cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
ISSN : 25988573     EISSN : 25991388     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
Gambaran Out of Pocket pada Awal Era JKN di Indonesia Tarigan, Ingan; Suryanti, Tati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8100

Abstract

Pogram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) salah satunya bertujuan memberikan perlindungan finansial khususnyabiayakatastropik terhadapsemuapeserta. PenerimamanfaatJKNberhakmendapatkanberbagai layanan sebagai bagian dari paket manfaat dasar tanpa mengeluarkan biaya pelayanan, dan diharapkan Out of Pocket (OOP) akan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Tujuan penulisan akan membandingkan total pengeluaran untuk kesehatan dari peserta jaminan kesehatan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan pada awal era JKN. Dalam analisis ini, pengukuran  pengeluaran perawatan kesehatan hanya mencakup biaya pengobatan langsung, seperti biaya konsultasi, pemakaian kamar di rumahsakit dan obat-obatan. Analisis dengan menggunakan data Susenas 2014 terdiri dari 274.673 individu dan 71.051 rumah tangga di 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal era JKN ada sedikit perbedaan OOP pada penduduk miskin dibandingkan dengan penduduk dimana proteksi finansial terhadap penduduk miskin untuk pengeluaran kesehatan masih rendah.Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan proteksi finansial akibat pengeluaran biayakesehatan,khususnyapengeluaranbiayakatastropik dibandingkandengan yangtidak memilikijaminan kesehatan. Kepesertaan penduduk miskin ditargetkan tahun 2019 sudah terpenuhi sehingga target pemerintah tentang Universal Health Coverage (UHC) perlindungan finansial pada penduduk miskin dan hampir miskin semakin tinggi atau OOPsemakin mendekati nol.Key words: OOP, Pembiayaan,Asuransi Kesehatan
Antimicrobial Resistance and Its Control Policy Implementation in Hospital in Indonesia Handayani, Rini Sasanti; Siahaan, Selma; Herman, Max Joseph
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8101

Abstract

Antimicrobial Resistance (AMR) is a serious issue because it may reduce treatment effectiveness, increase infection transmission and health care costs. This article aims to identify the problems and the implementation of the AMR control program in hospital. Method :Data were collected by reviewing study results in journals and proceedings, books/literature on AMR at universities and hospitals in Jakarta and Bandung, regulation on the distribution and use of antimicrobials at NADFC, control policy on AMR of MoH RI, as well as data of nosocomial infections from National Survey on Health Facility (Rifaskes 2011). We also conducted consensus decision making which discusses strategic plan and policy for controlling AMR as well as how to optimize or strengthen the strategy with participants involving type Ahospital AMR Control Committee as keynote speakersandDirectorateof ReferralHealth Services, Directorateof Health Service Facility, Directorateof Pharmacy Services, Private and Public Hospital Directors in DKI Jakarta, Hospital Accreditation Commission (KARS), others researchers and academicians as stake holders.In Indonesia AMR control program has been started in some hospitals, but there are still many obstacles either from the management, facilities or infrastructures and practitioners. The policies related to AMR control in Indonesia are stated in Law No. 36 of 2009, Law No. 44 of 2009 and the Ministry of Health Decree No. 8 of 2015. There is also a guideline of the Ministry of Health forInfectionControlPrograminhospital. These policiesshouldbeimplementedandusedasatoolto increase the commitment of the hospital management. Compliance with the guidelines should be strictly implemented, besides the rational prescription of antimicrobials, completing facilities and infrastructures for controllingAMR and the establishment of surveillance of antibiotic use.
Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan DIII Kebidanan di 5 Provinsi Wilayah Binaan GAVI Rosita, Rosita; Hendarwan, Harimat; Despitasari, Mieska
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8102

Abstract

Kualitaspendidikantenaga kesehatan yang belummerata salah satumasalahsumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Bidan adalah tenaga kesehatan yang menempuh pendidikan kebidanan di institusi DIII kebidanan. Institusi kebidanan dituntut mampu menghasilkan bidan yang berkualitas dan kompeten sebagai pemberi layanan kesehatan ibu dan anak. Global Alliance Vaccines and Immunization (GAVI) sebagai organisasi internasional mendorong dilakukannya penelitian pendidikan DIII kebidanan di Indonesia Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan pendidikan DIII kebidananmelaluipendekatansisteminput,proses,danoutput.Penelitianmenggunakandesainpotong lintangdenganpendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di18 institusi pendidikan DIII kebidanandi 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua pada tahun 2013.Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menggambarkan adanya perbedaan baik pada input, proses, maupun output antar institusi pendidikan menurut wilayah maupun kepemilikan institusi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menurut wilayah dan provinsi (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan berdasarkan kepemilikan institusi. Tidak terdapat perbedaan keterampilan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan milik pemerintah dan swasta (p=0,062). Perlu peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan DIII kebidanan agar menghasilkan lulusan yang kompeten berbasis wilayah dan kepemilikan institusi pendidikan DIII kebidanan.Kata kunci: pendidikan vokasi, kebidanan, GAVI
Penetapan Kadar Nikotin dan Karakteristik Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Alegantina, Sukmayati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8103

