cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 497 Documents
KALIBRASI SENSOR MULTIGAIN AKSELEROMETER DENGAN ACUAN PERCEPATAN GRAVITASI BUMI Wahyudi, Wahyudi; Ngatelan, Ngatelan
Transmisi Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.261 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.3.122-128

Abstract

Abstrak Akselerometer merupakan salah satu sensor percepatan yang banyak dipakai dalam pembuatan IMU (Inertial Measurement Unit). Sensor akselerometer dijual di pasaran dalam keadaan belum terkalibrasi, sehingga tidak bisa langsung digunakan. MMA7361L merupakan akselerometer dengan 2 pilihan tingkat sensitivitas, yaitu 1,5 g dan 6 g, sehingga penggabungan 2 unit sensor tersebut dapat digunakan dalam perancangan sensor multigain. Kalibrasi akselerometer dipengaruhi oleh tegangan catu daya, sehingga diperlukan catu daya yang stabil dalam pemakaiannya. Keluaran sensor pada saat tidak ada eksitasi dari luar disebut sebagai nilai offset sensor. Kalibrasi sensor multigain dapat dilakukan secara bersamaan dengan membandingkan percepatan gravitasi bumi. Alat utama yang digunakan untuk melakukan kalibrasi sensor dan pengujian sensor adalah simulator gerak 3 sumbu ST-3176-TC-10. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dengan tipe yang sama mempunyai sensitivitas dan nilai offset yang berbeda-beda. Sensor MMA7361L 1,5 g mempunyai nilai sensitivitas yang lebih tinggi dan nilai (Root Mean Square Error) RMSE yang lebih rendah jika dibandingkan dengan MMA7361L 6 g.   Kata Kunci : Multisensor, Akselerometer, Kalibrasi     Abstract Accelerometer is one acceleration sensor which is widely used in the manufacture of IMU (Inertial Measurement Unit). Accelerometer which is sold in the market is an uncalibrated sensor, so it cannot be directly used. MMA7361L is an accelerometer with 2 levels of sensitivity, which is 1.5 g and 6 g, thus merging two of the sensor unit can be used in the design of the sensor multi-gain. Calibration of accelerometer is affected by the power supply voltage, so that a stable power supply is required in its use. The output of the sensor when there is no external excitation is referred to as sensor offset value. Multi-gain sensor calibration can be done simultaneously by comparing the acceleration of gravity. The main tool used to calibrate the sensor and test sensor is a 3-axis motion simulator ST-3176-TC-10. The test results showed that the sensors of the same type had different of sensitivities and offset values. MMA7361L 1.5 g sensor has higher sensitivity and lower (Root Mean Square Error) RMSE values than MMA7361L 6 g.   Keywords : Multisensor, accelerometer, calibration
PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Warsito, Agung; Facta, Mochammad; B P, M Anantha
Transmisi Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.502 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.8.1.1-5

Abstract

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan motor induksi sering dibutuhkan proses menghentikan putaran motor dengan cepat, terutama aplikasi untuk konveyor. Untuk menghentikan putaran rotor, torsi pengereman diperlukan yang dapat dihasilkan secara mekanik maupun secara elektrik.Pengereman untuk menghentikan putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik,yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik motor stasioner.Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC. Metode pengereman dinamik memiliki keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi tiga fasa dan kerugian mekanis dapat dikurangi. Dengan mengaplikasikan pengereman dinamik pada motor induksi tiga fasa didapatkan hasil proses menghentikan putaran motor induksi lebih cepat dibandingkan tanpa pengereman dinamik
T-S Fuzzy Model Design for Engine Torque Control System of Spark Ignition Engine Triwiyatno, Aris; Nuh, Mohammad; Santoso, Ari; Sutantra, I Nyoman
Transmisi Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.366 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.4.177-182

Abstract

On many occasions, fuzzy rule-based systems have been demonstrated to be powerful tools in modeling, decision making and automatic control. The T-S model approach consists to construct nonlinear or complex dynamic systems that cannot be exactly modeled by mathematical model, by means of interpolating the behavior of several LTI (Linear Time Invariant) sub models. In this paper, a new modification fuzzy model based on T-S model will be designed to represent engine torque control system of spark ignition engine, since spark ignition engine is a high non linear system with wide uncertainties that very difficult to be modeled by mathematical model. Keywords: T-S model, fuzzy model, engine torque, spark ignition engine.
OPERASI MANUAL LOAD SHEDDING TERHADAP KESTABILAN FREKUENSI PADA SUB SISTEM KELISTRIKAN UNGARAN Pambudidoyo, Hilman; Hermawan, Hermawan; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.674 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.108-115

