengemukakan pendapat, kurang aktifnya siswa saat proses belajar, siswa lebih banyak membicarakan  hal lain di luar mata pelajaran saat proses belajar mengajar  berlangsung,  membuat  gaduh  sehingga  tidak  memperhatikan   guru,  dan  sering  datang terlambat  saat pergantian  proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini, setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda, tapi secara garis besar motivasi yang terbesar mereka yaitu dari eksternal. Hal ini terlihat dari motivasi belajar siswa menurun ketika tidak menyukai guru yang akan menyampaikan materi di kelas.

Page 1 of 2 | Total Record : 20