cover
Contact Name
Ervin Nurhayati
Contact Email
purifikasi@gmail.com
Phone
+6281339952643
Journal Mail Official
purifikasi@gmail.com
Editorial Address
Department of Environmental Engineering, ITS Campuss, Sukolilo, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Purifikasi
ISSN : 14113465     EISSN : 25983806     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental Techniques (IATPI) East Java. Jurnal Purifikasi is published twice a year in July and December, covers topics on technology and management related to environmental engineering field.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
STRATEGI PENGENDALIAN NON-REVENUE WATER (NRW) MELALUI PERENCANAAN DMA DAN SCADA BERBASIS IOT DI SPAM IKK BIYONGA Zafira, Athaya Dhiya; Nurhayati, Ervin
Purifikasi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i1.450

Abstract

PDAM (Local Drinking Water Company) Gorontalo Regency is one of many PDAM with a healthy performance rating, but the NRW (Non-Revenue Water) value is still quite high at 32.05% and has not reached FCR (Full Cost Recovery). This happens because of the lack of control over the distribution network, so a strategy that originally used a passive approach must be proactive. Proactive control begins with planning the establishment of a DMA (District Meter Area) which is then designed to become a two-way communication system with sophisticated IoT (Internet of Things)-based sensors to facilitate monitoring and controlling of distribution networks. The formation of DMA is expected to overcome the NRW problem. The service area of SPAM IKK Biyonga, Gorontalo Regency, is planned to form 5 DMAs taking into account the size of the zone, zone boundaries (administrative boundaries, river boundaries, bridges, etc.), customer connections (SR) within the zone, zone elevation, zone piping, and types of consumers within the zone. DMA 1 covers 1.616 SRs with 10 served villages, DMA 2 covers 2.620 SRs with 4 served villages, DMA 3 covers 2.400 SRs with 6 served villages, DMA 4 covers 1.930 SRs with 11 served villages, and DMA 5 covers 2.281 SRs with 12 served villages. There is also a plan to install a certain number of sensor equipment for each DMA, namely: a flow and pressure monitoring system; water quality monitoring sensors; as well as smart water meters. All sensors and tools are integrated into a single unit by the SCADA system at each location which is integrated into a centralized OMC (Operation Management Center).
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR DAN LAUT KABUPATEN GRESIK Radita, Deqi Rizkivia; Trihadiningrum, Yulinah; Anisa, Elok Dian Karisma Pagri; Kalimantoro, Thaniya Triagustine; Andriati, Siti Choni; Iswatie, Maya
Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i2.451

Abstract

Lingkungan pesisir dan laut merupakan hilir dari berbagai dampak pembangunan baik yang memanfaatkan sumber daya alam yang berada di darat maupun di laut. Apabila tidak dilakukan kegiatan pengendalian kerusakan lingkungan pesisir dan laut, akan terjadi suatu keadaan yang berdampak negatif pada ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan biota laut yang berada di wilayah tersebut serta kehidupan manusia di sekitarnya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan untuk dilakukannya perlindungan lingkungan laut dan pengendalian kerusakan ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Peranan pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam hal ini menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam upaya pengendalian kerusakan dan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut. Oleh sebab itu perlu dilakukan identifikasi permasalahan lingkungan di wilayah pesisir dan laut guna mendukung kegiatan pengembangan kebijakan dan kegiatan pengendalian kerusakan lingkungan pesisir dan laut melalui peran serta masyarakat Kabupaten Gresik. Hasil identifikasi permasalahan tersebut diharapkan dapat menyediakan data kualitatif maupun kuantitatif yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut di Kabupaten Gresik
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN INDIGENOUS POTENSIAL SEBAGAI PUPUK HAYATI DALAM REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATU KAPUR Mashudi, Mashudi; Mubarik, Nisa Rachmania
Purifikasi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i1.452

