cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2025)" : 5 Documents clear
Hubungan Nilai Rasio Neutrofil Limfosit Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Preterm Istantina, Aldila Geri; Attamimi, Ahsanudin; Hadiati, Diah Rumekti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.95144

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, insidensi ketuban pecah dini, juga dikenal sebagai PPROM (preterm premature membranes rupture), mencapai 4,5% dari seluruh komplikasi kehamilan. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi intraamniotik sebesar lima belas hingga tiga puluh lima persen dan infeksi pascapersalinan sebesar lima belas hingga dua puluh lima persen. Sekitar 60% kasus ketuban pecah dini preterm disebabkan oleh infeksi bakteri ascending, yang meningkatkan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Dalam kasus ketuban pecah dini preterm, respons inflamasi pada chorion dan amnion menyebabkan pelepasan sitokin yang lebih besar, yang ditandai dengan peningkatan jumlah neutrofil. Rasio neutrofil-limfosit merupakan ukuran penting dari status inflamasi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana rasio neutrofil-limfosit dan insidensi ketuban pecah dini preterm berhubungan satu sama lain.Metode: Studi cross-sectional ini melibatkan ibu hamil 37 minggu atau lebih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta antara 1 Januari 2018 dan 31 Desember 2021.Hasil dan Pembahasan: Menurut hasil penelitian terhadap delapan puluh pasien, nilai AUC (area di bawah kurva) sebesar 0,902 menunjukkan bahwa kemampuan untuk memprediksi rasio neutrofil-limfosit (RNL) terhadap kejadian ketuban pecah dini (KPD) preterm mencapai 90,2%. Nilai titik cut-off RNL lebih dari 3,55 menunjukkan nilai sensitivitas, spesifisitas, NPP, NPN, akurasi, dan indeks Youden optimal. Nilai RNL = 3,55 ditetapkan Dengan nilai p = 0,001 dan risiko relatif (RP, 95% CI) = 12,667 (3,285–48,847), hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik maupun klinis antara RNL dan kejadian KPD preterm.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia kehamilan yang setara, pasien dengan KPD preterm memiliki nilai RNL 12,6 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa KPD.
Effect of Menopause on the Increased Cardiovascular Risk Factors at Public Health Centers in Semarang Regency Haswan, Dedi; Kurniawati, Indah; Susilo†, Jatmiko
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.107527

Abstract

Background: Menopause potentially causes changes in metabolic disorders and atherosclerosis. This condition triggers cardiovascular disease (CVD) 16 times greater than breast cancer.Objective: This study aimed to identify the prevalence of CVD risk factors in Prolanis participants at the Semarang Regency Health Center.Method: A cross-sectional study was conducted with 147 participants, who were selected from a group of 208 individuals who had undergone menopause and agreed to participate, and for whom complete data was available. Data on body mass index, blood pressure, random glucose levels, and cholesterol were collected from August to October 2025. Statistical analyses were then performed using one-way ANOVA and Pearson's correlation test.Results and Discussion: The results showed that menopause and the age at first menopause were significantly different, while the differences and correlations between menopause and blood pressure, blood glucose, and lipid levels were not significant.Conclusion: The prevalence of metabolic syndrome (Met-S) in postmenopausal women increases with age. Menopause and Met-S had no significant differences and correlations, although women with Met-S showed a higher risk of CVD.
Analisis Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul Pada Pasien Ginekologi di RSUD Arifin Achmad: Studi Retrospektif 2022–2025 Sihotang, Jojor; Fakhrizal, Edy; Maryuni, Sri Wahyu; Hutagaol, Imelda E.B; Bagariang, Agnes Regina; Sitangang, Clarentia; Butarbutar, Artia Martha Vania
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114434

