cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
Effect of Menopause on the Increased Cardiovascular Risk Factors at Public Health Centers in Semarang Regency Dedi Haswan; Indah Kurniawati; Jatmiko Susilo†
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.107527

Abstract

Background: Menopause potentially causes changes in metabolic disorders and atherosclerosis. This condition triggers cardiovascular disease (CVD) 16 times greater than breast cancer.Objective: This study aimed to identify the prevalence of CVD risk factors in Prolanis participants at the Semarang Regency Health Center.Methods: A cross-sectional study was conducted with 147 participants, who were selected from a group of 208 individuals who had undergone menopause and agreed to participate, and for whom complete data was available. Data on body mass index, blood pressure, random glucose levels, and cholesterol were collected from August to October 2025. Statistical analyses were then performed using one-way ANOVA and Pearson's correlation test.Results: The results showed that menopause and the age at first menopause were significantly different, while the differences and correlations between menopause and blood pressure, blood glucose, and lipid levels were not significant.Conclusion: The prevalence of metabolic syndrome (Met-S) in postmenopausal women increases with age. Menopause and Met-S had no significant differences and correlations, although women with Met-S showed a higher risk of CVD.
Prevalence of Depression and Anxiety Symptoms in Patients with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in Ambon City in 2025 Freti Sartika Datu; Arlen Resnawaldi; Sherly Yakobus
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.110118

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan gangguan endokrin yang paling umum pada wanita usia reproduksi dan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian terkait aspek psikologis SOPK di Indonesia, khususnya di Kota Ambon, masih sangat terbatas.Tujuan: Mengetahui prevalensi gejala depresi dan kecemasan pada wanita dengan SOPK di Kota Ambon tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yang melibatkan 69 wanita usia 15– 49 tahun yang terdiagnosis SOPK berdasarkan Kriteria Rotterdam oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) secara digital dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan SPSS versi 29.0.Hasil: Sebanyak 31,9% responden mengalami gejala depresi, terdiri dari depresi ringan (23,2%), sedang (7,2%), dan berat (1,4%). Sementara itu, 50,7% responden mengalami gejala kecemasan, dengan rincian kecemasan ringan (21,7%), sedang (20,3%), dan berat (8,7%). Mayoritas gejala berada pada tingkat ringan hingga sedang, namun prevalensinya tetap tergolong tinggi.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan perlunya pelaksanaan skrining rutin serta pendekatan komprehensif dalam penanganan pasien SOPK yang mencakup aspek fisik dan psikologis, guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Teacher Support and Peer Influence as Determinants of Reproductive Hygiene Practices among Islamic Boarding School Students in West Lombok, Indonesia M Karjono; Murtiana Ningsih; Misroh Mulyaningsih
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.112069

Abstract

Latar Belakang: Menjaga kebersihan organ reproduksi, khususnya organ reproduksi eksternal pada santriwati, merupakan bagian penting dari perilaku kebersihan pribadi yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sumber informasi, dukungan pengasuh, dan pengaruh teman sebaya dengan tindakan menjaga kebersihan organ reproduksi pada santriwati di Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny, Lombok Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh santriwati yang berjumlah 186 orang. Sampel sebanyak 65 orang diambil dengan teknik systematic random sampling. Variabel bebas meliputi sumber informasi, dukungan pengasuh, dan pengaruh teman sebaya, sedangkan variabel terikat adalah tindakan menjaga kebersihan organ reproduksi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui analisis univariat dan bivariat dengan bantuan komputer.Hasil: Sebagian besar santriwati memiliki akses sumber informasi (53,8%), memperoleh dukungan pengasuh (56,9%), dan mengalami pengaruh teman sebaya (61%), dengan proporsi santriwati yang melakukan tindakan menjaga kebersihan organ reproduksi sebesar 63,1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pengasuh (p=0,016; r=0,76) dan pengaruh teman sebaya (p=0,003; r=0,82) dengan tindakan menjaga kebersihan organ reproduksi. Namun, sumber informasi (p=0,113) tidak berhubungan secara signifikan dengan tindakan tersebut.Kesimpulan: Dukungan pengasuh dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan menjaga kebersihan organ reproduksi pada santriwati. Disarankan untuk meningkatkan peran dan fungsi pengasuh serta pengetahuan dan keterampilan santriwati dalam menjaga kesehatan organ reproduksi.
Profil Efek Toksisitas Hematologi Concurrent Chemoradiation Therapy (CCRT) dengan Kombinasi Cisplatin dan 5-Fluorouracil pada Pasien Kanker Serviks Stadium IIB – IVA Farid Nurdiansyah; Heru Pradjatmo; Rukmono Siswishanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114139

