cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PERUBAHAN NILAI ANKLE BRACHIALE INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 joko pitoyo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i2.1411

Abstract

Abstract: Patients with type 2 diabetes mellitus the risk of developing peripheral artery disease because blood circulation is disrupted. The way to detect peripheral arterial disease early can be through the ABI examination by comparing the systolic blood pressure in the ankle with systolic blood pressure in the brachialis. Patients with diabetes mellitus are often found to have high systolic blood pressure checks. One way to reduce blood pressure in patients with diabetes mellitus is relaxation, namely the therapy SEFT. The research design used was quasy experimental with time series design. The sample was 30 people using purposive sampling technique according to inclusion criteria. The research instrument used is the observation sheet. Methods of data analysis using the Paired T-Test. The results showed that before the treatment of almost all the values ​​of the ABI showed the presence of moderate arterial disease and after treatment most showed acceptable. Based on Paired T-Test significant value 0.000 which means there is influence therapeutic SEFT to changes in ABI value in patients with type 2 diabetes mellitus so this relaxation technique can be used as a complementary therapy for patients with diabetes mellitus who are at risk of peripheral arterial disease.
EFEKTIVITAS METODE PEER EDUCATOR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Pudji Suryani; Handy Lala
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i1.2392

Abstract

Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 diketahui bahwa prevalensi stunting secara nasional adalah 37,2%. Prevalensi status gizi balita berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) di Jawa Timur tahun 2013 adalah 35,8% . Prevalensi stunting tersebut terdiri dari 16,8% sangat pendek dan 19% pendek. Upaya intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan stunting yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK (periode emas atau periode kritis/windows of opportunity). Kota dan Kabupaten Malang merupakan wilayah di Jawa Timur yang juga memprioritaskan program untuk mengatasi masalah 1000 HPK. Mengingat masalah gizi 1000 HPK merupakan masalah yang multifaktorial, maka program pengentasan masalah 100 HPK harus bersifat sensitif dan spesifik dan harus diselesaikan secara integratif melalui koordinasi yang baik antar berbagai sektor terkait serta didasarkan akar masalah yang ada. Upaya intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan Anak 0-23 bulan, karena penanggulangan stunting yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK (periode emas atau periode kritis/windows of opportunity). Peningkatan pengetahuan kader melalui peer educator merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan stunting. Pemberian informasi secara efektif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan berdampak positif terhadap pengetahuan kader dalam mencegah stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode peer educator terhadap peningkatan pengetahuan kader Posyandu dalam pencegahan stunting di Kota Malang. Metode yang digunakan pre dan post test, dengan jumlah sampel kader sesuai kriteria di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dan sasaran 1000 HPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting secara signifikan sebelum dengan sesudah diberikan intervensi dan setelah diberikan peer educator terdapat peningkatan pengetahuan kelompok sasaran tentang pencegahan stunting secara signifikan.
Kreativitas Pengembangan Formula Tempe Generasi Dua Di Kota Malang Arsinah Habibah Fitriah; Yohanes Kristianto; Astutik Pudjirahaju
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(3)i(2)y(2017).page:96-103

Abstract

Abstract: This study was aimed to explore second generation tempe consumption pattern of in Malang.This study was descriptive qualitative.Tempeh consumption pattern was obtained from group of motherof 6-59 months child with malnutrition and pregnant withchronic energy deficiency. In general, respondentsconsumed tempeh almost everyday. Tempe products were prepared traditionally in form of snackor protein source side dish. Tempeh processing is generally done by frying. Respondents have recognizedthe new way of processing tempeh in form of second generations. Respondents living in the tempehindustry area usedmore various ingredients and more complex methods of cooking. They also indicatedthe ability to adopt new way of tempeh processing. Conclusion: People in Malang consumes tempeh intwo forms, ie. side dishes and snack traditionally processed mainly by frying. They may adopt new wayof tempeh processing.
PERBEDAAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KAKEK-NENEK TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA USIA 3-5 TAHUN DI KABUPATEN KEDIRI Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Arika Indah Setyaraini; Lumastari Ajeng Wijayanti; Suci Wahyu Hidayatussolichah
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v5i1.932

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola asuh orang tua dengan kakek-nenek terhadap perkembangan balita usia 3-5 tahun di desa sumberejo kecamatan kandat kabupaten kediri. Desain penelitian analitik komparasi dengan pendekatan cross sectional, dengan populasinya sebanyak 107 balita, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu balita yang diasuh oleh orang tua 97 balita dan diasuh kakek-nenekberjumlah 10 balita dengan menggunakan teknik Disproporsionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik fisher exact. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai-p=0,001yang artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan pola asuh orang tua dengan kakek-nenek terhadap perkembangan balita usia 3-5 tahun.
Konsep Diri Lansia Andropause Di Posyandu Lansia Mustayah Mustayah; Lucia Retnowati; Dyah Sartika
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(3)i(1)y(2017).page:54-59