Abstract

Nikotin merupakan senyawa utama yang terdapat dalam tembakau, dimana nikotin termasuk salah satu zat berbahaya yang ada dalam rokok. Nikotin diabsorpsi dengan cepat dari paru-paru ke dalam darah. Bahaya dari nikotin yang terberat antara lain dapat merangsang pembentukan kanker. Selain itu nikotin mempunyai aktifitas yang menguntungkan yaitu sebagai antimikroba. Adanya himbauan dari Kementerian Pertanian dalam buku Pestisida Nabati, diharapkan pada suatu saat nanti Indonesia mampu berswasembada pestisida (Pesticides Self Sufficiency) sehingga tidak bergantung lagi kepada negara-negara besar penghasil pestisida kimia sintetis. Penelitian dilakukan dengan pengujian pendahuluan secara eksperimen laboratorium yang dilakukan tahun 2016 untuk menentukan kadar nikotin secara GC MS dan karakteristik ekstrak yang nantinya sebagai acuan untuk menentukan mutu ekstrak daun tembakau. Karakteristik ekstrak yang diuji adalah kadar air, berat jenis, cemaran mikroba yaitu angka kapang khamir (AKK), angka lempeng total (ALT) dan most probable number (MPN) Coliform. Hasil pengujian ekstrak daun tembakau diperoleh kadar nikotin: 3,14%, kadar air: 42,41%, berat jenis (BJ): 1,19 g/ml,AKK: 9,0x101,ALT: 8,0x101 dan MPN Coliform: < 2. Ekstrak daun tembakau yang diuji memenuhi persyaratan  cemaran mikroba terhadap AKK,ALT, dan MPN ColiformKata kunci: nikotin, karakteristik,  ekstrak, daun tembakau
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Sasaran Program Jaminan Tabalong Sehat di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Su’udi, Amir; Hendarwan, Harimat
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8104

Abstract

Pemerintah Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan menerapkan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas melalui program Jaminan Tabalong Sehat (JTS) sejak tahun 2008. Peserta JTS adalah seluruh penduduk Tabalong yang tidak memiliki asuransi atau jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan wawancara mendalam. Sampel uji sebanyak 253 rumah tangga sasaran program JTS, diambil dari 405 sampel rumah tangga yang dipilih secara sistematik, dari klaster 15 desa/kelurahan di tiga wilayah puskesmas terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas belum optimal. Sebanyak 52% rumah tangga pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan puskesmas dalam setahun terakhir. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas adalah pengetahuan, kemauan untuk membayar/WTP, adanya penyakit tertentu, waktu tempuh, kemudahan dan biaya transportasi. Rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskemas yang sudah digratiskan disebabkan karena kurang optimalnya kegiatan puskesmas, kurangnya sosialisasi ke masyarakat dan sasaran masyar- akat yang disubsidi kurang tepat.Kata kunci : pemanfaatan pelayanan kesehatan, puskesmas, subsidi, Tabalong
Penganggaran dan Penerimaan Dana Kapitasi Program JKN di Daerah Terpencil Kabupaten Kepulauan Mentawai Fitrianeti, Desi; Waris, Lukman; Yulianti, Anni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8105

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan atas hak setiap warga negara memperoleh layanan kesehatan, baik yang bertempat tinggal di perkotaan maupun di perdesaan termasuk di daerah terpencil perbatasan kepualauan. Pelaksana program JKN dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan kesehatan di puskesmas sampai dengan pelayanan kesehatan rujukan di rumahsakit dengan pembayaran yangdilakukanolehBadan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan(BPJS) kepada unit pelaksana pelayanan kesehatan dengan mekanisme transfer berdasarkan sistem dana kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan penganggaran dan penerimaan dana kapitasi tenaga kesehatan program jaminan kesehatan nasional di daerah terpencil Puskesmas Mapaddegat Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan mengunakan metode kualitatif. Pengumpulan informasi melalui observasi wawancara mendalam terhadap informan dan informan kunci dan Dokumentasi. Penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d juni 2017. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaksanaan penganggaran dan penerima dana kapitasi tenaga kesehatan pada tahun 2014-2015 belum berjalan sesuai ketentuan pembayaran, tahun 2016 masih ditemukan permasalahan pembayaran norma kapitasi oleh BPJS Kesehatan sudah normatif namun belum sesuai den- gan jumlah peserta yang terdaftar. Tahun 2017 penerimaan dana kapitasi sudah berjalan lebih baik dibuktikan dengan telah teradministrasi dan terdokumentasi semua bentuk pemanfaatan dan realisasi belanja pencairan dana kapitasi untuk seluruh petugas di puskesmas dan  jaringannya.Kata kunci:Tenaga kesehatan, penganggaran, penerimaan dana kapitasi dan program JKN
Faktor yang Mempengaruhi Niat Pindah Mahasiswa Peserta Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis dan Gigi Spesialis Asep Hermawan; Harimat Hendrawan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.432 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i1.34

