Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Modul Integral Menggunakan Geogebra berbasis revolusi 4.0 Ma’ulfi Kharis Abadi; Nur Hidayanti
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i3.3072

Abstract

Penelitian ini menggunakan aplikasi geogebra dalam membuat materi integral, dengan tujuan mempermudah dalam memberikan materi kepada mahasiswa. Karena banyak kendala yang dialami dalam memberikan materi integral yang sifatnya dimensi tiga jika dalam menulis manual di whiteboard. Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan modul integral dengan menggunakan aplikasi GeoGebra berbasis revolusi 4.0 sesuai dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan model ADDIE (Analisys, Desaign, Development, Implementation, Evaluation). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Banten Jaya, sedangkan sampel yang diambil adalah mahasiswa program studi teknik sipil pada fakultas teknik. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa modul yang dikembangkan oleh peneliti sudah layak digunakan dengan uji ahli dan bisa dilanjutkan untuk dijadikan bahan ajar.
PERENCANAAN REHABILITASI SALURAN INDUK DAERAH IRIGASI CIBINUANGEUN DI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Restu Candra; Rino Dwi Sadi; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 3 No 1 (2021): josce: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v3i1.1133

Abstract

Irrigation is an effort to provide and regulate water for agricultural land. The main objective of this study is to plan the rehabilitation of the main channel of Cibinuangeun irrigation area, Lebak Regency, Banten Province. The main channel serves to carry water from the main network to the secondary channel and tertiary plot. The material can be made of masonry, concrete or masonry and concrete. The Cibinuangeun main channel relies on a water source from the Cibinuangeun river through the Cibinuangeun weir building. The Cibinuangeun Irrigation Area has a functional area 2570 ha. The condition of the Cibinuangeun main canal currently has a lot of damage, which results in water drainage being not optimal so it is necessary to plan for rehabilitation by directly examining the condition of the canals at the location to determine the volume of damage and calculate the cost of rehabilitation on the channel. The research method used is the Irrigation Planning Criteria issued by the Ministry of Public Works, Directorate General of Water Resources as the basis for standard irrigation planning. The results showed that the trapezoidal trunk channel and the current available flow rate were not in accordance with the initial planning of the Cibinuangeun main channel construction, due to sedimentation and damage to the walls and floor of the leaking channel. The level of damage to the main line reached 47,37% of a total trunk length of 950 meters. The planned cost required for the rehabilitation of the Cibinuangeun main channel is four hundred seventy million four hundred thousand rupiah.
PERANCANGAN STRUKTUR JALAN REL ANTARA STASIUN CIGADING - STASIUN ANYER KIDUL Muhamad Fahmi Azis; Dasa Aprisandi; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 3 No 02 (2021): josce: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v3i02.1447

Abstract

Dalam perencanaan jalan rel terdapat Perencanaan struktur yang berisi spesifikasi rel, bantalan, penambat serta ketebalan ballast yang akan digunakan untuk menopang beban kereta api. Dalam perencanaan jalan rel Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu, literature yang dikumpulkan seperti buku dan artikel. Juga melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi jalur kereta api. Dari hasil penelitian diperoleh cara untuk merencanakan struktur jalan rel dengan nilai kecepatan rencana 120 km/jam dari stasiun Cigading-stasiun Anyer Kidul serta tetap memperhatikan atura-aturan,yaitu sebagai berikut: 1. Memilih kategori kelas jalan rel yang digunakan sesuai dengan PM No.60 Tahun 2012,kemudian memilih data-data perencanaan sesuai kelas jalan yang dipilih seperti jenis tipe rel,bantalan,penambat,dan syarat-syarat ketebalan balas. 2. Dengan menggunakan kecepatan rencana 120 km/jam yang melebihi batas kecepatan maksimum PM No.60 Tahun 2012, maka dilakukan analisis perhitungan menggunakan parameter-parameter keamanan. Hasil dari analisis perhiitungan membuktikan bahwa hasil kecepatan recana 120 km/jam masih mampu dilalui oleh kelas I dengan tipe rel R.54,dengan tebal ballas 30 cm, jenis bantalan beton menggunakan K-500 dan penambat tipe pandrol E-Clip dengan 20 mm dengan pelengkap pelat landas Ruber Pad.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU BETON SPUN PILE DIAMETER 300 MM PRODUKSI PT. WASKITA BETON PRECAST - PLANT BOJONEGARA Agus Saputra; M. Ichwanul Yusup; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 01 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i01.1683

