Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles
145 Documents
Efektivitas Strategi REACT Berbasis Keislaman terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kecerdasan Spiritual
Wahyuni, Fina Tri;
Arthamevia, Arnetta Thalia;
Kurniawan, Galih
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jmtk.v3i2.8635
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi REACT berbasis keislaman dibandingkan dengan strategi konvensional terhadap kemampuan penyelesaian masalah dan kecerdasan spiritual. Jenis penelitian menggunakan quasi experiment design. Populasi yaitu seluruh mahasiswa semester 1 program studi tadris matematika pada salah satu universitas di Kudus yang berjumlah 117 mahasiswa dengan sampel kelas B1TMR yang berjumlah 40 mahasiswa sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas A1TMR sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpul data yaitu instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah derivatif sebanyak 5 soal uraian dan instrumen angket untuk mengukur kecerdasan spiritual dengan skala likert sebanyak 14 butir angket. Teknik analisis data yaitu statistik parametrik dengan Uji-t untuk kemampuan pemecahan masalah dan statistik non-parametrik Uji Mann-Whitney U untuk kecerdasan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuliahan strategi REACT berbasis keislaman lebih efektif dibandingkan strategi konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan spiritual mahasiswa. This research aims to determine the effectiveness of the Islamic-based REACT strategy compared to conventional strategies on problem-solving abilities and spiritual intelligence. The research uses a quasi-experiment design. The population is all the first semester students of mathematics education at one of the universities in Kudus, totaling 117 students with a sample of B1TMR class of 40 students serving as an experimental class while class A1TMR serves as a control class. The data collection instruments included a test instrument in the form of 5 essay questions to measure derivatives problem-solving ability and a questionnaire instrument to measure spiritual intelligence with a Likert scale of 14 questionnaires. The data analysis techniques were parametric statistics with a t-test for problem-solving abilities and non-parametric statistics, the Mann-Whitney U test for spiritual intelligence. The results showed that Islamic-based REACT strategy lectures were more effective than conventional strategies on students' problem-solving abilities and spiritual intelligence.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THREE STEPS INTERVIEW(TSI) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADAMATERI FUNGSI DITINJAU DARIKECERDASAN MATEMATIS LOGISSISWA
Maharani, Rizqona
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v1i1.4458
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Three Steps Interview (TSI) dengan Pendekatan Saintifik (PS) dan Pembelajaran Klasikal dengan Pendekatan Saintifik (PS)terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan multiple.Penelitian ini merupakan eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3 danpopulasinya adalah seluruh siswa kelas 8 di SMPN Sukoharjo.Pengumpulan data digunakan instrumen tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan matematis logis. Teknik analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian ini adalah (1)Siswa yang dikenai model TSI-PS memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang dikenai model Klasikal-PS. (2)Siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis tinggi memperoleh prestasi belajar lebih baik dibanding siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang dan rendah, siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan matematis logis rendah (3)Pada setiap model pembelajaran, siswa dengan kecerdasan matematis logis tinggi memperoleh prestasi belajar lebih baik dibanding siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang dan rendah, siswa dengan kecerdasan matematis logis sedang memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan matematis logis rendah(4)Pada setiap tingkat kecerdasan matematis logis, siswa yang dikenai model TSI-PS memperoleh prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang dikenai model Klasikal-PS.
Desain Didaktis untuk Mengatasi Learning Obstacle Siswa Sekolah Menengah Atas pada Materi Fungsi Invers
Pratamawati, Amalia
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v3i1.7264
Menurut beberapa penelitian yang relevan, siswa mengalami kesulitan atau kesalahpahaman dalam mempelajari konsep fungsi invers. Penyebab kesulitan dan kesalahpahaman ini didasarkan pada kenyataan bahwa konsep fungsi invers umumnya diajarkan berdasarkan hafalan dan aturan rutin. Kesulitan-kesulitan ini tentu akan menjadi hambatan bagi siswa dalam mempelajari materi fungsi invers. Upaya untuk membantu siswa mengatasi hambatan belajar dalam pembelajaran harus didasarkan pada teori yang dapat diterima untuk membawa hasil lebih banyak. Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam perencanaan pembelajaran matematika adalah desain didaktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktis dalam mengatasi hambatan belajar siswa SMA dalam materi fungsi invers. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Tes pembelajaran kendala dilakukan pada siswa sekolah menengah di kelas XII Sains dan penelitian desain didaktis dilakukan pada siswa SMA di kelas XI Sains. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik hambatan belajar siswa SMA dalam materi fungsi invers meliputi: hambatan didaktis, hambatan ontogenik, dan hambatan epistemologis. Desain didaktis menjalani beberapa revisi, termasuk revisi untuk beberapa situasi didaktis, perkiraan waktu, dan respon yang tidak terduga.According to several relevant studies, students experience difficulties or misconceptions in learning the concept of inverse function. The cause of these difficulties and misconceptions is based on the fact that the concept of inverse functions is generally taught based on memorization and routine rules. These difficulties will certainly be obstacles for students in learning the inverse function material. Efforts to help students overcome learning obstacle in learning must be based on an acceptable theory in order to bring more results. One alternative that can be used in planning mathematics learning is didactic design. This study aims to develop a didactic design in overcoming high school students' learning obstacles in the inverse function material. The study was conducted in one of the State High Schools in the Meranti Islands Regency, Riau Province. The obstacle learning test was conducted on high school students in class XII Science and didactical design research was conducted on high school students in class XI Science. The research findings show that the characteristics of high school students' learning obstacles in the inverse function material include: didactical obstacles, ontogenic obstacles, and epistemological obstacles. Didactic design underwent several revisions, including revisions to some didactic situations, estimated time, and unexpected responses.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Integral Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw
Murwati, Sri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v2i1.6340
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas XII IPS 3 materi Integral melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Gebog Kudus. Hasil observasi pada akhir siklus, tampak mengalami peningkatan sebagai berikut: rata-rata hasil belajar siswa 67,41 menjadi 70,16, siswa belum tuntas sebanyak 16 siswa menjadi 12 siswa, persentase siswa yang tidak tuntas 50% menurun menjadi 37,5% dan ketuntasan belajar siswa dari 50% meningkat menjadi 62,5%. Aktivitas siswa dalam mengamati kegiatan diskusi dan presentasi terlihat meningkat di atas 70%. Aspek lain juga mengalami peningkatan. Ada 2 siswa yang mengalami penurunan aktivitas. Data pendapat siswa yaitu 10 siswa (31,25%) sangat senang, 15 siswa merasa senang, 2 siswa merasa normal dan 5 siswa tidak senang. The purpose of this study is to improve the process and learning outcomes in class XII IPS 3 on Integral material through JIGSAW Type Cooperative Learning model. The research subjects were students of class XII IPS 3 of SMA Negeri 1 Gebog Kudus. The results of observations at the end of the cycle, seemed to increase as follows: the average student learning outcomes of 67.41 to 70.16, students have not completed as many as 16 students to 12 students, the percentage of students who did not complete 50% decreased to 37.5% and student learning completeness of 50% increased to 62.5%. Student activity in observing discussion and presentation activities seemed to increase above 70%. Other aspects also experienced an increase. There were 2 students experiencing decreased activity. Student opinion data that 10 students (31.25%) are very happy, 15 students feel happy, 2 students feel normal and 5 students are not happy.
Hubungan antara Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan Technology Integration Self Efficacy (TISE) Guru Matematika di Madrasah Ibtidaiyah
Wahyuni, Fina Tri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v2i2.6358
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat TPACK guru matematika MI di Gebog Kudus. Selain itu juga akan dilihat tingkat TISE guru matematika MI Gebog Kudus dan tingkat signifikansi hubungan TPACK dan TISE pada guru matematika MI Gebog Kudus. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah 143 guru matematika yaitu guru madrasah dari kelas satu sampai kelas enam. Teknik pengumpulan data menggunakan TPACK dan TISE Questionnaire, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat TPACK guru matematika MI Gebog Kudus pada tingkat sederhana, 2) Tingkat TISE guru matematika MI Gebog Kudus pada tingkat sederhana, dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara TPACK dengan TISE di MI guru matematika di Gebog Kudus. The study aims to determine the TPACK level of MI mathematics teachers in Gebog Kudus. It will also look at the TISE level of MI mathematics teachers at Gebog Kudus and the level of significance of the relationship between TPACK and TISE on MI mathematics teachers at Gebog Kudus. The design of this study uses quantitative research approaches with correlational designs. Subjects in the study were 143 mathematics teachers, namely madrasah teachers from first grades through sixth. Data collection techniques using the TPACK and TISE Questionnaire, observation and interviews. The results showed that: 1) the TPACK level of MI mathematics teachers at Gebog Kudus at a simple level, 2) the TISE level of MI mathematics teachers at Gebog Kudus at a simple level, and 3) there was a significant relationship between TPACK and TISE at MI mathematics teachers at Gebog Kudus.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Teorema Pythagoras Melalui Model Think Talk Write
Malikhah, Siti
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jmtk.v4i1.10462
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik pada materi teorema pythagoras melalui model Think Talk Write (TTW) pada salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kudus. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIII pada salah satu SMP di Kudus yang berjumlah 30 orang. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar pada materi teorema pythagoras peserta didik. Rata-rata nilai ulangan harian matematika pra siklus adalah 63, sedangkan nilai rata-rata matematika pada siklus 1 adalah 76 dan nilai rata-rata matematika pada siklus 2 adalah 74. Selain nilai, keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan. Pembelajaran matematika dengan model TTW mampu melampaui indikator keberhasilan yang telah ditentukan yakni lebih dari 70. Sehingga model TTW dapat menjadi alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik. This study aims to improve students' mathematics learning achievement on the Pythagorean theorem material through the Think Talk Write (TTW) model at one of the Junior High Schools in Kudus. This research was conducted in the even semester of the 2019/2020 school year. This research method is classroom action research. The research subjects were students of class VIII at one of the junior high schools in Kudus, totaling 30 people. The research procedure consisted of two cycles and each cycle consisted of planning, implementing, observing, and reflecting. The results showed an increase in learning achievement in the material of the Pythagorean theorem of students. The average pre-cycle math test score was 63, while the math average score in cycle 1 was 76 and the average math score in cycle 2 was 74. In addition to grades, student activity also increased. Mathematics learning with the TTW model is able to exceed the predetermined success indicator, namely 70. So the TTW model can be an alternative learning model to improve students' mathematics learning achievement.
