cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
Optimization of Cardiovascular Function Through Low Impact Aerobic Exercise in Elderly with Hypertension Novianti, F. Indriani Eka; Alimansur, Moh.; Rahayu, Kun IKa Nur
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.929

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia akibat penurunan fungsi sistem kardiovaskular. Upaya nonfarmakologis seperti senam aerobic low impact dinilai aman dan efektif untuk menurunkan tekanan darah. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan 50 lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mayamuk, Kabupaten Sorong. Intervensi senam dilakukan dua kali seminggu selama April–Mei 2025. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Proporsi lansia dengan hipertensi derajat 1 turun dari 70% menjadi 24%, dan hipertensi derajat 2 dari 28% menjadi 0%. Sebanyak 58% responden mencapai tekanan darah normal pasca-intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), menandakan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Tekanan darah responden menurun secara signifikan setelah mengikuti senam aerobic low impact. Simpulan: Senam aerobic low impact efektif menurunkan tekanan darah melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung. Senam aerobic low impact berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi dan dapat dijadikan program rutin di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: aerobic low impact, hipertensi, lansia
PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW Pratama, Gumilar
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.919

Abstract

Kontrol tekanan darah merupakan kunci dalam terapi hipertensi melalui obat antihipertensi dan perubahan gaya hidup. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, terutama pada pasien dengan penyakit kronis. Meningkatnya penggunaan antihipertensi dipengaruhi oleh tingginya prevalensi hipertensi dan penggunaan obat yang tidak rasional. Hipertensi pada lansia memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan risiko kardiovaskular dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaannya kompleks, sehingga pemilihan obat seperti diuretik, ACE inhibitor, ARB, beta bloker, dan CCB harus disesuaikan. Kajian pola penggunaan obat hipertensi masih terbatas, sehingga diperlukan tinjauan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan geriatri. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif dengan pencarian data artikel menggunakan query search: "Penggunaan Antihipertensi pada Lansia" OR "Pola Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Lansia", "Antihipertensi Pasien Geriatri” "Evaluasi Rasionalitas Terapi Hipertensi pada Lansia" pada database Google Scholar dan Garuda. Artikel yang diambil memenuhi kriteria inklusi berupa jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) dan dapat diakses. 5 artikel yang digunakan dianalisis lebih lanjut. Hipertensi pada pasien geriatri didominasi oleh kelompok usia 60-74 tahun dengan proporsi perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Penggunaan obat dengan regimen tunggal lebih sering digunakan dibandingkan kombinasi. Jenis antihipertensi ynag digunakan calcium channel blocker (CCB) dan ACE inhibitor sebagai terapi utama. Dari aspek rasionalitas penggunaan obat menunjukan sudah sesuai dengan kriteria tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Penatalaksanaan hipertensi pada pasien geriatri menggunakan terapi tunggal dengan dominasi CCB (amlodipin). Meskipun sebagian besar rasional dalam penggunaan obat perlu ditingkatkan pemantauan dan evaluasi agar pemilihan obat lebih sesuai dengan kondisi klinis pasien dan pedoman terapi nasional maupun international. Kata Kunci: antihipertensi, hipertensi, lansia, obat, pasien geriatri
EFEKTIVITAS AROMATERAPI PANDAN WANGI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI KABUPATENN BLITAR Rohmah, Miftakhur; Mufida, Riza Tsalatsatul; Sholichah, Nazilatul Maulinda
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.928