Abstract

Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi ginekologis yang signifikan menurunkan kualitas hidup perempuan, terutama pada populasi lanjut usia dan multipara. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 30,9% (95% CI 24,4–38,2%). Di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan regional seperti RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, data epidemiologis komprehensif mengenai POP dan faktor risikonya masih sangat terbatas, sehingga menghambat pengembangan strategi pencegahan dan tata laksana klinis yang tepat sasaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko demografis dan klinis utama yang berhubungan dengan POP serta menganalisis hubungan faktor risiko dengan pola diagnosis prolaps organ panggul (sistokel, rektokel, dan prolaps uteri) pada pasien ginekologi yang ditangani di RSUD Arifin Achmad periode 2022–2025.Metode: Studi analitik potong lintang retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien ginekologi yang didiagnosis POP. Variabel yang diekstraksi meliputi usia, paritas, jenis persalinan, status menopause, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit kronis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko independen.Hasil dan Pembahasan: Analisis terhadap 515 rekam medis pasien ginekologi menunjukkan bahwa diagnosis prolaps organ panggul yang paling banyak ditemukan adalah rektokel. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia ≥50 tahun, telah memasuki masa menopause, dan memiliki status multiparitas. Temuan ini menunjukkan bahwa prolaps organ panggul bersifat multifaktorial dan lebih dipengaruhi oleh faktor obstetri.Kesimpulan: POP merupakan kondisi multifaktorial yang sangat berkaitan dengan usia, paritas, persalinan pervaginam, menopause, dan obesitas pada populasi kami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan terstruktur seperti pelatihan otot dasar panggul, program pengelolaan berat badan, dan edukasi pasien yang ditargetkan untuk kelompok berisiko tinggi. Studi ini menyediakan dasar bukti penting bagi pengembangan pedoman klinis dan intervensi kesehatan masyarakat di bidang uroginekologi di tingkat lokal.
Dampak Penerapan Teori Caring Jean Watson terhadap Kecemasan Anak yang Mengalami Hospitalisasi: Literature Review Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Fasha, Dhavina; Aidah, Salwa Nimatussu; Nurjanah, Lukita Alya; Lestari, Syafitri Ayu; Ratnasari, Sindi; Remadani, Reyda Okta; Ani, Fitri; Rohmahyanti, Maulida Rizqia; Audina, Selpia; Saadah, Adila Zahrotul; Rojab, Rohmat Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114575

Abstract

Latar belakang: Kecemasan akibat hospitalisasi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian keperawatan, terutama bagi balita yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang asing.Tujuan: Artikel ini bertujuan menganalisis literatur mengenai penerapan teori caring jean watson bagi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.Metode: Kami meninjau tiga belas artikel sepuluh tahun terakhir dari pubmed dan google scholar, dengan menggunakan kata kunci “Caring”, ”Jean Watson”, “Nursing”, dan “Child”. Artikel yang dipilih berfokus pada keperawatan anak dan penerapan teori Caring Watson.Hasil dan pembahasan: Empati, pembangunan kepercayaan, komunikasi efektif, dan dukungan spiritual secara signifikan menurunkan rasa takut anak. Selain itu, keterlibatan orang tua, penggunaan seragam perawat berwarna-warni, dan lingkungan rumah sakit ramah anak terbukti efektif mengurangi stres.Kesimpulan: Pendekatan humanistik yang menekankan empati, kehangatan, dan lingkungan tenang terbukti efektif mengurangi kecemasan pada balita selama masa pengobatan.
Histeroskopi dalam Diagnosis dan Terapi Adhesi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim pada Pasien Uterus Bikorporeal: Laporan Kasus Novita, Devie; Ayuandari, Sarrah; Attamimi, Ahsanudin; Widad, Shofwal
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114776

Abstract

Latar Belakang: Pelepasan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada uterus bikorporeal merupakan tantangan klinis akibat kompleksitas anatomi uterus. Kondisi patologis seperti adhesi AKDR dapat meningkatkan risiko kegagalan pelepasan secara konvensional. Tujuan: Untuk melaporkan peran histeroskopi sebagai modalitas diagnostik dan terapeutik dalam penatalaksanaan adhesi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada pasien dengan uterus bikorporeal setelah kegagalan pelepasan secara konvensional.Metode: Seorang perempuan 33 tahun, multipara P2A0 dengan uterus bikorporeal, dirujuk ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan dugaan adhesi AKDR setelah satu tahun pemasangan. Pasien mengeluhkan nyeri perut di luar siklus menstruasi disertai keputihan. Ultrasonografi transvaginal menunjukkan uterus bikorporeal dengan dua AKDR intrauterin.Hasil dan Pembahasan: Histeroskopi memungkinkan visualisasi langsung kavum uteri, konfirmasi adhesi AKDR, serta tindakan terapeutik secara simultan, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan keberhasilan pelepasan.Kesimpulan: Histeroskopi merupakan modalitas minimal invasif yang efektif, aman, dan cost-effective dalam penatalaksanaan kegagalan pelepasan AKDR, terutama pada pasien dengan kelainan kongenital uterus.

Page 1 of 1 | Total Record : 5