Abstract

Lahan bekas pertambangan umumnya memiliki struktur fisik dan kimia yang kurang optimum untuk pertumbuhan tanaman. Bakteri tanah indigenous dapat digunakan untuk membantu proses remediasi lahan bekas pertambangan dengan cara dimanfaaatkan sebagai pupuk hayati. Bakteri penambat nitrogen merupakan salah satu bakteri yang dapat membantu mempercepat remediasi tanah karena memiliki kemampuan memperkaya kandungan nitrogen dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan melakukan karakterisasi bakteri penambat nitrogen dari tanah bekas tambang batu kapur di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Isolasi bakteri dilakukan terhadap 13 sampel yang berasal dari area sekitar lahan bekas tambang batu kapur. Hasil isolasi diperoleh 6 isolat bakteri penambat nitrogen hidup bebas dan 2 isolat bakteri penambat nitrogen simbiosis. Seluruh isolat memiliki kemampuan menghasilkan Indole-3-acetic acid (IAA) jika ditambahkan 1 mM L-triptofan. Dua isolat dipilih (7B21Y dan 5A22) berdasarkan ciri morfologi sel dan koloni untuk dilakukan pengujian fisiologis. Aktivitas nitrogenase isolat 7B21Y dan 5A22 diukur dengan menggunakan Pengujian Reduksi Asetilen dan diperoleh masing-masing 7.09 ppm dan 5.59 ppm. Isolat 7B21Y kemudian diidentifikasi secara fisiologi menggunakan kit API dan diketahui memiliki kemiripan 99.9% dengan Rhizobium radiobacter.
KARAKTERISASI INFLUEN LUMPUR DI INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KEPUTIH SURABAYA Nurhayati, Ervin; Bagastyo, Arseto Yekti; Fathyah, Fathyah; Rahayu, Dewi Puji; Yulikasari, Andriyan
Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i2.453

Abstract

Evaluasi unit operasi dan unir proses IPLT Keputih perlu dilakukan, guna menunjang tingkat pelayanan IPLT Keputih. Pengujian karakteristik lumpur yang masuk ke IPLT dilakukan dengan melakukan pengujian di laboratorium terkait parameter pH, BOD, COD, TSS, TVS, TFS, N, P, minyak, lemak serta uji SVI. Sampel yang diambil dari beberapa tempat, yaitu berasal dari non tinja seperti Sentra Wisata Kuliner, Rusunawa, Sentra Pasar Ikan, Fasilitas Kesehatan, Mall dan Restoran. Sedangkan untuk lumpur tinja diambil dari masing-masing unit pengolahan di IPLT Keputih. Berdasarkan karakteristik masing-masing beban pencemar, yaitu berasal lumpur non tinja dan tinja mengindikasikan beban yang cukup besar. Beban lumpur sendiri yang didapatkan dari Rusunawa mengindikasikan bahwa lumpur masih tergolong segar, belum ada degradasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lumpur tinja dari masing-masing unit pengolahan IPLT Keputih masih melebihi baku mutu yang berlaku. Besarnya beban pencemar yang masuk ke IPLT Keputih yang bukan hanya dari lumpur tinja, namun juga lumpur non tinja mengakibatkan beban pengolahan yang tidak sesuai idle capacity unit pengolahan di IPLT Keputih.
WASTEWATER TREATMENT USING ELECTROCOAGULATION FOR TOMATO KETCHUP INDUSTRY Syaifuddin, Mohammad; Bagastyo, Arseto Yekti; Arliyani, Isni
Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i2.454

Abstract

One of the most dangerous food industry wastes is the liquid resulting from the production of tomato sauce, which contains many organic substances and suspended solids. Electrocoagulation, a method for processing tomato sauce liquid waste, is environmentally friendly, easy to use, and saves land. Many people use plate-shaped electrodes for electrocoagulation, but cylindrical electrodes usually have lower power consumption during the process. By considering ideal conditions, this research aims to determine the ideal use of differences in current strength, pH and anode material. In addition, they also wanted to determine the specific energy consumption and amount of sludge in the cylindrical reactor. The quality of the electric current of 30 A, 35 A, and 40 A is the variable used in this research. The second variable is pH, which ranges between 6.7 and 8. The anode material used is iron, the parameters tested are pH, BOD and Phosphate. The results showed that at pH 8, a current strength of 40 A using an iron anode had a removal percentage of BOD and Phosphate of 83.52 ± 0.44% (1,358.00 mg/L) and 74.90 ± 0.98% (189. 41 mg/L). The specific energy consumption obtained for each parameter is 1.71 Wh/gBOD and 20.38 Wh/gP.
ANALISIS TINGKAT POTENSI PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PASAR KLIWON Wicaksono, Iqbal Afriansyah; Hadibasyir, Hamim Zaky
Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v22.i2.455