Abstract

Abstrak Akses pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat penting untuk meningkatkan indikator derajat kesehatan masyarakat salah satunya pelayanan spesialistik. Distribusi tenaga dokter spesialis dan dokter gigi spesialis di Indonesia belum merata. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan melakukan rekruitmen spesialis melalui Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis (PDS/PDGS). Artikel ini bertujuan mendapatkan gambaran faktor–faktor yang mempengaruhi niat pindah dokter spesialis/dokter gigi spesialis pasca penugasan peserta program bantuan PDS/PDGS. Sumber data penelitian adalah data kajian implementasi program PDS/PDGS yang diselenggarakan oleh Badan Pendayagunaan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMK) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional), populasi dan sampel adalah seluruh mahasiswa peserta program bantuan PDS/PDGS yang berada di tempat pada saat pengumpulan data yang berasal dari beberapa Fakultas Kedokteran yang ditunjuk/bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan sebagai penyelengaraan program. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi squere. Hasil analisis menunjukan bahwa, berdasarkan karakteristik individu, niat pindah berhubungan dengan status kepegawaian dan status perkawinan (nilai P<0,05). Faktor keamanan, penghasilan, pengembangan pengetahuan dan keterampilan serta kemudahan untuk mendapatkan pendidikan anak berpengaruh signifikan terhadap keinginan pindah (nilai P< 0,05). Kata kunci: Niat pindah, Retensi dokter spesialis/dokter gigi spesialis, Penghasilan Abstract Access to quality health services, including specialist services is important to improve public health indicator. Medical specialist and dental specialists in Indonesia has not been evenly distributed. Recruitment through financial support program for medical specialist/dental specialist education is one of the government’s efforts. The objective of this article is to describe the factors affecting intentions to leave after compulsory practice of the participants of the program. The data sources was assessment data of the implementation of the program conducted by the Board of Development and Empowerment of Human Resources for Health and National Institute of Health Research and Development. This study used crosssectional design. Population and samples were all student of the program participants were in place at the time of data collection. Students come from several medical school appointed / cooperated with the ministry of health in organizing this program. Data were analyzed bivariately by using Chi squere test. The results of the analysis show that, based on individual characteristics, the intentions of leave relate to employment status and marital status (P <0.05). In addition, the factors of security, income, development of knowledge and skills and the ease of getting a child’s education have a significant effect on the intention to leave (P-value <0.05). Keywords: Intention to leave, Medical/dentist specialist retention, Income
Aspek Penting Akreditasi Puskesmas dalam Mendukung Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Misnaniarti Misnaniarti; Putri Kemala Destari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.94 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i1.35

Abstract

Abstrak Puskesmas memegang peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia. Puskesmas dituntut untuk dapat menjamin perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko yang dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga perlu dilakukan penilaian melalui mekanisme akreditasi. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji aspek penting penyelenggaraan akreditasi Puskesmas dalam mendukung implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Makalah ini merupakan studi kebijakan menggunakan literature review. Informasi diambil dari berbagai sumber terdiri dari kebijakan, pedoman dan hasil penelitian terkait akreditasi Puskesmas. Berdasarkan kajian diketahui bahwa Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali, sebagai salah satu syarat fasilitas kesehatan tingkat pertama di JKN. Akreditasi dilakukan melalui tahap survei akreditasi dan penetapan akreditasi. Puskemas melakukan persiapan sebelumnya antara lain menyiapkan dokumen eksternal dan internal, termasuk melakukan studi banding untuk persiapan akreditasi. Persiapan lainnya adalah melakukan pendampingan dan Self Assessment. Pelaksanaan akreditasi di Puskesmas merupakan aspek penting dalam mendukung implementasi JKN sekaligus merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan Puskesmas. Rekomendasi bagi Puskesmas untuk dapat melakukan persiapan secara konprehensif sebelum menyelenggarakan penilaian akreditasi. Pelayanan kesehatan yang dilakukan sesuai arah panduan akreditasi secara konsisten dan berkelanjutan, pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien secara berkesinambungan. Kata Kunci: Akreditasi, Kredensialing, Mutu, Puskesmas. Abstract Puskesmas have an important role in the implementation of health services in Indonesia. Puskesmas are required to guarantee the quality improvement, performance improvement and implementation of risk management are carried out sustainably, so it needs to be assessed through accreditation mechanism. The purpose of this paper is to review the important aspects of the implementation of Puskesmas accreditation in supporting the implementation of the National Health Insurance (JKN). This is a policy study using literature review. Information taken from various sources consists of policies, guidelines and research results related to Puskesmas accreditation. Based on this study known that Puskesmas are obliged to be accredited periodically at least every three years, requirements as First Level Health Facilities. Accreditation done through several stages such as accreditation survey and accreditation decision. Previously Puskemas do the preparation consist of preparing external and internal documents, including conducting comparative studies for preparation of accreditation. Other preparation are accompaniment and Self Assessment. Implementation of accreditation in Puskesmas are an important aspect in supporting the implementation of JKN as well as an effort to improve the services quality of Puskesmas. Recommendation for Puskesmas to do preparation comprehensively before implementation accreditation assessment. Health services that implementation based on the accreditation guidelines consistently and continuously, finally can improve the quality of service and patient satisfaction on sustainably. Keywords: neonatal, emergency, hospital, referal system
Kontribusi Pengetahuan Kader Terhadap Kinerja Kader Posyandu di Puskesmas Matandahi Konawe Utara Lukwan Lukwan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.355 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i1.37