Abstract

Pengendalian mutu beton tiang pancang sangat mempengaruhi akan kekuatan tiang pancang tersebut, dalam menunjang kekuatan suatu pondasi gedung yang akan dibangun. Spun Pile adalah jenis pondasi dalam yang merupakan bagian dari struktur bangunan dan dirancang untuk menahan beban struktur suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data pengendalian mutu spun pile yang meliputi uji property material, mix design, test slump, dan uji kuat tekan benda uji. Dalam pengendalian mutu spun pile terdiri dari berbagai macam metode pengujian matrial. Mulai dari uji agregat kasar dan agregat halus, job mix, sampai dengan pengujian benda uji. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kandungan material alam yang digunakan untuk pembuatan produk spun pile, agar dapat ditentukan layak atau tidak digunakan dan untuk mengetahui kekuatan mutu beton spun pile yang direncanakan. Proses pembuatan spun pile dilakukan dengan peralatan yang canggih untuk menunjang pekerjaan dan dilakukan perawatan terhadap produk supaya mengurangi produk cacat. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengujian material dalam pengendalian mutu beton harus sesuai standar, pembuatan produk harus bagus dan berkualitas, cara mengatasi produk cacat dengan baik serta cara perawatan produk yang bagus.
PERLUNYA PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DIKABUPATEN SERANG ( Studi Kasus: Trayek Cilegon-Bojonegara) Telly Rosdiyani; Ma'ulfi Kharis Abadi; Devi Purwasih
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 01 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i01.1816

Abstract

Pertumbuhan penduduk di kota Cilegon setiap tahunnya meningkat, tentunya menuntut kebutuhan moda untuk dapat melayani transportasi di wilayah tersebut, Dengan demikian kinerja pelayanan angkutan sangatlah berperan penting. Kinerja pelayanan dimaksudkan prilaku yang nyata yang ditampilkan sebagai hasil kerjanya. Kondisi angkutan kota dikabupaten Serang pada trayek Cilegon-Bojonegara secara visual angkutan kendaraan yang sudah tua, waktu tunggu yang lama, serta pengalaman driver yang minim dalam berkendara. Sehingga faktor-faktor tersebut mengakibatkan kurang nyaman bagi pengguna angkutan dengan demikian bertujuan dapat menganalisa kinerja angkutan kota dikabupaten Serang pada trayek Cilegon-Bojonegara. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pengambilan data primer dan skunder untuk mengetahui berupa waktu antara (headway), faktor muat (load factor), jumlah angkutan kota yang beroprasi, serta data responden. Dari hasil penelitian ini angkutan kota dikabupaten Serang memiliki waktu antara (headway) nilai rata-rata tertinggi sebesar 26,1 menit dan rata-rata terendah sebesar 14,9 menit. Faktor muat (load factor) nilai rata-rata maksimum sebesar 15 % dan rata-rata minimum sebesar 4 % sehingga jumlah angkutan kota dikabupaten Serang pada trayek Cilegon-Bojonegara kekurangan angkutan sebesar 2 unit artinya waktu antara (headway) belum memenuhi standar kinerja angkutan kota/umum dapat dilihat dari waktu puncak diperoleh sebesar 21 menit yang dibandingkan yaitu 15 menit. Faktor muat (load factor) masih kurang dari standar kinerja angkutan umum/kota dapat dilihat dari rata-rata yang didapat sebesar 10% yang dibandingkan dengan standarnya yaitu sebesar 70%. Jumlah angkutan yang beroperasi masih kekurangan 2 unit, karena faktor muat penumpang masih kurang sehingga tidak banyak angkutan kota yang dibutuhkan untuk memenuhi penumpang trayek Cilegon-Bojonegara dan upaya dalam peningkatan angkutan menurut hasil survai responden sebesar 44,7 % berpendapat perlunya oprasional angkutan diperbaiki dengan sarana angkutan diremajakan.
RESPON MAHASISWA TERHADAP KULIAH KERJA MAHASISWA PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA (KKM PKM) SAAT PANDEMI COVID-19 Ma'ulfi Kharis Abadi; Mutiah Mutiah
ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.476 KB) | DOI: 10.47080/abdikarya.v2i2.1078