Abstract

Kecamatan Pasar Kliwon adalah salah satu kecamatan di Kota Surakarta yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, pertokoan, pasar, pendidikan, dan juga objek wisata. Oleh karena itu, masyarakat banyak menggunakan kendaraan bermotor untuk mempermudah dalam mobilitas aktivitasnya. Hal ini yang membuat Kecamatan Pasar Kliwon sangat berpotensi untuk terjadinya pencemaran udara akibat kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat potensi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor dan menganalisis sebaran tingkat potensi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor di Kecamatan Pasar Kliwon. Penelitian ini menggunakan integrasi data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik overlay berjenjang tertimbang. Penentuan analisis potensi tingkat pencemaran udara akibat kendaraan bermotor menggunakan 4 parameter, yaitu jarak terhadap jalan, jarak terhadap lampu lalu lintas, keteraturan bangunan, dan kerapatan vegetasi. Validasi pemodelan spasial dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan dengan data dari aplikasi Breezometer. Hasil pemodelan spasial memiliki tingkat keakuratan 82,4%. Tingkat pencemaran udara kelas tinggi memiliki luas 2,99 Km2 atau 61,5% dari total wilayah Kecamatan Pasar Kliwon. Kelas tinggi terjadi karena berada dekat dengan jalan arteri dan jalan kolektor, dekat dengan lokasi lampu lalu lintas, vegetasi pepohonan yang tidak ada, dan pola keteraturan bangunan yang tidak teratur karena banyaknya permukiman padat penduduk. Kelas pencemaran udara sedang memiliki luas 1,87 Km2 atau 38,3% dari total wilayah Kecamatan Pasar Kliwon. Kelas rendah hanya memiliki luas 0,01 Km2 atau 0,2% dari total wilayah Kecamatan Pasar Kliwon. Integrasi penginderaan jauh dan SIG dapat digunakan sebagai alternatif untuk pemetaan sebaran potensi pencemaran udara di perkotaan.
KAJIAN KEHILANGAN AIR PERUMDA DELTA TIRTA PADA DMA SHOJI LAND CABANG PORONG Hasna, Salsabila; Purnomo, Alfan
Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v23i1.456

Abstract

Kehilangan air batas maksimum berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016 yaitu sebesar 20 %, sedangkan Perusahaan Umum Daerah Delta Tirta, kehilangan air melebihi batas maksimum 32%. Dilakukan kajian terhadap Distric Meter Area (DMA) Shoji Land Cabang Porong dengan persen kehilangan air sebesar 56% di Bulan Juli 2023. Tujuan dari penelitian ini yakni menghitung nilai kerugian finasial akibat kehilangan air dan merancang solusi perbaikan berdasarkan penyebab terjadinya kehilangan air berdasarkan neraca air. pada hasil penelitian didapatkan hasil persen kehilangan air bulan Oktober sebesar 51% dengan persen kehilangan air fisik sebesar 31,4% dan 19,4% untuk kehilangan air non-fisik. Hasil rata rata kerugian finansial akibat kehilangan air bulan Agustus-Oktober sebesar Rp. 31.897.659/bulan. Sehingga, diperlukannya desian berdasarkan penyebab kehilangan air, yaitu kebocoran air, ketidakakurasian meter zoning, dan ketidakakurasian meter sambungan rumah. Oleh karena itu, strategi penggantian dan tera ulang meter air serta perbaikan pipa diimplementasikan untuk mengatasi masalah ini berdasarkan data neraca air bulan Oktober.
KAJIAN FITOREMEDIASI AIR TANAH TERCEMAR LINDI TPA DENGAN KANDUNGAN LOGAM (STUDI KASUS: FITOREMEDIASI FE DAN BESI DI LAHAN BEKAS TPA KEPUTIH) Prastitianti, Desy; Purwanti, Ipung Fitri
Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v23i1.457

Abstract

Keberadaan TPA dapat menjadi sumber pencemaran air tanah apabila TPA yang beroperasi tidak didesaindengan baik untuk mengurangi terjadinya pencemaran oleh lindi. Lindi yang dihasilkan oleh sampah akanterbawa oleh air hujan melalui infiltrasi dan terbawa aliran air tanah sehingga dapat menyebabkan masuknya pencemar ke dalam sumur-sumur air tanah yang ada di sekitarnya. Pemulihan air tanah yang tercemar besi oleh lindi TPA dapat dilakukan salah satunya dengan metode fitoremediasi. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah beragam jenis tanaman yang potensial untuk fitoremediasi air tanah tercemar besi pada lahan bekas TPA Keputih Surabaya. Kayu apu (Pistia stratiotes) dipilih untuk studi kasus memulihkan air tanah yang tercemar besi pada bekas lahan TPA Keputih. Hail perhitungan menunjukkan bahwa pada skala rumah tangga diperlukan kayu apu sebanyak 84 batang dan waktu tinggal selama 7 hari untuk menyisihkan kelebihan Fe pada air tanah agar memenuhi baku mutu air.
THE EFFECT OF SEPTAGE SLUDGE AND EM4 ADDITION IN A DUAL-CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL TREATING BATIK WASTEWATEREFFECT OF ADDITION OF IPLT SLUDGE AND EFFECTIVE MICROORGANISMS (EM4) IN DUAL CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL TO TREAT BATIK INDUSTRY WASTEWATER Syaefulloh, Yanuar; Yuniarto, Adhi
Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v23i1.459