Abstract

Untuk menjaga kestabilan frekuensi sub sistem Ungaran, diperlukan prosedur operasi pelepasan beban (manual load shedding). Standard Operating Procedure (SOP) terkait Under Voltage yang diberlakukan tahun 2014 masih digunakan PLN P3B Jawa Bali. Dengan sub sistem Ungaran yang telah berkembang, maka perlu dilakukan peninjauan ulang untuk mengevaluasi prosedur operasi tersebut. Dalam melakukan pelepasan beban terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah metode voltage sensitivity (dV/dQ). Pada penelitian ini, studi simulasi dilakukan untuk meneliti skema Manual Load Shedding sub sistem ungaran yang disusun tahun 2013 oleh PLN dan skema pelepasan beban berdasarkan sensistivitas tegangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa PLN P3B Jawa Bali perlu membuat SOP baru terkait Under Voltage karena kondisi yang disebutkan pada prosedur operasi pelepasan beban pada sub sistem ungaran sudah tidak dapat tercapai. Skema pelepasan beban berdasarkan sensitivitas tegangan dapat membuat frekuensi menjadi lebih baik dibandingkan dengan skema MLS sub sistem Ungaran yang telah disusun oleh PLN P3B Jawa Bali.
Sistem Pengendali Sasaran Tembak DART (Disappear Automatically Retaliatory Target) Menggunakan Gelombang Radio Ajulian Zahra, Ajub; Darjat, Darjat; Darpono, Rony
Transmisi Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.36 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.3.131-137

Abstract

As a citizen we have duty to keep our country in peace and safe, especially for military forces. Indonesian National Armed Forces keep the country safe an army needed to give a skill and proficiency for shooting. Because of that is necessary to willing a device for shooting practice, that is DART (Disappear Automatically Retaliatory Target). With this device hoped that military forces have many skills and proficiency as the way to keep the country in safety and peaceful from threat inside although outside of the country, so we can keep the united of the country. Beside this device can used by athlete as a shoot practice device that is can to increase achievement.In this final project we made control device of  DART (Disappear Automatically Retaliatory Target) that more familiar with shoot target, this shoot target can hide and appear as desire by used. This DART can give Retaliatory shoot when shooting on target is miss. The retaliatory is indicator lamp, this indicator lamp can be consider as retaliatory shoot to shooter because that target of shoot is miss. On the control device of  DART also completed with Hold using for repeat shoot.  Keyword : DART, Control system, Hold
DESAIN AUTO TUNING PID MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA SISTEM SUSPENSI AKTIF TIPE PARALEL NONLINEAR MODEL KENDARAAN SEPEREMPAT Bagus, Oni; Sumardi, Sumardi; Triwiyatno, Aris
Transmisi Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.2 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.3.114-120

Abstract

Abstrak Sistem suspensi pada kendaraan merupakan salah satu komponen penting  Sistem suspensi aktif terbagi menjadi 2 yaitu tipe seri dan paralel. Sistem suspensi yang ideal dapat meminimalkan defleksi dan percepatan vertikal badan kendaraan yang menjamin keamanan dan kenyamanan dalam berkendara untuk variasi kondisi permukaan jalan. Pada penelitian ini menggunakan kendali autotuning fuzzy PID untuk menganalisis sistem suspensi aktif tipe paralel nonlinier pada model kendaraan seperempat. Gain keluaran dari fuzzy PID dikalikan dengan gain aktuator (Gu) dan menjadi masukan aktuator hidrolik. Keluaran dari aktuator merupakan daya eksternal (U) yang masuk ke sistem suspensi aktif . Suspensi aktif diuji dengan beberapa model gangguan yang diwakilkan oleh sinyal step, gundukan, random, dan sinusoidal. Berdasarkan simulasi menggunakan Matlab, sistem suspensi aktif autotuning fuzzy PID memiliki performansi lebih baik dan faktor keamanan dan kenyamanan yang relatif lebih baik pada frekuensi 0-20 Hz Kata kunci : suspensi aktif, tipe paralel, nonlinier, kendaraan seperempat, fuzzy PID     Abstract The suspension system is one of the important components on the vehicle. Active suspension system is divided into  the type of series and parallel. The ideal suspension system can minimize deflection and vertical acceleration of the vehicle body that ensures the safety and comfort of driving to variations in road surface conditions. This study uses fuzzy autotuning PID control system to analyze the type of parallel nonlinear active suspension on a quarter car  model. Output gain of the fuzzy PID multiplied by actuators gain (Gu), as hydraulic actuator input. External power output of actuator (U) which is entered into the active suspension system that aims to minimize the average vertical suspension deflection and acceleration. Active suspension system was tested with several models of the interference signal is represented by step, bumps, random and sinusoidal. Based on the simulation using Matlab, active suspension system autotuning fuzzy PID has better performance and the safety and comfort are relatively better at a frequency of 0-20 Hz.   Keywords: active suspension, parallel type, nonlinear, quarter car, fuzzy PID
DESAIN INVERTER FULL BRIDGE TIGA FASE UNIFORM PULSE-WIDTH MODULATION (UPWM) DENGAN DSPIC30F4011 Nugroho, Muhammad Arief; Facta, Mochammad; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.912 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.19.4.160-167

