cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 30 Documents clear
DISTRIBUSI BAHAN KERING SORGUM (Shorgum bicolor (L.) Moench) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz.) Reni Yuliasari; Muhammad Kamal; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.635 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1931

Abstract

Distribusi bahan kering memiliki peranan penting dalam proses pembentukan hasil tanaman sorgum. Faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada proses akumulasi bahan kering, pemahaman yang lebih baik terhadap distribusi bahan kering pada pola pertanaman berbeda sangat penting. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan berikut mengetahui pengaruh polapertanaman distribusi bahan kering sorgum dan mengetahui pengaruh distribusi bahan kering beberapa genotipe sorgum dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Kebun teknis Badan Pengkajian Teknik Pertanian (BPTP) Lampung selatan, Laboratorium Benih Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan November 2012 sampai bulan Maret 2013.Rancangan perlakuan disusun dengan faktorial dalam rancangan petak terbagi kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan tiga kali ulangan. Petak utama adalah pertanaman tumpangsari dan monokultur sedangkan anak petak adalah genotipe tanaman sorgum Batan S-3, Batan S-12, Keller, Wray, Numbu. Petak percobaan yang digunakan pada penelitian ini berukuran 4 x 3,2 m. Data dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan ditentukan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertanaman monokultur dan tumpangsari berpengaruh pada bobot kering daun 6 -12 mst, batang 6 dan10 mst , akar 4 – 12 mst. Pertanaman monokultur menghasilkan bobot kering daun, batang, dan akar lebih besar daripada pertanaman tumpangsari. Sebagian besar bahan kering diakumulasikan pada batang diikuti daun dan yang terkecil pada akar. Perbedaan genotipe berpengaruh terhadap bobot kering daun pada 6 -12 mst batang pada 4, 6 dan 10 mst dan akar pada 6 dan 8 mst.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH PADA LAHAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME TANAH (C-mik) YANG DITANAMI KEDELAI (Glycine max L.) MUSIM KE DUA Yurres Satrio Wibowo; Henrie Buchari; M. A. Syamsul Arif; Muhajir Utomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.177 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah pada lahan alang-alang (Imperata cylidrica) terhadap biomassa karbon mikroorganisme tanah (C-mik) yang ditanami kedelai (Glycine max L) musim ke dua. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan 3 sistem olah tanah, TOT = Tanpa Olah Tanah, OTM = Olah Tanah Minimum, OTI = Olah Tanah Intensif, dengan 6 kali ulangan. Sampel tanah diambil sebelum olah tanah (W0), satu hari setelah olah tanah (W1), masa vegetatif maksimum (W2), dan panen (W3). Tanaman kedelai digunakan sebagai indikator respon perlakuan yang diterapkan. Data yang diperoleh diuji homogenitasnya, dengan uji Bartlett dan aditifitas diuji dengan uji tukey. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Berdasarkan hasil uji BNT pada taraf 5%, sistem olah tanah masa panen tanaman kedelai (Glycine max L.) nyata dalam mempengaruhi kapasitas tukar kation (KTK).
AKTIVITAS ANTIFIDAN EKSTRAK DAUN MINT (Mentha arvensis L.) DAN BUAH LADA HITAM (Piper nigrum L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolompa pavonana F.) Amelia Hestiana; Nur Yasin; Agus Muhammad Hariri; Subeki Subeki
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.835 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1942