Membangun Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Pendekatan Saintifik: Sebuah Perspektif
Nashihah, Ummi Hanik
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jmtk.v3i2.7193
Komunikasi matematis merupakan kemampuan penting yang harus dikuasi oleh siswa yang belajar matematika. Berkembangnya kemampuan komunikasi matematis salah satunya didukung oleh keaktivan dan kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran matematika. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif berkolaborasi secara ilmiah. Langkah-langkah pendekatan saintifik memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Diskusi kelompok dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Artikel ini mendiskusikan tentang membangun kemampuan komunikasi matematis siswa melalui pendekatan saintifik. Mathematical communication is an important skill that students learning mathematics must master. One of the developments of mathematical communication skills is supported by the activeness and collaboration of students in the mathematics learning process. A scientific approach is an approach to learning mathematics that provides students the opportunity to actively collaborate scientifically. The steps of the scientific approach provide room to develop mathematical communication skills. Group discussions can be a vehicle for students to develop mathematical communication skills. This article discusses building students' mathematical communication skills through a scientific approach.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN DAYA NALARSISWA
Lestari, Mulyaningrum
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v1i2.4877
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran talking stick berbantuan CD pembelajaran terhadap kemampuan daya nalar siswa kelas X. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MA Abadiyah Kuryokalangan Gabus, Pati. Sampel penelitian ini diambil secara cluster random sampling dan terpilihkelas X.C sebagai kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran talking stick berbantuan CD pembelajaran, dan kelas X.D sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran ekspositori. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, proporsi, dan perbedaan rerata. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil kemampuan daya nalar kelas eksperimen dapat mencapai ketuntasan minimal siswa sebesar 88,46 %;2) rata-rata kemampuan daya nalar kelas eksperimen yaitu 78 lebih besar dari kelas kontrol, yaitu 75,30; Saran penelitian ini: model pembelajaran talking stick berbantuan CD pembelajaran dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran materi dimensi tiga.
Pembelajaran Matematika Melalui Konteks Islam Nusantara: Sebuah Kajian Etnomatematika di Indonesia
Richardo, Rino
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v3i1.6998
Pembinaan karakter kepada siswa dapat dilakukan melalui internalisasi budaya dan agama dalam materi pelajaran. Penelitian ini membahas studi budaya Islam Nusantara dalam pembelajaran matematika dengan topik aljabar dan probabilitas. Penelitian ini menggunakan metode perpustakaan. Data yang diperoleh adalah publikasi artikel penelitian dalam jurnal ilmiah. Artikel yang dianalisis mencakup tiga tahap, yaitu mengatur, mensintesis, dan mengidentifikasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya Islam Nusantara dapat digunakan untuk mengajarkan konsep dalam pembelajaran matematika, dan budaya ini dapat digunakan sebagai bahan dalam memperkuat pendidikan karakter. Character building to students can be done through internalization of culture and religion in the subject matter. This study discusses the study of Islam Nusantara culture in mathematics learning with algebra and probability topics. This research uses library method. The data obtained is a publication of research articles in a scientific journal. The article analyzed includes three stages, namely organize, synthesize, and identify. The results of data analysis show that culture of Islam Nusantara can be used to teach a concept in learning mathematics, and this culture can be used as material in strengthening character education.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PETA KONSEP PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS X SMA DI KABUPATEN KUDUS
Sri Handayani, Endang
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/jpm.v1i1.4453
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan peta konsep, Jigsaw tanpa peta konsep, dan pembelajaran langsung ditinjau dari sikap ilmiah peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 3x3. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Nopember 2015. Populasi adalah seluruh peserta didik SMA se-Kabupaten Kudus kelas X semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Instrumen yang digunakan adalah nilai UAN, angket sikap ilmiah, dan tes prestasi belajar matematika dengan materi persamaan kuadrat dalam bentuk pilihan ganda. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran kooperatif model Jigsaw dengan peta konsep menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada Jigsaw tanpa peta konsep dan pembelajaran langsung; (2) Prestasi belajar matematika peserta didik yang mempunyai sikap ilmiah tinggi lebih baik daripada yang mempunyai sikap ilmiah sedang atau rendah, peserta didik dengan sikap ilmiah sedang maupun rendah mempunyai prestasi belajar matematika yang sama; (3) Pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar matematika peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi lebih baik daripada yang memiliki sikap ilmiah sedang atau rendah; (4) Pada masing-masing tingkatan sikap ilmiah, pembelajaran dengan Jigsaw dengan peta konsep menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada Jigsaw tanpa peta konsep maupun pembelajaran langsung.