Abstract

Latar Belakang: Terapi kemoradiasi bersamaan (CCRT) merupakan pengobatan standar untuk kanker serviks stadium IIB–IVA, terapi kemoradiasi konkuren (CCRT) biasanya menggunakan cisplatin saja atau kombinasi cisplatin dan 5-fluorourasil (5-FU) yang diberikan bersamaan dengan radioterapi. Selama kemoterapi, penting untuk memantau dampak toksisitas hematologi. Efek toksisitas hematologi yang disebabkan oleh kemoterapi dapat memengaruhi kelancaran terapi dan bahkan dapat menyebabkan siklus kemoterapi berikutnya tertunda.Tujuan: Untuk menentukan gambaran toksisitas hematologi yang disebabkan oleh CCRT dengan kombinasi cisplatin dan 5-FU pada pasien dengan kanker serviks stadium IIB–IVA.Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasi deskriptif dengan subjek penelitian adalah pasien yang didiagnosis kanker serviks pertama kali pada periode Januari tahun 2018 sampai dengan Maret 2021. Sejumlah 31 pasien mendapatkan kemoterapi 5-Fluorouracil 500 mg dilanjutkan cisplatin 70 mg yang diberikan bersamaan dengan External Beam Radiation Therapy (EBRT). Kemoterapi diberikan setiap minggu, maksimal 6 kali siklus selama CCRT. Pasien mendapat terapi radiasi berupa EBRT selama 5 hari setiap minggu kemudian dilanjutkan dengan brakiterapi.Hasil: Dari analisis univariat didapatkan bahwa dari 31 pasien didapatkan sebagian besar berusia ≥ 50 tahun dengan paritas ≥ 3, hasil histopatologi SCC derajat differensiasi sedang – buruk dan stadium II B - III A. Hampir mayoritas pasien mengalami toksisitas hematologi derajat 1 (anemia 51,6%, leukopenia 22,6%, trombositopenia 12%). Sedangkan yang mengalami toksisitas neutropenia sebagian besar derajat 2 (9,7%).Kesimpulan: CCRT dengan regimen cisplatin ditambah 5-fluorouracil memiliki risiko efek toksisitas hematologi berupa anemia, leukopenia, trombositopenia, dan neutropenia dengan derajat toksisitas masing – masing berbeda.
Analisis Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul pada Pasien Ginekologi di RSUD Arifin Achmad: Studi Retrospektif 2022–2025 Jojor Sihotang; Edy Fakhrizal; Sri Wahyu Maryuni; Imelda E.B Hutagaol; Agnes Regina Bagariang; Clarentia Sitangang; Artia Martha Vania Butarbutar
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114434

Abstract

Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi ginekologis yang signifikan menurunkan kualitas hidup perempuan, terutama pada populasi lanjut usia dan multipara. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 30,9% (95% CI 24,4–38,2%). Di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan regional seperti RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, data epidemiologis komprehensif mengenai POP dan faktor risikonya masih sangat terbatas, sehingga menghambat pengembangan strategi pencegahan dan tata laksana klinis yang tepat sasaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko demografis dan klinis utama yang berhubungan dengan POP serta menganalisis hubungan faktor risiko dengan pola diagnosis prolaps organ panggul (sistokel, rektokel, dan prolaps uteri) pada pasien ginekologi yang ditangani di RSUD Arifin Achmad periode 2022–2025.Metode: Studi analitik potong lintang retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien ginekologi yang didiagnosis POP. Variabel yang diekstraksi meliputi usia, paritas, jenis persalinan, status menopause, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit kronis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko independen.Hasil: Analisis terhadap 515 rekam medis pasien ginekologi menunjukkan bahwa diagnosis prolaps organ panggul yang paling banyak ditemukan adalah rektokel. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia ≥50 tahun, telah memasuki masa menopause, dan memiliki status multiparitas. Temuan ini menunjukkan bahwa prolaps organ panggul bersifat multifaktorial dan lebih dipengaruhi oleh faktor obstetri.Kesimpulan: POP merupakan kondisi multifaktorial yang sangat berkaitan dengan usia, paritas, persalinan pervaginam, menopause, dan obesitas pada populasi kami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan terstruktur seperti pelatihan otot dasar panggul, program pengelolaan berat badan, dan edukasi pasien yang ditargetkan untuk kelompok berisiko tinggi. Studi ini menyediakan dasar bukti penting bagi pengembangan pedoman klinis dan intervensi kesehatan masyarakat di bidang uroginekologi di tingkat lokal.
Dampak Penerapan Teori Caring Jean Watson terhadap Kecemasan Anak yang Mengalami Hospitalisasi: Literature Review Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Dhavina Fasha; Salwa Nimatussu Aidah; Lukita Alya Nurjanah; Syafitri Ayu Lestari; Sindi Ratnasari; Reyda Okta Remadani; Fitri Ani; Maulida Rizqia Rohmahyanti; Selpia Audina; Adila Zahrotul Saadah; Rohmat Nur Rojab
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114575