Abstract

Salah satu hama yang banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman kubis adalah Crocidolomia pavonana (F.). Hama ini menyerang bagian krop tanaman kubis. Salah satu alternatif pengendalian hama yang aman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Contohnya yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah tanaman mint (Mentha arvensis) dan buah lada hitam (Piper nigrum) diuji dalam penelitian ini melalui 3 tahapan bioassay. Pengamatan aktivitas antifidan dilakukan 24, 48, dan 72 jsa. Peubah yang diamati adalah luas daun yang dimakan larva. Hasil dari bioassay 1 ekstrak daun mint fraksi air memberikan indeks antifidan lebih tinggi (48,74%) dibanding fraksi etil asetat (21,61%) pada 72 jsa. Sedangkan ekstrak buah lada hitam fraksi etil asetat memiliki indeks antifidan lebih tinggi (58,24% ) dibanding fraksi air (33,8%). Oleh karena itu fraksi air ekstrak daun mint dimasukan kedalam diaion HP 20 kolom kromatografi dan dielusi menjadi 100% H2O, 20% MeOH/H2O, 50% MeOH/H2O dan 100% MeOH. Sedangkan fraksi etil asetat ekstrak buah lada hitam dimasukan kedalam di silika kolom kromatografi dan dielusi menjadi 100% CHCl3, 3%MeOH/ CHCl3, 20% MeOH/ CHCl3, dan 100% MeOH. Dari keempat fraksi ini hasil bioassay 2 menunjukkan bahwa ekstrak daun mint fraksi 100% H2O memiliki indeks antifidan lebih tinggi (38,9%) dibandingkan dengan fraksi lainnya. Fraksi 100% CHCl3 ekstrak buah lada hitam mempunyai indeks antifidan lebih tinggi (49,5%) dibandingkan fraksi lainnya. Selanjutnya fraksi 100% H2O dan 100% CHCl3 diuji dengan konsentrasi 40.000 ppm, 20.000 ppm, 10.000 ppm, 5.000 ppm, 2.500 ppm, 1.250 ppm dan kontrol. Dari keenam konsentrasi ini, pada ekstrak daun mint dan buah lada hitam bioassay 3, penggunaan konsentrasi 40.000 ppm pada metode daun tanpa pilihan dan daun pilihan memberikan indeks antifidan tertinggi.
PENGARUH PEMBERIAN IBA (Indole Butyric Acid) DAN KONSENTRASI NAA (Naphthalene Acetic Acid) TERHADAP KEBERHASILAN PENYETEKAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.) Desi Maulida; Rugayah Rugayah; Tri Dewi Andalasari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.477 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1905

Abstract

The research was conducted at the cutting red bettle (Piper crocatum Ruiz and Pav.) to determined the effect of (1) the difference growth of cuttings of red bettle which are given IBA and without IBA, (2) the concentration of NAA on growth of cutting red bettle, (3) the concentration of NAA on growth of cutting red bettle on each given IBA. The treatment was arranged in factorial (2 x 4) in randomized block design with three replication. The first factor were without IBA (A) and the given of 1000 ppm IBA (A1). The second factor were the concentration of NAA consists of: 0 ppm (B), 1000 ppm (B1), 2000 ppm (B2), and 4000 ppm (B). The results showed that the NAA concentration of 4000 ppm produced the most number of roots on either at the node or at the base of cutting. Planting cutting red bettle which given IBA 1000 ppm was able to accelerated the time leaves open and increased the number of cutting which germinate. The mixtured of giving IBA 1000 ppm and the concentration of NAA 4000 ppm, produced the most number of cutting that germinated.
PENGARUH TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK FOSFAT PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.) Yudha P. K. P. K.; M. Syamsoel Hadi; Yohannes C. Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.291 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1937

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui (1) pengaruh tiga jenis pupuk kandang (ayam, kambing, sapi) pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai, (2) dosis pupuk fosfat yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai secara optimal, dan (3) pengaruh interaksi antara jenis pupuk kandang dan dosis pupuk fosfat pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, mulai Oktober 2012 sampai Maret 2013. Pengujian analisis tanah dilakukan di BPTP Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok (rak) pola faktorial (3x5) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang (K), yaitu pupuk kandang ayam (K1), pupuk kandang sapi (K2), dan pupuk kandang kambing (K3). Faktor kedua adalah pupuk SP-36 sebagai sumber fosfat (P) dengan dosis 0 g tanaman-1 (P0), dosis 10 g tanaman-1 (P1), 20 g tanaman-1 (P2), 30 g tanaman-1 (P3), dan 40 g tanaman-1 (P4). Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan kenambahan data diuji dengan uji Tukey. Data diolah dengan Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan uji polinomial ortogonal pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengaruh pupuk kandang ayam lebih baik dibandingkan dengan pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing untuk semua variabel pengamatan, pengaruh pupuk kandang sapi tidak berbeda dengan pupuk kandang kambing, (2) pengaruh pemberian pupuk fosfat hingga dosis 40 g tanaman-1 mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tanamancabai secara linear pada seluruh variabel pengamatan, (3) terdapat pengaruh interaksi pupuk kandang ayam dengan dosispupuk fosfat, pada tinggi tanaman dan bobot kering brangkasan dosis 10, 30, dan 40 g tanaman-1, pada jumlah bunga dan jumlah buah dosis 0 dan 40 g tanaman-1, pada diameter buah dosis 0, 10, 20, dan 40 g tanaman-1, dan pada bobot buah dosis 20, 30, dan 40 g tanaman-1.
RESPONS TANAMAN RADISH (Raphanus sativus L.) VARIETAS LONG WHITE LCICLE YANG DIPUPUK KNO3 BERBAGAI DOSIS TERHADAP APLIKASI MULSA Bambang Wijonarko; Azlina Heryati Bakrie; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.965 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1932