Abstract

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan matakuliah wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Tahun 2020 terjadi pandemi Covid 19 dengan penularan melalui percikan-percikan (droplet) dari pederita sehingga untuk mengurangi resiko tertular harus menjaga jarak. Pemerintah mengeluarkan aturan PSBB kdalam penanganan Covid 19 yang berisikan dilarang berkumpul/jaga jarak. KKM harus dilaksanakan tanpa terjun ke masyarakat. KKM 2020 dilaksanakan dengan konsep KKM PKM dimana peserta KKM membuat proposal PKM. Penelitian ini dilakukan di Universitas Banten Jaya pada saat pelaksanaan KKM PKM. Kuesioner yang diberikan untuk menanggapi tugas dosen pembimbing lapangan, tugas individu, tugas kelompok PKM dan tugas kelompok besar KKM. KKM PKM dapat berjalan baik dilihat dari tugas dosen pembimbing lapangan dan tugas peserta dilaksanakan dengan baik. Terdapat peserta KKM yang merasa tidak puas mengikuti KKM PKM. Kajian KKM PKM ini dapat dijadikan bahan untuk perbaikan sehingga program KKM terlaksana dengan baik, sesuai tujuan dan peserta merasa puas.
EVALUASI FUNGSI SALURAN DRAINASE JALAN RAYA PETIR - SERANG STA. 0+700 SAMPAI DENGAN STA. 1+000 (LINGKUNGAN LEBAK CIPOCOK JAYA KOTA SERANG) M Ichwanul Yusup; Yuliana Yuliana; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 4 No 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2201

Abstract

Kota Serang memiliki daerah yang rawan akan terjadinya genangan, khususnya pada musim penghujan. Permasalahan banjir berawal dari peningkatan jumlah penduduk, perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan. Peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai mengakibatkan pemanfaatan lahan yang tidak tertib. Seperti kondisi saluran drainase yang terdapat di Jl. Raya Petir-Serang yang tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan terjadinya genangan. Dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menangani genangan yang terjadi dengan mengevaluasi kapasitas saluran drainase serta merencanakan kembali drainase akibat adanya pelebaran jalan pada jalan tersebut. Perhitungan hujan tahunan maksimum rata-rata menggunakan metode rata-rata Aljabar. Distribusi yang digunakan adalah Log Pearson Tipe III. Dalam menganalisis suatu intensitas curah hujan menggunakan rumus Mononobe dengan menggunakan berbagai periode ulang serta rumus Sherman digunakan untuk merancang kurva IDF dengan periode ulang 2, 5, 10, 25 tahun. Dari hasil perhitungan debit banjir rencana masing-masing periode ulang, maka diperoleh hasil dimensi desain saluran drainase dengan lebar (B) = 0,42 m, tinggi (h) = 0,55 m dan tinggi jagaan (w) = 0,50 m. Maka solusi untuk mengatasi permasalahan genangan ini perlu dilakukan perencanaan kembali drainase agar mampu menampung debit yang lebih besar sehingga tidak terjadi genangan.
ANALISIS PEKERJAAN BANGUNAN BAGI SEKUNDER PADA JARINGAN IRIGASI DI CIKURAY KECAMATAN CINANGKA KABUPATEN SERANG Afri Mujiyono; M Ichwanul Yusup; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 01 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i01.2439

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kebutuhan dan ketahanan pangan khususnya di daerah kabupaten serang, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air mempunyai program untuk meningkatkan dan merehabilitasi Jaringan Irigasi diwilayah kabupaten serang yang berlokasi di Cikuray Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang dengan kondisi sudah mengalami kerusakan, sehingga mengakibatkan kurangnya pasokan air untuk daerah irigasi tersebut. Oleh sebab itu program Rehabilitasi ini sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan kedepannya. Dalam program ini bertujuan untuk menstabilkan ketahan pangan nasional khususnya diwilayah banten. Konsultan sebagai pengawas di lapangan disamping ada pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang. Beberapa banguanan inti yang perlu diperbaiki antara lain mulai dari saluran pembagi, Bangunan Bagi sampai penambahan saluran baru. Proyek ini mempunyai luasan area 264,7 Ha, dengan Panjang salurannya 1612 m. Dari proyek ini penulis menganalisis pekerjaan bagunan bagi dan sadap. Tahapan analisis ini dengan menghitung data curah hujan rencana dengan menggunakan metode Normal,Log Normal,Gumbel dan Log Pearson type III di uji dengan metode smirnov-kolmogorov dan chi quadrat lalu menganalisis debit banjir rencana dengan metode HSS Nakayasu. Lalu menentukan dimensi dan jumlah bangunan bagi sekunder yang terdapat pada jaringan irigasi cikuray. Dari hasil penelitian ini kita dapat merencanakan suatu bangunan bagi sekunder yang dibutuhkan.
PENINGKATAN SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN CIKEPUH KOTA SERANG Ahmad Wildan Mauludi; Telly Rosdiyani; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 5 No 02 (2023): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v5i02.2779

Abstract

Transportation has a very important role for people's lives. Judging from the current condition of Serang City, if viewed from the perspective of facilities and infrastructure, it has started to be inversely proportional. The Cikepuh intersection is an important intersection because motorists often pass it to get to the old Banten, East Serang Toll Road and the Rau main market. Where the need for roads is not proportional to the large number of existing vehicles. The increase in vehicle volume will affect the level of traffic performance which will eventually cause congestion. This study aims to determine performance factors and alternative strategies, methods of analysis using MKJI 1997. For data collection to calculate the volume of traffic flow by conducting a survey for 3 days, namely Monday, Saturday and Sunday, with an interval of 15 minutes and taken in the morning : 06.00-09.00, afternoon: 11.00-14.00, and afternoon: 16.00-18.00. Obtained the value of the degree of saturation (DS) of 2.4. Get a queue opportunity of QP% = 28.6% -75.9%, the average approach width of WI = 2.90m, the value of Degree of Saturation (DS) > 0.75. Exceeds established safety standards. The average capacity is 624.5 smp/hour, and it greatly affects the intersection delay (D) showing instability, namely 6.656 s/pcu. From the data attached to the Cikepuh intersection, there should have been an increase in the road, because it was not sufficient for motorists to pass through the intersection. Due to the lack of traffic lights and street lighting, the lack of road width and intersection geometry with increased driver capacity.
PERENCANAAN STRUKTUR ABUTMENT DAN PONDASI JEMBATAN PANOSOGAN KECAMATAN CIKEUSAL KABUPATEN SERANG Bambang Hariyanto; Samudin Samudin; Telly Rosdiyani; Ma’ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3324

Abstract

Jembatan merupakan bagian dari infrastruktur transpotasi darat dimana berperan penting sebagai penghubung dan mempermudah, memperlancar berlalu lintas. Dengan demikian jembatan dibangun harus kuat dan tahan lama sesuai umur kelas jembatan. Seiring perkembangan zaman lalulintas kendaraan yang semakin padat kendaraan yang bermuatan besar sudah banyak melintas, beban bertambah mengakibatkan penurunan daya dukung jembatan. Jembatan Panosogan lebar jembatan hanya 3 m sudah tidak cukup untuk dua lajur kendaraan roda empat. Penulis ingin merencanakan dengan bentang jembatan 24 m, lebar jembatan 7 m yang terdiri dari 2 lajur. Tujuan penelitian mengetahui pondasi yang cocok untuk jembatan Panosoogan, mengetahui stabilitas abutment, serta mengetahui volume beton yang dibutuhkan. Kebutuhan data yang diperlukan data primer dan skunder dengan teknik pengambilan data ini penulis melakukan wawancara terhadap pihak Perencanaan Bina Marga DPUPR Kabupaten Serang serta document lainnya. Hasil perencanaan dengan data sondir menghasilkan daya dukung tanah pondasi Qult 265,122 t/m², dengan jenis tanah granuller dan nilai faktor keamanan (F. K) 3 dimensi lebar 4,2 m, tebal 0,7 m, lebar kolom 0,8, panjang pondasi 8 m dan kedalaman pondasi 2,4m jenis pondasi telapak sudah cukup kuat untuk digunakan. Stabilitas abutment terhadap geser sebesar 9,401 > 3 (Aman), Stabilitas terhadap guling sebesar 4,616 > 3 (Aman) dan Stabilitas terhadap eksentrisitas (e) 0,131 < 0,7 (Aman) dengan kontrol tegangan tanah pada dasar abutment sebesar 88,374 t/m2. volume beton mutu k-350 ; fc 30, untuk dua buah abutment membutuhkan volume beton sebanyak 119,472 m3.