Abstract

Kecemasan akibat hospitalisasi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian keperawatan, terutama bagi balita yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang asing. Artikel ini bertujuan menganalisis literatur mengenai penerapan teori caring jean watson bagi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. Kami meninjau lima belas artikel sepuluh tahun terakhir dari pubmed dan google scholar, dengan menggunakan kata kunci “Kecemasan” “Caring”, ”Jean Watson”, “anak”,  dan “Dampak Hospitalisasi”. Artikel yang dipilih berfokus pada keperawatan anak dan penerapan teori Caring Watson. Empati, pembangunan kepercayaan, komunikasi efektif, dan dukungan spiritual secara signifikan menurunkan rasa takut anak. Selain itu, keterlibatan orang tua, penggunaan seragam perawat berwarna-warni, dan lingkungan rumah sakit ramah anak terbukti efektif mengurangi stres. Pendekatan humanistik yang menekankan empati, kehangatan, dan lingkungan tenang terbukti efektif mengurangi kecemasan pada anak selama masa pengobatan.
Histeroskopi dalam Diagnosis dan Terapi Adhesi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim pada Pasien Uterus Bikorporeal: Laporan Kasus Novita, Devie; Ayuandari, Sarrah; Attamimi, Ahsanudin; Widad, Shofwal
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114776

Abstract

Pelepasan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada uterus bikorporeal merupakan tantangan klinis akibat kompleksitas anatomi uterus. Kondisi patologis seperti adhesi AKDR dapat meningkatkan risiko kegagalan pelepasan secara konvensional. Untuk melaporkan peran histeroskopi sebagai modalitas diagnostik dan terapeutik dalam penatalaksanaan adhesi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada pasien dengan uterus bikorporeal setelah kegagalan pelepasan secara konvensional. Seorang perempuan 33 tahun, multipara P2A0 dengan uterus bikorporeal, dirujuk ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan dugaan adhesi AKDR setelah satu tahun pemasangan. Pasien mengeluhkan nyeri perut di luar siklus menstruasi disertai keputihan. Ultrasonografi transvaginal menunjukkan uterus bikorporeal dengan dua AKDR intrauterin. Histeroskopi memungkinkan visualisasi langsung kavum uteri, konfirmasi adhesi AKDR, serta tindakan terapeutik secara simultan, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan keberhasilan pelepasan. Histeroskopi merupakan modalitas minimal invasif yang efektif, aman, dan cost-effective dalam penatalaksanaan kegagalan pelepasan AKDR, terutama pada pasien dengan kelainan kongenital uterus.
Influence of Ovarian Tissue Size on Follicle Recruitment Through PTEN Pathway due to Post-Vitrification Cryoinjury Fajar Akbar Ramadhan; Shofwal Widad; Muhammad Lutfi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.91513