Abstract

The Indonesian Ministry of Industry stated that the production of batik cloth in 2017 reached an average of 500 million meters/year, which is equivalent to 25 million m3/year of water. With a large water demand in the production process, the batik industry can cause water pollution in waterbodies. The Dual-Chamber Microbial Fuel Cell (DCMFC) system can reduce organic pollutant levels in wastewater and produce electrical energy simultaneously. The purpose of this research was to study the effect of the addition of septage sludge and EM4 consortium on the power density produced by the DCMFC system and to study the effect of pH differences in the DCMFC system on the removal of COD. The effect of variations in the addition of sewage treatment plant sludge and EM4 on the production of electrical energy obtained results that are too large a difference. This result was attributed to several factors, including electric current, electric voltage, microorganism growth, and pH. The maximum power density in the EM4 variation was 297.61 mW/m2, the power density in the septage sludge variation was 287,26 mW/m2, and the control reactor power density was 185.99 mW/m2. The optimal pH for septage sludge and EM4 to degrade COD is about 7. In the DCMFC systems with EM4, MLSS values increased steadily from 1500 mg/L to 1800 mg/L regardless of pH. In the systems with septage sludge showed pH-dependent effects on MLSS (in the range of 1250-2400 mg/L), with pH 7 being detrimental. Biofilm formation on the anode increased over time in EM4 systems across all pH conditions, with notable growth in septage sludge systems observed at pH 6. The COD removal of the septage sludge and EM4 was highest at 33.83 and 40.76%, respectively.
KAJIAN KONSENTRASI NO2, O3 DAN PM10 DI UDARA TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT ISPA PNEUMONIA DAN NON-PNEUMONIA DI WONOREJO, SURABAYA DAN SEKITARNYA Prasetyo, Alvian Phyrismanda; Syafei, Arie Dipareza
Purifikasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v21i2.461

Abstract

Wonorejo merupakan salah satu daerah di Surabaya, dimana terdapat jalan yang banyak digunakan oleh masyarakat Surabaya untuk pergi dan pulang kerja yaitu Jalan MERR. Hal ini menyebabkan udara di Wonorejo dan sekitarnya mengalami pencemaran dari kendaraan bermotor yang melewati Jalan MERR. Beberapa polutan yang dapat mencemari udara yaitu NO2. O3 dan PM10. Polutan tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia salah satunya yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan dan pengaruh polutan NO2, O3, PM10 dan faktor meteorologis terhadap kejadian penyakit ISPA pneumonia dan non-pneumonia. Data yang digunakan yaitu data polutan dan faktor meteorologis dari DLH Kota Surabaya, serta data kejadian penyakit ISPA pneumonia dan non-pneumonia dari puskesmas sekitar Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Wonorejo dari tahun 2016-2019. Pada penelitian ini digunakan software SPSS untuk mengolah data dengan metode uji korelasi, uji multikolinearitas dan analisis regresi linear berganda. Dimana untuk variabel Y berupa jumlah kejadian penyakit pneumonia dan non-pneumonia, sedangkan variabel X berisi konsentrasi NO2, O3, PM10, arah angin, kecepatan angin, suhu, kelembaban dan radiasi matahari. Berdasarkan hasil uji korelasi dapat diketahui bahwa O3, PM10 dan kelembaban memiliki hubungan yang signifikan terhadap penyakit pneumonia, sedangkan yang berhubungan signifikan dengan penyakit non-pneumonia adalah arah angin dan kecepatan angin. Sedangkan dari arah angin dan kecepatan angin, tidak ada yang berpengaruh signifikan terhadap penyakit non-pneumonia.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24 No 2 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 2 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 2 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 2 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 2 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 1 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 3 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 2 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 1 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 1 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 2 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 1 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 2 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 1 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 2 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 1 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 2 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 1 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 3 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 2 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 1 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 4 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 3 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 2 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 1 (2003): Jurnal Purifikasi More Issue