Abstract

Pendahuluan: Produksi ASI merupakan determinan penyebab tingkat keberhasilan pemberian ASI. Fakta di lapangan menunjukan sebagian besar ibu menyusui memiliki Produksi ASI rendah. Menyusui sambil menghirup Aromaterapi Pandanwangi mampu mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas aromaterapi pandan wangi terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Desa Panggungsari Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Metodologi: Desain penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan One-Group Pra-Post Test Design. Populasi penelitian sebanyak 37 ibu nifas dan sampel penelitian sebanyak 35 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi produksi ASI. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji Paired T Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI sebelum diberikan aromaterapi pandan wangi adalah 87,17 ml. rata-rata produksi ASI setelah diberikan aromaterapi 152,14 ml. Hasil uji Paired T Test didapatkan nilai p = (0,001). Maka ( 0,001 < 0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pemberian aromaterapi daun pandan wangi terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Panggungrejo Kabupaten Blitar. Diskusi: Pemberian aromaterapi pandan wangi selama 1 minggu di dalam kamar terbukti mampu meningkatkan produksi ASI pada Ibu menyusui. Hal ini mengindikasikan bahwa daun pandan wangi berpotensi digunakan sebagai salah satu terapi komplementer yang aman dan efektif dalam mendukung keberhasilan menyusui. Kata Kunci: Aromaterapi Pandan Wangi, Produksi ASI, Menyusui
ANALISIS PERILAKU HIDUP SEHAT REMAJA PUTRI BERDASARKAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK TERKAIT DIABETES MELITUS TIPE 1 Syahadatina; Irma Yanti Rangkuti; Nofi Susanti; Donal Anjar Simanjuntak
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.948

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 1 (DMT1) adalah penyakit kronis yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) memegang peran penting dalam pencegahan dan deteksi dini DMT1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan praktik pola hidup sehat dalam upaya pencegahan DMT1. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan inferensial kuantitatif dengan desain pre-eksperimental satu kelompok (one-group pretest-posttest). Partisipan terdiri dari siswa kelas XI SMK Gelora Jaya Nusantara Medan yang bersedia mengikuti sesi edukasi DMT1. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, yang mengukur pengetahuan, sikap, dan praktik pola hidup sehat. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson untuk menilai hubungan antar variabel dan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap praktik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat antara pengetahuan, sikap, dan praktik. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap secara simultan berpengaruh signifikan terhadap praktik pola hidup sehat. Secara parsial, sikap memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik (p < 0,001), sedangkan pengetahuan tidak signifikan jika sikap dikontrol (p = 0,181). Diskusi: Sikap siswa merupakan faktor dominan yang memengaruhi penerapan praktik pola hidup sehat dalam pencegahan DMT1, sedangkan pengetahuan berpengaruh positif tergantung pada sikap. Hasil ini menekankan pentingnya program edukasi yang menekankan pembentukan sikap positif untuk mendorong perilaku hidup sehat di kalangan siswa. Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 1, pengetahuan, sikap, praktik, pola hidup sehat
HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA, DAN POLA MAKAN PADA PASIEN DISPEPSIA DI RSUD JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT TAHUN 2024 Aprilya, Chatriaty; Asri, Yuni
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.950

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang umum dan sering dikaitkan dengan pola makan serta karakteristik demografi. Pemahaman hubungan antara faktor-faktor tersebut penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang berbasis data sekunder dari rekam medis 156 pasien dispepsia pada tahun 2024 di satu rumah sakit. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, kelompok usia (remaja, dewasa, lansia), dan pola makan (konsumsi makanan pedas/asam/asin, konsumsi kopi, pola makan tidak teratur, diet rendah serat/restriktif, dan diet seimbang). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin pelaksanaan dengan nomor surat 445/312/RSUD/2026. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa (54,5%). Pola makan tidak teratur (30,8%) dan diet rendah serat atau restriktif (28,8%) merupakan pola yang paling sering dilaporkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan pola makan (p < 0,001) serta antara usia dan pola makan (p = 0,006). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan pada pasien dispepsia. Namun, interpretasi temuan perlu mempertimbangkan keterbatasan desain potong lintang, penggunaan data sekunder, dan setting penelitian satu pusat yang dapat membatasi generalisasi. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap pola makan dalam praktik klinis serta perlunya penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk memahami hubungan yang lebih komprehensif.  Kata Kunci: Dispepsia; Pola Makan; Jenis Kelamin; Usia; Studi Berbasis Rumah Sakit.
HUBUNGAN RISIKO KLINIS DENGAN STATUS TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT SALURANG, INDONESIA Kotika, Stevia Angelina; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.957