Abstract

Pada tanaman radish pupuk KNO3 berfungsi untuk membantu meningkatkan proses pembentukan umbi dan mulsa berfungsi untuk menghindari kehilangan air melalui penguapan dan menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pemberian beberapa taraf dosis pupuk KNO3 yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish, (2) mengetahui respons tanaman radish akibat aplikasi mulsa, (3) mengetahui respons tanaman radish akibat pemupukan KNO3 berbagai dosis yang diaplikasikan pada lahan dengan mulsa dan tanpa mulsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung pada bulan Mei hingga Juni 2012. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan tiga ulangan. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (5 x 2). Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu 0 kg ha-1 (K0); 75 kg ha-1 (K1); 150 kg ha-1 (K2); 225 kg ha-1 (K3); dan 300 kg ha-1 (K4). Faktor kedua adalah aplikasi mulsa (M) yang terdiri dari dua taraf yaitu tanpa pemberian mulsa (M0), dan mulsa plastik hitam perak (M1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk KNO3 sampai dosis 300 kg ha-1 belum ada yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish. Aplikasi tanpa mulsa memiliki respons/hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan mulsa untuk tanaman radish. Pada dosis KNO3 yang sama, tanpa menggunakan mulsa didapatkan produksi tanaman per petak yang lebih tinggi dari pada menggunakan mulsa.
PENGARUH REDUKSI OLAH TANAH DAN PEMULSAAN TERHADAP KELIMPAHAN NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA PERTANAMAN TEBU BERUMUR 11 BULAN Maria Teofani Sibagariang; I. G. Swibawa; Solikhin Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1943

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh reduksi olah tanah dan pemulsaan terhadap kelimpahan nematoda parasit tumbuhan pada pertanaman tebu. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman tebu milik PT. Gunung Madu Plantations dari bulan Juli-Maret 2012. Satuan percobaan berupa petak 25 meter x 40 meter dirancang menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan sistem olah tanah sebagai petak utama dan pemulsaan sebagai anak petak, dengan lima ulangan (kelompok). Sistem olah tanah terdiri dari dua taraf, yaitu tanpa atau reduksi olah tanah dan olah tanah intensif. Pemulsaan terdiri dari 2 taraf, yaitu pemberian mulsa bagas 80 ton/ha dan tanpa mulsa. Sampel tanah diambil ketika tebu berumur 11 bulan, nematoda diekstraksi menggunakan metode penyaringan dan sentrifugasi menggunakan larutan gula, dan nematoda diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling sedikit 16 genus nematoda parasit tumbuhan yang meliputi Helicotylenchus, Hemicriconemoides, Hoplolaimus, Pratylenchus, Xiphinema, Meloidogyne, Paralongidorus, Longidorus, Trichodorus, Tylenchorhynchus, Tylenchus, Ditylenchus, Tylenchida MG-1, Tylenchulus, Paratylenchus, dan Tetylenchus ditemukan dari lahan tebu PT GMP. Perlakuan tanpa olah tanah meningkatkan kelimpahan seluruh nematoda, yaitu nematoda parasit tumbuhan dan nematoda hidup bebas, dan kelimpahan beberapa nematoda parasit tumbuhan, yaitu Hemicriconemoides, Hoplolaimus, Xiphinema, Longidorus, Tetylenchus, Paralongidorus, dan Meloidogyne. Aplikasi mulsa bagas dapat menurunkan kelimpahan Meloidogyne dan Paralongidorus pada petak tanpa olah tanah, tetapi tidak pada petak olah tanah intensif.
PENGARUH PEMAKAIAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN APLIKASI DOSIS ZEOLIT PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN RADISH (Raphanus satufus L.) Khaira S. Khaira S. Annisa; Azlina H. Azlina H. Bakrie; Yohannes C. Ginting; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.548 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1922