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk analisis mendalam tentang beban keluarga dalam merawat orangdengan gangguan mental yang parah. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desainfenomenologi. Lokasi penelitian di kota Blitar. Jumlah Peserta terdiri dari empat orang, diambil secarapurposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah beban keluarga dalam merawat orang dengangangguan mental yang parah adalah tiga tema, 1) beban objektif, 2) Beban subyektif, 3) Bebaniatrogenik. Kesimpulan keluarga penderita gangguan mental berat mengalami beban obyektif, subjektifdan iatrogenik. Rekomendasi dari penelitian ini diberikan secara holistik, terpadu, dan terus menerusmendapat dukungan sosial dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Osteoporosis, Rasio Kalsium dan RASIO ASUPAN KALSIUM DAN ASUPAN FOSFOR SERTA AKTIVITAS FISIK TERKAIT NILAI BONE MASS DENSITY (BMD) PADA LANSIA OSTEOPOROSIS Ardiani Listianingrum
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:150-157

Abstract

East Java Province has the highest risk of osteoporosis by 21.42% (Prasetya et al, 2015). Bone density is influenced by genetic factors, gender, nutritional status, nutrient intake (calcium and phosphorus) and lifestyle such as physical activity, smoking, excessive consumption of caffeine and alcohol. (Janice LT, 2008). The purpose of this study was to find out the ratio intake of calcium and phosphorus and physical activity related to the value of bone mass density (BMD) in elderly osteoporosis. The research design used is observational descriptive. This research was conducted in April 2018 at the Elderly Poli of RSIA Puri Malang with 32 research subjects. The analysis used is qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis found that calcium intake in the elderly there were 32 respondents (100%) included in the severe deficit category. The average respondents calcium intake is 474.8 mg. While phosphorus intake in the elderly there were 16 respondents (50%) included in the category above AKG. The average intake of phosphorus respondents is 890.6 mg. Suitability ratio of calcium and phosphorus intake is 2 respondents (6.25%) with a suitability ratio of ≤ 1.5. In physical activity there were 16 respondents (50%) having moderate physical activity categories and 16 respondents (50%) categories of mild physical activity. This shows that the lower the value of Bone Mass Density (BMD) is <3.0, the physical activity carried out by respondents is lighter. While the lower value of Bone Mass Density (BMD) is <3.0, the ratio of calcium and phosphorus intake of respondents is higher. Efforts should be made to prevent osteoporosis in elderly patients by providing education to change patients' knowledge of the importance of regulating food intake, especially calcium and phosphorus intake and physical activity.
DAMPAK SOSIAL EMOSIONAL REMAJA SELAMA SOCIAL DISTANCING : LITERATURE REVIEW Ghifari Andini Mukti; Hadi Pratomo; Nur Khotimah Elfiyani; Rizky Dhahifa Wahyuni; Safitri Widayanti Putri
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i2.2152

Abstract

To control the COVID-19 Pandemic, the Indonesian Government has issued a large scale social restriction policies. The community including adolescent are expected to remain at home and required to attend school from home. This study aims to assess the impact of large scale social restriction to the social-emotionalcondition of the adolescents.This study is a literature review using online journal search engine PubMed, Wiley, ScienceDirect, SpingerLink, Proquest, BioMed Central Health and google schoolar. The criteria of the journal published in 2020. The results showed that there were changes in adolescents' interactions with peers and parents. Meanwhile, the emotional condition showed that girls are more prone to experiencing emotional problems than boys. The emotional problems that appear are stress, depression, and anxiety.
Daftar Isi Vol 4 (1) Mei 2018 Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia0
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR MALAM DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL Santy Irene Putri
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v6i1.1450

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia subur (WUS). Umumnya anemia terjadi di seluruh dunia, terutama sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil dan 30% pria mengalami anemia defisiensi zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur malam dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Desain yang digunakan adalah cross-sectional. Lo­ka­si penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Karangploso, Kabupaten Malang. Waktu penelitian pada bulan Juni 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 30 ibu hamil ditentukan menggunakan purposive sampling. Variabel dependen adalah anemia. Variabel independent adalah kualitas tidur malam dan kepatuhan mengkosumsi tablet Fe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur malam dengan kejadian anemia pada ibu hamil yakni Thitung (3.098) > Ttabel (2.042); p= <0.001, dan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil Thitung (3.689) > Ttabel (2.042); p= 0.001. Dari hasil uji F diketahui bahwa kualitas tidur malam dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe secara bersama-sama mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil Fhitung (8.820) > Ftabel (3.35); p= 0.001.
Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Gula Darah pada Wanita Usia Subur Prediabetes Santy Irene Putri; Asruria Sani Fajriah; Prima Soultoni Akbar; Aris Widiyanto; Joko Triatmojo
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i1.2312

Abstract

Uric acid is the end product of purine metabolism. In conditions of high levels, uric acid enters cells and acts as an oxidant, and acts as an independent risk factor and predicts the incidence of type 2 diabetes mellitus. This study aimed to analyze the relationship between uric acid levels and blood sugar levels in women of childbearing age prediabetes. This was an observational analytic study with a cross-sectional design. This study was conducted in Malang City. A sample size of 100 women of childbearing age were selected using simple random sampling technique. The dependent variable was blood sugar levels women of childbearing age prediabetes. The independent variable is uric acid levels. The data were collected by examining uric acid levels and fasting blood sugar levels in the study subjects. Data were analyzed using Pearson correlation. Based on the study results, it was found that uric acid levels were associated with blood sugar levels in prediabetic women of childbearing age (r = 0.21, p = 0.039) and were statistically significant. There is a relationship between uric acid levels and blood sugar levels in prediabetic women of childbearing age.