cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
A Rare Cause of Secondary Postpartum Hemorrhage: Uterine Scar Dehiscence with Cervico-Isthmic Laceration After Repeat Cesarean Section Berns, Annike Ida; Ayuandari, Sarrah; Maliki, Fauzan Achmad; Prawitasari, Shinta; Ariffianto, Adi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.118397

Abstract

To describe a rare and atypical case of secondary postpartum hemorrhage (PPH) induced by uterine scar dehiscence in conjunction with an unexplained uterine laceration in the cervico-isthmic region. We report the case of a 29-year-old woman, gravida 2 para 2, who had significant vaginal bleeding and signs of hemorrhagic shock 10 days post-repeated cesarean section. The bleeding was not controlled despite initial resuscitation and medical care. Transabdominal ultrasonography revealed signs of pathology at the previous cesarean scar site. Due to persistent hemodynamic instability, an emergency laparotomy was conducted, exposing active hemorrhage from uterine scar dehiscence, as well as a laceration extending caudally into the cervico-isthmic area, without a clearly identifiable cause. Definitive management required total hysterectomy to achieve hemostasis. This case highlights the importance of consideration of structural causes when medical treatment fails, as early surgical intervention can be life-saving.
Conference Abstract Book PIT HOGSI 2026 in Collaboration with Jurnal Kespro UGM PIT HOGSI 2026; Jurnal Kespro UGM
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Special Edition : Conference Proceedings PIT HOGSI 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.119186

Abstract

Kegiatan Makalah Bebas pada Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) HOGSI 2026 dengan tema “Implementasi Obstetri Ginekologi Sosial dalam Peningkatan Kuantitas & Kualitas Pelayanan Obstetri Ginekologi: Strategi Penurunan AKI, AKB serta Double Burden dengan Integrasi Kesehatan Reproduksi dan Hilirisasi Berbasis Kearifan Lokal”.
Ikatan Orangtua-anak dalam Perilaku Seksual Berisiko Remaja Eby Frivana; Mery Ramadani; Melisa Yenti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.70523

Abstract

Latar Belakang: Terjadi peningkatan perilaku seksual berisiko pada remaja di Indonesia. Sebanyak 12% wanita melaporkan pernah mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Parental bonding diidentifikasi sebagai salah satu penyebab krusial.Tujuan: Mengetahui hubungan parental bonding dengan perilaku seksual berisiko pada remaja.Metode: Desain potong lintang dengan sampel 231 siswa. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda. Perhitungan oddsratio dengan mengontrol variabel kovariat yang dicurigai mengganggu hubungan antara parental bonding dengan perilaku seksual berisiko.Hasil: Sebanyak 52,4% remaja memiliki perilaku seksual berisiko tinggi, 47,6% kurang merasakan bonding dengan orangtua. Lebih separuh mendapatkan pengaruh teman sebaya yang tinggi (56,3%), cukup religius (52,4%), tinggal dengan keluarga lengkap (81,8%) dan sosial ekonomi cukup (50,2%). Remaja dengan parental bonding kurang, memiliki peluang 43 kali lebih tinggi dalam perilaku seksual berisiko setelah dikontrol peer role, social media, religiusitas dan struktur keluarga.Kesimpulan: Lebih separuh remaja memiliki perilaku seksual berisiko tinggi dan memiliki parental bonding yang kurang. Ada hubungan yang bermakna antara parental bonding dengan perilaku seksual berisiko.
Gambaran Pemanfaatan Antenatal Care selama Pandemi Covid-19 Maria Lupita Nena Meo; Adriani Natalia M; Anastasia Marine Lumentut
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.72043

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan pembatasan  pergerakan dan pembatasan sosial di terapkan oleh beberapa negara sebagai upaya  untuk menekan penyebaran virus covid-19 . Akan tetapi kebijakan pembatasan pergerakan (lockdown) dan pembatasan sosial ini berdampak pada pada pembatasan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh semua masyarakat  termaksud pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran    pemanfaatan pelayanan ANC oleh ibu hamil selama situasi pandemic covid 19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey cross –sectional yang dilakukan di  3 puskemas yang ada di Kota Manado. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 90 ibu hamil yang direkrut dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskritif.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu hamil 58,% tidak teratur melakukan ANC selama pandemi covid 19. Proprosi ibu hamil yang mendapatkan zat besi selama ANC sebanyak 62%, proporsi ibu hamil yang mendapatkan asam folat sebanyak 53% dan proporsi ibu hamil yang mendapatkan imunisasi TT adalah 29%.Kesimpulan: Selama pandemi covid 19, sebagaian besar ibu hamil tidak teratur melakukan  pemanfaatan pelayanan ANC. Hal tersebut disebabkan karena pembatasan pelayanan ANC. Perlu pemberdayaan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sederhana di rumah, dan mengoptimalkan konsultasi kesehatan ibu hamil melalui telepon dan media social.
Perbandingan Profil Lipid Pasien Ooforektomi Bilateral karena Patologi Organ Ginekologi Enam Bulan Pasca dan Tanpa Kemoterapi Erlina Wulandari; Agung Dewanto; Addin Trirahmanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.72791

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan patologi ginekologi yang dilakukan tindakan ooforektomi bilateral dan terjadi surgical menopause memiliki risiko gangguan metabolisme lipid lebih besar daripada menopause alami. Sebagian pasien ini  mendapatkan kemoterapi dengan akibat gangguan profil lipid yang bersifat sementara selama kemoterapi namun diketahui akan membaik setelah enam bulan dari terapi terakhir.Tujuan: Mengetahui perbandingan gambaran profil lipid pasien ooforektomi bilateral (surgical menopause) pada enam bulan pasca kemoterapi dan tanpa kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.Metode: Penelitian deskriptif ambidirectional cohort pada wanita premenopause yang menjalani ooforektomi bilateral oleh karena patologi ginekologi (tumor ovarium, uterus, atau serviks) dengan atau tanpa kemoterapi. Profil lipid (kolesterol total, trigliserida, LDL, HDL) dan estradiol diukur pada enam bulan pasca kemoterapi atau satu tahun pasca ooforektomi.Hasil: Pada kelompok enam bulan pasca kemoterapi didapatkan hasil yang normal untuk rerata kadar kolesterol total 194,42+33,14 mg/dL, trigliserida 146,21+71,71 mg/dL, serta HDL 50,79+9,40 mg/dL namun kadar LDL di atas kadar normal (133,00+32,23 mg/dL). Kelompok tanpa kemoterapi memiliki rerata kadar kolesterol total 215,38+38,48 mg/dL, trigliserida 168,92+87,26 mg/dL, dan LDL 143,04+37,75 mg/dL yang di atas ambang nilai normal dengan perbedaan signifikan pada kadar kolesterol total (p=0,049). Kadar estradiol tidak berbeda bermakna pada kedua kelompok.Kesimpulan: Kelompok subjek surgical menopause dengan kemoterapi memiliki kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL normal pada enam bulan setelah kemoterapi terakhir dibandingkan kelompok nonkemoterapi yang memiliki kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL yang lebih tinggi. Diperlukan pemeriksaan profil metabolik sebelum terapi dan pemantauan pasca tindakan serta edukasi pada populasi ini.
Dukungan Suami dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Cerviks Zuhrotunida Zuhrotunida; Suwardiman Suwardiman
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.93764

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks tetap menjadi penyebab utama kematian, terutama karena diagnosis yang terlambat. Cakupan deteksi dini masih sangat rendah, yaitu 6,83%, dibandingkan dengan target nasional sebesar 70%. Salah satu hambatan dalam deteksi dini adalah perilaku perempuan dalam mencari layanan kesehatan. Oleh karena itu, dukungan dari suami sangat penting dalam mendorong perempuan untuk menjalani skrining dini kanker serviks.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan yang diberikan oleh suami dan perilaku yang ditunjukkan oleh istri terkait deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita di Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 100 responden, yang dipilih menggunakan metode sampling acak. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan koefisien korelasi produk-moment Pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 40% kasus kanker serviks stadium awal yang terdeteksi dalam kategori aktif di RSAB Harapan Kita. Sementara itu, 96% responden melaporkan menerima dukungan yang baik dari suami mereka. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan dari suami dan perilaku yang mengarah pada deteksi dini kanker serviks pada wanita usia reproduksi (nilai P = 0,00), dengan rasio peluang (OR) sebesar 2,787. Hal ini menunjukkan bahwa wanita yang menerima dukungan kuat dari suami mereka hampir tiga kali lebih mungkin menjalani skrining kanker serviks dini dibandingkan dengan mereka yang menerima dukungan yang tidak memadai dari suami mereka.Kesimpulan: Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara dukungan pasangan dan deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat meningkatkan kesadaran dan mengambil inisiatif dalam melakukan skrining dini kanker serviks.
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit dan Jahe Terhadap Penurunan Intensitas Dismenore dengan Riwayat Keluarga sebagai Variabel Moderating Rhegita Budiani; Wijayanti Wijayanti; Hutari Puji Astuti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.93999

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan keluhan umum pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas. Terapi nonfarmakologis, seperti minuman jahe dan kunyit, menjadi alternatif mengurangi dismenore, riwayat keluarga diduga memengaruhi intensitas dismenore.Tujuan: Mengetahui pengaruh minuman jahe dan kunyit terhadap penurunan intensitas dismenore dengan riwayat keluarga sebagai variabel moderating.Metode: Penelitian quasi-eksperimental pretest–posttest. Sampel 66 remaja putri dengan dismenore primer dipilih purposive sampling. Intensits dismenore diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS), riwayat keluarga didapatkan melalui wawancara. Analis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan regresi moderasi.Hasil: Uji nilai Asymp minuman jahe dan kunyit dapat mengurangi disminore. Uji regresi linear riwayat keluarga berperan sebagai moderating.Kesimpulan: Pemberian minuman kunyit dan jahe meringankan gejala dismenore, dengan riwayat keluarga sebagai faktor yang memengaruhi efek intervensi.
Hubungan Nilai Rasio Neutrofil Limfosit dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Preterm Aldila Geri Istantina; Ahsanudin Attamimi; Diah Rumekti Hadiati
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.95144

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, insidensi ketuban pecah dini, juga dikenal sebagai PPROM (preterm premature membranes rupture), mencapai 4,5% dari seluruh komplikasi kehamilan. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi intraamniotik sebesar lima belas hingga tiga puluh lima persen dan infeksi pascapersalinan sebesar lima belas hingga dua puluh lima persen. Sekitar 60% kasus ketuban pecah dini preterm disebabkan oleh infeksi bakteri ascending, yang meningkatkan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Dalam kasus ketuban pecah dini preterm, respons inflamasi pada chorion dan amnion menyebabkan pelepasan sitokin yang lebih besar, yang ditandai dengan peningkatan jumlah neutrofil. Rasio neutrofil-limfosit merupakan ukuran penting dari status inflamasi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana rasio neutrofil-limfosit dan insidensi ketuban pecah dini preterm berhubungan satu sama lain.Metode: Studi cross-sectional ini melibatkan ibu hamil 37 minggu atau lebih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta antara 1 Januari 2018 dan 31 Desember 2021.Hasil: Menurut hasil penelitian terhadap delapan puluh pasien, nilai AUC (area di bawah kurva) sebesar 0,902 menunjukkan bahwa kemampuan untuk memprediksi rasio neutrofil-limfosit (RNL) terhadap kejadian ketuban pecah dini (KPD) preterm mencapai 90,2%. Nilai titik cut-off RNL lebih dari 3,55 menunjukkan nilai sensitivitas, spesifisitas, NPP, NPN, akurasi, dan indeks Youden optimal. Nilai RNL = 3,55 ditetapkan Dengan nilai p = 0,001 dan risiko relatif (RP, 95% CI) = 12,667 (3,285–48,847), hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik maupun klinis antara RNL dan kejadian KPD preterm.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia kehamilan yang setara, pasien dengan KPD preterm memiliki nilai RNL 12,6 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa KPD.
Roberts Syndrome: A Case Report Regina Arumsari; Shinta Prawitasari; Ahsanudin Attamimi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.98160

Abstract

Sindrom Roberts (RBS) merupakan kelainan autosomal resesif yang jarang terjadi, dengan perkiraan prevalensi belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi pada gen Establishment of cohesion 1 homolog 2 (ESCO2) pada lengan pendek kromosom 8, dan ditandai dengan malformasi ekstremitas simetris, anomali kraniofasial, gangguan pertumbuhan, keterbelakangan mental, kelainan jantung dan ginjal. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menggambarkan temuan dari kasus yang dicurigai sebagai sindrom Roberts yang lahir di Rumah Sakit Umum Dr. Sardjito dan untuk mengkaji proses diagnostik pada kasus yang dicurigai sebagai sindrom Roberts di negara-negara berpendapatan rendah seperti Indonesia. Wanita berusia 32 tahun datang ke RS pada usia kehamilan 29 minggu. Skrining sonografi antenatal menunjukkan kehamilan tunggal dengan kelainan kongenital multipel: labiognatopalatoschisis, tulang humerus pendek dengan tanpa struktur lengan bawah. Setelah konseling tentang kondisi janin dan prognosis, diputuskan dilakukan terminasi kehamilan melalui induksi Misoprostol. Pemeriksaan postnatal menunjukkan bayi berat lahir sangat rendah dengan labiopalatoschisis, malformasi telinga, defek septum ventrikel, paten foramen ovale, eventrasio diafragma, phocomelia bilateral, sindaktili, dan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) kaki kiri. Bayi ini dicurigai sindrom Roberts, dan di rencanakan pengujian sitogenetik. Namun hal ini tidak dilakukan karena mahalnya biaya pengujian dan ketersediaan tes. Kondisi bayi tersebut memburuk dan kemudian meninggal pada hari kedua setelah lahir. Kecurigaan terhadap sindrom Roberts mungkin dimulai selama USG prenatal pada janin dengan kelainan kongenital multipel. Angka kematian tinggi pada manifestasi klinis yang parah. Penatalaksanaan lanjutan bagi para penyintas melibatkan pendekatan medis multidisiplin. Manifestasi Sindrom Roberts dapat mengakibatkan lahir mati atau kematian pada periode pasca-kelahiran. Temuan prenatal dari kelainan ekstremitas harus dievaluasi dengan baik untuk mendeteksi anomali terkait yang mungkin terkait dengan sindrom tertentu, sehingga membantu dokter memprediksi prognosis, dan selanjutnya memutuskan manajemen yang tepat.
Determinan Kegagalan Induksi Persalinan pada Kehamilan Aterm: Studi Retrospektif di RSUP Dr Sardjito Periode 2020-2022 Noer Elvi Saidah Agustina Sucipto Putri; Detty Siti Nurdiati; Diannisa Ikarumi Enisar Sangun
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.99812

Abstract

 Latar Belakang: World Health Organization (WHO) tahun 2012 memaparkan 300.000 atau sekitar 60% ibu hamil menjalani persalinan melalui bedah sesar. Tingginya kegagalan induksi persalinan yang berujung pada peningkatan bedah sesar mendorong WHO untuk merekomendasikan Sistem Klasifikasi Robson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka bedah sesar pada hamil cukup bulan yang direncanakan induksi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (2020-2022).Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan induksi persalinan pada kehamilan cukup bulan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta periode Tahun 2020-2022.Metode: Studi analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional, dengan data sekunder catatan medis dan analisis Robson.Hasil: Dari 269 subjek penelitian, didapatkan kegagalan induksi persalinan pada Grup 2 sebesar 38,8% dan Grup 4 sebesar 27,9%. Keberhasilan induksi persalinan dipengaruhi oleh indeks massa tubuh <30 kg/m² dan skor Bishop 2-9, sementara kegagalan induksi persalinan dipengaruhi oleh usia <20 dan >35 tahun, nulliparra, serta taksiran berat janin >3500 gram.Kesimpulan: : IMT < 30 kg/m² dan skor Bishop 2-9 induksinya lebih berhasil, sementara faktor-faktor lain meningkatkan risiko kegagalan induksi persalinan. Dosis penggunaan obat misoprostol, rute pemberian misoprostol, dan waktu paruh misoprostol, tidak memberikan hasil yang bermakna dalam induksi persalinan.