Articles
353 Documents
Efek Senam Hamil Terhadap Stres Inkontinensia Urin (SIU) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiron
Widya Kusumawati;
Yunda Dwi Jayanti
coba Vol 7 No 1 (2018): Nopember 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.169 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v7i1.183
Kehamilan membawa begitu banyak perubahan pada tubuh seorang wanita sehingga tidak mengejutkan bila timbul beberapa ketidaknyamanan selama kehamilan. Salah satu ketidaknyamanan yang sering timbul pada kehamilan adalah stres inkontinensia urin (SIU). Stres inkontinensia urin (SIU) merupakan jenis inkontinensia yang paling sering ditemukan, dengan angka prevalensi sekitar 14,7-52%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek senam hamil terhadap stres inkontinensia urin (SIU) pada kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Tiron pada bulan April - Juli 2018. Sampel penelitian sebanyak 30 responden kelompok senam dan 30 responden kelompok kontrol dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Data stres inkontinensia urin pada kehamilan diperoleh melalui instrumen kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Man-Whitney U Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden kelompok senam, terdapat 16 responden (53,33%) mengalami stres inkontinensia urin ringan, dan terdapat 3 responden (10%) mengalami stres inkontinensia urin berat. Hasil analisa diperoleh nilai p = 0,018, yang artinya ada efek yang signifikan senam hamil terhadap stres inkontinensia urin (SIU) pada kehamilan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan konseling kehamilan untuk membantu mengurangi keluhan stres inkontinensia urin (SIU) pada kehamilan.
HUBUNGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Dwi Rahayu
coba Vol 7 No 1 (2018): Nopember 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.086 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v7i1.191
Manfaat pemberian ASI Eksklusif sangat besar untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, imunologis, dan psikologis serta ekonomi. Meskipun manfaat pemberian ASI Eksklusif sudah jelas bagi ibu dan bayi, namun cakupan pemberian ASI Eksklusif kepada bayi masih rendah. Kegagalan pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu masalah yang terjadi pada ibu postpartum. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pemberian ASI adalah kondisi ibu seperti percaya diri atau keyakinan ibu untuk memberikan ASI. Self efficacy memiliki pengaruh dalam pemberian ASI eksklusif. Keyakinan diri disebut dengan self efficacy menggambarkan keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan tertentu agar dapat mewujudkan hasil-hasil yang diharapkan atau diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Breastfeeding Self Efficacy dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling dan didapatkan sebanyak 30 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah Breastfeeding Self Efficacy dan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Instrumen yang digunakan ada 2 yaitu breastfeeding self efficacy scale short form (BSES-SF) dan kuesioner untuk mengetahui keberhasilan menyusui. Hasil penelitian didapatkan nilai signifikansi nya 0,036 dimana < 0,05 berarti dapat diinterpretasikan adanya hubungan yang signifikan antara Breastfeeding Self Efficacy dan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Postpartum. Mengingat Breastfeeding Self Effikasi berpengaruh terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif maka diharapkan pemberian tindakan untuk meningkatkan Breastfeeding Self Efikasi Ibu Postpartum dapat dilakukan pada masa antenatal.