Abstract

Background: The health of the reproductive organs is one of the most essential things in humans for maintaining offspring. However, loss of fertility or infertility can occur in a person as a result of the effects of cancer treatment. The frozen method of the ovarian cortex is the most widely used technique for fertility preservation, such as in cancer patients. The frozen storage process is categorized into several phases, namely: (1) vitrification, which involves solidifying the aqueous environment of cells or tissue into a non-crystalline glass phase; (2) slow freezing; (3) dry preservation; and (4) nonfreezing storage below zero degrees. Recently, research that specifically discusses the impact of frozen storage, especially cryoinjury, on follicle recruitment in ovarian tissue has been limited. It is necessary to conduct research on the effect of cryoinjury on follicle recruitment via the PTEN pathway in various sizes of ovarian tissue after vitrification.Objective: To determine the effect of ovarian tissue size on follicle recruitment through the PTEN pathway due to post-vitrification cryoinjury.Methods: Goat ovarian cortex tissue samples were divided into fresh and post-vitrification groups. Ovarian tissue is grouped according to the sizes 10x10x1 mm, 5x5x1 mm, and 2.5x2.5x1 mm. The number and proportion of follicles and PTEN protein expression are outcome parameters.Results: A total of 412 follicles were found in all treatment samples, with details of 301 follicles found in the fresh samples and 111 follicles found in the vitrified samples. The total number of follicles in vitrified samples (mean rank: 11.56) showed a significantly lower number (P < 0.05) when compared with fresh samples (mean rank: 25.44). Regarding PTEN expression, the number of follicles expressing PTEN was lower in vitrified tissue. This shows a decrease in the number of follicles, which inhibits follicle recruitment in the ovarian cortex. The number of positive primordial follicles in vitrified samples (mean rank: 12.61) decreased significantly (P < 0.05) compared to fresh samples (mean rank: 24.39).Conclusion: There is an effect of various sizes of ovarian on follicle recruitment through the PTEN pathway due to cryoinjury after vitrification and a relationship between changes in PTEN antibody expression in the PI3K-PTEN-Akt pathway and changes in the percentage of primordial follicles after PTEN vitrification.
Promosi Kesehatan Berbasis Film Psikoedukasi Pernikahan Dini sebagai Upaya Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Perempuan Rachel Cezia Devinda Natalia Putri; Ahmad Guntur Alfianto; Ari Dwi Sulaksono
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.94268

Abstract

Latar Belakang: Dampak dari praktik pernikahan dini adalah masalah kesehatan reproduksi, terutama perempuan. Upaya pencegahan melalui pendekatan secara keterampilan hidup dan psikologis dengan metode promosi kesehatan audio visual yaitu film.Tujuan: Menganalisis tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja perempuan sebelum dan sesudah diberikan film psikoedukasi pencegahan pernikahan dini.Metode: Penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan adalah quasy-experiment design. Kelompok intervensi dengan media film psikoedukasi dan kelompok kontrol dengan media leaflet. Responden adalah remaja perempuan usia 13-16 tahun. Dengan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dimodifikasi dari kementerian kesehatan. Uji yang digunakan adalah uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan.Hasil: Perbedaan pengetahuan kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberikan film dan leaflet (0,000). Terdapat perbedaan efektifitas kedua media tersebut (0,011). Psikoedukasi memberikan dampak karena melalui pendekatan keterampilan hidup dan psikologis.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberikan film psikoedukasi dan leaflet pencegahan pernikahan dini. Film psikoedukasi lebih berdampak dalam peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi.
Efektivitas Minyak Aromaterapi Lavender dan Aromaterapi Melati terhadap Nyeri Haid (Dismenore) pada Mahasiswi Aisyah Fitri; Lipinwati Lipinwati; Esa Indah Ayudia; Hanina Hanina; Ahmad Syauqy
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114539

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan keluhan nyeri yang umum dialami oleh wanita usia reproduktif, khususnya pada masa menstruasi. Salah satu cara nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah aromaterapi, seperti minyak lavender (Lavandula angustifolia) dan melati (Jasminum officinale).Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan minyak aromaterapi lavender dan aromaterapi melati terhadap nyeri haid (dismenore)  pada mahasiswi kedokteran Universitas Jambi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest design. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan aromaterapi lavender dan kelompok yang diberikan aromaterapi melati.Hasil: Menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri haid setelah pemberian kedua jenis aromaterapi, dengan penurunan yang signifikan pada kelompok aromaterapi lavender dan kelompok aromaterapi melati (p < 0,05).Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender dan melati efektif dalam menurunkan nyeri haid pada mahasiswi kedokteran Universitas Jambi.