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada kelompok lansia, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan status tekanan darah menjadi penting untuk mendukung pengelolaan hipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko klinis dan status tekanan darah pada pasien lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang serta memanfaatkan data sekunder dari catatan kesehatan rutin. Sebanyak 35 pasien lansia diikutsertakan melalui teknik total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik sosiodemografi, faktor klinis, gaya hidup, dan status tekanan darah menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat. Uji chi-square atau Fisher exact digunakan dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin dari Puskesmas Salurang (No. 440/441/PKMS/XII/2025). Hasil menunjukkan bahwa 62,9% responden mengalami tekanan darah tidak terkontrol. Risiko klinis merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan secara signifikan (p = 0,005), sedangkan variabel lain tidak bermakna. Kesimpulannya, penguatan identifikasi dan pengelolaan risiko klinis penting untuk meningkatkan pengendalian tekanan darah pada lansia. Kata Kunci: hipertensi, lansia, pelayanan kesehatan primer, risiko klinis, status tekanan darah
FORTIFIKASI BIJI KLABET, DAUN KATUK, DAN KEFIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI AIR SUSU IBU Naafi'ah, Windi Alya; Wardhani, Ratih Kusuma
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.966

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan sumber nutrisi optimal bagi bayi usia 0–6 bulan, namun cakupannya di Indonesia masih belum mencapai target WHO. Salah satu kendala utama adalah rendahnya produksi ASI yang dipengaruhi faktor hormonal, stres, dan asupan gizi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi es krim fungsional yang difortifikasi dengan biji klabet (Trigonella foenum-graecum), daun katuk (Sauropus androgynus), dan kefir sebagai inovasi pangan untuk meningkatkan kelancaran ASI. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada 10 ibu menyusui di Tulungagung. Intervensi dilakukan dengan konsumsi es krim fortifikasi sebanyak 100 gram per hari selama 14 hari. Kelancaran ASI diukur menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Selain itu dilakukan uji proksimat dan uji mikrobiologis untuk menilai kandungan gizi dan keamanan produk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor kelancaran ASI setelah intervensi (Z = -2,814; p = 0,005). Analisis proksimat menunjukkan kandungan protein 29,4%, air 76,89%, lemak 8,9%, dan karbohidrat 45,68%. Uji mikrobiologis menunjukkan produk bebas dari Escherichia coli dan Salmonella sp., serta Staphylococcus aureus <10 CFU/g. Kesimpulan penelitian ini adalah es krim fortifikasi aman dikonsumsi, memiliki nilai gizi yang baik, dan berpotensi sebagai pangan fungsional untuk mendukung peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Kata  Kunci: ASI, daun katuk, biji klabet, kefir, es krim fungsional.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN HEALTH BELIEF MODEL PADA SKRINING KANKER SERVIKS METODE IVA Yanuarini, Triatmi Andri; Mulyani, Sri; Widyaningsih, Vitri
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.990

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya cakupan skrining kanker serviks metode IVA di Indonesia menunjukkan perlunya instrumen yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi faktor perilaku yang memengaruhi partisipasi wanita. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas instrumen berbasis Health Belief Model (HBM). Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 30 wanita usia subur (30–50 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo pada bulan Agustus. Instrumen berupa kuesioner meliputi karakteristik biososiodemografi, pengetahuan, dan konstruk HBM (perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy). Uji validitas menggunakan korelasi Pearson product moment, sedangkan reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha. Hasil: Sebagian besar item dinyatakan valid (p < 0,05). Konstruk perceived benefit (α = 0,945), cues to action (α = 0,776), self-efficacy (α = 0,895), dan ketertarikan skrining (α = 0,781) menunjukkan reliabilitas baik. Namun, konstruk pengetahuan (α = 0,364), perceived susceptibility (α = 0,432), serta hambatan akses dan sistem layanan menunjukkan reliabilitas rendah bahkan negatif, serta terdapat beberapa item tidak valid yang perlu direvisi. Diskusi: Instrumen menunjukkan validitas yang baik, namun reliabilitas belum optimal pada beberapa konstruk. Hal ini mengindikasikan perlunya revisi item, terutama pada aspek hambatan dan pengetahuan, agar instrumen lebih konsisten dan sesuai konteks.  Kata Kunci: kanker serviks, IVA, validitas, reliabilitas, Health Belief Model