Pengaruh Pijat Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Finta Isti Kundarti;
Ira Titisari;
Naning Tri Windarti
coba Vol 3 No 1 (2014): Nopember 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.137 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v3i1.46
Pain in the labor are predisposition for anxiety, hyperventilation, thus causing oxygen requirements and increased blood pressure. Pain in the labor can be reduced by non- pharmacological methods, one of which is using aromatherapy. Lavender as an aromatherapy effect relaxation, pain relief, reduces anxiety and causes calmness. The purpose of this research was to know the effect of lavender massage aromatherapy to the level of the first stage of labor pain in the active phase of first stage labor. The research design used quasi experiment with pre-test post-test with control group design. The population in this research that the whole maternal active phase of the first stage in BPM Blabak’s Community Health Center Kediri Regency. The research time is June 23 until July 19 sampling techniques. The research instrument used scale observation. Statistical tests in this study using the paired t test.The results showed t value (11,000) > t table (2,262) and P value (0.000) < α (0.05), then H0 is rejected, which means there is effect of lavender (Lavandula angustifolia) massage aromatherapy to the pain labor level of the active phase in the first stage of labor. So the conclusion of lavender massage aromatherapy down the level of pain in the active phase of the first stage of labor. This method can be applied midwives to help reduce pain during childbirth. Keywords: Lavender Aromatherapy, Pain, Labor, Massage
HUBUNGAN PRE EKLAMSIA (PE) DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA DI RUMAH SAKIT PARE KABUPATEN KEDIRI
Yunarsih Yunarsih
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.701 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v8i1.178
Abstrack : Neonaturum Asfiksia is a condition where infants can not breathe spontaneously and regularly immediately after birth. Asphyxia in newborns one of the causes is hypertension in pregnancy. Asphyxia in newborns one of the causes is Pre Eklamcia (PE). Asphyxia can occur due to utero-plasenter perfusion disorders due to vasospasm and damage to spiralist arteries while in the womb. In Kediri district, asphyxia is at the top of the causes of neonatal mortality as much as 37.5%. Asphyxia in newborns one of the causes is PE. The purpose of this research is to know the relationship of PE with the occurrence of asphyxia of newborn baby in Pare Hospital Kediri Regency. This research uses cross sectional research design. The population in this study is a baby diagnosed with an asphyxia of 385. Using Tekhnik simple random sampling sampled a number of 62. The results of the study at Pare hospital showed that most mothers give birth by diagnosis of pre eklamcia experiencing mild hypertension 46 (74.2%) And most babies born from hypertensive mothers experience mild asphyxia 45 (72.6%). From data analysis using the Spearman Rank test, get the P-value 0.000 < 0.05. The conclusion of the study is that there is PE in pregnancy with asphyxia events in Pare Hospital in Kediri Regency. Keywords: Pre Eklamcia, Asphyxia Abstrak : Asfiksia Neonaturum merupakan suatu kondisi dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia yang disebabkan Pre Eklamsia terjadi karena gangguan perfusi utero-plasenter akibat vasospasme dan kerusakan arteri spiralis pada saat dalam kandungan. Hal ini mengakibatkan hypovolemia, vasospasme, penurunan perfusi utoroplasenta dan kerusakan sel endotel pembuluh darah plasenta Di kabupaten Kediri asfiksia berada diperingkat teratas penyebab kematian neonatus yaitu sebanyak 37,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pre Eklamsia dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di RS Pare Kabupaten Kediri. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang didiagnosa asfiksia sebanyak 385. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan tekhnik simple random sampling diambil sampel sejumlah 62 dari jumlah populasi. Hasil penelitian di RS Pare menunjukan bahwa sebagian besar ibu melahirkan dengan diagnosa PE mengalami hipertensi ringan 46 (74,2 %) dan Sebagian besar bayi lahir dari ibu hipertensi mengalami asfiksia ringan 45 (72.6 %). Dari analisis data menggunakan uji Spearman Rank di dapatkan hasil p-value 0.000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan PE dengan kejadian asfiksia di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri. Kata Kunci : Pre Eklamsia, Asfiksia.
PEKERJAAN IBUKU MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASIKU
Reny Noviasty;
Iin Duwi Handayani;
Wirda Alawiah
coba Vol 7 No 1 (2018): Nopember 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.624 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v7i1.184
Latar Belakang : Imunisasi adalah salah satu cara mencegah penyakit menular dengan memberikan antigen bakteriatau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Pemberian imunisasi pada usia bayi sangatlah penting untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang sang bayi untuk pertahanan tubuh sedari dini. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian imunisasi bayi usia 0-6 bulan dengan status pekerjaan ibu. Subyek dan Metode Penelitian : Subyek penelitian didapatkan melalui survey online adalah 17 ibu yang memiliki bayi usia di atas 6 bulan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 6 ibu bekerja, 7 ibu tidak bekerja, dan 4 ibu bekerja dirumah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan teknik kuota sampling. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis Test. Hasil dan Kesimpulan : Hasil analisis menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan nilai H lebih besar dari nilai Chi-Square table dengan α = 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara status pekerjaan ibu dengan jumlah pemberiaan imunisasi pada bayi usia 0-6 bulan.