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan umbi radish sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan mikro (suhu dan kelembaban) dan ketersediaan unsur hara. Salah satu modifikasi suhu dan kelembaban lingkungan perakaran tanaman dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa. Secara fisik mulsa mampu menjaga suhu tanah lebih stabil dan mempertahankan kelembaban di sekitar perakaran tanaman. Cara untuk meningkatkan ketersedian unsur hara adalah dengan memberikan zeolit. Zeolit telah dimanfaatkan di dalam bidang pertanian sebagai menjaga pH tanah, meningkatkan aerasi tanah, dan efektif untuk pertukaran kation sehingga menjadi pengontrol dalam pembebasan ion amonium, nitrogen, dan kalium serta dapat menetralkan tanah yang bersifat asam mengurangi fiksasi P dan koloid tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan mulsa plastik hitam perak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman radish, mengetahui berapa dosis zeolit yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman radish yang terbaik, dan mengetahui apakah penggaruh penggunaan mulsa plastik hitam perak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman radish bergantung pada dosis zeolit. Penelitian ini dilaksanakan di laboraturium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung pada bulan Juli hingga September 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mulsa memberikan respons/hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa mulsa untuk tanaman radish, pada peubah bobot kering brangkasan, dan bobot basah umbi, respons tanaman radish terhadap aplikasi dosis zeolit sampai dosis 800 g m masih liniear, dan perlakuan tanpa mulsa dan tanpa zeolit menghasilkan produksi lebih tinggi 52,61 % (1.027,42 g) daripada dengan menggunakan mulsa (486,84 g). Sedangkan pada zeolit 200 gm-2 -2 produksi umbi dengan menggunakan mulsa lebih tinggi 81,50% (1.299,94 g) daripada tanpa menggunakan mulsa (716,22 g).
KEPADATAN POPULASI HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 10 YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA PHT VERSUS KONVENSIONAL. Inggit Sagita; F. X. Susilo; I. Gede Swibawa; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.715 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepadatan populasi hama dan musuh alami pada pertanaman padi Varietas Inpari 10 yang dibudidayakan secara PHT dan Konvensional. Lahan berukuran 50x25m2 masing-masing ditanami padi yang dibudidayakan secara PHT dan konvensional. Pada masing- masing lahan diamati enam rumpun sampel yang diambil secara sistematis. Pengambilan data sejak 30 hst dan dilakukan seminggu sekali sampai 79 hst. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi hama yang didapatkan pada pertanaman padi secara PHT tidak berbeda nyata dengan konvensional (non-PHT). Populasi musuh alami yang didapatkan pada pertanaman PHT juga tidak berbeda nyata pada petak konvensional, kecuali ketika 30 hst pengamatan, populasi musuh alami pada petak PHT lebih tinggi dari pada petak konvensional (non-PHT).
EVALUASI SEGREGASI QUANTITATIVE TRAIT LOCI (QTL) PADA TANAMAN PADI SAWAH VARIETAS LOKAL YANG DIGOGOORGANIKKAN Zelwia Tiasmitha Astorhie; Saiful Hikam; Paul Benyamin Timotiwu
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.731 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1911

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) mendapatkan entri (varietas-QTL) yang dapat bertahan di lingkungan gogo sehingga dapat direkomendasi sebagai tetua dalam perakitan padi hibrida; (2) mendapatkan entri yang memiliki ragam genetik dan heritabilitas broad-sense pada padi varietas lokal yang digogoorganikkan; dan (3) mendapat peubah yang dapat dijadikan seleksi tidak langsung yang berpengaruh terhadap seleksi langsung (produksi). Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012-April 2013 di Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.Rancangan perlakuan disusun berdasarkan kuasi RTS (Rancangan Teracak Sempurna) karena dalam penelitian ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pengulangan kelompok sehingga, ulangan berada di dalam kelompok.Masing-masing kelompok diambil 9 sampel tanaman yang dibagi menjadi 3 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman.Sebelum dianalisis ragam, rerata pengamatn masingmasing variabel diuji Bartlett dan Levene untuk kehomogenan ragam. Bila hasil analisis ragam nyata pada P <0,01 atau 0,05 maka, dilakukan pemeringkatan nilai tengah dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Seluruh statistika data menggunakan software Statistic Analysis System (SAS) 9.1 for Windows.Besarnya ragam genetik dan heritabilitas broad-sense diduga berdasarkan kuadrat nilai tengah harapan pada hasil analisis ragam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) PB Bogor-tinggi tanaman (801,50g/m2) Kesit-tinggi tanaman (546,77 g/m2) dan Tewe-jumlah anakan (487,57 g/m) mampu bertahan di lingkungan gogoorganik sehingga, dapat direkomendasi sebagai tetua dalam perakitan padi hibrida; (2) semua peubah yang diamati mampu memberikan perbedaan ragam genetik dan heritabilitas broad-sense; dan (3) karakter jumlah anakan total dapat dijadikan seleksi tidak langsung yang dapat meningkatkan hasil produksi.

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue