cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Profil Efek Toksisitas Hematologi Concurrent Chemoradiation Therapy (CCRT) Dengan Kombinasi Cisplatin Dan 5-Fluorouracil Pada Pasien Kanker Serviks Stadium IIB – IVA Nurdiansyah, Farid; Pradjatmo, Heru; Siswishanto, Rukmono
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114139

Abstract

Latar Belakang: Terapi kemoradiasi bersamaan (CCRT) merupakan pengobatan standar untuk kanker serviks stadium IIB–IVA, terapi kemoradiasi konkuren (CCRT) biasanya menggunakan cisplatin saja atau kombinasi cisplatin dan 5-fluorourasil (5-FU) yang diberikan bersamaan dengan radioterapi. Selama kemoterapi, penting untuk memantau dampak toksisitas hematologi. Efek toksisitas hematologi yang disebabkan oleh kemoterapi dapat memengaruhi kelancaran terapi dan bahkan dapat menyebabkan siklus kemoterapi berikutnya tertunda.Tujuan: Untuk menentukan gambaran toksisitas hematologi yang disebabkan oleh CCRT dengan kombinasi cisplatin dan 5-FU pada pasien dengan kanker serviks stadium IIB–IVA.Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasi deskriptif dengan subjek penelitian adalah pasien yang didiagnosis kanker serviks pertama kali pada periode Januari tahun 2018 sampai dengan Maret 2021. Sejumlah 31 pasien mendapatkan kemoterapi 5-Fluorouracil 500 mg dilanjutkan cisplatin 70 mg yang diberikan bersamaan dengan External Beam Radiation Therapy (EBRT). Kemoterapi diberikan setiap minggu, maksimal 6 kali siklus selama CCRT. Pasien mendapat terapi radiasi berupa EBRT selama 5 hari setiap minggu kemudian dilanjutkan dengan brakiterapi.Hasil: Dari analisis univariat didapatkan bahwa dari 31 pasien didapatkan sebagian besar berusia ≥ 50 tahun dengan paritas ≥ 3, hasil histopatologi SCC derajat differensiasi sedang – buruk dan stadium II B - III A. Hampir mayoritas pasien mengalami toksisitas hematologi derajat 1 (anemia 51,6%, leukopenia 22,6%, trombositopenia 12%). Sedangkan yang mengalami toksisitas neutropenia sebagian besar derajat 2 (9,7%).Kesimpulan: CCRT dengan regimen cisplatin ditambah 5-fluorouracil memiliki risiko efek toksisitas hematologi berupa anemia, leukopenia, trombositopenia, dan neutropenia dengan derajat toksisitas masing – masing berbeda.
Analisis Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul Pada Pasien Ginekologi di RSUD Arifin Achmad: Studi Retrospektif 2022–2025 Sihotang, Jojor; Fakhrizal, Edy; Maryuni, Sri Wahyu; Hutagaol, Imelda E.B; Bagariang, Agnes Regina; Sitangang, Clarentia; Butarbutar, Artia Martha Vania
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114434

Abstract

Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi ginekologis yang signifikan menurunkan kualitas hidup perempuan, terutama pada populasi lanjut usia dan multipara. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 30,9% (95% CI 24,4–38,2%). Di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan regional seperti RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, data epidemiologis komprehensif mengenai POP dan faktor risikonya masih sangat terbatas, sehingga menghambat pengembangan strategi pencegahan dan tata laksana klinis yang tepat sasaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko demografis dan klinis utama yang berhubungan dengan POP serta menganalisis hubungan faktor risiko dengan pola diagnosis prolaps organ panggul (sistokel, rektokel, dan prolaps uteri) pada pasien ginekologi yang ditangani di RSUD Arifin Achmad periode 2022–2025.Metode: Studi analitik potong lintang retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien ginekologi yang didiagnosis POP. Variabel yang diekstraksi meliputi usia, paritas, jenis persalinan, status menopause, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit kronis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko independen.Hasil dan Pembahasan: Analisis terhadap 515 rekam medis pasien ginekologi menunjukkan bahwa diagnosis prolaps organ panggul yang paling banyak ditemukan adalah rektokel. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia ≥50 tahun, telah memasuki masa menopause, dan memiliki status multiparitas. Temuan ini menunjukkan bahwa prolaps organ panggul bersifat multifaktorial dan lebih dipengaruhi oleh faktor obstetri.Kesimpulan: POP merupakan kondisi multifaktorial yang sangat berkaitan dengan usia, paritas, persalinan pervaginam, menopause, dan obesitas pada populasi kami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan terstruktur seperti pelatihan otot dasar panggul, program pengelolaan berat badan, dan edukasi pasien yang ditargetkan untuk kelompok berisiko tinggi. Studi ini menyediakan dasar bukti penting bagi pengembangan pedoman klinis dan intervensi kesehatan masyarakat di bidang uroginekologi di tingkat lokal.
Dampak Penerapan Teori Caring Jean Watson terhadap Kecemasan Anak yang Mengalami Hospitalisasi: Literature Review Metilda, Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Fasha, Dhavina; Aidah, Salwa Nimatussu; Nurjanah, Lukita Alya; Lestari, Syafitri Ayu; Ratnasari, Sindi; Remadani, Reyda Okta; Ani, Fitri; Rohmahyanti, Maulida Rizqia; Audina, Selpia; Saadah, Adila Zahrotul; Rojab, Rohmat Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114575

Abstract

Latar belakang: Kecemasan akibat hospitalisasi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian keperawatan, terutama bagi balita yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang asing.Tujuan: Artikel ini bertujuan menganalisis literatur mengenai penerapan teori caring jean watson bagi anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.Metode: Kami meninjau tiga belas artikel sepuluh tahun terakhir dari pubmed dan google scholar, dengan menggunakan kata kunci “Caring”, ”Jean Watson”, “Nursing”, dan “Child”. Artikel yang dipilih berfokus pada keperawatan anak dan penerapan teori Caring Watson.Hasil dan pembahasan: Empati, pembangunan kepercayaan, komunikasi efektif, dan dukungan spiritual secara signifikan menurunkan rasa takut anak. Selain itu, keterlibatan orang tua, penggunaan seragam perawat berwarna-warni, dan lingkungan rumah sakit ramah anak terbukti efektif mengurangi stres.Kesimpulan: Pendekatan humanistik yang menekankan empati, kehangatan, dan lingkungan tenang terbukti efektif mengurangi kecemasan pada balita selama masa pengobatan.
Histeroskopi dalam Diagnosis dan Terapi Adhesi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim pada Pasien Uterus Bikorporeal: Laporan Kasus Novita, Devie; Ayuandari, Sarrah; Attamimi, Ahsanudin; Widad, Shofwal
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114776

Abstract

Latar Belakang: Pelepasan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada uterus bikorporeal merupakan tantangan klinis akibat kompleksitas anatomi uterus. Kondisi patologis seperti adhesi AKDR dapat meningkatkan risiko kegagalan pelepasan secara konvensional. Tujuan: Untuk melaporkan peran histeroskopi sebagai modalitas diagnostik dan terapeutik dalam penatalaksanaan adhesi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada pasien dengan uterus bikorporeal setelah kegagalan pelepasan secara konvensional.Metode: Seorang perempuan 33 tahun, multipara P2A0 dengan uterus bikorporeal, dirujuk ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan dugaan adhesi AKDR setelah satu tahun pemasangan. Pasien mengeluhkan nyeri perut di luar siklus menstruasi disertai keputihan. Ultrasonografi transvaginal menunjukkan uterus bikorporeal dengan dua AKDR intrauterin.Hasil dan Pembahasan: Histeroskopi memungkinkan visualisasi langsung kavum uteri, konfirmasi adhesi AKDR, serta tindakan terapeutik secara simultan, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan keberhasilan pelepasan.Kesimpulan: Histeroskopi merupakan modalitas minimal invasif yang efektif, aman, dan cost-effective dalam penatalaksanaan kegagalan pelepasan AKDR, terutama pada pasien dengan kelainan kongenital uterus.