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan Indonesia secara nasional yang berkaitan dengan kader adalah tingginya angka drop out kader.Tiap Posyandu hanya memiliki 2 orang kader yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengetahuan terhadap kinerja kader Posyandu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain Cross Sectional Study dimana pengukuran variabel terikat dan variabel bebas dilakukan pada waktu dan tempat secara bersamaan. Data diolah dengan menggunakan uji statistik SPSS dengan teknik analisis data menggunakan uji Chi square dan uji phi. Hasil uji Chi square diperoleh X2 hit (4,375) dan uji koefisien kontingensi C = (0,474) dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Nilai X2 hit (4,375) > X2 (3,841), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang cukup antara pengetahuan dengan Kinerja kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Matandahi Kabupaten Konawe Utara. Kata kunci: Pengetahuan, Kinerja Kader Posyandu Abstract Nationally, one of Indonesia’s problems related to the cadres is the high number of drop out cadres. Each Posyandu only has 2 active cadres. The purpose of this study is to know the contribution of knowledge to the performance of Posyandu cadres. The type of research used is analytical research with Cross Sectional Study design where the measurement of dependent variable and independent variable is done at the same time and place. Data were processed by using statistical test of spss with technique of data analysis using chi square test and phi test. Chi square test results obtained X2 hit (4.375) and contingency coefficient test C = (0.474) with 95% confidence level (α = 0.05). X2 hit value (4.375) > X2 (3.841), then Ho is rejected and Ha accepted. The conclusion is that there is a sufficient relationship between knowledge with the performance of Posyandu cadres in the working area of the Puskesmas Matandahi Kabupaten Konawe Utara. Keywords: Knowledge, Performance of Posyandu Cadre’s
Kelapa Sebagai Komponen Bahan Ramuan Obat di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman Farah Diba Setiana; Jumari Jumari; Endah Dwi Hastuti
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.85 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i1.40

Abstract

Abstrak Kelapa memiliki peran penting bagi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman serta masyarakat sekitarnya karena mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai bahan ramuan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan kelapa sebagai komponen bahan ramuan. Rancangan penelitian studi kualitatif dengan cara wawancara, studi literatur, survei dan observasi. Informasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan April-Desember 2015. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 68 jenis ramuan berbahan kelapa yang digunakan untuk berbagai ramuan yang dikategorikan dalam 14 kategori pengobatan. Ramuan terbanyak yang diketahui dan digunakan oleh masyarakat dalam lingkungan Karaton adalah ramuan perawatan wanita dan anti racun. Kata kunci : Cocos nucifera L, Ramuan Obat, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Abstract Coconut has an important role for Ngayogyakarta Hadiningrat Palace and Pura Pakualaman with vinicity society. This study aims to examine the utilization of coconut as a component of the ingredients. Data in this research were obtained by interview with key informants, literature study, survey, questionnaire, and participant observation of traditional ceremony activities. This study is done april-desember 2015. The results showed there are 68 types of herbs made from coconut used for various herbs that are categorized in 14 categories of treatment. The most common ingredients known and used by the people around the Karaton are the ingredients of women’s care and anti-toxins. Keywords: Cocos nucifera L, Medicinal Herb, Ngayogyakarta Hadiningrat Palace

Page 2 of 13 | Total Record : 130