MOTIVASI WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT DI DESA GEBANGSARI KECAMATAN JATIREJO MOJOKERTO
veryudha eka prameswari;
Indra Yulianti;
Tria Wahyuningrum
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.691 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v8i1.225
Masalah kesehatan reproduksi yang begitu komplek akhirnya timbul gagasan untuk melakukan skrining kanker serviks dengan metode yang sederhana, yaitu dengan pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA di Desa Gebangsari Kecamatan Jatirejo Mojokerto. Populasi pada penelitian semua Wanita Usia Subur yang berusia 20-35 tahun dan sudah menikah atau pernah berhubungan seksual di Desa Gebangsari Kecamatan Jatirejo Mojokerto sejumlah 102 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 43 orang. Variabel penelitian adalah motivasi Wanita Usia Subur dalam melakukan pemeriksaan IVA. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur mempunyai motivasi rendah dalam melakukan pemeriksaan IVA, yaitu 24 orang (55,8%), motivasi sedang sebanyak 17 orang (39,5%), dan motivasi tinggi sebanyak 2 orang (4,7%). Analisis data yang digunakan adalah persentase. Rendahnya motivasi WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA disebabkan oleh berbagai faktor yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, lingkungan, dan informasi sehingga tenaga kesehatan perlu memberikan penyuluhan tentang kanker leher rahim dan bagaimana pencegahan serta mendeteksinya sedini mungkin, memberikan reward pada ibu yang mau melakukan pemeriksaan IVA.
Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Dalam Menghadapi Menopause Di Kelurahan Oro-Oro Dowo Kota Malang
Devi Ertha Widorini;
Surachmindari Surachmindari;
Reni Wahyu Triningsih
coba Vol 6 No 1 (2017): Nopember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.114 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v6i1.149
Menopause is a condition in a woman who has decreased ovarian function resulting in decreased estrogen hormone production so that menstruation stops for good. At menopause women will experience physical or psychological changes. Some mothers believe the myths that develop in the midst of life related to menopause. Therefore, it is expected that menopausal mothers have sufficient knowledge about the life cycle that will be experienced. With sufficient knowledge, then the anxiety in the mother of menopause will be reduced. Knowledge can be obtained through health education in the form of counseling. The purpose of this study was to determine the effect of counseling about menopause on the level of anxiety in menopausal women in the face of menopause. Pre-experimental research design with One Group Pre-post Test Design and using cohort approach. This study used a simple random sampling technique with a sample of 31 menopausal women who met the inclusion criteria. The research instrument using HARS scale consists of 14 closed questions that have been modified. Then the data is analyzed with Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the significance value of 0,000 then H0 rejected, which means there is influence of counseling about menopause to the anxiety level in menopausal mothers in the face of menopause.
IDENTIFIKASI DAN PERAN BIOFILM DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETES
sintawati majid;
saldy yusuf;
Yuliana Syam
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.477 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v8i1.238
Pendahuluan : Salah satu komplikasi diabetes melitus (DM) yang paling banyak dilaporkan adalah luka kaki diabetes (LKD). LKD sangat rentan terpajan mikroorganisme dan berkembang menjadi diabetic foot infection (DFI). DFI dikaitkan dengan kehadiran biofilm pada luka. Berbagai jenis mikroorganisme bertanggung jawab sebagai pembentuk biofilm sehingga menghambat penyembuhan luka. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk mengetahui metode identifikasi dan peran biofilm dalam menghambat proses penyembuhan luka Metode : The method used is an electronic database of journals published through PubMed, Science Direct, Wiley and secondary search. Hasil : Review dari sembilan artikel yang telah direkrut melaporkan mayoritas mikroorganisme yang ditemukan pada LKD adalah produsen biofilm. Biofilm dapat dideteksi melalui pemeriksaan mikroskopis, metode lempeng mikro, metotoksik konvensional dan wound blotting non invasif. Adanya eksudate, kontrol glikemik yang buruk( HbA1c >8%), derajat luka, ukuran luka(≤4 cm), durasi luka(>3 bulan) dan lama menderita diabetes (10-19 tahun)berkaitan dengan keberdaan biofilm. Selain itu faktor risiko signifikan yang terkait dengan biofilm : paparan antibiotik, rekuren, riwayat amputasi, Multidrug-resistant (MDR) dan Extensive Drug resistant (XDR). Biofilm berperan dalam terhambatnya proses penyembuhan luka dan dapat menyebabkan inflamasi kronik. Diskusi : Golden standar metode identifikasi biofilm melalui pemeriksaan mikroskopis dengan biopsi jaringan luka. Biofilm berperan dalam peradangan kronik.
UPAYA PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH MELALUI METODE RHITMICAL DENGAN TREADMILL
ifa - roifah;
Sri Sudarsih
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.756 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v8i1.229
Diabetes merupakan penyakit kronis yang secara global meningkat di dunia dan secara nasional telah menduduki sepuluh besar penyakit penyebab kematian. Kadar gula yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi kronis. Latihan jasmani merupakan terapi yang dapat memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan jasmani yang dianjurkan bersifat aerobik, dalam hal ini adalah jalan kaki rhitmical. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya pengaruh jalan kaki rhitmical terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Gondang Kabupatan Mojokerto. Desain penelitian menggunakan pra experiment dengan metode one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian sebanyak 60 responden dengan teknik probability sampling yaitu simple random sampling didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 responden. Instrumen dalam penelitian yaitu lembar observasi. Hasil uji statistik Uji T data berpasangan (Paired t test) diperoleh nilai p value 0,000 < α 0,05 disimpulkan ada Pengaruh Jalan Kaki terhadap Perubahan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jalan kaki rhitmical menggunakan treadmill merupakan terapi dengan kelebihan memiliki ritme yang sama. Jalan kaki rhitmical dengan treadmill dapat meningkatkan sensitifitas insulin sehingga glukosa yang menumpuk di dalam darah dapat dengan mudah dibawa masuk ke dalam sel sehingga terjadi penurunan kadar gula darah.
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN DAN PERAWATAN LUKA DIABETES DI RUMAH SAKIT MILITER
Saldy Yusuf;
Abdul Gaffar;
Muh Hatta
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.752 KB)
|
DOI: 10.32831/jik.v8i1.239
Salah satu komplikasi kronik yang paling sering ditemui adalah Luka Kaki Diabetik (LKD) yang akan berakhir pada amputasi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang Pencegahan dan Perawatan Luka Diabetes. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian perawat RS TK II Pelamonia Makassar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling dengan besar sampel yakni 175 orang. Dari 100 orang perawat yang berpendidikan D-3, didapatkan jawaban salah tertinggi ada pada domain pertanyaan penggunaan alas kaki sebanyak 64 orang (64,0%), pada jenjang Pendidikan S1 dan Ners aspek terendah adalah deteksi resiko, pada mahasiswa S2 kesalahan dominan pada aspek deformitas kaki dan penggunaan alas kaki, masing-masing sebanyak 3 orang (60%). Evaluasi pengetahuan perawat tentang perawatan LKD pada perawat yang tidak memiliki sertifikat perawatan luka, didapatkan jawaban salah terbanyak ada pada domain pertanyaan Time Management sebanyak 118 orang (72.4%). Penelitian ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan perawat terkait evidence based practice dalam pencegahan LKD pada domain penggunaan alas kaki, deteksi resiko dan tanda deformitas kaki. Adapun pengetahuan perawat tentang proses perawatan, masih rendah pada aspek TIME Management dan penatalaksanaan biofilm.