Abstract

Sistem tenaga listrik merupakan sebuah aset yang vital dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penggunaan elektronika daya atau konverter sudah menjadi hal yang biasa. Pada umumnya konverter dibagi menjadi dua yaitu konverter sumber tegangan dan konverter sumber arus. Konverter membutuhkan sinyal pemicuan yang dibangkitkan secara analog maupun digital agar dapat bekerja. Teknik pemicuan terus berkembang hingga saat ini, pemakaian mikrokontroller digunakan guna mengganti pemicuan analog agar lebih stabil gelombang keluarannya. DsPIC30f4011 adalah mikrokontroller yang terspesifikasi khusus yang mendukung pembangkitan sinyal UPWM tiga fasa, diantaranya pengaturan dead time, complementary mode dan center aligned mode. Dalam penelitian ini dirancang inverter full bridge tiga fasa dengan teknik pemicuan UPWM berbasis mikrokontroller dsPIC30f4011 dan pembangkitan sinyalnya dilakukan melalui senarai program. Sinyal carrier dirancang 10 kHz dengan indeks modulasi (ma) dapat diatur pada rentang nilai 0 ≤ ma ≤ 1 dan frekuensi sinyal referensi pada nilai 0 – 50 Hz. Bentuk gelombang tegangan output VLL yang dihasilkan divariasikan secara linier terhadap indeks modulasi pada rentang frekuensi 0 – 50 Hz. Nilai LVUR dan IUR (rasio ketidakseimbangan tegangan dan arus).
Perancangan Modul Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa dengan ATMEGA 8535 Priahutama, Aditya Bakti; Sukmadi, Tejo; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.328 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.4.160-167

Abstract

Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi mempunyai banyak keunggulan di segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi 3 banyak digunakan pada banyak dunia industri. Akan tetapi motor induksi juga mempunyai kekurangan, antara lain arus awal (start) yang besar (5 sampai 7 kali arus normal) yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain dalam satu saluran. Diperlukan suatu metode pengasutan pada motor induksi yang bertujuan untuk mengurangi arus pengasutan awal yang besar.  Metode pengasutan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu metode soft starting, diharapkan tegangan dan arus dari sumber tenaga dapat mengalir masuk kedalam motor AC secara bertahap, sehingga tidak memerlukan arus pengasutan yang besar.  Soft starting  dilakukan dengan menggunakan komponen elektronika daya yaitu triac, sedangkan tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal tunda dan sulut pada triac dengan waktu tertentu. Sinyal tunda dan sulut untuk triac diatur oleh mikrokontroler ATmega 8535.Pada perangkat keras soft starting dapat digunakan juga sebagai pengereman soft stoping dengan mengurangi secara perlahan tegangan yang masuk ke beban. Modul soft starting yang dirancang mempunyai waktu soft start selama 24 detik dan waktu soft stop 9 detik. Pada beban motor induksi 3 fasa besar arus starting relatif terkendali dan lebih kecil jika dibandingkan dengan metode DOL dan wye delta walaupun masih terjadi sedikit lonjakan arus saat starting. Sedangkan untuk soft stoping dapat menghentikan motor secara perlahan walaupun tidak bias berhenti secara langsung. Keyword :   Motor induksi 3 fasa, soft starting, triac, mikrokontroler atmega 8535.
PERANCANGAN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) PARAMETER TRANSISI BERUPA TEGANGAN DAN FREKUENSI DENGAN MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Ginting, Paul Hendry; Sinuraya, Enda Wista
Transmisi Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.49 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.3.128-134

Abstract

Abstrak   Kontiunitas Penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen tidak bisa dijamin tersedia setiap saat. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan gangguan yang terjadi pada pusat pembangkit, saluran transmisi maupun saluran distribusi. Sehingga untuk konsumen yang membutuhkan jaminan ketersediaan energi  listrik setiap saat, dibutuhkan suplai cadangan (genset) yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk menanggung semua beban di tempat tersebut apabila suplai dari jaringan listrik terputus. Penelitian ini menghasilkan Automatic Transfer Switch (ATS) yang mampu  mengakuisisi data berupa tegangan  dengan galat rata-rata sebesar 3,624  & Frekuensi  dengan galat rata-rata sebesar 0,407. ATS akan memerintahkan Genset untuk starting ketika suplai utama (PLN) terputus atau mengalami gangguan yang dapat diamati dari nilai Tegangan maupun Frekuensi yang tidak memenuhi standard yang ditetapkan oleh PLN dan suplai beban diambil alih oleh Genset. Dan ketika  suplai utama (PLN) kembali normal maka suplai beban kembali diambil alih oleh PLN. Dari hasil uji coba didapatkan bahwa terdapat jeda waktu antara Suplai PLN terputus sampai Genset menyala dan siap dibebani  yaitu sebesar 15 detik. Dan didapatkan jeda waktu antara suplai PLN kembali normal  sampai Suplai Genset diputus dan suplai beban kembali diambil alih PLN yaitu sebesar 10 detik. Kata kunci : Automatic Transfer Switch, Tegangan, Frekuensi,Genset     Abstract   Continuity  distribution of electric energy from the plant to the consumer cannot be guaranteed to be available at all times. This is due to the presence of possible disturbances which occurred in the center of the plant, transmission line and distribution channels. So for consumers who need the assurance of the availability of electric energy supply is required at all times, need emergency supply (Genset) that have enough capacity to bear all the burden at the venue when the supply was cut off from the network's. This research resulted in Automatic Transfer Switch (ATS) capable of acquiring data in the form of a voltage with an average error of 3,624V and The frequencies with an average error of 0,407Hz. ATS will be ordered for the starting of Genset When the main Supply (PLN) is disconnected or disrupted, which can be observed from the value of the voltage and frequency that does not meet the standard set by PLN and load supply is taken over by the Genset. And when the main supply (PLN) back to normal then back to load supplies were taken over by PLN. The trial got that there are a pause the time between supply pln disconnected until generator flared and ready burdened as that of ±15 seconds. And obtained a pause the time between supply pln back normally up to supply generator terminated and supplies burden back taken over PLN as that of 10 seconds. Keywords: Automatic Transfer Switch,Voltage,Frekuency
IMPLEMENTASI METODE AUDIO FINGERPRINTING PADA APLIKASI PENGENALAN LAGU BERBASIS SISTEM OPERASI ANDROID Putra, Nanda Ariawan; Hidayatno, Achmad; Somantri, Maman
Transmisi Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.799 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.4.145-151

Abstract

Musik selalu berkembang, hampir setiap hari muncul lagu baru dengan genre yang semakin beragam. Namun, jumlah lagu yang sudah sangat banyak dapat menyulitkan penikmat musik untuk mengingat judul-judul lagu yang disukainya. Audio Fingerprinting merupakan teknologi yang dapat memudahkan penikmat musik untuk mengetahui judul-judul lagu tersebut. Audio Fingerprinting adalah metode pengekstrak ciri yang relevan dari sebuah konten audio. Oleh karena itu, dirancang sebuah aplikasi yang bernama Music and Match berbasis sistem operasi Android yang memanfaatkan teknologi Audio Fingerprinting untuk membantu memberikan informasi dari lagu yang didengarkan melalui mikrofon ponsel berupa judul lagu dan artisnya. Penelitian ini akan membahas bagaimana aplikasi Music and Match memproses lagu yang didengarkan melalui mikrofon ponsel, serta bagaimana aplikasi menampilkan informasi dari lagu tersebut. Aplikasi Music and Match ini menggunakan Android Studio sebagai antarmuka utama, dan menggunakan GNSDK untuk memproses semua keperluan Audio Fingerprinting. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi telah dibuat sesuai dengan perancangan yang direncanakan. Berdasarkan hasil pengujian dengan variasi kondisi lagu saat didengarkan, bagian awal, tengah, dan akhir lagu memiliki rata-rata waktu pencocokan berturut-turut sebesar 3,045 detik, 2,043 detik, dan 3,257 detik. Perbedaan bit rate tidak mempengaruhi keberhasilan pengenalan lagu dan presentase keberhasilan proses pencocokan lagu dengan 10 variasi amplitudo pada derau sebesar 76%.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue